13 Pembunuh

13 Pembunuh
Prahara di pulau Seribu Bisa. (bag2)


__ADS_3

Amukan gelombang lautan di samudra lepas itu semakin mengerikan. entah sudah berapa banyak tonjolan batuan karang yang terpecah disapu ombak badai setinggi bukit. banyak tokoh persilatan yang kebetulan berada paling dekat dengan lautan terhantam pecahan batu karang juga tersapu dahsyatnya gulungan ombak. air lautan dalam sekejap mata mulai naik ke daratan.


Kekacauan besar yang sungguh berada diluar dugaan siapapun ini menimbulkan kepanikan semua orang hingga terlupa pada tujuan awal mereka datang kemari. mereka lebih dulu berebut menyingkir sejauh mungkin dari terjadinya bencana. tapi di delapan penjuru pulau angker yang menjadi markas rahasia dari'Kelompok 13 Pembunuh' itu seolah sudah dikepung oleh badai prahara.


''Bedebah sialan. apakah ini adalah pertanda kedatangan hari kiamat.!'' seru tokoh silat golongan hitam marah sekaligus ngeri. ''Aah., kalau begini terus, pulau celaka ini bakal tenggelam ke dasar lautan.!'' timpal yang lain. hampir saja tubuh orang ini jatuh terperosok masuk ke dalam lubang tanah yang terbelah.


Beberapa orang yang mengalami kejadian serupa lebih tidak beruntung, karena baru saja terlepas dari lubah tanah yang rengkah, serbuan bermacam binatang beracun juga mulai menyerang mereka. teriakan ketakutan bercampur umpatan kotor seakan tenggelam didalam raungan badai topan yang melanda samudra.


Tidak ada lagi keinginan untuk mendapatkan harta pusaka, mereka semuanya jelas lebih memilih untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. jangankan para penyerbu pulau, banyak anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' juga sudah tidak mau menuruti perintah dari para pimpinannya agar tetap bertahan dalam satu kelompok sekalian memusnahkan anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' dari 'Istana Angsa Emas' juga para pesilat aliran putih.


''Kurang ajar., dasar para budak rendahan tidak berguna. rupanya kalian sudah berani membangkang perintah atasan. pergilah ke neraka.!'' bentak si 'Momok Jelaga Hitam' marah. sekali hantam dia menyapu habis enam orang bawahannya yang berniat untuk kabur meninggalkan barisannya dengan ajian 'Jelaga Hitam Pembungkus Nyawa.!'


Walaupun demikian, si nenek jahat berjubah putih yang sekujur tubuhnya hitam legam seperti arang itu sempat terbatuk setelah mengeluarkan ilmu kesaktian. malahan dia merasa dadanya sesak dan nafasnya juga tersengal. yang lebih mengejutkan Momok Jelaga Hitam merasakan kemampuan tenaga dalamnya sedikit melemah.


''Sialan., apa yang terjadi dengan diriku. tidak mungkin luka dalamku akibat pertarungan di lembah sunyi beberapa waktu lalu membuat ilmu kesaktianku menurun. sejak meminum 'Darah Keabadian' dan obat pemberian ketua, lukaku bukan saja pulih seperti sedia kala tetapi tenaga saktiku juga turut meningkat..''


''Apalagi., hari ini diriku dan semua kawan kembali mendapatkan jatah minuman 'Darah Keabadian' lagi yang baru kuambil dari tempat penyimpanan rahasia hingga kami dapat langsung merasakan kehebatannya. lantas apa yang menyebabkan tubuhku menjadi sedikit lemas.?'' batin Nenek Jelaga Hitam bingung. sekali lagi dia mencoba memeriksa jalan pernafasannya. diraut wajahnya yang hitam legam seketika tersirat kecemasan.


''Keparat. siapa yang telah berani meracuni diriku.!'' teriaknya gusar bercampur ketakutan. apa yang keluar dari mulut Nenek Jelaga Hitam itu membuat semua rekannya sangat terperanjat termasuk ketua 13 Pembunuh. dengan kesaktiannya yang sangat sulit untuk diukur, orang tinggi besar yang dulunya adalah salah satu dari empat sesepuh utama di Istana Angsa Emas dan bergelar 'Tuan Sesepuh Istana Utara' itu masih sanggup meredam badai topan dan tanah rengkah yang terjadi di daerah sekitar kelompoknya berada.


''Haa., ha., apa maksud ucapanmu barusan Momok Jelaga Hitam. memangnya apa yang terjadi denganmu.?'' tanya si 'Sukma Tertawa' tanpa terlupa untuk mengumbar tawanya. ''Jangan bicara sembarangan saat kita berada dalam keadaan yang kurang menguntungkan seperti ini.!'' si 'Pendekar Pedang Lali Jiwo' turut pula bicara setengah menghardik.

__ADS_1


''Huhm., aku tidak sedang bicara ngawur tahu. aliran darah juga pernafasanku entah kenapa menjadi terendat setiap kali diriku mencoba mengerahkan ilmu kesaktian. bahkan tenaga dalammu meskipun hanya sedikit tapi terasa melemah. padahal luka dalamku sebelumnya juga sudah sembuh atas pertolongan yang mulia ketua. jadi besar dugaanku kalau ada seseorang yang secara diam- diam telah meracuni diriku..'' dengusnya geram.


''Aah., kenapa kalian semua tidak mencoba untuk mengerahkan tenaga kesaktianmu agar dapat mengetahuinya..'' ucap si nenek. tanpa sadar semua rekannya mengikuti ucapannya. tidak berapa lamapun air muka mereka sama berubah hebat. ''Celaka, aku juga merasakan adanya penurunan tenaga kesaktian meski sangat samar kurasakan.!'' geram Sukma Tertawa.


Berturut- turut semua kawan- kawannya juga merasakan masalah yang sama. ''Setan alas. siapa orangnya yang telah berani meracuni kita.?'' umpat semua orang kebingungan juga panik. yang lebih membuat hati mereka semakin menggigil, tidak ada satupun ada orang yang tahu kapan dan dimana serta bagaimana cara pihak lawan bisa meracuni mereka.


Walaupun tidak sampai terucap keluar mulut tapi dalam hati masing- masing pesilat jahat dari golongan hitam itu sama berpendapat hanya orang dekat saja yang sanggup meracuni mereka tanpa sepengetahuan siapapun. seketika timbullah perasaan saling curiga diantara para anggota 13 Pembunuh dan semua pesilat aliran hitam yang sudah bersekutu dengan mereka.


Keadaan ini bukannya tidak disadari oleh ketua dari Kelompok 13 Pembunuh. namun dia sendiri saat ini sedang pusatkan tenaga dan pikirannya untuk meredam amukan alam yang melanda pulau 'Seribu Bisa' hingga perhatiannya tidak boleh terpecah. ''Bangsat. kenapa kejadian aneh yang diluar dugaan dan mengancam kami datang secara beruntun.?''


''Aku juga telah mencoba untuk bisa menjalin hubungan percakapan gaib dengan 'Datuk Naga Wisa' agar dapat kuketahui kenapa bencana besar sampai terjadi di pulau dan lautan yang menjadi wilayah kekuasaannya. tapi sampai sekarang diriku belum juga. mendapatkan pesan balasan apapun dari mahkluk siluman itu..''


''Datuk Cebol Naga Guling' yang kuminta untuk mencari keberadaan si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' juga belum kembali. sialan betul., apa yang telah dilakukan oleh manusia kate buruk rupa itu hingga terlambat datang ke mari. ataukah jangan- jangan., dia telah berani berkhianat.?'' batin sang ketua semakin marah. sementara itu bumi yang mereka pijak terasa semakin berguncang. gempa hebat membuat segalanya menjadi tidak terkendali.


Orang jangkung bermuka dingin pucat itu sudah kehilangan beberapa senjata gelang Emas bergeriginya setelah bertarung sengit dengan Nyi Balung Geni atau si 'Nenek Tulang Api'. selain masih harus menghadapi kepungan para pesilat golongan hitam yang sebagian masih bernafsu untuk mendapatkan harta pusaka seperti yang dijanjikan ketua 13 Pembunuh, mereka juga mesti bergerak untuk mencari tempat lebih aman akibat bencana badai topan dan goncangan gempa dahsyat yang menghantam pulau ini.


Tanpa diduga seorang tokoh silat dari aliran hitam bernama Ki Gembong Brangas yang berjuluk 'Iblis Topan Hitam' bersama dengan puluhan anak buahnya, juga dua orang pesilat golongan jahat sudah menghadang mereka. ''Haa., ha., keadaan sudah seperti ini sangat wajar jika orang lain ingin selamatkan nyawa sendiri. tapi bagi kami, ini justru kesempatan untuk mendapatkan pewaris Istana Angsa Emas yang memiliki Darah Keabadian.!'' kata Ki Gembong Brangas tergelak.


''Bukan itu saja Ki Gembong Brangas, yang tidak kalah penting adalah kita juga bisa menukarkan bocah perempuan itu pada ketua 13 Pembunuh untuk mendapatkan harta pusaka Istana Angsa Emas..'' timpal seorang pesilat aliran hitam yang bertubuh tinggi besar, bertelanjang dada dan membekal senjata gada berduri. ''Sebagai tokoh silat kawakan sekaligus pimpinan perkumpulan silat 'Topan Kegelapan' kau memang berotak hebat Ki Gembong Brangas. tidak percuma kita berdua mengikutimu..'' ujar pesilat lainnya yang masih muda dan berpakaian hijau tua.


''Huhm., rejeki kita sudah berada di depan mata. cepat kita ringkus bocah perempuan itu sekalian menghabisi orang Istana Angsa Emas yang mengawalnya. mereka tentu sudah kelelahan karena pertarungan panjang. tidak percuma kita mengikuti mereka yang pasti berusaha bergerak menjauhi kalangan pertarungan yang sudah hancur lebur untuk mencari tempat yang lebih aman..''

__ADS_1


''Hee., he., tanpa perlu bersusah payah kita tinggal mengikutinya. tempat ini lumayan sepi dan jauh. meskipun hempasan angin badai dan goncangan gempa bumi masih sangat terasa tapi tidak separah yang kita alami di sana. sekarang waktunya untuk mendapatkan keinginan kita.!'' ujar Ki Gembong Brangas terkekeh.


Dengan satu isyarat tangan, puluhan anggota perkumpulan silat Topan Kegelapan langsung merangsek maju. tentu saja mereka disambut oleh Pasukan Pedang Angsa Sakti yang ingin melindungi Satriyana. ''Jangan harap kalian dapat menyakiti tuan putri Satriyana. dasar para menusia jahanam, serahkan nyawa kalian.!'' bentak salah satu pimpinan Pasukan Pedang Angsa Sakti. bersama dengan semua kawannya dia membentuk pagar perisai untuk melindungi wanita pimpinannya.


Para pesilat aliran hitam tidak mau menunggu lama mereka juga beringas menerjang lawan. tapi baru saja Ki Gembong Brangas dan anak buahnya bergerak maju, Panglima Istana Kiri dan Panglima Istana Tengah sudah lebih dulu melabrak. meskipun sadar kalah jumlah dan sudah kehabisan tenaga, mereka seolah pantang menyerah.


...........


Sementara itu di salah satu bagian rahasia pulau Seribu Bisa yang menjadi tempat para anggota Kelompok 13 Pembunuh berkumpul, ditengah guncangan gempa dan hempasan angin topan yang melanda jagat nampak seorang tua bertangan kanan buntung sedang berkelebatan di antara meja bundar pualam putih yang dikelilingi oleh tiga belas buah kursi batu.


Di sana juga terkapar tewas sepuluh orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang bertugas menjaga tempat itu dengan tubuh tercabik hangus. jika dilihat dari keadaannya, orang tua buntung yang bukan lain adalah si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' itu seperti sedang berusaha mencari- cari sesuatu.


''Dimana benda itu disimpan olehnya. meski kejadiannya sudah sangat lama tapi aku yakin si nomor satu tidak pernah memindahkannya. ataukah saat ini barang itu sedang dibawa olehnya.? tapi itu jelas tidak mungkin karena saat itu ketua 13 Pembunuh belum tahu kegunaannya dan menganggap remeh kepingan batu hitam yang dibawa oleh Jarot Winongko..''


''Ataukah., dia sudah menyimpannya di dalam salah satu ruangan goa rahasia yang berada di pulau ini. jika benar demikian, ini sangat menyusahkan karena aku membutuhkan kunci dan mantra rahasia untuk dapat membukanya. sialan. sebenarnya kenapa cucuku yang pincang itu memintaku untuk mencarikan kepingan batu hitam itu.?'' batin Lengan Tunggal Pengejar Roh penasaran.


Ingatannya melayang kembali sesaat setelah pertarungan besar di lembah sunyi beberapa bulan silam. disanalah dia baru mengetahui kalau ternyata selama ini dia masih memiliki seorang cucu laki- laki yang bukan saja berilmu tinggi tapi juga sempat bertengger di urutan teratas para pesilat pendatang baru. jika mengingatnya tanpa sadar dia merasakan suatu kebanggaan.


Dalam sebuah goa saat bersama si 'Malaikat Copet' yang mengobati 'Putri Penjerat', si pincang itu sempat menanyakan kepadanya tentang sebuah kepingan batu hitam pipih yang mungkin berada di tangan ketuanya. hanya saja sang cucu sepertinya enggan untuk mengatakan kenapa dia menginginkan benda itu.


...............

__ADS_1


Baru dapat kiriman cerita tadi malam. authornya lagi sakit🤧😷😨🙏. silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih👌.


__ADS_2