
Kedua lelaki tua muda yang sama mempunyai cacat tubuh itu hanya saling pandang sekejap tanpa ada yang bicara. meskipun hanya baru sebentar bertemu muka saling mengenal, tapi seakan sudah terjadi ikatan pengertian dalam jiwa mereka berdua. segala yang terjadi pada 'Pengemis Tua Mata Setan' dan keempat anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' bukanlah sesuatu yang mereka rencanakan sebelumnya.
'Lengan Tunggal Pengejar Roh' dan pemuda pincang bernama Pranacitra ini bahkan hanya sempat saling pandang sekilas saja dari balik kegelapan hutan. namun dari pancaran mata masing- masing, mereka sudah tahu apa yang mesti dilakukan. si tangan buntung turut menggiring mangsa dari belakang, si kaki pincang mencegat dari depan. sehingga tidak ada jalan lain bagi lawan kecuali kematian.
''orang tua., sebaiknya kau segera kembali ke lembah, mayat ini biar kulemparkan ke dalam jurang sekaligus juga menghapus jejak bekas pertarungan yang mungkin masih tersisa, agar tidak ada orang lain yang merasa curiga..'' kata Prabacitra sambil menendang mayat Pengemis Tua Mata Setan dan yang lainnya hingga lenyap dikedalaman jurang.
''Aku dengar tadi pengemis tua ini sempat bilang kalau sang ketua 13 Pembunuh menginginkan pertarungan besar itu agar secepatnya selesai sebelum pagi hari tiba. kalau kulihat dari keadaan saat ini sepertinya masih ada kekuatan lain yang sengaja masih disimpan oleh 13 Pembunuh..''
Lengan Tunggal Pengejar Roh tertegun, dalam hatinya orang tua itu mengakui ketajaman pikiran si pemuda pincang yang menjadi cucunya itu. ''Apa yang kau katakan memang benar adanya, ketua 13 Pembunuh masih memiliki senjata lain yang siap dia gunakan jika sewaktu- waktu di perlukan.
''Meskipun begitu dia tidak mengatakan pada siapapun kekuatan seperti apa yang dia simpan itu, tapi tanpa sengaja diriku pernah melihat orang ini bersama Nyai Bawang alias si 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah' secara rahasia seperti mengumpulkan beberapa sosok mayat orang persilatan yang mati terbunuh ke dalam sebuah goa rahasia. entah apa yang sedang mereka lakukan..''
''Aku pernah mencoba mencari tahu rahasia apa yang mereka sembunyikan didalam goa itu dengan menyuruh dua orang anak buahku untuk menyelinap masuk secara diam- diam, tetapi mereka justru mati secara mengerikan seperti baru disiram cairan beracun hingga tubuh mereka terkelupas membusuk saat baru tiba didepan mulut goa itu..''
''Padahal selain ratusan binatang beracun yang memang jadi penghuni pulau 'Seribu Bisa' tidak terlihat penjagaan apapun didepan goa yang tersembunyi dibalik celah bebatuan karang itu. rupanya goa rahasia ini selain telah dilambari mantra gaib oleh Nyai Bawang yang memang ahli dalam ilmu sihir juga dijaga mahluk dari alam siluman..''
''Diriku harus segera kembali agar jangan sampai ada orang lain yang merasa curiga. nanti akan kubilang kalau kau berhasil kabur dengan membawa luka dalam yang cukup parah setelah sempat bertarung sengit denganku..'' orang tua itu sejenak berhenti bicara seakan sedang memikirkan sesuatu masalah berat.
Dengan mendongak dan mengusap wajahnya yang pucat dia berkata prihatin, ''Meski tidak jelas dia berada dimana sekarang ini tapi bibimu yang bernama Sintani itu masih hidup. hanya saja keadaan adik ayahmu itu., sangat mengenaskan..'' kata Lengan Tunggal Pengejar Roh sebelum berkelebat lenyap dari sana.
__ADS_1
Pranacitra terkejut juga mendengar ucapan orang tua buntung yang masih terhitung kakeknya itu. biarpun penasaran belum ada kesempatan lagi baginya untuk bertanya soal itu. tapi untungnya dalam waktu pertemuan mereka yang singkat ini, orang tua itu masih sempat memberitahukan dimana letak makam ibunya berada.
Walaupun ingin pergi berziarah kesana tapi Pranacitra mesti menundanya, karena dia juga mesti melakukan sesuatu terlebih dulu untuk memastikan kelompok 13 Pembunuh tidak mendapat apa yang mereka inginkan. sekalian menuntaskan permasalahan dengan si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' sesuai janjinya pada 'Malaikat Copet'.
Pada waktu yang hampir bersamaan di tengah lembah sunyi itu suasana pertarungan besar terus berkecamuk meskipun jumlah orang yang terlibat sudah berkurang separuhnya saja. rasa lelah jelas terpancar dari wajah para petarung namun tidak satupun yang berani untuk berhenti menghantam dan ayunkan senjatanya, karena sedikit saja lengah nyawa mereka bakal lenyap dari raga.
Satriyana dan Birunaka baru bisa bernafas lega karena terbebas dari ancaman kematian setelah Roro Wulandari muncul kembali membantu mereka yang terdesak oleh serangan si 'Sukma Tertawa' dan 'Iblis Tangan Biru'. dengan senjata pusaka 'Kipas Darah Bulan Mentari' yang baru saja didapatnya Dewi Malam Beracun seolah meningkat hebat kekuatannya.
Dulu sewaktu masih berguru, Roro pernah mendapatkan pesan dari gurunya si 'Nenek Tabib Selaksa Racun' kalau salah satu kelemahan dari ilmu silatnya adalah karena dia tidak memiliki senjata pusaka yang hebat. kipas perak pemberian sang guru meskipun terbuat dari bahan yang bagus namun kurang memiliki kekuatan gaib.
Selama berpetualang dalam dunia persilatan, dia pernah berusaha mencari senjata pusaka yang berbentuk kipas bahkan menemui beberapa Empu pembuat senjata yang terkenal untuk memesan sebuah senjata kipas. tapi hasilnya kesaktian senjata ciptaan para Empu itu tidak berbeda jauh dengan kipas perak buatan sang guru.
Sekali kipasnya berkelebatan cahaya merah berbentuk kipas berseling kuning keemasan dan perak yang menebar hawa sangat panas selalu meminta korban. dalam usahanya menolong Satriyana dan Birunaka dari gempuran lawan, dia sudah mencabut nyawa delapan orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis.!
Jika kedua sahabatnya itu merasa lega atas kehadiran Roro maka sebaliknya si Sukma Tertawa dan Iblis Tangan Biru sama merutuk gusar. sembari tubuh berkelebat menghindari cahaya kipas merah darah yang hendak memotong raga, mereka turut lepaskan ilmu pukulan sakti yang memancarkan sinar hijau dan biru.
'Bheeeett., bheeeet., wheeeettt.!'
'Whuuuuutt., whuuuuuss.!'
__ADS_1
'Blaaaaamm., blaaaarr.!'
''Wanita sundal keparat ini memang sangat menyusahkan. kita mesti membunuh dia secepatnya.!'' geram Sukma Tertawa. ''Huhm., jika saja dia tidak menghalangi, pasti pemuda sialan berpentung itu sudah mampus dan gadis pemilik Darah Keabadian bakal jatuh ketangan kita..'' dengus Iblis Tangan Biru tidak kalah gusar.
Masih dalam keadaan berjumpalitan diudara akibat bentrokan tiga ilmu kesaktian, kedua tokoh silat golongan hitam itu sempat saling lirik sekejap sebelum kembali lontarkan pukulan sakti. dua cahaya berkabut kehijauan dibarengi suara guntur dan gelak tawa yang menggoncang malam menyambar ganas ilmu pukulan 'Geledek Hijau Tinju Tertawa.!'
Iblis Tangan Biru juga tidak mau kalah. telapak tangan kirinya terkembang membesar lalu menyapu ke depan selapis sinar biru redup yang menebar hawa panas dan bau busuk menyambar buas. inilah ilmu kesaktian yang bernama 'Tapak Iblis Biru Merenggut Nyawa.!'
''Awas kakak Dewi., cepat kau menghindar.!'' jerit Satriyana panik memberi peringatan. tidak cuma diam gadis ini cepat merentangkan busurnya lantas berturut- turut lepaskan lima anak panah dari senjata 'Busur Panah Kencana Wungu' miliknya. lima sinar ungu tajam yang melesat keudara hanya sempat tiga kejapan mata saja dapat menahan pukulan sakti lawan sebelum meletus pecah berhamburan.
Birunaka meraung bengis. pentung saktinya diayunkan hingga timbulkan pusaran angin kencang sambil sebelah lengannya menarik tubuh Satriyana untuk menjauh. meskipun itu tidak mampu menghadapi dua ilmu kesaktian lawan setidaknya masih bisa menghindarkan Satriyana terkena balik serpihan panahnya.
Dewi Malam Beracun menatap nyalang dengan sepasang matanya yang secara aneh berubah merah menggidikkan hati. 'Kipas Darah Bulan Mentari' di tangan kirinya bergetar keras. cahaya merah berseling emas dan perak terlihat menyelimuti tangannya hingga ke pangkal lengan.
Roro melirik kipas merahnya yang terbentang lebar. bibir merahnya yang ranum menyeringai keji. di atas kipas itu muncul sebaris tulisan hitam yang seolah mengambang berpendaran. Jurus Pertama Kipas Darah Bulan Mentari., 'Bulan Berkabung Mentari Meredup.!'
*****
Meskipun sudah bosen minta maaf, tapi tetep harus dilakukan. Mohon maaf😅 selalu lambat Update.🙏 Terima kasih anda sudah sabar menunggu. semoga kita semua sehat sejahtera selalu. Amin.👏
__ADS_1