13 Pembunuh

13 Pembunuh
Kaum pengemis dan pembunuh.


__ADS_3

Kereta kuda maut terus melaju menyusuri tepian hutan. jalanan itu sepi karena sangat jarang di lewati orang. kalau toh ada mereka pasti bukan dari kalangan pemburu atau perambah hutan, karena selain takut tersesat di sana juga masih banyak binatang buas.


Pagi yang cerah perlahan berubah mendung hingga udara terasa sedikit lembab namun panas. mungkin musim kemarau panjang sudah akan segera berakhir. sebentar lagi kaum petani akan memulai musim untuk menanam padi.


Roro Wulandari yang memang tidak tahan hawa panas langsung kegerahan. tanpa peduli dia lepaskan bajunya sebelah atas. kini dia cuma memakai baju dalam tanpa lengan bertali kecil hingga tubuh putih mulusnya yang di tumbuhi bulu halus dan berkeringat terlihat jelas.


''Iih., kau ini bagaimana bisa seenaknya membuka bajumu di depan orang lain. setidaknya punyalah sedikit rasa malu Roro..'' tegur Respati risih dan rada geli.


''Aku sedang kepanasan tahu., lagi pula siapa yang kau maksudkan sebagai orang lain. dia bahkan pernah mandi di telaga bersamaku dan si nomor delapan. kita sudah sama tahu bagian tubuh masing- masing. jadi jangan mempermasalahkan sesuatu yang sepele..'' bantah Roro sambil menunjuk Putri Penjerat.


Perempuan bertangan buntung bekas nomor empat itu merah padam mukanya. sungguh dia merasa terkejut dan malu mendengar Roro dengan seenaknya bicara masalah yang tabu bagi kaum wanita. baru kali ini 'Putri Penjerat' paham sifat liar dan genit rekannya itu.


''Tubuh si nomor dua belas ini memang sangat sempurna sebagai seorang wanita cantik, seakan tidak ada perubahan dengan beberapa tahun silam..'' batin Putri Penjerat atau si Laba- Laba Kuning melirik tubuh rekannya. selain kagum dia juga penasaran dengan cara Roro merawat tubuhnya.


''Apakah kalian sudah lama saling mengenal, terus terang aku terkejut melihat hubungan kalian berdua. karena saat berada di pulau kita semua saling menjaga jarak..'' tanya si 'Laba- Laba Kuning' mencoba mengalihkan pembicaraan.


''Sejujurnya kami berdua masih sepupu jauh yang terpisah karena suatu keadaan. kami baru dapat bertemu kembali saat bergabung dalam kelompok 13 Pembunuh..''


''Apakah cuma sebatas itu saja., tidak ada hubungan yang lain.?'' selidik Putri Penjerat setengah menggoda Roro. benar saja wanita cantik itu jadi tersenyum menunduk malu. sesekali mata indahnya melirik Respati yang masih diam tidak perduli. Roro Wulandari menjadi dongkol karenanya. sebaliknya si Laba- Laba Kuning tertawa geli melihatnya.


Di saat hendak mengumbar kekesalannya, mendadak kereta kuda berhenti bergerak. tiga ketukan berturut- turut terdengar dari dinding depan kereta kuda. itu adalah tanda adanya bahaya yang menghadang di depan.

__ADS_1


Roro membuka jendela kecil di bagian depan, raut wajahnya sedikit terkejut melihat belasan orang pengemis sudah berdiri menghadang dan mulai bergerak mengurung 'Kereta Kuda Maut.!'


''Mereka semua dari perkumpulan pengemis 'Sembilan Tambalan'. pemimpinnya ada dua yang hadir si 'Pengemis Penceng' dan Nyi Pulungan atau 'Pengemis Sapu Jagat.!'' desis Roro mengenali mereka.


''Mungkin mereka sedang mencari anggota yang berkhianat, Ki Manggal si 'Pengemis Watu Item'. aku dan si nomor tujuh pernah bentrok dengan mereka karena mendapat perintah untuk menolong Ki Manggal. tapi di karenakan lukanya sangat parah, Kamajaya yang awalnya memberikan obat luka dalam pada akhirnya malah menerintahkan aku untuk membunuhnya..'' terang Putri Penjerat.


Respati dan Roro saling lirik, mereka sadar urusan ini bakal sedikit rumit. apalagi nama mereka sebagai anggota 13 Pembunuh juga lumayan buruk di dunia persilatan. meskipun sekarang keduanya dan sang Putri Penjerat sudah keluar dari kelompok itu, tapi siapa yang mau percaya dan perduli.?


Roro cepat menahan si Laba- Laba Kuning yang hendak keluar. ''Jangan berbuat bodoh., kau tenang saja di dalam kereta ini. biar aku dan si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' yang mengurus semuanya..''


Tanpa banyak bicara kedua orang bersepupu ini keluar dari pintu kereta kuda. di depan sana Sabarewang sudah turun dari bangku kusir. tangan kirinya yang kekar dan berbulu meraba gagang pedang buntungnya. Respati dan Roro memberinya isyarat untuk mundur. kusir kuda itu sempat mendengus sebelum berlalu. sementara Satriyana sudah berada di dalam kereta kuda untuk mengendalikan peralatan senjata rahasia yang ada di sana.


''Setahuku perkumpulan pengemis 'Sembilan Tambalan' hanya bergerak di wilayah tanah pasundan dan ujung selatan tanah andalas. sungguh luar biasa bisa bertemu di daerah tengah ini bersama dua orang pentolannya..''


Nyi Pulungan dan Pengemis Penceng sama terkesiap, berita yang mereka dapat hanya mengatakan kalau pembunuh nomor empat sang Putri Penjerat dan Ki Manggal berada di dalam kereta kuda ini. tapi tidak di sangka ada dua anggota kelompok 13 Pembunuh yang muncul di sana. si nomor dua belas si 'Dewi Malam Beracun' dan nomor tiga belas 'Ular Sakti Berpedang Iblis'.


Sesaat mereka tidak dapat menjawab apapun. dalam hati mereka berpikir dengan adanya kedua orang ini urusan akan semakin sulit untuk di selesaikan.


''Hhm., lain di cari beda pula orang yang muncul. kami tidak ingin berbasa- basi. terus terang saja kami sedang mencari seorang pengkhianat perkumpulan yang bernama Ki Manggal yang berjuluk Pengemis Watu Item..'' ujar Nyi Pulungan lintangkan tongkat sapu besinya.


''Selain itu kami juga hendak menangkap anggota kelompokmu yang nomor empat karena dia sudah menolong orang buruan kami. jadi harap kalian berdua tidak berusaha untuk menghalangi pekerjaan kami.!'' timpal Pengemis Penceng dengan kepalanya yang plontos lonjong dan doyong-.doyong ke kiri.

__ADS_1


''Kami juga sedang di buru waktu, terus terang saja kukatakan bekas nomor empat memang ada di dalam kereta. soal Ki Manggal pengkhianat yang jadI buruanmu, menurut si Putri Penjerat dia sudah mati karena luka- lukanya yang teramat parah..'' terang Respati meskipun dia tidak yakin lawan bakalan percaya dengan ucapannya.


Benar saja si Pengemis Penceng langsung mendengus. ''Huhm., sudah sewajarnya kalau sesama anggota dari kelompok 13 Pembunuh saling melindungi. jadi jangan harap kami percaya ucapanmu.!''


''Ketua Pengemis Penceng., kenapa kita harus banyak bertanya jawab dengan mereka, langsung saja kita periksa ke dalam kereta. lagi pula dari selentingan berita yang kita dengar, kabarnya kereta hitam itu membawa serta kotak kayu cendana hitam yang sedang menjadi rebutan orang rimba persilatan..''


''Aku ingin tahu apakah mereka benar menyimpannya ataukah semua itu cuma isapan jempol belaka..'' ujar Nyi Pulungan si Pengemis Sapu Jagad. setelah sempat saling lirik keduanya langsung menyerbu ke depan yang di ikuti oleh belasan anak buahnya.


Sadar sedang berhadapan dengan si nomor dua belas dan tiga belas dari kelompok 13 Pembunuh yang terkenal tanpa ampun dalam bertindak. Nyi Pulungan sapukan tongkat sapu lidi besinya secara beruntun hingga menimbulkan rintik hujan salju yang menghempas Roro. pusaran angin keras berhawa sangat dingin menghampar. inilah jurus 'Gelombang Badai Salju Penyapu Jagad.!'


Ketua cabang wetan si Pengemis Penceng juga tidak mau kalah, dengan melontarkan diri seakan peluru, kepala lonjongnya yang plontos melesat cepat menumbuk Respati. cahaya kemerahan dan suara ledakan ikut mengiringi. kabarnya itulah jurus terampuh Pengemis Penceng yang dinamai 'Kepala Guntur Akhirat.!'


Bagi Roro yang sedikit pemberang, dia tidak akan pernah perduli sedang berhadapan dengan siapa. apapun latar belakang lawan pasti di hadapinya dengan sepenuh hati. bagi wanita ini siapapun yang berani menyerangnya berarti siap pula beradu jiwa dengannya. kipas peraknya diputar sebat tiga kali ke udara lalu menghempas. gelombang angin kencang berhawa panas kemerahan dari jurus 'Kipas Penggulung Awan' yang di lambari tenaga ilmu kesaktian 'Cakar Tengkorak Darah' menggebrak dahsyat jurus kesaktian Nyi Pulungan.


Lain halnya dengan Respati, dia agak berpikir panjang. pemuda ini tidak khawatir dengan serangan ganas Pengemis Penceng karena dia yakin dengan kehebatan ilmu kesaktian yang dimilikinya. yang Respati risaukan kalau ketua cabang timur dari perkumpulan pengemis Sembilan Tambalan ini sampai cedera parah atau tewas di tangannya, urusan bakal bertambah panjang.


*****


Pengumuman.!


Asalamualaikum., salam sejahtera selalu.

__ADS_1


Mohon maaf., dengan ini kami sampaikan novel 13 Pembunuh akan berhenti up date dulu selama 1 minggu, dikarenakan kami mempunyai kesibukan pekerjaan yang amat menyita waktu.


Terima kasih sudah memberikan kritik saran dan likeπŸ‘ dukungan pada novel 13 Pembunuh ini (hingga tanpa kami sangka dapat mencapai 300 K). dan juga novel Pendekar Tanpa Kawan., Wasalamualaikum.πŸ™πŸ™πŸ™.


__ADS_2