
Kereta kuda maut kembali bergerak. karena waktu sudah tertunda akibat pertarungan Respati melawan Tiga Nenek Klewang Pemburu Kepala, Sabarewang yang jadi kusir menambah laju kecepatan kereta itu. dalam hatinya orang ini masih mencoba mengira- ngira siapa sesungguhnya pemuda pincang yang telah menyelamatkan Respati tadi. ''Seorang pendekar muda berilmu tinggi yang sepintas orangnya seperti pendiam dan penyendiri. berkaki pincang dan suka bersiul lagu berirama sedih., siapa orang ini.?'' batin Sabarewang sambil jalankan laju kudanya.
Bekas anggota kelompok pengawalan barang Garuda Merah ini tersentak. dia lalu teringat pada seseorang. ''Aah., jangan- jangan orang itu adalah..''
Dalam kereta kuda Satriyana juga masih penasaran dengan pemuda pincang yang menurutnya sombong itu. ''Apa lagi namanya kalau bukan sombong, datang dan pergi sesukanya. paling tidak dia seharusnya bertegur sapa sebentar. kalau memang kalian berdua kawan baiknya kenapa dia ngeloyor pergi tanpa bertanya bagaimana kabar kalian selama ini., huh menyebalkan.!'' sungutnya kesal. Respati dan Roro cuma diam saling pandang.
''Kalau kau menggerutu terus, lalu kapan aku bisa bercerita tentang orang ini.?'' sela Roro Wulandari. ''Asal kau ingat saja pemuda yang kau bilang sombong itulah yang telah menyelamatkan hidupku.!'' timpal Respati agak jengkel juga. Satriyana mencibir sinis, tapi mulutnya sudah berhenti bicara. ''Baik- baiklah., anggap saja aku yang salah omong, sekarang ceritakan padaku soal si pincang yang sombong., eh, maksudku yang aneh itu..'' desak Satriyana.
''Hhmm., sebenarnya aku juga tidak begitu jelas tentang orang ini. tapi dari cerita seorang sahabatku yang bernama Puji Seruni dan selentingan kabar yang beredar di dunia persilatan. sejak kecil pemuda ini sudah banyak mengalami penderitaan hidup. konon kabarnya dulu dia mengidap sebuah penyakit yang tidak dapat di sembuhkan. tapi pemuda ini tidak pernah menyerah..''
''Karena tekatnya yang kuat dan sebuah keajaiban dia bisa bertemu dengan beberapa dedengkot persilatan kekas wahid yang bukan saja mampu menyembuhkan semua penyakitnya, malah juga memberinya banyak ilmu silat dan kesaktian yang sulit dicari tandingannya..'' tutur Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun sambil menghela nafas.
''Hanya sayangnya hampir semua ilmu kesaktian yang dia dapatkan berasal dari para pentolan aliran hitam yang sudah lama menghilang dan punya banyak sekali musuh. akibatnya dia menjadi buruan dan tempat pelampiasan dendam para pesilat yang ingin menuntut balas pada para guru pemuda itu..''
''Kau tahu., kelompok 13 Pembunuh pernah menerima permintaan dari seseorang yang berani membayar sangat mahal untuk kepala pemuda pincang itu. tapi anehnya sang ketua justru menolaknya., malah diam- diam memerintahkan aku untuk membantu orang ini. ketua juga berpesan tidak boleh ada seorangpun yang tahu kalau kelompok 13 Pembunuh ikut campur masalah ini.!'' timpal Respati melanjutkan cerita Roro Wulandari.
''Eeh., aku tidak pernah mendengar ada kejadian itu. kapan kau melakukannya.?'' Roro bertanya keheranan. ''Itu terjadi saat aku baru beberapa bulan masuk sebagai anggota perkumpulan.!''
__ADS_1
''Di sebuah pedataran sunyi yang ada di lereng gunung Merapi, aku melihat pemuda pincang itu sendirian menghadapi tidak kurang dari belasan pesilat kelas atas baik dari golongan putih maupun hitam. rupanya pertarungan diantara mereka sudah berlangsung lama karena tiga di antara para pengeroyok sudah terkapar mati, kukenal ketiganya sebagai pasilat aliran hitam yang sering berbuat kejahatan. jadi., kupikir pantas untuk mati.!''
''Dua orang lagi pesilat aliran putih. satu terluka agak parah tapi masih sadar. seorang lagi terkapar pingsan. pemuda pincang itu rupanya juga mengalami luka dalam dan luar, meskipun begitu dia masih mampu bertahan bahkan balas mendesak kelima lawannya. belasan jurus berlalu dua orang kembali tumbang. seorang mampus dengan tubuh hitam mengering. satu lagi pecah kepalanya di hantam tongkat si pincang.!''
''Aku yakin sebenarnya pemuda itu dapat saja membunuh semua pengeroyoknya. apalagi saat dia mengeluarkan ilmu kesaktiannya yang mampu menimbukan badai salju. tapi dia hanya menghabisi pesilat dari aliran jahat. sedangkan yang dari golongan putih cuma terluka berat. rupanya dia sengaja tidak mau salah bunuh. meskipun karena tindakannya ini dia harus mengalami luka yang cukup parah.!'' kata Respati dengan raut wajah tegang seakan membayangkan lagi kejadian waktu itu.
''Orangnya berniat memberi ampun, tapi lawan terus mendesak ingin membunuhnya. tentu saja dia jadi terluka parah. dasar tolol., kalau aku pasti bakal kubantai semuanya tanpa sisa, habis perkara.!'' umpat Roro si Dewi Malam Beracun gemas.
''Te., terus bagaimana kelanjutannya kakang Respati.?'' desak Satriyana tidak sabaran. tanpa sadar gadis itu ikut merasa tegang dan penasaran.
''Tinggal dua orang lagi yang tersisa. kutahu keduanya pesilat aliran putih. mendadak si pincang jatuh terduduk, jelas dia kepayahan. lukanya cukup parah. melihat itu kedua lawannya yang tersisa tertatih menghampiri. dengan senjata pedang keduanya menyiksa si pincang sedikit demi sedikit..''
''Saat itulah aku keluar, dengan pedang Iblis Hitam kupenggal kepala mereka berdua. biarpun dari aliran putih, tapi jika mereka berbuat kejam dan pengecut seperti itu maka layak untuk mati.!''
''Seorang lagi yang terluka namun belum sanggup bangkit juga aku ancam, kalau berani menyebarkan kejadian ini di luaran, nyawanya bakal kuhabisi berikut seluruh keluarganya.!''
''Bagus Respati., tidak percuma kalau kau di sebut sebagai Ular Sakti Berpedang Iblis. orang- orang pengecut dan munafik seperti mereka memang harus dilenyapkan..'' puji Dewi Malam Beracun sambil bersihkan luka di bahu dan tengkuk si pemuda akibat goresan klewang terbang. sebenarnya luka itu beracun, tapi dengan pengobatan dari Roro semuanya menjadi beres.
__ADS_1
''Eeh., tapi apakah kau tahu kenapa sang ketua 13 Pembunuh sampai menolak tawaran orang yang menginginkan kepala pemuda pincang itu.?''
Respati lebih dulu melepas baju putihnya yang koyak dan ternoda darah. lalu memakai baju putih baru yang di siapkan Satriyana. ''Mulanya aku juga tidak tahu kenapa, tapi belakangan diriku baru menyadari kalau pemuda pincang itu mungkin adalah satu- satunya orang di dunia persilatan yang berani terang- terangan bermusuhan dengan partai Gapura Iblis.!''
''Meskipun diantara Kelompok 13 Pembunuh dan partai Gapura Iblis tidak pernah ada silang sengketa, tapi bukan berarti mereka akur. saat ini Gapura Iblis adalah partai persilatan aliran hitam yang terkuat dan paling di takuti. kekuatan 13 Pembunuh juga belum sanggup menandinginya. karenanya ketua sengaja menghindari urusan dengan Gapura Iblis. tapi aku paham kalau dalam hatinya dia juga tidak suka dan benci dengan partai hitam itu..''
''Aah., aku tahu sekarang, dengan adanya orang yang berani melawan partai Gapura Iblis, setidaknya rasa benci dan kesalnya bisa terwakilkan. ini namanya merusak pintu rumah tetanggamu melalui tangan orang lain., Hik., hi., licik juga si nomor satu..'' kata Roro terkikik.
''Namun lebih dua tahun belakangan ini dia sempat menghilang tidak ketahuan kabar beritanya. jika sekarang tiba- tiba pemuda pincang itu muncul kembali, pasti akan terjadi masalah besar. kira- kira apa yang membuat dia kembali ke dunia ramai.?'' gumam Roro penasaran.
''Entahlah., lagi pula itu bukan urusan kita..'' jawab Respati hanya angkat bahunya. ''Tapi., bicara pulang balik kalian belum mengatakan siapa nama pemuda pincang itu.?'' tanya Satriyana pada kedua rekannya.
''Soal itu kami tidak dapat mengatakannya, aku cuma bisa bilang kalau dia hanyalah seorang pendekar pincang yang kesepian dan diburu oleh banyak pihak.'' kata Respati memungkasi kisahnya.
Waktu sudah lewat tengah hari saat Sabarewang membuka jendela kecil di belakangnya. ''Nyi Dewi., jarak lima puluh tombak di depan sana ada sebuah desa yang kelihatannya cukup ramai. kurasa kita bisa mencari makanan dan berita..''
''Baiklah., kita berhenti saja di sekitar sini. cari tempat terlindung, biar aku sendiri yang masuk ke desa itu.!'' perintah Dewi Malam Beracun. perut perempuan ini sangat lapar. dia ingin makan sepuasnya di sana.
__ADS_1
*****
Mohon sertakan Coment, kritik dan saran juga like👍 jika anda suka.Terimakasih🙏