13 Pembunuh

13 Pembunuh
Naga merana.


__ADS_3

Meskipun kalah banyak dibandingkan lawan namun 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' masih sanggup bertahan, karena kekurangan jumlah orang untuk sementara dapat ditutupi dengan hadirnya 'Panglima Istana Tengah' sebagai pimpinan mereka. wanita bertubuh agak kecil bercadar kain sutra kuning itu gunakan kedua telapak tangannya yang terselungi sarung tangan sakti yang kebal bacokan senjata untuk menggempur 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'.


Sekalipun mereka sanggup bertahan bahkan balas menggebrak, tapi wanita cantik yang menjadi kekasih 'Panglima Istana Kiri' itu juga menyadari lambat laun pasukannya bakal terdesak dan tewas diujung senjata tombak maut lawannya. sambil merobohkan seorang pasukan musuhnya, dia melirik rekannya si Panglima Istana Kiri yang bertarung semakin sengit dengan si 'Naga Urat Hijau'.


Wanita itu mengernyit cemas melihat keadaan rekannya. karena walaupun sepintas terlihat lebih banyak melakukan serangan dengan mengandalkan senjata gelang- gelang emas berdurinya dibanding lawan, tapi semuanya dibuat mental oleh jurus pertahaan pemuda bermantel hitam itu yang gerakannya seperti seekor naga perkasa.


''Panglima Istana Kiri., jangan masuk ke dalam perangkapnya. orang itu sedang berusaha untuk menguras tenagamu.!'' seru Panglima Istana Tengah yang menyadari ada keanehan dalam pertarungan itu. ''Haa., haa., rupanya kawan wanitamu itu jauh lebih pintar darimu. tapi apa bedanya., semuanya sudah terlambat. sekarang saatnya mengirimmu ke neraka.!'' ujar Naga Urat Hijau tertawa bergelak.


Bersamaan dengan itu pemuda tinggi gagah tapi berparas angkuh dan punya goresan bekas luka di wajahnya itu. sentakkan kedua tangannya yang terkepal ke samping. terdengar suara berkerotokan seiring jalur- jalur cahaya hijau angker yang melingkarinya. saat kedua kepalan tangan itu menghantam, ledakan sekeras gunturpun menggelegar dibarengi sambaran puluhan larik cahaya hijau. pukulan sakti 'Cabikan Naga Hijau Pemusnah Dunia.!'


''Setan alas., dasar keparat licik. aku tidak akan pernah mundur setapakpun sebelum dapat membunuhmu.!'' teriak Panglima Istana Kiri penuh kegusaran. selain karena siasat lawan orang tinggi pucat ini juga geram dengan dirinya sendiri yang terburu nafsu hingga mudah terjebak siasat lawannya.


Tapi dia sudah bertekat untuk beradu jiwa demi menuntut balas kematian 'Panglima Istana Kanan'. enam gelang emas bergerigi tajam dihantamkan kedepan untuk menahan serangan lawan. suara berdesing nyaring disertai angin tajam kekuningan menyambar. enam gelang lainnya berputar menggerus ke dalam tanah, lalu muncul ke permukaan dan menghantam dari enam penjuru.


Dengan menggunakan ilmu kesaktian 'Gelang Roda Sakti Membajak Bumi' dia bermaksud membantai lawan dari bawah tanah. terakhir kalinya Panglima Istana Kiri mengerahkan ilmu kesaktian ini saat dia menghabisi nyawa 'Lima Hantu Unggu Berkepang Maut' ditepian sebuah sungai.

__ADS_1


'Shraaaat., sheeeet.!'


'Whuuuukk., whuuuut.., whuuuss!'


'Plaaaang., jdaaaar., blaaaaarrr.!'


''Aaaakh., bangsat.! jubah kuning bermuka pucat keparat, akan aku hancurkan gelang- gelang rongsokanmu ini.!'' maki Naga Urat Hijau kalap. hampir saja kedua kaki dan selakangannya terajam putus disambar gelang bergerigi lawannya yang muncul di enam arah dari dalam tanah.


Masih beruntung ilmu 'Cabikan Naga Hijau Pemusnah Dunia' sanggup melibas enam gelang- gelang terbang lainnya yang datang menyambar dari depan hingga terpental balik ke asalnya. dengan gerakkan kedua tangannya Panglima Istana Kiri mampu meraih kembali senjatanya. saat diperiksa orang inipun terperanjat melihat banyak gerigi tajam pada gelangnya yang meleleh dan tanggal. ini jelas menandakan ilmu kesaktian lawannya sangat tinggi.


Kedua kepalan tangan orang ini langsung hantamkan jurus pukulan 'Naga Hijau Melebur Gunung' yang punya daya hancur mengerikan. dia berniat untuk menyapu habis gelang- gelang maut Panglima Istana Kiri dengan sekali pukul. ledakan beruntun terdengar bersamaan tanah terbongkar dan gelang terbang yang bermentalan diudara.


''Hak., ha., ha., mampuslah saja kau menyusul saudaramu ke neraka.!'' bentak Naga Urat Hijau sambil bersiap lepaskan kembali ilmu pukulan 'Cabikan Naga Hijau Pemusnah Dunia'. jika tenaga dalam pemuda ini masih terlihat kuat, maka tidak demikian dengan Panglima Istana Kiri yang nyaris roboh. sekejap lagi pukulan sakti itu terlontar dari jemari tangannya, Naga Urat Hijau terperanjat saat mendengar jeritan menyayat ngeri dari mulut seorang wanita.


Tanpa sadar pemuda itu menoleh ke asal suara. matanya yang tajam dan bersinar kehijauan masih sempat melihat sesosok bayangan putih yang melayang diudara. pedang dan payung emas yang menjadi senjata andalannya telah terlepas. sosok tubuh wanita itu jatuh terkapar hanya tiga langkah dari kaki si Naga Urat Hijau.

__ADS_1


Wajah perempuan yang berjuluk 'Bidadari Berpayung Emas' itu meskipun masih terlihat cantik tapi kedua mata beningnya membeliak seakan tidak percaya. jubah putihnya terkoyak di bagian dada dan perutnya yang gosong bersimbah darah dengan sepuluh cabikan berbau anyir busuk memuakkan.


Naga Urat Hijau sesaat tertegun seperti baru kehilangan sesuatu. perlahan kedua matanya terangkat menatap ke depan. disana nampak si 'Dewi Malam Beracun' berdiri angker dengan kedua tangannya yang masih membentuk cakar maur dari ilmu 'Cakar Tengkorak Darah.!'


Wanita cantik berjubah gaun hitam itu melangkah anggun. dengan kerahkan tenaga dalamnya sebelah tangan kirinya bergerak menarik senjata kipas perak yang tergeletak belasan langkah jauhnya diatas tanah hingga kembali terbang melayang kearahnya. tanpa menoleh dengan luwes tangan kiri Roro Wulandari menyambut kipas perak itu.


''Hik., hi., sang 'Naga Urat Hijau' nomor dua dalam 13 Pembunuh yang kabarnya belum terkalahkan dan paling angkuh, kenapa sikapmu seperti orang yang baru kehilangan seorang kerabat dekat.?'' dengan sunggingkan senyuman manis namun licik wanita itu bertanya.


''Aah., aku tahu sekarang. kalau tebakanku benar, wanita cantik yang sudah jadi bangkai berjuluk Bidadari Berpayung Emas itu., pastilah kekasihmu. Aash., bukan., bukan. mungkin kau sudah memendam rasa cinta padanya tapi takut untuk mengatakannya. Hik., hi., Naga Urat Hijau yang tidak gentar langit dan bumi ternyata cuma seorang lelaki yang takut patah hati kalau cintanya ditolak.!''


''Chuih., dasar pengecut., aku tahu dulu kau suka mencuri pandang kepadaku. meskipun dirimu jelas suka denganku tapi kau takut pada Kamajaya. setelah bajingan itu mampus aku malah jadi buronan kelompokmu, hingga kandas sudah keinginanmu untuk memilikiku. apalagi., diriku kabur bersama 'Ular Sakti Berpedang Iblis' si nomor tiga belas..''


''Malah ditengah pelarian, kami bertemu dengan si nomor empat dan bekas nomor sembilan yang juga buronan 13 Pembunuh, membuat hasrat gilamu untuk memiliki wanita cantik sepertiku semakin mustahil terwujud..'' Dewi Malam Beracun terus mengumbar ucapan pedas penuh sindiran pada si Naga Urat Hijau. wanita ini memang tidak pernah mau melepaskan setiap kesempatan untuk mengejek dan merendahkan lawannya.


''Dan sekarang., saat hadir Bidadari Berpayung Emas yang kau harapkan dapat menggantikan diriku, malam ini dia malah mati ditanganku. aduuhh., kasihan sekali pria kesepian yang merana ini. Hii., hi., sikapmu yang dingin serta angkuh itu hanyalah topeng untuk menutupi kelemahanmu. kalau begitu., kenapa kau tidak sekalian mati bunuh diri saja menyusul kekasih bayanganmu itu.!'' damprat Roro Wulandari seolah tanpa ampun.

__ADS_1


Semua yang dikatakan Dewi Malam Beracun seolah siraman minyak panas keatas bara api. karena apa yang dikatakan wanita cantik jelita tapi licik dan sombong itu adalah suatu kebenaran perasaan yang terpendam didalam hati Naga Urat Hijau. kesedihan bercampur rasa malu, dendam dan terhina seakan membuatnya gila.


Seketika pemuda tinggi gagah itu mengkelam wajahnya. dengan meraung murka dia lepaskan pukulan sakti 'Cabikan Naga Hijau Pemusnah Dunia disusul dengan 'Naga Hijau Melebur Gunung'. jelas kalau dia berniat menghabisi perempuan yang telah berani mempermalukannya saat itu juga.!


__ADS_2