13 Pembunuh

13 Pembunuh
Api iblis yang kedua.


__ADS_3

Semua kejadian itu jika diceritakan mungkin terasa agak lambat, padahal kenyataannya segalanya berlangsung begitu cepat dan hanya berlangsung dalam waktu beberapa kejapan mata saja. 'Naga Urat Hijau' meraung keras menahan rasa kesakitan dan amarah dendam kesumat. sungguh dia tidak percaya bakal terjungkal ditangan seorang wanita cantik yang diam- diam pernah dia gandrungi.


Darah merah menyembur dari mulut luka akibat sabetan pedang buntung didada kirinya. pukulan keras sebuah pentungan besar yang mematahkan tengkuk dan tulang punggung membuat tubuhnya terpental kedepan. namun justru dalam keadaan terluka parah diambang ajalnya, pemuda ini membuat sebuah gerakan yang diluar dugaan siapapun.!


''Aaaakh., perempuan jahanam. kalaupun harus mati dilembah ini, aku tetap harus menyeret dirimu serta ke alam kematian.!'' teriak Naga Urat Hijau gusar. dengan beringas kedua tangannya yang kekar dilingkari jalur- jalur kehijauan bergerak kedepan seiring tubuhnya yang terpental. kesepuluh jarinya yang kekar sekeras besi sudah telulur ke leher putih 'Dewi Malam Beracun'.


Tidak ada seorangpun yang mengira pemuda itu punya daya tahan luar biasa. Roro yang baru saja tertawa penuh kemenangan karuan berubah ngeri. wanita secantik bidadari ini hanya sempat menjerit tertahan tanpa mampu menghindar. lehernya tercekik tubuhnya juga tertindih. dengan sekuat tenaga Roro meronta. balas mencekik, memukul dan menendang. kedua orang inipun bergumul diatas tanah berumput yang terbongkar. meskipun pergulatan ini seperti perkelahian anak kecil, tapi semua orang yang melihat paham kalau keduanya sedang bergelut dengan maut.


Sabarewang dan Birunaka yang telah berhasil memotong serangan sekaligus melukai si Naga Urat Hijau tidak berani sembarangan bertindak. Roro Wulandari merutuk gusar. dia kesal pada dirinya sendiri karena telah lupa kalau seekor naga buas yang diambang kematian tetaplah mahkluk berbahaya. tapi wanita sombong itu tidak menjadi panik.


''Eergk., aakh., sia.., sialan. kalau kau mau mam., pus, pergilah sen., sendirian ke neraka.!'' bentak Roro geram dalam nafas tersengal dan leher tercekik. dengan tenaga kesaktiannya Roro kibaskan rambut hitam lebatnya yang secara aneh bertambah panjang. rambut itupun lalu membelit lehar dan tubuh Naga Urat Hijau.


Detik berikutnya rambut panjang dan sebagian tubuh Roro si Dewi Malam Beracun seakan menjadi tembus pandang hingga terlihat tulang tengoraknya yang diselimuti kobaran bara api yang merah menyala berbau anyir darah. Naga Urat Hijau melolong setinggi langit saat jubah matel hitam berikut tubuh kekarnya mulai habis dibakar api. itulah ilmu kesaktian 'Api Iblis Tengkorak Darah.!'


Untuk kedua kalinya Dewi Malam Beracun terpaksa harus mengeluarkan kesaktian yang menjadi tahapan tertinggi dari ilmu Cakar Tengkorak Darah, setelah yang pertama dia gunakan saat menghadapi Dewa Serba Putih. dengan tubuh bergulingan Roro melepaskan diri dari cekikan Naga Urat Hijau yang terbakar meregang nyawa.


Roro terkapar pingsan kehabisan tenaga. ilmu 'Api Iblis Tengkorak Darah' sangat menguras tenaga dalam dan kemampuan ilmu sihirnya. kobaran api merah di tubuhnya mulai meredup tapi api yang membakar si Naga Urat Hijau terus berkobar. bau daging hangus terbakar membuat perasaan mual dan seram. kematian si pembunuh nomor dua dalam kelompok 13 Pembunuh itu sangatlah mengerikan.!

__ADS_1


Biarpun sudah dua kali ini melihat kehebatan ilmu kesaktian yang dimiliki Dewi Malam Beracun, tapi Sabarewang tetap saja bergidik ngeri. saat dia melirik rekannya, terlihat Birunaka berdiri gemetaran sampai terhuyung mundur. ''Gii., gila., ilmu iblis macam apa yang dimiliki Nyi Dewi Malam Beracun.?'' batin pemuda itu ketakutan.


Kejadian tewasnya Naga Urat Hijau bukan saja membuat merinding kedua orang itu, tapi juga mengakibatkan kegemparan pada semua orang yang melihatnya. bahkan sang ketua 13 Pembunuh juga tidak menyangka jika salah satu anggota andalannya mati ditangan seorang perempuan licik bekas anak buahnya.


Orang tinggi besar yang sudah kembali memakai topeng besi tengkoraknya itu sempat memberi isyarat pada 'Iblis Tangan Biru' dan 'Sukma Tertawa' untuk menghabisi Dewi Malam Beracun juga kawannya sekaligus juga merebut Satriyana. tapi sesatu yang diluar dugaan kembali terjadi.


Hampir bersamaan dengan itu terdengar tiga kali jeritan menyayat hati yang dibarengi denga robohnya tubuh tiga orang yang berada tidak jauh dari sebelah kanan Sabarewang dan Birunaka berada. saat menoleh terlihat tubuh Ki Sambi Puntung alias si 'Pendekar Kaki Buntung' roboh dengan perut dan punggung robek nyaris terbelah putus.


Di dekatnya juga terkapar dua orang berbaju kulit buaya yang berkelojotan dengan dada serta perut jebol gosong tertikam kaki tombak Ki Sambi Puntung. dua orang anggota 'Tiga Siluman Buaya Kali Getih' yang bernama Bajul Gerumpung dan Bajul Celung meskipun dapat menghabisi Pendekar Kaki Buntung dengan golok gergajinya, tapi mereka juga harus meregang nyawa setelah terhajar jurus 'Tendangan Maut Tombak Halilintar' dari Ki Sambi Puntung.


Sekarang tinggal Bajul Buntung seorang yang tersisa. orang bergigi tajam muka lonjong dengan beberapa jarinya buntung itu meraung gusar penuh dendam dan kecewa. sebagai saudara seperguruan yang sudah malang- melintang bersama, dia jelas merasa sangat kehilangan dengan kematian kedua rekannya.


''Matilah kau wanita keparat.!'' bentak Bajul Buntung beringas. ''Jangan harap kau dapat melakukannya. susul saja kedua kawanmu ke neraka.!'' damprat Sabarewang tidak kalah bengis. pedang buntungnya bergerak memutar setengah lingkaran lalu menikam lurus. selarik cahaya merah berbentuk bintang segi empat menyambar. jurus Bintang Langit Terpecah.!'


'Shraaaat., shlaaaass., sheeet!'


'Whuuuut., traaaang., claaaang.!'

__ADS_1


Benturan senjata dan jurus kesaktian terjadi beberapa kali. setelah saling tikam bacok dengan sangat cepat tubuh kedua orang itupun terpisah. Sabarewang cukup kaget juga mengetahui jurus pedangnya tidak sanggup merobohkan lawan, bahkan bajunya sempat robek dengan kulit bagian dada tergores dua kali. darah yang keluar meskipun sedikit tapi terlihat agak kekuningan pertanda lukanya mengandung racun.


Dengan tanpa membuang waktu bekas kusir kuda itupun menelan beberapa butir obat penangkal racun dan bersiap lancarkan jurus serangan pedangnya yang kedua. dijurusan lain Bajul Buntung meraba pangkal lengan kirinya yang berlobang nyaris tembus. lukanya kehitaman dan terasa sangat panas seperti hangus terbakar dengan bentuk bintang segi empat.


Nyaris pedang lawan menembus lehernya jika saja golok mata gergajinya tidak keburu menangkis. orang yang tersisa dari Tiga Siluman Buaya Kali Getih itu tidak mengira kalau lelaki brewokan yang tidak dikenal dan bertangan kidal itu mempunyai ilmu pedang yang tinggi.


''Brewok keparat. katakan siapa kau sebelum golokku menjagal sekujur tubuhmu.!'' bertanya Bajul Buntung yang merasa sangat penasaran setengah menggertak. ''Namaku Sabarewang, wanita yang kau bunuh itu adalah majikanku. dulu aku kusir kudanya juga pesuruhnya, dia masih punya banyak utang padaku..''


''Jadi buaya jelek., wanita cantik ini tidak boleh mati, karena upahku selama bekerja padanya belum terbayar seluruhnya. kau paham.!'' jawab Sabarewang kereng membuat Bajul Buntung merasa terkejut. ''Apa orang ini bicara sebenarnya ataukah main- main., bagaimana mungkin seorang kusir pesuruh punya ilmu pedang sehebat itu.?'' batinnya ragu. tapi dia tidak dapat berpikir lama karena lawan sudah keburu maju melabrak.


Dengan mendengus geram Bajul Buntung babatkan goloknya balas menyerang. sekejap saja keduanya sudah terlibat dalam suatu pertarungan yang mendebarkan. setiap golok besar bermata gergaji berkelebatan, bayangan kepala buaya buas dan sambaran angin keras laksana terjangan buaya raksasa kelaparan selalu mengiringinya.


Jika diwaktu lampau gerakan jurus goloknya mungkin mampu dengan mudah membuat seorang tokoh silat hebat terkapar bermandi darah, malam ini Bajul Buntung ketemu batunya. karena biarpun Sabarewang si kusir kuda bukan pesilat terkenal, tapi dia punya pedang pusaka buntung dan jurus- jurus pedang kelas satu yang sulit dicari bandingannya.


*****


Asalamualaikum., salam sehat sejahtera selalu. mohon maaf 🙏Authornya selalu lambat up date dan cuma bisa nulis sedikit karena pekerjaan yang semakin banyak.

__ADS_1


Silahkan tulis komentar, kritik saran, like👍, vote atau favorit👌 jika anda suka.


Kalau berkenan tolong share juga novel 13 Pbh dan PTK ke teman" yang lainnya👏. Terima kasih, Wasalamualaikum.


__ADS_2