
Di penghujung malam itu suasana lembah seketika menjadi semakin mencekam. 'Tuan Sesepuh Istana Barat' yang sekarang disebut sebagai 'Tuan Sesepuh Pelindung Istana' memandang sekeliling lembah. semua orang merasakan suatu kengerian dalam hatinya. jika yang dikatakan si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' benar, bisa jadi malam ini mereka semua bertemu dengan para pentolan dari 'Kelompok 13 Pembunuh.!
''Ben., benarkah pimpinan 13 Pembunuh telah datang kemari. sebenarnya sia., siapa orang ini. kenapa jiwaku merasakan kengerian.?'' batin I Gede Kalacandra alias si 'Dewa Serba Putih'. padahal orang ini terkenal tinggi hati, gampang naik darah dan tidak takut apapun. saat melihat sekelilingnya dia sadar semua rekannya juga merasakan ketegangan yang sama.
''Bagaimanapun juga masalah pengkhianatan sobat lama mereka si 'Raja Lutung Merah Berlengan Delapan' telah membuat semua anggota 'Istana Angsa Emas' merasa terpukul. sekarang malah datang musuh berat. jelas membuat semangat bertarung mereka semakin terpuruk..'' batin Tuan Sesepuh Pelindung Istana resah. orang tua ini sadar betul dengan apa yang sedang terjadi pada para bawahannya.
''Masih beruntung kami tidak lagi sendirian, paling tidak bekas anggota 13 Pembunuh dan putri Satriyana sudah berada bersama kita. kalau saja Dewi Malam Beracun sampai terlambat menyadari pengkhianatan si keparat Raja Lutung tua., habislah kami semua..'' cepat orang tua itu mengambil tindakan. dia memberi isyarat pada kedua bawahannya.
''Semua anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti., segera membentuk barisan pertahanan 'Pedang Sayap Angsa Delapan Penjuru'. aku yakin kekuatan kita akan dapat menyapu habis semua musuh.!'' seru Panglima Istana Tengah. ''Perhatikan semua gerakan lawan. siapkan seluruh jiwa raga kalian. malam ini kita mesti bertarung demi kehormatan Istana Angsa Emas., Hancurkan para begundal kelompok 13 Pembunuh.!'' teriak Panglima Istana Kiri yang disambut seruan penuh semangat anak para buahnya.
Kecuali Roro, Respati dan rekan- rekannya, semua anggota Istana Angsa Emas juga sudah siapkan dirinya. bahkan Tuan Sesepuh Pelindung Istana langsung mengerahkan hawa kesaktiannya hingga sekujur tubuh tuanya seakan diselimuti cahaya kuning keemasan. orang tua itu membuat gentar orang disekitarnya.
''Mereka benar- benar sudah tiba..'' desis Roro Wulandari memandang sekeliling lembah. dari kejauhan lereng- lereng perbukitan yang mengelilingi lembah itu terlihat ratusan bahkan mungkin ribuan cahaya api obor sudah mengepung mereka seperti belenggu rantai raksasa. meskipun tahu betul jumlah kekuatan dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis, tapi saat melihat mereka muncul bersamaan membuat bekas anggota 13 Pembunuh itu terperanjat juga.
''Keadaan sudah terlanjur begini. kurasa tidak ada jalan lain kecuali bertarung dengan para bekas kawan- kawan kita seperkumpulan..'' ujar Respati menghela nafas. ''Kau benar nomor tiga belas., lagi pula kita juga belum tentu kalah..'' geram Putri Penjerat sentakkan benang- benang bajanya. ''Aku juga sudah bosan jadi pelarian. ingin kulihat sehebat apa para cecunguk yang menggantikan kedudukan kita.!'' dengus Ki Ageng Bronto memutar golok Bayangan Setannya.
''Hik., hi., melihat keyakinan kalian akupun jadi bergairah. kita lihat saja apa yang bisa mereka perbuat pada kita. lagi pula., aku masih belum mengeluarkan semua senjata rahasiaku..'' gumam Roro terkikik. semua rekannya tanpa sadar saling pandang lalu terkekeh. meskipun tidak mengerti siasat apa lagi yang disiapkan wanita cantik itu, tapi mereka yakin pastilah bukan sesuatu yang sembarangan.
__ADS_1
''Nyi Dewi lihatlah., mereka sudah bergerak kemari..'' ucap Sabarewang menunjuk ke sana. meskipun sepintas gerakan mereka terlihat lambat, namun dalam waktu singkat sudah mencapai jarak seratusan langkah dari tempat Roro dan orang- orang Istana Angsa Emas berada. semuanya terkesiap juga melihat lebih dari seribu orang Pasukan Tombak Gergaji Iblis sudah mengepung.!
''Malam hari di lembah sunyi ini akan menjadi malam pembantaian bagi orang istana Angsa Emas dan semua cecunguk yang berada bersamanya.!'' gertak seorang lelaki gemuk berkepala plontos kemerahan yang dari tubuhnya tercium bau minuman keras. di kedua tangan orang ini tergenggam kendi tanah liat berisi minuman keras. sekali dia bergerak tubuhnya sudah berdiri didepan anak buahnya dengan kaki terhuyung macam orang mabuk.
''Haa., haa., kau benar sobatku 'Setan Arak'. tapi kita mesti menyisakan seseorang yang menjadi buruan ketua kita selama ini. sang pemilik 'Darah Keabadian' sekaligus pewaris Istana Angsa Emas, sekaligus orang yang jadi pemegang kunci rahasia gudang harta pusaka..'' seru seorang lelaki bertubuh tinggi tambun berblangkon kuning dan membawa pipa cangklong emas. saat tertawa suaranya sampai mengguncangkan seluruh lembah. beberapa anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti yang berilmu agak rendah sampai jatuh terjengkang. orang itu bukan lain adalah si 'Sukma Tertawa.!
''Kehidupan orang persilatan itu sama dengan sebuah perjudian. kalah dan menang, mampus atau bertahan semuanya bisa terjadi kapan saja. tapi kulihat dari angka tiga belas yang muncul di dadu besiku., diriku berani bertaruh kalau malam ini nama Istana Angsa Emas akan terhapus selamanya dari muka bumi.!'' ejek seorang bertubuh agak pendek berkulit putih dengan mata sipit setipis garis yang menggenggang tiga buah dadu besi merah membara. dialah si 'Penjudi Dari Akhirat'.
''Huhm., kulihat empat orang pengkhianat itu juga sudah bersekutu dengan istana Angsa Emas. baguslah., kita tidak perlu lagi repot mencari mereka. sekali tepuk tiga ekor lalat mati. sekali hantam seribu nyawa orang tolol mampus ditangan kita, Haa., ha.!" dengus si 'Gila Tangan Kudis' sambil ujung jarinya korek hidungnya yang kotor lantas tertawa bergelak.
''Momok Jelaga Hitam., apa kau pikir hanya dirimu saja yang punya keinginan untuk turut memiliki bermacam pusaka di tempat keramat itu. asal kau tahu saja aku dan Sukma Tertawa hampir saja terbunuh akibat akal bulus gadis licik itu saat kami terlibat pertarungan besar di Wonokerto karena berebut peta rahasia istana Angsa Emas palsu. sialan., aku ingin menguliti tubuh wanita licik itu. tapi setelah kupikir., akan lebih baik kunikmati dulu tubuh indahnya, baru dihabisi. Hak., ha., ha.!''
Mendengar tawa mesum itu Dewi Malam Beracun merasakan darahnya mendidih dan ingin mendamprat. tapi saat melihat siapa orang yang barusan hadir di samping si sipit Penjudi Dari Akhirat, Roro mesti menahan diri karena dia sadar si 'Pengemis Tua Mata Setan' selain berotak licik, kejam juga ahli sihir yang sanggup mempengaruhi pikiran lawan.
Berikutnya secara berturut- turut berkelebat datang si pemuda angkuh 'Naga Urat Hijau' lalu tiga orang jahat bersaudara yang dijuluki 'Tiga Siluman Buaya Kali Getih' dan disusul oleh seorang kakek tua bengis berjubah putih dengan kedua tangan berkilau kebiruan., si 'Iblis Tangan Biru'. bekas anggota partai Gapura Iblis.!'
Melihat kehadiran anggota kelompok 13 Pembunuh, membuat perasan semua orang campur aduk antara kegusaran dendam juga ngeri. meskipun pihak istana Angsa Emas punya cukup kekuatan, tapi lawan mereka bukanlah sembarangan. selain para pesilat kawakan juga jumlah pasukannya hampir dua kali lipat banyaknya dibanding mereka.
__ADS_1
Dewa Serba Putih, Kyai Jabar Seto juga Ki Sambi Puntung atau Pendekar Kaki Buntung sudah bersiap tentukan lawannya. tidak ketinggalan juga kedua panglima istana kiri dan tengah, Nyai Juling Sumbing serta Ki Sabda Langitan si 'Tangan Penggoncang Langit' juga telah salurkan tenaga saktiannya.
''Kawan lamaku sang 'Dewi Malam Beracun' bagaimana kabarmu saat ini, sungguh hatiku begitu gembira bisa bertemu lagi denganmu..'' satu seruan merdu mengiringi berkelebatnya sesosok ramping berjubah putih dengan wajah cantik jelita. gerakan ilmu meringankan tubuhnya sangat indah memukau pandangan. dengan sebuah payung keemasan yang terbuka dia turun perlahan seakan dewi kahyangan. ''Bidadadari Berpayung Emas., kau akhirnya datang juga..'' gumam Roro Wulandari rentangkan kipas peraknya.
Jika Roro seakan sudah terikat permusuhan dengan wanita cantik berpayung keemasan itu, sebaliknya Respati merasakan ancaman maut dari sorot mata dingin seorang lelaki tua berlengan buntung sebelah yang entah kapan muncul di depan sana. ''Si 'Lengan Tunggal Penyambar Roh. apakah orang tua ini sengaja mengincarku.?'' batin Respati.
''Huhm., sudah lama sekali kita tidak bertemu sobat Tuan Sesepuh Istana Barat. sepertinya perkara lama di istana Angsa Emas akan kita selesaikan malam ini juga.!'' terdengar suara dengusan dingin dan ucapan seram yang seakan berasal dari dunia lain. belum lagi gema suara berat menggaung itu lenyap, dari atas kegelapan langit melayang turun sesosok tinggi besar berjubah kuning dengan sulaman seekor angsa emas didadanya.
Wajah orang ini tidak terlihat karena tertutupi sebuah topeng tengkorak terbuat dari besi berwarna keperakan. hawa kematian yang menggiriskan jiwa mengiringi kehadiran sosok tinggi besar itu. ketua kelompok 13 Pembunuh telah muncul di sana.!
*****
Asalamualaikum.,
Mohon maaf novel 13 Pembunuh dan Pendekar Tanpa Kawan untuk seminggu kedepan tidak dapat up date karena kesibukan pekerjaan kami dan masalah lain🙏.
Silahkan tulis komentar, kritik saran, like👍, vote atau favorit👌, jika anda suka. tolong juga share novel 13 pbh dan ptk ke teman" yang lainnya.🤗 Terima kasih. Wasalamualaikum.
__ADS_1