13 Pembunuh

13 Pembunuh
Bantuan datang.


__ADS_3

Dengan kedua mata tuanya yang cekung mencorong dan menyimpan kekejaman serta akal licik, si 'Malaikat Copet' mengikuti bayangan tubuh pemuda pincang itu hingga lenyap. sambil menghisap pipa cangklong besi hitamnya yang menebar aroma kemenyan pemimpin perkumpulan 'Maling Kilat' itu menyeringai dingin.


Jika melihat diri pemuda pincang itu tanpa dapat ditahan dia selalu teringat dengan kejadian masa lalu saat pertama kalinya mereka bertemu. dalam hatinya orang tua itu membatin, ''Hhm., anak ini selalu memberiku kejutan. aku sungguh tidak menyangka kalau bocah pincang, lemah serta penyakitan yang hampir mati berkali- kali ini bisa menjelma menjadi salah satu tokoh silat bernama besar yang paling ditakuti di dunia persilatan..''


''Dua hari lalu saat aku memintanya untuk datang menemuiku, dia sempat mengatakan sesuatu yang aneh. bocah ini bilang selain untuk menunaikan perjanjian diantara kami berdua dia juga ingin memastikan tentang jati diri seseorang yang mungkin berkaitan erat dengan dirinya..''


''Saat aku bertanya siapa orangnya, bocah pincang yang bernama Pranacitra itu cuma mengatakan kalau manusia ini adalah salah satu anggota dari kelompok '13 Pembunuh'. sialan betul., aku jadi penasaran kira- kira siapa orang yang dia maksudkan.?'' gumam Malaikat Copet sambil hembuskan asap pipa cangklongnya.


Pandangannya beralih ke sosok tubuh si 'Putri Penjerat' yang terbaring dekat perapian. meski terlihat sudah kaku seakan tidak bernyawa, tapi dedengkot kaum pencuri sakti itu tahu kalau masih ada setitik nafas kehidupan yang terlindung kekuatan gaib didalam tubuh perempuan bertangan kiri buntung itu.


''Orang yang mempelajari ilmu 'Mecah Rogo' ada kemungkinan bakal kehilangan sebagian ingatannya. tapi itu masih dapat diatasi kalau tahu caranya. untungnya., aku adalah salah satu yang mengetahuinya. Putri Penjerat ini cerdik juga, sepertinya sebelum menggunakan ilmu itu dia sengaja memasang tabir tenaga sakti yang dapat melidungi bagian jantungnya. aku tidak bisa membuang waktu lagi. saatnya untuk memulihkan si 'Laba- Laba Kuning..''


Setelah memutuskan apa yang mesti dia perbuat, Malaikat Copet duduk bersila sambil menghisap asap rokok kemenyannya lebih banyak dan dalam. setelah menotok puluhan titik urat disekujur tubuh Putri Penjerat, dia menyemburkan asap pipa cangklongnya ke sekujur tubuh Putri Penjerat. asap pekat yang berwarna putih kelabu itu menyelimuti tubuh bekas pembunuh nomor empat itu hingga tidak terlihat.


Mulut peot orang tua itu berkomat- kamit merapal mantra dengan telapak tangan kiri berada sejengkal diatas gumpalan asap pekat beraroma tembakau dan kemenyan. beberapa kilatan cahaya merah mirip petir kecil muncul diatas telapak tangan itu. secara aneh warna asap putih perlahan berubah merah dan mulai menyusup ke dalam tubuh Putri Penjerat hingga sosoknya terjingkat dan bergetaran. ini pertanda kalau Malaikat Copet sudah memulai pengobatannya.

__ADS_1


Pertarungan besar antara pihak kelompok 13 Pembunuh dan Istana Angsa Emas masih berlangsung sengit dilembah terpencil yang dikelilingi perbukitan dan hutan rimba itu. bau anyir darah yang tertumpah membasahi tanah, mayat yang bergelimpangan dan jeritan parau meregang nyawa juga terus berulang.


Meskipun korban sudah menumpuk dan jumlah lebih dua ribuan orang yang terlibat didalam pertempuran besar hanya tinggal separuh, tapi mereka yang masih bertahan hidup adalah kaum persilatan papan atas. selintas pandang orang dapat mengetahui kalau Istana Angsa Emas sudah semakin terdesak.


''Haa., ha., cepat habisi mereka semua, jangan sisakan seorangpun yang hidup.!'' seru 'Setan Arak' tertawa bergelak. untuk kesekian kalinya dia gunakan ilmu 'Semburan Limbah Arak Serbu Bangkai' miliknya untuk mencabut nyawa anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' yang jumlahnya tersisa tiga ratusan orang saja.


Jika saja tidak ada Panglima Istana Tengah yang memimpin pasukan itu dan Ki Sabda Langitan alias si 'Tangan Penggoncang Langit' yang menghalanginya dengan pukulan 'Awan Sakti Runtuh Menimpa Bumi' mungkin senjata arak beracunnya sudah semakin banyak lagi menelan korban.


Ketua 13 Pembunuh atau yang sebenarnya adalah 'Tuan Sesepuh Istana Utara' terlihat masih gusar dengan lepasnya Putri Penjerat dari tangannya. perhatiannya teralih kepada Satriyana yang saat itu sedang terus sibuk menpertahankan dirinya dari sergapan 'Iblis Tangan Biru'. ilmu silat Busur Panah Srikandi miliknya tidak dapat lagi berbuat banyak. untungnya Birunaka terus membantunya dengan gebukan pentung saktinya hingga gadis itu masih dapat bertahan.


Dewi Malam Beracun tidak mampu lagi bangkit berdiri. dibatas kesadarannya yang mulai pudar dia melihat satu persatu rekannya terdesak dan berjatuhan. dalam hatinya wanita cantik itu menyesali ketidakmampuan dirinya melindungi para sahabatnya. tingkat ilmu kesaktian ketua 13 Pembunuh sungguh diluar perhitungan.


Awalnya hampir semua orang mengira kalau Tuan Sesepuh Pelindung Istana atau sang 'Tuan Sesepuh Istana Barat' setidaknya dapat menandingi kekuatan lawan. tapi sayangnya pimpinan dari Istana Angsa Emas ini sudah keburu tewas, hingga cukup mempengaruhi semangat tempur dan kepercayaan diri anak buahnya. Roro Wulandari tidak dapat lagi berpikir jauh karena sekelebat bayangan kuning tinggi besar sudah melesat kearahnya.


Disaat dia pasrah dengan apa yang bakal menimpanya, mendadak ketua kelompok 13 Pembunuh itu hentikan gerakannya ditengah jalan hingga tubuhnya seakan melayang ditengah udara hanya berjarak tiga tombak saja dari tempat Roro tergeletak. dengan mendengus kedua tangan orang ini mengibas dan memukul beberapa kali kesegala arah hingga timbul suara ledakan- ledakan keras yang mengoncang pedataran.

__ADS_1


Anehnya tidak terlihat adanya cahaya atau pancaran tenaga ilmu kesaktian yang datang mengancam pimpinan 13 Pembunuh itu. jika banyak orang merasakan keheranan, tidak demikian dengan Respati dan 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' yang masih bertarung sengit. tanpa sadar keduanya sama memisahkan diri dengan air muka berubah. beberapa anggota lama 13 Pembunuh juga merasa terperanjat kaget. dalam hatinya meraka sama berpikir tentang seseorang.


''Hanya satu orang didunia persilatan ini yang sanggup melepaskan ilmu pukulan sakti tanpa dapat terlihat wujud dan arah datangnya. tapi., apa mungkin itu benar dia yang muncul.?'' batin 'Setan Arak' dan Klowor Gombor alias si 'Gila Tangan Kudis'. sesaat mereka saling lirik penuh kewaspadaan.


''Meskipun aku tidak mewarisi ilmu kesaktian aneh ini dari orang tua itu, tapi diriku ingat betul kalau pernah beberapa kali melihatnya menggunakan ilmu yang disebut 'Tangan- Tangan Kegelapan Tanpa Wujud' ini. kulihat dari sikap si Lengan Tunggal Penyambar Roh yang seakan paham apa yang terjadi, mungkin sekali 'Maling Nyawa' benar muncul kemari..'' batin Respati dipenuh bermacam perasaan karena sudah bertahun lamanya pemuda itu tidak pernah tahu kabar gurunya.


''Huhm., rupanya kawan lama yang dimaksud oleh si bangsat Malaikat Copet itu adalah dirimu. bekas anak buahku nomor tiga belas yang menghilang si Maling Nyawa. Haa., ha., sungguh suatu kejutan besar malam bagiku karena tanpa susah payah mencari, sekarang kau malah muncul sendiri.!'' dengus ketua 13 Pembunuh bengis.


Di tengah kalangan entah sejak kapan sudah muncul seorang tua bertubuh sedang dengan pakaian kelabu hitam. rambutnya yang putih panjang diikat kuncir ekor kuda. raut mukanya lugu dan sangat umum. dengan nyengir dia menjura hormat. ''Selamat bertemu kembali ketua 13 Pembunuh dan kawan- kawan lama semuanya. aku bekas nomor tiga belas si Maling Nyawa telah hadir disini..''


Meskipun sudah menduganya, tapi Setan Arak, Klowor Gombor maupun Lengan Tunggal Pengejar Roh masih tetap terkesiap melihat rekan mereka yang telah lama menghilang itu mendadak muncul disana. saat Raspati hendak maju menyambut kedatangan sang guru, ditelinganya terngiang suara aneh yang seakan sudah pernah dia kenal sebelumnya.


''Biar saja kaum tua menyelesaikan urusan lama mereka. sebentar lagi mungkin juga akan datang bantuan lainnya. sekarang kau tolong dulu kekasihmu, tinggalkan saja orang tua buntung itu padaku. diriku perlu bicara dengan orang ini..'' Respati tertegun, dia sudah teringat seseorang. ''Apakah kau ini si pincang.?''


*****

__ADS_1


Baru bisa up date sekarang🙏., Trims.


__ADS_2