
Di lain tempat, I Gede Kalacandra atau si 'Dewa Serba Putih' tidak dapat lagi menahan dirinya untuk segera turun tangan setelah melihat gerakan dari anggota kelompok 13 Pembunuh. ''Sobatku Kyai Jabar Seto., harap kau terus mendampingi Tuan Sesepuh Pelindung Istana. jika aku tidak turun tangan anak buah kita akan semakin terdesak..'' bisiknya pada orang tua berjubah dan bersorban kain hitam yang berdiri di sampingnya.
Tanpa menunggu persetujuan rekannya, tokoh silat hebat dari pulau dewata Bali itu langsung berkelebat menyerbu ke kancah pertarungan. sepasang telapak tangannya yang seputih batu pualam terlihat bersinar terang. titik- titik embun salju dan hembusan angin dingin yang menusuk tulang menghampar.
Menyadari lawan berat yang menunggu, dalam gebrakan pertamanya saja Dewa Serba Putih sudah mengeluarkan ilmu 'Telapak Salju Gunung Agung' agar dapat merobohkan lawannya secepat mungkin. orang yang dijuluki sebagai 'Momok Jelaga Hitam' ini cukup kaget juga saat sadar dijadikan sasaran pukulan sakti lawan.
Tapi tidak percuma nenek jahat itu pernah menjadi tokoh silat yang sangat ditakuti di daerah tanah Andalas, dengan keluarkan tawa mengekeh dia balas hantamkan kedua telapak tangannya. gulungan bubuk dan cairan hitam pekat berbau daging gosong dan busuk menyambar. inilah ilmu pukulan 'Jelaga Hitam Pembungkus Nyawa'. siapapun yang terkena ilmu jahat itu tubuhnya akan menghitam dan berbau hangus.
Diantara anggota kelompok 13 Pembunuh yang baru bergabung, Momok Jelaga Hitam juga terlibat perselisihan dengan 'Pengemis Tua Mata Setan'. melihat si nenek sudah turun tangan, orang ini juga tidak mau kalah. dengan lebih dulu keluarkan suara menggembor tubuh tuanya melesat kemuka. sesaat pengemis licik itu seakan hendak menggempur Kyai Jabar Seto, tetapi ditengah jalan secara keji dia beralih menghantam seorang nenek berjubah ungu. sepasang kepalannya yang berasap kehitaman hendak mengemplang remuk kepala lawan.
''Hak., haa., malam ini aku hantar kau ke alam kuburmu Nyai Juling Sumbing.!'' gertaknya bengis. sepasang mata hitamnya berkilat aneh. sesaat pesilat sekaligus tabib wanita itu seperti kehilangan kesadarannya, beruntung Kyai Jabar Seto cepat mengebutkan lengan jubahnya untuk memperlambat serangan itu hingga Nyai Juling Sumbing kembali tersadar. dengan berteriak gusar tabib wanita tua inipun membalas dengan sambaran selendang ungunya yang menghentak bagai halilintar. jurus 'Tarian Selendang Kilat Penakluk Naga.!'
''Sukma Tertawa' dan kau 'Iblis Tangan Biru., kalian berdua tetap dampingi ketua sambil mengawasi si tua Kyai Jabar Seto. karena sepertinya sobatku si lengan buntung sudah menetapkan sasarannya, maka kami berdua mesti turut menggerakkan tulang..'' bisik si 'Penjudi Dari Akhirat' pada kedua rekannya. setelah memberi isyarat pada Klowor Gombor alias si 'Gila Tangan Kudis' dia melesat lebih dulu dengan lepaskan tiga buah dadu besi berapinya. sasaran yang dia incar adalah si 'Laba- Laba Kuning' alis sang Putri Penjerat. sebaliknya dengan tertawa bergelak Klowor Gombor juga menyusul melabrak Pendekar Golok Bayangan Setan, Ki Ageng Bronto.
__ADS_1
''Haa., ha., mampus kalian para pengkhianat.!'' gertak si Gila Tangan Kudis tertawa bengis. tangannya yang ditumbuhi bisul kudis tiba - tiba meletus. cairan darah busuk bercampur cahaya merah meyambar berserabutan di udara. itulah ilmu kudis beracun andalan Klowor Gombor. 'Seribu Bisul Busuk Darah Setan.!'
Ki Ageng Bronto menggeram buas. golok Bayangan Setannya digenggam erat dengan kedua tangannya. tubuhnya yang tinggi besar berkelebat ke udara. sekali golok bergerak membacok, tujuh cahaya merah membentuk wajah- wajah setan disertai suara raungan menyeramkan menggebrak. jurus golok 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung' meluruk memburu mangsanya.
''Sayang sekali., kau si nomor empat yang masih begini muda mesti mati malam ini.!'' gertak Penjudi Dari Akhirat. tiga buah dadu besinya yang berubah merah membara melasat cepat menyambar batok kepala si Putri Penjerat. saat mendekati sasarannya senjata dadu bara besi ini meletus dan pecah menjadi butiran biji besi berapi yang lebih kecil hingga sangat sulit dihindari lawan. hebatnya udara disekitarnya juga turut membara.
Si 'Laba- Laba Kuning' terperanjat. meskipun sudah pernah mendengar kehebatan dadu setan lawan, tapi baru kali ini dia melihat bahkan menghadapi sendiri senjata maut si Penjudi Dari Akhirat. sambil melompat mundur benang- benang baja peraknya diputar sebat menyapu pecahan dadu besi berapi. dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya perempuan cantik bertangan buntung itu masih mampu bertahan sambil balas sabetkan benang baja mautnya.
Bentrokan besar- besaran antara Kelompok 13 Pembunuh dengan Istana Angsa Emas yang diawali dengan pertarungan antara sang 'Dewi Malam Beracun' Roro Wulandari yang berhadapan dengan musuh lamanya si 'Bidadari Berpayung Emas' terus meluas. satu persatu para pentolan kedua belah pihak sudah turun gelanggang.
Respati perlahan meraba gagang pedang 'Iblis Hitam' yang berada di balik pinggangnya. tapi pemuda itu tidak mau mendahului menyerang, karena meskipun orang tua berlengan buntung itu sepertinya sudah menetapkan dia sebagai sasaran tapi sampai sejauh ini orang berjuluk si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' itu hanya menatapnya dingin tanpa bergerak.
Kedua pesilat tangguh dari angkatan yang berbeda itu seakan saling menunggu gerakan lawannya. biarpun dari luar terlihat seperti dua orang tolol yang saling beradu pandangan, namun nafsu membunuh yang terpancar dari raga mereka berdua sangatlah menakutkan, sampai beberapa orang pesilat yang berada didekat mereka sama bergidik dan menyingkir.
__ADS_1
Gelombang hawa hitam pekat beraroma sebusuk bangkai terlihat merayap keluar dari tubuh Respati, terus menyebar ke permukaan tanah berumput yang langsung membusuk layu terlibas hawa hitam beracun yang di pelajari Respati dari kitab pusaka 'Kobra Iblis' pemberian gurunya si Maling Nyawa.
Wajah bengis dan dingin si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' tetap tidak berubah. hanya lengan kirinya sedikit bergetar. jemarinya yang ditancapi pisau- pisau tajam melengkung berwarna kehijauan membersitkan cahaya mengidikkan. tanpa harus menggerakkan tangannya lima larik sinar hijau menyambar kebawah, merobek musnah hawa hitam pekat yang mencoba mendesak.
'Whuuusss., Whuuuutt, shreeet.!'
'Slaaass., Blaaass.!'
Biarpun tidak terjadi ledakan keras, tapi tenaga kesaktian yang terpecah akibat dari benturan dua kekuatan itu menyambar ke empat penjuru, hingga membuat beberapa tokoh silat yang berada disana terpaksa harus menyingkir atau kerahkan tenaga kesaktiannya untuk dapat bertahan.
Kejap selanjutnya tubuh kedua orang inipun sudah bekelebat ke depan. Respati bersuit nyaring. tangan kiri hantamkan pukulan sakti 'Kobra Kuning Penjebol Karang'. sementara pedang Iblis Hitam yang tergenggam ditangan kanan seketika melepaskan tikaman maut yang mengancam sembilan bagian tubuh lawan. jurus 'Sembilan Patukan Kobra Mabuk.!'
Si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' tertawa dingin. tubuhnya seketika lenyap seolah berubah menjadi bayangan setan gentayangan berselimut sinar kehijauan yang menyambar ganas. meskipun hanya memiliki satu tangan, tapi itu jauh lebih menakutkan daripada tangan ratusan pesilat tangguh.
__ADS_1
Satu kali tangannya bergerak, lima larik cahaya hijau menyambar ganas. dalam sekali gebrak dia mampu melancarkan sepuluh jurus pukulan sekaligus. konon kabarnya selama ini tidak ada satupun pesilat yang sanggup lolos dari ilmu 'Cabikan Seribu Roh Jerangkong Bergentayangan' ini. maka tidak dapat terhindar lagi adu ilmu kesaktian tingkat tinggi terjadi di antara mereka berdua.