
Dua ilmu kesaktian kelas atas dengan sifat penghancur yang bertolak belakang datang melabrak. seantero pulau 'Seribu Bisa' bergoncang sangat keras seolah hendak tenggelam ke dalam lautan. sengatan hawa panas membakar tubuh berseling dengan udara dingin yang membekukan tulang daging dan aliran darah membuat keadaan para pesilat bagaikan berada dalam neraka.
Jangankan bagi mereka yang mendapatkan serangan secara langsung, para tokoh silat yang berada jauh dari tempat pertarungan itu juga terkena imbasnya. mereka yang sudah kepayahan karena terlibat dalam pertempuran besar dalam waktu lama hanya bisa jatuh tersungkur dan muntah darah. biarpun kulit tubuh bagian luar merah melepuh tapi darah yang termuntah justru menggumpal dingin seolah beku.!
Mayat- mayat korban pertempuran yang berserakan tidak lagi terbentuk. musnah oleh gelombang hawa dingin dan sambaran dari ratusan lidah petir. ilmu pukulan sakti 'Nisan Kuburan Membeku' milik Pranacitra dan ajian 'Jaring Petir Malapetaka' yang dilontarkan si tuan muda pemalas dari 'Kota Hantu Pagi' dengan kekuatan penuh membuat hampir semua orang yang selama ini merasa dirinya jagoan menjadi runtuh kesombongannya.
Tapi bagaimanapun juga, sang ketua dari 'Kelompok 13 Pembunuh' bukanlah manusia sakti sembarangan. orang jahat yang sudah banyak menyerap ilmu kedigdayaan dan kekuatan para pesilat lain yang telah mati terbunuh melalui ajian 'Mecah Sukmo' jelas tidak bakalan terjungkal semudah itu. dengan jurus kesaktian 'Kepakan Sayap Angsa Pemusnah Jiwa' yang dihantamkan dua kali secara beruntun dia masih sanggup bertahan meskipun harus mengalami luka dalam.
'Whuuuusss., whuuuuusss., slaaasssh.!'
'Bllaaaaaamm., blaaaaamm., blaaaarrrr.!'
''Aaaaakkhh., 'aaaakh., uaaaghk.''
''Bangsat., setan alas.!''
''Anjing keparat., bedebah sialan.!''
Ledakan sekeras gunung api meletus terjadi hingga lebih dari lima kali. suara jeritan parau bercampur caci- maki dan sumpah- serapah kotor penuh kengerian mengiringi kematian puluhan tokoh silat golongan hitam. tubuh mereka bermentalan akibat tersapu tiga jenis pukulan sakti yang saling beradu kekuatan.
Begitu mengerikan keadaan disana sampai- sampai pertarungan antara pihak anak buah 13 Pembunuh melawan orang- orang 'Istana Angsa Emas' juga turut berhenti. perlu waktu hampir sepeminum teh bagi semua orang untuk dapat melihat dengan jelas akibat yang terjadi ditengah gelanggang pertarungan itu.
__ADS_1
Sang ketua 13 Pembunuh tegak berdiri. jubah kuning emasnya yang bersulam seekor angsa emas dibagian dada terlihat terkoyak besar. sekilas pandang dari balik robekan jubahnya nampak jalur- jalur merah dan goresan bekas luka bakar di kulit tubuhnya. separuh raga orang tinggi besar itu seperti diselimuti salju tipis. sebaliknya bagian kiri tubuhnya justru bengkak memerah seakan melepuh akibat terbakar. beberapa kali terlihat kilatan- kilatan cahaya petir keluar dari kulit tubuhnya.
Orang ini gemetar keras. didahului suara meraung buas, pimpinan gerombolan kaum pembunuh bayaran paling yang ditakuti rimba persilatan ini muntah darah. bersamaan itu topeng tengkorak besi berwarna keperakan yang menutupi raut mukanya turut terbelah. wajah seangker setan neraka penuh bekas luka seketika terpampang jelas.!
Selain 'Setan Arak, Klowor Gombor alias si 'Gila Tangan Kudis' dan beberapa pesilat aliran hitam yang bersekutu, disekitar ketua 13 Pembunuh juga terdapat 'Momok Jelaga Hitam, si 'Sukma Tertawa' serta seorang pesilat muda berjuluk 'Pendekar Sadis Bermata Api' yang baru saja kembali datang bergabung setelah berhasil membunuh pesilat muda lainnya aliran putih bergelar 'Pendekar Alis Kelabu'.
Walaupun mereka semuanya masih hidup karena sempat menghindar sambil lontarkan aji kesaktian masing- mading, tapi jelas sudah sama terluka dalam hingga untuk sesaat lamanya belum sanggup bangkit kembali. seandainya saja pimpinan mereka tidak mencoba menahan gempuran dua ilmu kesaktian tingkat tinggi itu, mungkin mereka juga telah mampus terbunuh.
Nasib buruk justru di alami oleh para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang bertugas mengawal atasannya. tubuh belasan orang berseragam hijau itu hancur binasa tanpa dapat dikenali lagi. sebagian hancur gosong terbakar. sisanya terpotong- potong menjadi gumpalan daging beku. ini sungguh suatu pemandangan yang aneh sekaligus sangat mengerikan.
Dari sini dapat diketahui tingkat kehebatan ilmu kesaktian dari para pesilat yang terlibat langsung dalam adu ilmu kedigjayaan. meski rada enggan mengakui tapi para pesilat aliran hitam maupun putih yang pernah berniat untuk menuntut balas pada Pranacitra atas dendam masa lalu seketika menjadi runtuh nyalinya. bahkan semuanya berharap agar si pincang itu tidak pernah lagi mengingat raut muka mereka yang ketakutan.
Di lain pihak, kedua pemuda yang jadi lawan ketua 13 Pembunuh juga masih tegak berdiri. Pranacitra sempat tersurut mundur empat tindak sebelum dapat berdiri tegak. walau tidak terluka dalam tapi tenaga benturan yang luar biasa keras tetap membuat aliran darah dan jalur pernafasannya menjadi tersendat.
''Ughh., cee., celaka. pee., penyakit keparat ini kambuh lagi. sii., sia., sialan. kenapa diriku bisa terlupa batasan waktu tiga ratus tarikan nafas..'' geram pemuda itu terus bertahan. meskipun merasa kesakitan tapi dia enggan terlihat lemah dihadapan orang lain. ''Heii., ada apa dengan dirimu. apakah kau sedang terluka dalam.?'' tanya Pranacitra terperanjat.
Yang ditanya cuma mendengus angkuh dan coba tegakkan tubuhnya seolah tidak terjadi apapun. walau demikian jelas dia sedang menahan rasa kesakitan didalam dirinya. dua sosok bayangan putih berkelebat datang. gerakan mereka bukan saja sangat cepat tapi juga indah dipandang. kini disamping si tuan muda pemalas telah hadir sepasang gadis remaja berparas cantik jelita.
Tanpa banyak bicara gadis yang tubuhnya sedikit lebih tinggi bergerak menotok tujuh jalan darah di punggung tuan muda pemalas. sebaliknya gadis manis yang mempunyai lesung pipit cepat menjejalkan butiran obat berwarna putih ke mulut pemuda itu. meski terlihat beringas seolah tidak senang tapi dia tidak mampu menolak. semua pekerjaan ini dilakukan dengan sangat cepat dan cekatan oleh kedua gadis cantik berjubah gaun putih itu seakan mereka telah terbiasa melakukannya.
''Tuan muda., kita mesti tinggalkan lebih dulu tempat ini. kau perlu mengatasi amukan gelombang tenaga panas didalam tubuhmu..'' pinta gadis bernama Camar Anggun sedikit memaksa. ''Benar tuan muda., kita kembali dulu ke atas bukit. disana tempat yang tenang untukmu agar dapat meredamnya. jika tidak., aku khawatir semuanya akan terlambat.!'' timpal gadis manis bernama Pipit Lincah tidak kalah panik.
__ADS_1
Sepasang mata pemuda itu melotot penuh kegusaran hati. dia benar- benar benci jika ada orang lain yang memaksanya, apalagi melihat dirinya dalam keadaan kesakitan dan tanpa daya seperti ini. biarpun demikian dia tidak mampu menolak saat kedua gadis pelayan setianya ini mengapit lengannya. sekali menjejakkan tanah mereka melesat pergi lenyap ke satu jurusan.
Walaupun Pranacitra juga para pesilat dari Istana Angsa Emas yang pernah mendengar cerita tentang si pemalas dari Roro Wulandari saat berada diatas kapal tahu kalau kedua orang gadis jelita pelayan si tuan pemalas itu pasti bukan perempuan lemah tapi mereka tetap tidak menyangka kalau keduanya punya ilmu meringankan tubuh yang begitu tinggi.
''Bangsat. kurang ajar., jangan harap kau bisa pergi dari hadapanku. serahkan nyawamu.!'' bentak ketua 13 Pembunuh murka. dengan satu hentakan tubuhnya saja, semua lapisan salju dan kilatan petir yang mengeram dalam dirinya dapat tersapu. biarpun luka dalamnya cukup parah tapi orang jahat ini bukan saja mampu menahan bahkan perlahan mulai menyembuhkannya.
Dengan sebuah aji kesaktian yang dinamai 'Kepakan Angsa Emas Iblis' orang inipun berniat memotong jalur pelarian ketiga orang itu. tapi selain sudah terlambat ada sesuatu benda aneh yang dilemparkan seseorang ke arahnya. bersamaan juga terdengar suara seorang perempuan mengejek. ''Hooii., bekas ketuaku yang mukanya jelek. apa kau tidak ingin tahu kabar dari orang kepercayaanmu si tua buntung 'Lengan Tunggal Pengejar Roh.?''
Begitu suara itu lenyap wanita yang berseru juga telah muncul. seraut wajah secantik bidadari tinggi semampai berdiri dengan gaya berkacak pinggang. baju kurang hitam yang dikenakannya terlihat mencolok mata jika dibandingkan dengan kulit tubuhnya yang putih mulus tapi ditumbuhi bulu- bulu halus di beberapa bagian tubuhnya. senyuman yang menawan dibibir merah dengan kerlingan mata genit seakan sanggup membuat jiwa setiap lelaki terbetot keluar dari raganya,
''Haa., ha., bekas anak buahku tersayang si 'Dewi Malam Beracun'. mulutmu masih saja tajam dan pedas jika terdengar di telinga. tapi aku menyukai perempuan seperti dirimu. setelah semua ini berakhir akan kuberikan kepuasan yang jauh lebih hebat daripada yang pernah kau rasakan dengan si bodoh Kamajaya.!'' ketua 13 Pembunuh tergelak balas menyindir. orang tinggi besar itu bermaksud memanasi sekaligus menghina perasaan wanita bekas anak buahnya itu.
Perempuan cantik yang memang Roro ini bukannya tidak menyadari maksud ucapan bekas pimpinannya itu. jika orang lain pasti akan naik darah saat masa lalunya yang pahit diungkit. tapi sayangnya Roro Wulandari bukanlah perempuan cengeng. sebaliknya dia malah lontarkan hinaan. ''Oouh begitukah. Chuih, aku tidak percaya batang kelelakianmu masih berguna. paling banter waktu sepuluh tarikan nafas saja kau pasti sudah lemas. kalau demikian, wanita pintar secantik diriku mana bisa terpuaskan.?''
''Hik., hi., asal kau tahu saja, diriku hanya tertarik dan bernafsu dengan lelaki gagah tampan, kaya raya, perkasa dan luhur budi. bukan manusia laknat, lemah syahwat, buruk rupa, gila, tua dan membosankan sepertimu. Heihh., coba kau lihat dulu tangan siapa yang tergeletak di sana.!'' bentak Roro seraya menunjuk ke depan.
Semua orang yang mendengarnya seakan tersedak sesuatu. mereka sama sekali tidak mengira kalau ucapan yang tidak tahu malu seperti itu dapat keluar dari mulut seorang wanita secantik Dewi Malam Beracun. bahkan Respati yang terhitung sepupunya sekaligus orang paling mengenal Roro juga cuma dapat geleng- geleng kepala dan mengelus dada.
Tentu saja yang paling merasa tertampar wajahnya pasti ketua 13 Pembunuh. selama hidup belum pernah dia terhina serendah ini. meski kemarahannya memuncak tapi sudut matanya tertuju pada sebuah potongan lengan kiri kurus pucat yang lima jemarinya tersambung dengan pisau- pisau hijau tajam melengkung. orang ini langsung meraung murka. gema suaranya menggoncang seluruh pulau 'Seribu Bisa'. meskipun cuma tersisa dua bilah pisau setan hijau karena tiga jari lainnya telah terpotong, tapi dia tahu betul itulah tangan dari si Lengan Tunggal Pengejar Roh. bawahannya yang paling dia andalkan.!
..................
__ADS_1
Silahkan menuliskan komentar Anda. juga like👍, vote👌, share👏jika suka. maaf kalau ada kalimat yang kurang berkenan🙏, Trims.