13 Pembunuh

13 Pembunuh
Ular yang berganti kulit.


__ADS_3

Dalam waktu singkat pertarungan sengit antara Respati si Ular Sakti Berpedang Iblis menghadapi Nyi Weling Ireng dan adiknya Ki Weling Putih yang di gelari Sepasang Ular Nusakambangan itu sudah berlangsung lebih dari tiga puluh jurus. hawa panas yang bercampur racun semakin menyebar hingga hamparan rumput dan semak di sekitarnya layu kering dan membusuk.


Sudah berulang kali Respati berhasil menembus pertahanan kedua musuhnya. belasan kali pula pedang Iblis Hitamnya mampu membabat dan menikam tubuh lawannya. tapi ilmu kebal 'Sisik Besi Ular Darah' memang sangat sulit di hancurkan.


Sebaliknya dengan 'Wujud Siluman Ular Darah' yang mampu menyemburkan uap beracun dari mulutnya. Sepasang Ular Nusakambangan sanggup membuat Respati tertekan. jika saja dia tidak menggunakan ilmu 'Roh Kobra Kegelapan', mungkin sudah sejak awal dia menjadi seonggok lumpur mayat seperti Ki Rantai Jagad Keramat. gembong perampok yang sudah menjadi korban keganasan ilmu beracun 'Wujud Siluman Ular Darah.!'


Tekanan semakin terasa bagi si pemuda, karena Sepasang Ular Nusakambangan juga menggunakan tongkat kepala ularnya untuk menyerang. dari mulut tongkat kepala ular itu bukan saja keluar semburan uap beracun, tapi terkadang di selingi pula dengan lesatan belasan jarum- jarum kecil yang pastinya juga mengandung bisa mematikan.


Beruntung sekali aura Roh Kobra Kegelapan yang menyelimuti tubuh si pembunuh nomor tiga belas ini sudah semakin hebat, biarpun sampai saat Respati belum sanggup untuk menguasai sampai tingkat puncak, namun sudah mengalami cukup peningkatan. paling tidak hawa kesaktian Roh Kobra Kegelapan miliknya mampu menjadi perisai untuk melindungi tubuhnya dari semburan racun ganas yang di lepaskan Sepasang Ular Nusakambangan juga jarum terbang yang keluar dari tongkat kepala ularnya.


Keadaan ini membuat pertarungan mereka boleh dikatakan seimbang, berulang kali pedang Iblis Hitam menusuk, berkali pula gagal menembus kulit tubuh lawan. begitu sebaliknya semburan asap dan jarum beracun juga dibuat mental lalu musnah oleh selubung hawa sakti Roh Kobra Kegelapan.


Saat itulah terdengar bentakan keras disertai suara desisan buas yang di susul dengan terpisahnya tiga sosok siluman ular merah dan hitam di udara. saat Sepasang Ular Nusakambangan jejakkan kaki mereka ke tanah, terlihat hawa menakutkan yang semakin pekat, kulit sisik besi mereka seakan bertambah semakin memerah.


''Shsssiss., Kakakku Nyi Weling ireng, kelihatannya anak muda ini sudah mulai kepayahan. sebentar lagi nyawanya bakalan amblas di tangan kita..''


''Hik., hi., Kau benar adikku Weling Putih., Ssshiiss., sudah kubilang sejak awal kalau tidak akan ada yang sanggup bertahan dari ilmu 'Wujud Siluman Ular Darah., ssshiiss.!''


Di penjuru lainnya terlihat Respati berdiri diam setengah menunduk. jika di perhatikan cahaya dan hawa hitam pekat berbentuk ular kobra hitam raksasa yang menyelimutinya sudah sedikit memudar. dengus tarikan nafasnya juga terdengar memburu. apakah ini pertanda kalau pemuda ini memang mulai terkuras tenaganya atau karena sebab lain.?


''Nyi Dewi., aku rasa kita perlu membantu Respati sekarang. kulihat dia sudah mulai kewalahan..'' ujar Sabarewang khawatir. tapi dia agak kecewa dan heran melihat Roro cuma menggeleng. ''Kau terlalu meremehkan Respati., Ular Sakti Berpedang Iblis tidak mungkin di pecundangi dua ekor ular kecil seperti mereka.!''


''Maksud Nyi Dewi.?''


''Hik., hi., Respati sadar kalau ilmu 'Sisik Besi ular Darah' milik kedua lawannya sulit untuk di tembus pedang Iblis Hitam., karenanya dia sengaja mengeluarkan banyak hawa sakti dari ilmu Roh Kobra Kegelapan untuk dapat mendesak lawannya..''


''Mendesak lawan bagaimana maksudmu., Bukankah pedang pusaka Respati tetap tidak mampu menembus kulit bersisik Sepasang Ular Nusakambangan., bahkan sekarang dia terlihat kehabisan tenaga.!''

__ADS_1


''Ooh begitukah menurutmu., aduuh., kurasa matamu mulai bermasalah Sabarewang sayang., Respati terlihat kepayahan karena baru saja selesai menebar jala kematian bagi kedua ular jelek itu..'' ucap Dewi Malam Beracun dengan tersenyum licik. ''Seganas apapun seekor ular, dia hampir pasti akan melemah saat berganti kulit.!''


Sabarewang tidak dapat lagi berpikir jauh karena Sepasang Ular Nusakambangan sudah kembali melabrak Respati. ingin dia membantu sahabatnya tetapi lirikan mata tajam Roro Wulandari seakan melarangnya. terpaksa dia hanya bisa menahan diri.


''Hee., he, Modar kowe bocah keparat.!''


''Mampuslah kau nomor tiga belas.!'' umpat Nyi Weling Ireng dan adiknya bersautan sambil kembali semburkan asap beracun dan hantamkan tongkat kepala ularnya.


Respati tentu saja tidak tinggal diam, pedang Iblis Hitam ditangan kanan berputar cepat menangkis dua serangan tongkat lawan. sementara tangan kirinya menghantam dengan ilmu pukulan 'Kobra Penggerogot Mayat.!'


Segulung kabut putih berbau busuk disertai cahaya putih keperakan berbentuk kepala ular kobra menyambar. hawa yang lebih panas dari bara api menggebrak dahsyat.!


'Bheet., beet., beet.!'


'Traaang., traang., treng.!


'Whuuuuss., Blaaam.!'


Hebatnya biarpun tubuhnya merasa sangat kepanasan laksana terpanggang bara api, ilmu pukulan sakti yang jadi andalan Respati itu tapi tetap saja tidak mampu menembus kulit bersisik ular besi lawannya.!


Meskipun gagal menghabisi kedua lawannya dengan pukulan saktinya. tapi Respati tidak menjadi panik. dia tetap tenang dan sabar seperti seorang pengail yang menunggu umpannya di sambar ikan.


''Ha., ha., kalau tidak salah itulah pukulan yang dinamai Kobra Penggerogot Mayat.!''


''Sshhhisss., sayangnya ilmu kesaktian yang kabarnya ditakuti orang persilatan itu tidak mampu merobohkan kita berdua., Hi., hi.!'' timpal Nyi Weling Ireng sembari mendesis.


''Kalian berdua silahkan tertawa sepuas hati, karena di akhirat sana kalian tidak bakal bisa lagi melakukannya..'' sahut Respati sambil bersiap kembali hantamkan ilmu pukulan Kobra Penggerogot Mayat. terlihat cahaya sinar putih keperakan dan uap kabut putih berhawa busuk semakin bertambah terang dan pekat berkali lipat. pertanda pemuda ini sudah kerahkan hampir seluruh tenaga saktinya.!

__ADS_1


''Bangsat., pemuda sombong tidak tahu diri, bersiaplah untuk menjemput kematianmu.!'' rutuk Ki Weling Putih gusar. bersama sang kakak dia berniat menghantam mampus Respati saat itu juga.


Tapi dia merasakan ada sesuatu yang aneh sedang menimpa Nyi Weling Ireng. tubuh kurus bersisik merah sang kakak terlihat memudar dan gemetaran menggigil seakan sedang menahan demam tinggi, berikutnya sisik- sisik ular besi itu terkelupas rontok satu persatu. rasa gatal dan sakit yang amat memedihkan membuat Nyi Weling Ireng meraung dan mendesis keras. asap hitam pekat keluar dari sela- sela kulit bersisik besi yang terus terkelupas rontok meneteskan darah kehitaman.!


''Kakak Weling Ireng apa yang terjadi dengan dirimu.?'' jerit Ki Weling Putih cemas dan geram. tapi kejab berikutnya diapun mengalami nasib yang sama dengan sang kakak. rasa gatal, perih dan kesakitan menyertai terkelupasnya sisik- sisik ular besi yang rontok berjatuhan ke tanah. kabut asap hitam pekat berbau busuk menyengat keluar dari sela kulit yang terkelupas dan berdarah.


''Waktu kalian untuk berganti kulit sudah berakhir. saatnya untuk pergi ke neraka.!'' desis Respati sambil hantamkan pukulan Kobra Penggerogot Mayat. kali ini tidak ada lagi sisik- sisik pelindung sekeras besi. juga sudah terlalu lemah untuk menghindar. maka saat uap dan sinar putih panas berbentuk kepala ular kobra raksasa menggebrak, tubuh Sepasang Ular Nusakambangan terlempar hingga tiga atau empat tombak jauhnya lalu jatuh dalam keadaan isi tubuh terbongkar dan hangus terpanggang.!


Respati masih berdiri tegak dengan lintangkan pedang Iblis Hitamnya, kedua matanya memandang tajam sekeliling kegelapan. dia ingin tahu masih adakah orang yang berani adu jiwa dengannya.


Sabarewang melongo lalu menoleh pada Roro Wulandari seakan meminta penjelasan.


''Hii., hi., hi., Kan aku sudah bilang Respati tidak mungkin kalah oleh dua ekor cacing tua itu. kedua matamu juga agaknya mulai lamur..''


''Apa maksudmu Nyi Dewi., jangan bercanda di saat begini..'' geram Sabarewang sewot.


''Uuuhh., rupanya kau mulai berani marah padaku yah., iihh aku jadi ngeri. hik., hi.!''


''Dengar Sabarewang kusir kudaku sayang., awalnya Respati memang berniat menebas langsung tubuh kedua cacing tus jelek itu dengan pedang Iblis Hitamnya, tetapi gagal..''


Dewi Malam Beracun lingkarkan lengan kanannya yang putih mulus dan berbulu halus itu ke bahu Sabarewang hingga membuat bekas anggota pengawalan barang Garuda Merah itu gemetaran dan rada risih


''Pada gebrakan kedua Respati mulai merubah cara menyerang. yang dia incar adalah sela- sela lubang sempit yang ada diantara sisik- sisik besi lawan. pedang Iblis Hitam bergerak menyusupkan racun ganas tapi bekerja lambat. dan pada saat racun itu mulai bekerja, sisik- sisik sekeras besi itupun terkelupas rontok..''


''Respati si Ular Sakti Berpedang Iblis adalah juga seekor ular berbisa., jadi dia pasti tahu kelemahan dari ular lainnya. tubuh di bawah sisik besi tetap hanyalah daging dan darah yang bisa di tebas kapan saja.!''


Sabarewang termenung, sungguh suatu pertarungan yang bukan saja beradu ilmu kesaktian, tapi juga kecerdasan akal pikiran. dia merasa kemampuannya masih jauh tertinggal dari kedua rekannya itu.

__ADS_1


*****


Mohon๐Ÿ™ sertakan komentar (koment apa saja boleh, menghujat jg gak pa", asal jangan minta crazy up ๐Ÿ˜…)., kritik dan sarannya yah., juga Like ๐Ÿ‘jika Anda suka. Terima kasih.๐Ÿ‘


__ADS_2