
Dua puluh empat sosok mayat telanjang itu jika di lihat lebih tidak ubahnya manusia hidup yang baru terbangun dari tidurnya. meskipun demikian gerakan mereka nampak perlahan dan kaku dengan tatapan matanya yang kosong namun membawa perasaan sangat menyeramkan bagi siapapun yang melihatnya.
Dalam gumpalan kabut putih dingin yang mengambang di ruangan itu, sebagian tubuh telanjang dari mayat- mayat hidup ini seperti rada tertutupi. tetapi anehnya keadaan ini malah membuat orang lain jadi merasa penasaran ingin melihat apa yang terdapat di sebalik kabut itu. semua itu adalah salah satu sifat dasar manusia yang selalu ingin tahu pada semua hal yang dianggapnya menarik.
Sang ketua dari 'Kelompok 13 Pembunuh' keluarkan dua buah guci kecil dari balik jubah kuningnya. setelah mengumumkan sebaris mantra dia membuka kedua tutup guci kecil itu. dengan dua kali kibasan tangan dia menyebarkan seluruh cairan merah darah yang berada dalam guci di tangannya itu.
Kabut putih dingin yang menggantung sontak berubah menjadi merah berbau anyir darah. dua puluh empat mayat yang terdiri dari dua belas lelaki dan dua belas wanita itu seolah tersengat. dengan keluarkan suara meraung keras kedua mata mereka berubah menjadi merah. mulut mayat yang terbuka dapat memperlihatkan barisan gigi mereka yang tajam seperti paku terutama di bagian empat gigi taringnya.
Gumpalan kabut merah darah berputaran di seantero ruangan itu hingga menimbulkan suara menggaung dan bergemuruh. seolah para tahanan kelaparan yang baru mendapat jatah makan, dua puluh empat mayat bugil itu menyedot seluruh kabut merah darah dengan menggunakan mulut mereka. tidak berapa lama kemudian kabut dingin berdarah sudah lenyap dari dalam ruangan rahasia itu.
Setelahnya kesunyian terasa mencekam di dalam ruangan rahasia. mayat- mayat inipun kembali terbaring diatas ranjang batu. kabut putih tipis berhawa dingin yang entah muncul dari mana kembali menyelimuti ruangan itu. satu lagi keanehan muncul di sana. tubuh mayat yang tadinya pucat kini nampak lebih segar dan kemerahan.
Wajah setan ketua 13 Pembunuh yang tersembunyi di balik topeng tengkorak besi berwarna keperakan menyunggingkan satu seringai kekejaman. dengan satu isyarat tepukan tangannya, dari luar pintu bergegas masuk enam orang berseragam hijau dengan wajah tertutupi selembar topeng tengkorak putih.
Mereka tidak datang dengan tangan kosong melainkan membawa tiga orang lelaki kekar berpakaian putih compang- camping yang dalam keadaan tertotok dan tubuhnya dihiasi luka bekas siksaan. meski tidak mampu bergerak tapi dari pandangan matanya yang dipenuhi rasa marah bercampur ketakutan dapat diketahui kalau mereka masih sadar.
Setelah lebih dulu menghormat pada ketiga pimpinannya para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' itu kembali mengundurkan diri keluar ruangan dan meninggalkan ketiga orang itu tergeletak dilantai. hanya dengan sebuah kibasan tangannya saja, ketua 13 Pembunuh mampu membuka totokan yang membelenggu ketiga orang yang masih tersungkur di lantai.
Rupanya tiga orang ini cukup memiliki nyali dan daya tahan tubuh tinggi. karena biarpun tubuh mereka luka- luka tapi begitu terbebas dari totokan ketiganya cepat melompat bangkit dan saling merapatkan diri. sepasang kepalan tangan mereka yang berada di samping pinggang terdengar berkerotokan saat terkepal sampai keluar ototnya yang besar.
__ADS_1
Selapis cahaya putih menyelimuti kedua tangan mereka pertanda sedang bersiap kerahkan ilmu kesaktian. ''Sii., sia., siapa kalian bertiga ini sebenarnya. dari cara para keparat berbaju hijau itu menghormat, apa mungkin kalian adalah para pentolan dari Kelompok 13 Pembunuh.?'' tanya salah satu dari mereka yang rambutnya paling panjang dengan rasa khawatir dan curiga.
''Matamu tajam juga. aku memang ketua dari Kelompok 13 Pembunuh. dua orang yang berada bersamaku ini adalah para pembantu kepercayaanku. tentunya kalian sudah pernah mendengar nama 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' dan si 'Pendekar Sadis Bermata Api' bukan.?'' tukas si ketua balik bertanya dengan suara menyeramkan.
Seketika tiga orang itu sama tersurut mundur dengan muka berubah hebat. meski sempat menduganya namun tetap saja mereka tidak menyangka bakal berhadapan langsung dengan para pimpinan dari 13 Pembunuh. ''Hehm., kulihat dari ancang- ancang kepalan tangan sebelum menyerang bisa aku tebak kalau kalian ini adalah tiga murid utama dari perguruan silat 'Tinju Besi' yang berada di dekat pantai selatan..''
''Huhm., meskipun kalian bertiga memang layak mampus karena sudah berani lancang menghadang kapal pembawa muatan emas milik anak buahku beberapa waktu lalu tapi kuberikan kesempatan bagi kalian untuk dapat kembali ke tempatmu dalam keadaan hidup, asalkan mampu lolos dari serangan salah satu boneka mayatku.!'' dengusnya.
Ucapan ketua 13 Pembunuh itu membuat tiga orang lelaki kekar yang rupanya adalah murid perguruan silat Tinju Besi dan jadi tawanan di pulau Seribu Bisa itu merasa sangat terkejut hingga sesaat saling pandang. ''Kami bertiga bukan kaum pengecut yang takut mati. tapi apakah semua yang kau katakan dapat di percaya.?'' salah satu diantara ketiganya yang sepertinya berumur paling tua memberanikan diri bertanya.
''Kami sadar tidak mungkin dapat keluar dari pulau ini dengan selamat. jika kalian mau membunuh kita bertiga kenapa juga mesti membuat permainan seperti ini. aku tidak yakin para begundal golongan hitam seperti kalian akan menepati janji.!'' timpal orang yang tubuhnya rada pendek dan berdiri agak gemetaran karena lukanya paling parah.
Sang ketua 13 Pembunuh lemparkan sebuah kantung kulit yang dimbil dari balik jubah kuning emasnya pada orang yang paling tua. walau sempat ragu tapi akhirnya dia terima juga. saat dibuka ketiga murid Tinju Besi ini berseru tertahan melihat banyak uang emas dan batu permata dalam kantung itu. ''Entah ucapannya benar atau tidak., tapi kesempatan ini patut kita coba..'' batin mereka bertiga saling memberi isyarat mata.
''Kau bilang kami bertiga cukup mengalahkan satu boneka mayatmu untuk bisa lolos dari sini. dimana dia sekarang.?'' tanya lelaki berambut panjang yang usianya paling muda dan tidak sabaran. ketua 13 Pembunuh tidak menjawab melainkan jentikkan jemarinya lalu menunjuk ke salah satu ranjang batu pulam putih sambil menggumamkan mantra aneh.
Tiga orang murid padepokan Tinju Besi sama menoleh ke satu arah. baru sekarang mereka sadar ada dua puluhan ranjang batu persegi di ruangan itu karena tertutupi kabut tipis dan dingin. tetapi mereka langsung terperanjat saat mendengar satu teriakan parau yang di barengi melesatnya sesosok tubuh wanita telanjang dari balik kabut dan langsung menerjang ke arah mereka.
Ini adalah suatu pemandangan yang cukup mencengangkan. meskipun hanyalah boneka mayat tapi seperti tidak ada bedanya dengan perempuan hidup. selain wajah serta bentuk tubuh mayat itu cukup menarik bagi lelaki, dia juga dalam keadaan bugil. tanpa sadar tiga orang itu diam tertegun. aliran darah mereka berpacu lebih cepat seakan terkena sihir. nafsu birahi mulai merayapi jiwa mereka.
__ADS_1
Namun itulah kesalahan besar. masih dalam keadaan sama diam terpukau, lelaki yang lukanya paling parah mendadak keluarkan jeritan ngeri sambil meronta pegangi lehernya yang di gigit si mayat wanita. darah yang keluar seperti terhisap oleh mulut mayat itu. kedua rekannyapun tersadar dan dengan beringas menghantam tubuh mayat itu dengan ilmu kesaktian yang telah mereka siapkan sejak awal.
''Kurang ajar., mayat edan celaka. cepat kau lepaskan dia.!'' bentak mereka gusar seraya hantamkan tinjunya ke arah kepala dan perut mayat. ini bukanlah jurus sembarangan tapi suatu ilmu pukulan yang di namai 'Tinju Besi Perubuh Karang'. salah satu jurus andalan dari perguruan silat Tinju Besi.!
Sayangnya bukan saja ilmu pukulan yang kabarnya sesuai dengan namanya mampu meremukkan bongkahan batu karang itu tidak mempan pada tubuh mayat, malahan kepalan tangan keduanya terasa baru menghantam dinding besi hingga tulang jari mereka seolah remuk, bahkan tubuh mereka juga terpental mundur beberapa tindak.
Hanya perlu tiga atau empat waktu tarikan nafas saja bagi si mayat perempuan untuk membuat lelaki yang di gigit lehernya menjadi seonggok bangkai kering. selanjutnya dia melesat ke samping dengan gerakan yang sangat cepat dan aneh. dua tangannya seolah menjulur lebih panjang. jemari berkuku tajam tahu- tahu sudah mencengkeram leher kedua murid perguruan Tinju Besi yang baru saja hendak pulihkan dirinya.
Dua tubuh tertarik ke depan. tidak perduli seberapa kuat mereka meronta, menendang memukul dan menjerit semuanya hanya sia- sia saja. jemari berkuku panjang dan tajam sudah tertancap di leher. darah segar yang keluar hampir tidak ada yang menetes ke lantai. semuanya tersedot oleh kuku jemari mayat perempuan itu.
Hanya perlu satu dua gebrakan singkat bagi boneka mayat telanjang itu untuk menghabisi lawan sekaligus menyedot darahnya. satu suara mantra dan jentikan jari terdengar halus. dengan mata semerah darah si mayat telanjang berkelebat kembali ke atas ranjang batu, meninggalkan tiga onggokan mayat kering yang baru saja menjadi mangsa pertamanya.
Suasana kembali hening. tiga orang pimpinan dari 13 Pembunuh sama terdiam. Lengan Tunggal Pengejar Roh yang biasanya acuh dan dingin nampak terkesiap. si Pendekar Sadis Bermata Api juga terlihat sangat terperangah, bahkan sang ketua juga sedikit tidak menyangka jika boneka mayatnya akan seganas itu. ''Andaikan saja Nyai Bawang masih hidup, dia pasti akan merasa sangat bangga dengan hasil karyanya ini. Hee., he..'' gumamnya terkekeh seram.
........
Mohon maaf., novel 13 Pembunuh untuk seminggu ke depan tidak dapat Update karena kesibukan kerja Authornya🙏.
Silahkan tuliskan komentar, like👍, kritik saran, vote👌bila Anda suka. juga Share novel ini ke teman- teman anda. Terima kasih.
__ADS_1