13 Pembunuh

13 Pembunuh
Pertempuran di lautan.


__ADS_3

Selama dirinya malang- melintang dalam dunia persilatan, bekas anggota nomor dua belas dari Kelompok 13 Pembunuh itu terkenal sebagai pendekar wanita yang tidak pernah merasa takut pada apapun. bahkan saat dia menghadapi lawan yang tingkat Ilmu silatnya lebih hebat darinya Roro Wulandari juga tidak bakalan mundur.


Meskipun terlihat sangat aneh tetapi bagi mereka yang sudah lama mengenal wanita berjuluk 'Dewi Malam Beracun' itu, mungkin akan dapat memakluminya kalau sekarang ini tiba- tiba saja dia dapat mengalami rasa ketakutan dan kengerian pada sesuatu yang tidak jelas wujudnya.


Karena biarpun di luarnya wanita secantik bidadari itu terlihat galak, licik juga sombong namun sebenarnya perasaannya sangat halus dan peka dalam memperkirakan sesuatu hal buruk yang mungkin akan terjadi. selain itu hatinya juga mudah tersentuh dan bersimpati pada penderitaan orang lain.


''Aku mengalami perasaan buruk seperti ini sejak kemarin. sialan., tidak bisakah kapal besar milik orang- orang 'Istana Angsa Emas' ini melaju dengan lebih cepat. apakah semua tukang dayung di bawah sana sedang tidur atau cuma bermalas- malasan saja.?'' sungut Roro mengomel sendiri di buritan kapal.


Padahal selain mengandalkan hembusan angin laut dan pengaturan layar kapal untuk melaju, dia sebenarnya juga tahu kalau di bagian bawah kapal ini sudah ada lebih tiga puluhan orang yang sedang bekerja keras mendayung agar kapal dapat terus melaju dan tiba secepatnya di pulau 'Seribu Bisa'.


Kapal yang di tumpangi Roro dan kawan- kawannya adalah yang terbesar dibandingkan empat kapal lainnya. dalam pernyerbuan kali ini pihak Istana Angsa Emas mengerahkan lima kapal sekaligus. saat itulah dari atas tiang kapal terdengar suara seruan, ''Ada dua kapal besar lain yang muncul dari arah Tenggara.!''


Roro cuma melirik sekejap ke atas tiang dimana ada seorang anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' yang bertugas sebagai pengawas. saat melihat ke arah lain memang nampak dua buah kapal besar dengan layar serta bendera hitam. meskipun masih sangat jauh tapi mata tajam Roro dapat melihat ada gambar ombak dan wajah setan di bentangan kain layarnya.


''Gerombolan bajak laut 'Ombak Hantu..'' batin Roro sinis mengenali lambang di bendera layar kapal. ''Menurut kabar rahasia yang kami dapat, mereka telah mengirimkan beberapa kapal besar pada orang persilatan yang turut mengadu keuntungan di pulau Seribu Bisa..'' dalam waktu singkat orang Istana Angsa Emas sudah keluar di geladak kapal.


Panglima Istana Tengah yang ikut naik segera menghampiri Roro. ''Menurutmu apa yang akan mereka perbuat.?'' yang ditanya hanya angkat bahunya. ''Biarkan saja mereka mendekat. siapkan tabung peluncur dan bola meriam. jika gerombolan bajak laut itu sudah berada di jarak tembak, sekalian hancurkan dan tenggelamkan di lautan. hitung- hitung., mengurangi jumlah lawan kita..''

__ADS_1


''Bilang juga pada anak buahmu untuk menambahkan jumlah takaran bubuk mesiu yang disiapkan Puji Seruni seperti yang telah kuajarkan, agar bola peluru meriam kapal kita punya jangkauan dan daya hancur yang lebih hebat.!'' ucap Roro memberikan arahan. meski dia hanya menumpang kapal orang lain tapi wanita ini malah berani memerintah pemiliknya.


Wanita cantik bercadar kain kuning itu tercekat ngeri. dalam hatinya dia membatin, ''Roro benar- benar perempuan ganas yang penuh perhitungan. dia seperti tahu apa saja yang diperlukan dalam pernyerbuan besar ini hingga berani memaksa kami untuk membeli beberapa buah meriam dari orang asing yang menjadi kenalannya..''


''Aah lihat., sepertinya mereka berbalik arah dan menjauh.!'' seru Panglima Istana Kiri yang juga turut naik ke atas. ''Mereka adalah bajak laut Ombak Hantu yang sudah lama menjadi momok para nelayan juga saudagar di lautan ini. para perompak itu pasti mengurungkan niatnya untuk bersengketa dengan kita karena sadar kalah jumlah dan kekuatan. terus kejar dan tenggelamkan saja mereka.!'' seru Roro memberi perintah.


Panglima Istana Tengah menyahuti. beberapa saat kemudian dari sisi lambung kapal terbukalah beberapa buah lubang persegi. nampak enam buah moncong meriam keluar menghadap lautan siap menembak sasaran. laju kapal bertambah cepat mengejar kapal yang bergerak menjauh di depan sana.


''Siapkan juga panah berapi. kapal mereka cukup besar dan kuat. agak sulit membuatnya karam dalam waktu singkat. mungkin juga mereka punya meriam seperti kita, tapi aku yakin jumlah dan kekuatannya terbatas. terus jaga jarak kapal kita dengan mereka agar jangan sampai terlalu dekat..''


''Perintahkan juga pada tiga kapal kita yang lebih kecil untuk membuat kepungan dengan jarak yang agak jauh. jika ada kapal lawan yang berhasil lolos, tugas merekalah untuk menghabisinya. satu kapal besar lagi tetap berada disini karena hanya dua kapal besar ini saja yang mempunyai senjata meriam..''


'Huhm., asalkan kalian tahu saja yah., demi meriam di kapal kalian ini sahabatku Puji Seruni serta anak buahnya harus bersusah payah membawa dua buah gentong bubuk bahan peledak yang kami berdua simpan di 'Lembah Seruni'. padahal harganya di pasar gelap sangat mahal tahu.!'' dengus Roro setengah menggerutu hingga Panglima Istana Kiri dan Tengah saling lirik sambil tersenyum kecut.


''Lapor pimpinan., jarak tembak meriam kita sudah mencukupi. kami menunggu perintah.!'' kata seorang pimpinan 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' yang dibawah mata kirinya terdapat dua buah codet bekas luka sayatan. ''Tembakkan tiga meriam secara bergantian. tiga lainnya menyusul belakangan. saat pergantian meriam ada jeda waktu pengisian peluru. hujani mereka dengan panah berapi begitu seterusnya. pertahankan kecepatan kapal karena kita harus sampai di wilayah pulau Seribu Bisa pada waktu malam hari.!''


''Kalian sudah dengarkan perintah Dewi Malam Beracun, lakukan segera .!'' seru Panglima Istana Kiri. setelah kejadian rahasia mantra gaib pembuka jalan ke Istana Angsa Emas di bongkar Roro, hubungan lelaki tinggi pucat ini menjadi lebih baik dengan ketua persekutuan 'Bulan Perak' itu.

__ADS_1


Tapi baru saja dia bicara dari kapal bajak laut Ombak Hantu terdengar suara dua buah dentuman keras. rupanya dari berusaha kabur mereka nekat balik menyerang lebih dulu karena sadar akan sulit lolos dari kejaran kapal lawan. kepulan asap mesiu terlihat di sisi lambung kapal itu.


Meskipun terkejut karena mereka juga mempunyai meriam, namun seperti yang diduga jangkauan tembak mereka tidak mampu mencapai kapal pihak Istana Angsa Emas hingga hanya membuat semburat gelombang besar yang memecah permukaan samudra. kedua panglima itu sama berpikir bagaimana cara Dewi Malam Beracun dapat memperkirakan semua itu.


Mereka mana pernah mengira kalau suatu ketika dulu Roro, si pembunuh nomor delapan dan nomor empat alias 'Laba- Laba Kuning' pernah ditugaskan mengobrak- abrik sarang bajak laut yang berkuasa di tanah Andalas. sebelum menyerang mereka bertiga lebih dulu mempelajari semua kekuatan rahasia juga kebiasaan kaum perompak lautan.


Tiga ledakan meriam terdengar beruntun. kapal terasa berguncang keras seperti dilanda gempa. ombak tersibak dihempas peluru meriam kapal. berpuluh panah berapi menyusul melesat bagai hujan dari langit. jarak antara empat kapal yang saling beradu kekuatan terpaut lebih tiga puluh tombak.


Para bajak laut Ombak Hantu yang sadar kekuatan meriam mereka kalah menjadi gusar dan nekat mendekat. lambung kapal sebelah kiri jebol dan terbakar dihantam merian. belasan anggota terjun menyelam ke dalam laut. kehebatan mereka dalam soal berenang memang patut di acungi jempol.


Hanya dalam beberapa kejap mata saja mereka sudah mencapai tiga kapal yang lebih kecil dari pihak Istana Angsa Emas. dengan andalkan kelincahan dan ilmu meringankan tubuh mereka cepat memanjat naik. rupanya para bajak laut ini berniat untuk merebut kapal- kapal itu karena tidak dipersenjatai meriam.


Dentum meriam terdengar beruntun. hujan panah berapi dibalas panah api yang sama oleh gerombolan bajak laut Ombak Hantu. kapal dari kedua pihak mulai terbakar meskipun kerusakan jauh lebih parah dialami oleh pihak perompak tapi dengan keluarkan makian dan pekikan gusar mereka nekat terus bertempur. pertempuranpun pecah di lautan luas.


*****


Maaf lambat update🙏. silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2