
Semua kejadian itu sungguh diluar dugaan siapapun. meskipun mereka sama tahu kalau ilmu kesaktian sang ketua dari Kelompok 13 Pembunuh sangat tinggi, tapi tidak ada yang pernah menyangka sampai sehebat itu. Kyai Jabar Seto yang sudah termasuk golongan tokoh silat kawakan dan bisa disejajarkan dengan 'Dewa Serba Putih' seperti tidak lebih dari lalat dihadapan orang tinggi besar itu.
'Tuan Sesepuh Pelindung Istana' meskipun masih sanggup berdiri, tapi aliran darahnya menjadi kacau. selain terperanjat dan luka dalam, orang tua itu juga merasakan sangat kecewa. selama bertahun- tahun ini dia berlatih keras juga membimbing tiga orang bawahannya, tapi saat berhadapan dengan dedengkot 13 Pembunuh segalanya seakan hanya sia- sia.
''Hek., he., yang mulia ketua benar- benar luar biasa. tuan besar memang pantas menjadi penguasa seluruh dunia persilatan. kurasa sangat beruntung juga kita bergabung dalam kelompok 13 Pembunuh ini..'' ujar si 'Iblis Tangan Biru' melirik rekannya sambil tertawa mengekeh.
Si 'Sukma Tertawa' sekejap masih ternganga melihat semua yang terjadi, setelah tersadar baru turut bergelak ''Kau benar sobatku 'Iblis Tangan Biru'. jika sekarang saja kekuatan ketua kita sudah sulit diukur, maka dapat dibayangkan kalau seluruh pusaka 'Istana Angsa Emas' sudah jatuh ketangan kelompok kita. bisa dipastikan tidak ada lagi yang berani menentang kekuasaan 13 Pembunuh. jangankan dunia persilatan, seluruh kerajaan baik di wilayah barat maupun timur juga dengan mudah kita tundukkan. Haa., ha., ha.!''
''Kawan lamaku Tuan Sesepuh Istana Barat atau., Aah., kudengar sekarang ini dirimu juga disebut sebagai 'Tuan Sesepuh Pelindung Istana'. Haa., ha., gelar barumu terdengar mentereng juga di telingaku. tapi istana mana lagi yang kau lindungi sekarang ini..'' ejek ketua 13 Pembunuh. ''Dasar tua bangka pikun. kalau bermimpi janganlah terlalu muluk, karena hanya akan membuatku semakin muak.!"
"Tuan Sesepuh Istana Barat., sedekat ini aku berdiri dihadapanmu tapi kau masih juga belum mampu mengenali siapa diriku. mata tuamu itu sudah buta ataukah memang otakmu yang cuma berisi batu. jika begitu kenapa kau tidak mati bunuh diri saja.!'' bentak ketua 13 Pembunuh bengis.
Orang tua itu meraung murka. meskipun dia sadar kalau belum mampu menandingi lawan. tapi penghinaan yang diterima membuatnya hampir saja lepas kendali. ''Tidak., aku tidak boleh gegabah. saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan tuan putri Satriyana dari ancaman manusia durjana itu..''
__ADS_1
''Tapi siapa sebenarnya bangsat bertopeng tengkorak perak ini. kenapa aku merasa pernah kenal dekat dengannya.?'' batin Tuan Sesepuh Istana Barat bimbang. ''Dengan ilmu kesaktianmu yang tinggi, apakah kau masih takut untuk membuka topengmu.?'' pancing sang 'Tuan Sesepuh pelindung Istana'.
''Haa., ha., dengarkan aku keparat tua. kau si tua bangka tidak perlu memancing diriku untuk membuka topeng dengan ucapan dungu begitu. siasatmu ini sungguh membosankan..'' damprat ketua 13 Pembunuh. sekali lengan kiri jubahnya dikibaskan, timbul ribuan titik cahaya kuning menyambar bagai hujan lebat menyiram jagat.
''Selaksa Bulu Angsa Menyebar Prahara.!'' seru Tuan Sesepuh Istana Barat mengenali ilmu kesaktian lawannya. cepat dia melakukan gerakan serangan yang hampir sama. ribuan titik cahaya kuning yang sekilas mirip helaian bulu angsa menyerbu ke depan. beratus kali letusan yang berseling sambaran angin yang menyayat udara terjadi. debu tanah dan bebatuan terangkat bergulungan ke atas lalu menghempas kesegala penjuru.
Kejadian itu membuat banyak korban yang ikut terkena hempasan tenaga kesaktian nyasar, baik dari 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' juga dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' di pihak 13 Pembunuh. tubuh semua korban terlihat di penuhi lubang hangus seakan dirajam puluhan batang paku membara.
''Kau., kau sungguh manusia keji. sekarang aku sudah tahu siapa dirimu sesungguhnya manusia jahanam. diantara empat sesepuh di istana Angsa Emas pada masa lalu selain sang 'Junjungan Penguasa Istana', hanya dia yang mampu menguasai ilmu 'Selaksa Bulu Angsa Menyebar Prahara.!'' dengus orang tua itu. jarinya menunjuk tepat- tepat pada si tinggi besar yang berada lima langkah didepannya.
Apa yang dikatakan orang tua itu membuat hampir semua orang yang mendengarnya terkejut. bahkan beberapa pesilat yang sedang bertarung sengit tanpa sadar saling mencelat mundur ke belakang. kecuali para pesilat anggota kawakan dari 13 Pembunuh yang mungkin sudah tahu latar belakang ketuanya.
Orang tinggi besar yang disebut sebagai 'Tuan Sesepuh Istana Selatan' itu terdiam cukup lama. dari balik topeng tengkoraknya terdengar suara menggeram yang lambat laun menjadi ledakan tawa keras yang membuat goncang seluruh lembah. ''Haa., haa., begitukah menurutmu.? sayangnya kau hanya benar separuhnya saja kawan lamaku. Aah., kalau melihat tampang tuamu aku jadi tidak tega untuk mengatakan siapa diriku sebenarnya..''
__ADS_1
Tuan Sesepuh Istana Barat tertegun, sebelum dia sempat bicara, orang dihadapannya sudah bergerak. tangan kanan si ketua kelompok 13 Pembunuh perlahan terangkat mengusap topeng tengkorak yang menutupi wajahnya. meskipun ini hanyalah sebuah gerakan yang sederhana dan lamban, tapi menimbulkan ketegangan dan perasaan seram yang luar biasa dihati semua orang yang melihatnya.
Topeng tengkorak menyeramkan itu sudah terlepas. udara malam seakan berhenti berhembus. yang tertinggal hanyalah dingin, sunyi dan mencekam. meskipun lembah itu gelap dengan cuma diterangi beberapa obor, tapi orang masih mampu melihat seraut wajah aneh tapi juga mengerikan yang berada di sebalik topeng tengkorak itu.
Wajah itu bukanlah raut muka dari seorang manusia. lebih pantas jika dikatakan wajah setan penasaran yang keluar dari dalam liang kuburan. wajah penuh bekas goresan senjata dan luka bakar sepasang mata dingin seram berwarna merah seakan terpendam gumpalan bara api dendam kesumat. jangankan orang biasa, pesilat yang sudah biasa melihat darah dan luka menganga sekalipun akan merasa bergidik melihat wajah seram manusia ini.
Tuan Sesepuh Istana Barat yang juga dikenal sebagai Tuan Sesepuh Pelindung Istana seakan melihat sesosok hantu. sepasang mata tuanya membeliak, mulutnya ternganga. tanpa sadar dia tersurut mundur dengan lutut goyah dan tubuh gemetaran. ''Tii., tid., tidak mung., mung., kin. kaa., kau., kau sudah mati. bag., bagai., ma., na bisa jadi kau.!'' desisnya tidak percaya.
Kyai Jabar Seto juga tidak kalah terperanjat, begitu kagetnya sampai- sampai dia terlupa kalau sedang terluka dalam. sungguh dia tidak dapat mempercayai dengan apa yang terlihat di depannya. ''Orang ini jelas sudah mati. dia sudah dilalap api saat terjadi kebakaran hebat di rumah peristiratannya. jadi., bagaimana mungkin 'Tuan Sesepuh Istana Timur' adalah ketua dari kelompok 13 Pembunuh.?'' batin orang bersorban putih itu bingung juga ngeri.
''Hak., ha., sobat lamaku Tuan Sesepuh Istana Barat, topeng tengkorak penutup wajah sudah aku lepaskan. maaf jika membuatmu kaget dengan wajahku yang penuh bekas luka bakar dan senjata. mungkin terlihat seram bagimu, tapi beginilah kenyataannya..'' ujar ketua 13 Pembunuh itu dengan suaranya yang menggaung seram seakan berasal dari dunia kegelapan.
Baik sang Tuan Sesepuh Istana Barat, Kyai Jabar Seto maupun semua orang yang mendengar kejadian ini sama bergidik ngeri. meskipun nyata terlihat, tapi entah kenapa orang tua pimpinan dari istana Angsa Emas ini merasakan masih ada suatu rahasia besar lainnya yang terpendam dalam diri bekas rekan lamanya itu.
__ADS_1
*****
Mohon tulis komentar, kritik saran, like👍, vote atau favorit👌jika anda suka🙏👏, Terima kasih yah.,😊