13 Pembunuh

13 Pembunuh
Pertarungan besar di lembah sunyi (bag2)


__ADS_3

Malam itu benar- benar terjadi sebuah ajang pertumpahan darah antara dua kubu yang pada masa silam pernah berada dalam satu naungan yang sama. lembah sunyi yang dikelilingi perbukitan seketika dipecahkan suara teriakan penuh nafsu membunuh dan ditimpali jeritan menyayat jiwa dari mereka yang kehilangan nyawa.


Jika dilihat dari jumlahnya yang jelas tidak seimbang, hampir setiap anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' dari pihak Istana Angsa Emas harus menghadapi dua orang anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dari kelompok 13 Pembunuh. meskipun demikian hebatnya mereka bukan saja masih mampu bertahan, bahkan dibawah pimpinan 'Panglima Istana Tengah' dan 'Panglima Istana Kiri' pasukan berseragam kuning hitam itu juga perlahan mulai berbalik bangkit mendesak pasukan lawan yang berseragam hijau dan bertopeng tengkorak putih.


Melihat keadaan itu si 'Naga Urat Hijau' mendengus gusar. didahului suara meraung keras seakan seekor naga jantan murka, tanpa menunggu perintah pemuda tinggi kekar bermantel hitam itu langsung menggebrak dengan hantamkan kedua tangannya ke muka. jalur- jalur hijau angker yang melingkari tangan lengannya menyambar ganas disertai suara ledakan mengguntur.


Tidak berhenti disitu saja, hanya dalam sekali menjejak tanah, tubuhnya sudah berkelebat melewati jarak tujuh tombak. dari atas sana kepalan tangannya yang bersinar kehijauan dan berhawa panas datang mengepruk dengan buasnya. dalam satu kali serangan pemuda ini sudah melepaskan dua ilmu kesaktiannya sekaligus. jurus 'Cabikan Naga Hijau Pemusnah Dunia' yang disusul ilmu pukulan 'Naga Hijau Melebur Gunung.!'


Sasaran si pembunuh nomor dua dalam kelompok 13 Pembunuh itu bukan lain adalah Panglima Istana Kiri. lelaki bertampang dingin kaku, tinggi pucat yang sedang sibuk memimpin anak buahnya untuk Pasukan Tombak Gergaji Iblis itu terperanjat juga. meskipun demikian dia tidak menjadi panik, bahkan tambah berkobar nafsu membunuhnya karena teringat dengan mendiang saudaranya si 'Panglima Istana Kanan' yang pernah terluka parah ditangan orang bermantel hitam itu sebelum terjadi ledakan besar di Wonokerto.


Dengan kerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya dia menyambut gempuran lawan dengan hantamkan senjata gelang- gelang bergerigi terbangnya yang disusul dengan serangan empat buah pukulan dan tendangan berantai yang menebarkan sambaran angin tajam bercahaya kekuningan hingga membelah udara malam. ledakan aji kesaktian yang beradu terdengar beberapa kali hingga menggetarkan lembah.


Dua sosok tubuh hitam kuning terpisah. berdiri agak terhuyung. sementara Panglima Istana Kiri lebih dulu berjumpalitan di udara sebelum dapat berdiri tegak diatas tanah. ''Bagus., sungguh kebetulan kau memilihku. malam ini akan aku buat dirimu terkapar mampus karena telah ikut andil dalam tewasnya saudaraku. sang Panglima Istana Kanan.!'' bentak Panglima Istana Kiri penuh dendam kesumat.


Naga Urat Hijau mendongak sambil berkacak pinggang. dari mulutnya tersembur raungan dan tawa keras menghina. ''Haa., ha., rupanya kematian saudaramu tidak membuatmu mengerti tingginya langit dan tebalnya bumi. jika begitu akan kubuat nyawamu terbang ke neraka agar dapat menyusulnya.!''

__ADS_1


Belum lagi gema suaranya habis, Naga Urat Hijau sudah berkelebat kedepan. dengan menggunakan ilmu kesaktian yang sama dia sangat yakin mampu menghabisi lawannya. di penjuru lainnya Panglima Istana Kiri jelas tidak mau kalah gertak. dengan mengandalkan jurus 'Dua Belas Gelang Kematian' orang ini langsung memotong serangan si Naga Urat Hijau. sekejap saja keduanya sudah terlibat saling bunuh dengan sengitnya.


Di sisi lain Panglima Istana Tengah yang kini memimpin sendirian 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' menjadi sedikit kerepotan. tapi wanita cantik bercadar kuning itu maklum dengan keputusan pasangannya yang memilih untuk menghadapi si Naga Urat Hijau demi menuntut balas.


Namun keadaannya berubah runyam karena didepannya sudah berkelebat menghadang tiga sosok tubuh tinggi besar, bermuka lonjong dengan gigi- gigi runcing seperti paku. ketiga orang ini sama memakai pakaian tebal berwarna hijau kehitaman dari kulit buaya. ditangan mereka tergenggam golok besar bermata gergaji pada kedua sisinya. yang aneh sekaligus menyeramkan adalah ketiga orang lelaki kasar tiga puluhan tahun itu juga sama memiliki cacat di salah satu bagian tubuhnya.


Seorang memiliki bola mata kiri yang melesak ke dalam rongganya seperti orang picak. satu lagi bagian depan hidungnya terpapras rata hingga saat bernafas atau bicara selalu timbul suara mirip orang sedang mendengkur. orang terakhir yang bertubuh paling tinggi jemari tangan kanannya tinggal jempol dan telunjuk. tiga jari lainnya sudah tertebas putus. karena itu dia menggengam senjatanya di tangan kiri.


Mereka bertiga bukan hanya datang begitu saja, tapi juga sempat menghabisi lima orang anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti dalam sekali gebrakan. golok gergajinya terlihat masih dibasahi darah korbannya. ''Saudaraku., meskipun wanita ini menutupi wajahnya dengan cadar, tapi aku berani bertaruh kalau dia seorang perempuan yang berparas cantik..''


''Kurang ajar., bagamana mungkin ketiga bajingan ini bisa muncul di sini, ataukah merela sudah bergabunng dengan kelompok 13 Pembunuh.?'' batin Panglima Istana Tengah gusar bukan kepalang. walaupun begitu dia tidak berani bertindak sembarangan dihadapan tiga orang cacat yang betnama Bajul Puntung, Bajul Gerumpung dan Bajul Celung.


''Para manusia laknat berjuluk 'Tiga Siluman Buaya Kali Getih'., orang lain boleh takut dengan kalian, tapi dihadapan kami dari Istana Angsa Emas, kalian semuanya hanyalah onggokan sampah. Panglima Istana Kiri., terus saja memimpin pasukanmu. biar aku sendiri yang melibas mereka bertiga.!'' teriak Ki Sambi Puntung yang sudah tidak sabar untuk turun tangan. sekali berkelebat dia langsung kirimkan limq tendangan kaki tombaknya yang merah membara dibarengi suara ledakan. jurus 'Tendangan Maut Tombak Halilintar' melabrak mencari korban.!


''Bangsat tua keparat., 'Pendekar Kaki Buntung' sialan. jangan kira kami takut padamu. malam ini bukan saja kakimu yang buntung, tangan dan lehermu juga akan kami buntungi.!'' seru orang bermata kiri picak yang betnama Bajul Celung. bersama dua saudara seperguruannya dia putar golok gergajinya untuk menghadang jurus tendangan tombak lawan.

__ADS_1


Tiga cahaya merah kehitaman berkelebatan cepat lantas balas membacok. tiga gelombang angin keras melabrak disertai bayangan buaya ganas mementang mulutnya dari tiga penjuru. jurus 'Tiga Buaya Menggila Berebut Mangsa' sengaja mereka gunakan untuk menghadapi jurus Ki Sambi Puntung yang mematikan.


Kabarnya sejak guru mereka yang bernama 'Resi Bajul Getih' mati, ketiga orang ini sempat putus asa karena belum sanggup menguasai seluruh ilmu silat dan kesaktian sang guru. sampai suatu ketika mereka mendapatkan petunjuk untuk datang ke sebuah sungai keramat yang dipenuhi oleh buaya jejadian. ditempat itulah mereka nekat bertaruh nyawa dan berhasil membunuh seluruh buaya siluman yang ada di sungai itu hingga warna sungai berubah menjadi merah darah.


Hasilnya ilmu silat dan kesaktian mereka bertiga bukan saja bertambah tinggi, tapi keganasannya juga semakin menjadi karena ada kekuatan dari buaya- buaya siluman yang berhasil mereka serap. maka tidaklah mengherankan jika setiap serangan mereka selalu disertai hawa jahat yang menggidikkan hati.


Semenjak kehadiran kelompok 13 Pembunuh di lembah itu, Respati diam- diam selalu mengawasi si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' karena selain sang ketua, hanya Kamajaya dan orang berlengan buntung inilah yang paling dia waspadai. karena didalam kitab wasiat Ki Mijun juga sempat menyebutkan kalau orang tua bengis ini yang paling berbahaya.


Entah kebetulan atau memang sengaja, justru sejak awal datang si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' terlihat seakan berniat mengincar dirinya. sepasang matanya yang dingin, seram dan tajam menusuk membuat hati lawan bergidik. tanpa sadar Respati teringat dengan tatapan mata kenalan lamanya si 'Pincang Yang Aneh'. pandangan mata kedua orang ini sangat mirip. dingin dan tanpa perasaan., seperti mata mayat.!


*****


Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu buat kita semua.


Mohon tulis komentar, kritik saran, like👍vote, atau favorit👌 jika anda suka. kalau berkenan tolong share juga novel ini pada teman" yang lain😊🙏. Terimakasih. Wasalamualaikum.

__ADS_1


__ADS_2