13 Pembunuh

13 Pembunuh
Belatung Darah., Belatung Maut Biru.


__ADS_3

Nyai Bawang alias Nenek Bawang Beracun Belatung Darah buka kain hitam penutup keranjang rotannya. tangan kirinya meraup segenggam butiran bawang dari dalam keranjang itu.


''Apa kalian berdua mau membeli bawangku ini,?'' tanya Nyai Bawang sambil sodorkan telapak tangannya yang membawa segenggam bawang busuk yang berulat belatung merah. semerah warna darah.!


Kalau Respati masih bisa menahan diri, tidak demikian halnya dengan Roro Wulandari. perempuan ini tersurut mundur sambil tekap mulutnya dengan muka jijik. bau bawang busuk yang menyengat seakan hendak membuatnya mau muntah.


''Wanita muda tunanganmu yang cantik ini sepertinya tidak suka dengan bawang merahku. katakan kenapa dia terlihat muak dengan bawangku.!'' geram Nyai Bawang mulai marah.


Respati yang sudah pernah mendengar sifat nenek jahat ini yang sangat menyayangi ulat belatung bawang busuknya sekaligus membenci orang berani menunjukkan rasa benci pada ulat bawang kesayangannya segera menanggapi ''Nyai Bawang., harap kau maafkan dia kalau berlaku kurang sopan, maklumlah sekarang ini dia sedang..,''


''Memangnya dia sedang apa., cepat jawab.!'' bentak si nenek memotong ucapan Respati.


Pemuda ini melirik Roro sekejab lalu menjawab pelan., ''Sebenarnya saat ini dia sedang ngidam karena hamil dua bulan sehingga sangat peka dengan bau- bauan..''


Jawaban Respati bukan saja mengejutkan Nyai Bawang dan Santang Wirat. terlebih lagi Roro, dia sampai ternganga kaget karena tidak pernah menyangka rekannya bakal membuat alasan konyol seperti itu.


''Bodoh banget., kenapa juga pakai alasan ngidam segala..'' batinnya menggerutu. Roro sampai tidak tahu dia harus marah ataukah tertawa.


Diluar dugaan Nyai Bawang malah tergelak, ''Hek., he., hee, Hebat.! anak muda jaman sekarang memang suka main hajar., baru bertunangan saja sudah berani melakukan begituan sampai hamil. tapi itu membuktikan kalian berdua adalah sepasang muda- mudi yang punya nafsu besar..''


''Aah., aku jadi ingat dengan kekasih masa mudaku dulu, kami juga suka melakukan begituan setiap kali bertemu. hek., he., he.!'' ucap Nyai Bawang tanpa rasa malu dia menceritakan kelakuannya di masa muda. rupanya orang ini sudah bejat sejak dulu.

__ADS_1


Santang Wirat mendadak mendengus gusar, dia menuding perut Roro. ''Junjunganku Nyai Bawang., kedua orang ini sedang berusaha menipu kita, dengan ilmu Mata Hantu Malam pemberianmu mataku bisa menembus pandangan ke dalam rahim perempuan ini. disana tidak kulihat ada calon janin, dia tidak sedang hamil. jangan sampai Nyai termakan tipu muslihatnya..!'' ujar pemuda mata picak itu.


Kali ini bukan Nyai Bawang saja yang jadi terkejut, tapi Respati dan Roro ikut terkesiap kaget. mereka sungguh tidak menyangka kalau pemuda yang bibirnya agak sumbing ini menguasai ilmu langka yang mampu menembus kegelapan bernama ilmu Mata Hantu Malam, sebuah ilmu yang hanya bisa dikuasai oleh orang picak saja.


''Pemuda sumbing keparat., pantas saja matanya yang tinggal sebelah selalu melotot dengan raut muka menjijikkan, rupanya dia telah melihat seluruh tubuhku. Kurang ajar., aku bersumpah mengorek matanya.!'' rutuk Roro dalam hati.


Dulu dalam sejarahmya ilmu aneh ini diciptakan oleh seorang telik sandi dan ahli pencari jejak di masa awal berdiri kerajaan Majapahit yang bernama Ki Pancar Netra. konon waktu itu dia ketahuan saat mencoba menyelidiki pasukan dari Ranggalawe, sang adipati Tuban yang berniat memberontak. dalam pelarian mata kirinya tersambar anak panah, masih untung tangannya sempat menahan hingga panah itu tidak sampai tembus ke otak.


Dengan menahan rasa sakit dia mencabut anak panah itu sampai biji mata kiri ikut terbetot keluar. mata kiri itu lalu dia telan tanpa perduli anak panah itu mengandung racun.


Dengan sisa tenaga Ki Pancar Netra berhasil sampai ke kota raja Majapahit dan melaporkan hasil penyelidikannya. karena kehabisan tenaga dan darah orang ini lalu pingsan dan lumpuh. oleh sang raja majapahit dia diberikan sebuah tempat peristirahatan mewah dan harta yang banyak sebagai imbalan jasanya, tapi Ki Pancar Netra harus berhenti menjadi telik sandi atau mata- mata kerajaan itu karena sudah di anggap tidak mampu lagi bekerja.


Hal ini membuat Ki Pancar Netra merasa tersinggung dan mendendam. diam- diam dia berusaha keras menyembuhkan dirinya. setelah pulih dia lalu berhasil menciptakan sebuah ilmu kesaktian penembus pandang yang dinamai ilmu Mata Hantu Malam. dengan ilmu ini Ki Pancar Netra bersama beberapa kawannya mendirikan sebuah perkumpulan jasa pencarian orang dan barang yang hilang. dalam waktu singkat perkumpulannya menjadi ternama karena berhasil menemukan jejak buronan atau barang pusaka yang lama menghilang . tapi orang ini tidak pernah mau menerima permintaan dari Majapahit, mungkin karena masih dendam.


''Siapapun yang menghina ulat bawangku dia harus mati.!'' bentak Nyai Bawang murka. tangannya yang terkepal meremas butiran bawang busuk itu hingga hancur. saat telapak tangannya di buka terlihat puluhan ulat belatung kecil berwarna merah sedang menggeliat menjijikkan, bau busuk yang memuakkan terpancar dari sana. Respati dan Roro mundur setindak, menyadari sedang berhadapan dengan tokoh silat jahat yang sudah kawakan, si pemuda langsung mencabut keluar pedang Iblis hitam dari sarungnya. Roro bentangkan kipas peraknya di tangan kanan, sementara tangan kiri menggenggang lusinan paku dan jarum beracun terbang.


Nyai Bawang pejamkan mata, mulut peotnya komat- kamit seperti merapal mantra. kejab berikutnya dia meniup telapak tangannya. asap putih menyembur menutupi ulat belatung yang ada di sana.


''Anak- anakku yang manis., bunuh kedua orang itu.!'' desis Nyai Bawang bengis. seakan mendapat perintah, puluhan ulat belatung merah itu melesat secepat kilat ke depan.


Respati hendak membabat habis belatung darah itu dengan pedang Iblis Hitamnya. tapi Roro cepat mendahului bergerak. kipas peraknya mengibas tiga kali ke udara lalu menghempas kedepan. segulung angin sekeras dinding baja melabrak mental ulat belatung darah Nyai Bawang disusul hujan belasan paku dan jarum beracun terbang.!

__ADS_1


'Whuuuss., Whuuss.!'


'Siiing, beet, bet.!'


Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun sengaja membagi serangan senjata rahasianya menjadi dua sasaran, Nyai Bawang dan Santang Wirat. karena wanita ini kesal bukan main dengan si sumbing yang telah berani melihat bagian dalam tubuhnya dengan ilmu Mata Hantu Malam. sementara menyerang lawan dia juga sempat membisiki Respati agar sedapat mungkin tidak membabat putus ulat belatung darah itu karena bisa memancarkan cairan beracun. lebih baik langsung memusnahkan saja.


Nyai Bawang mendengus, angin keras itu bukan hanya mampu menghempas balik belatung darahnya tapi juga membuat dia dan Santang Wirat tersurut mundur. belum lagi lusinan jarum dan paku beracun Roro yang melabrak belakangan, membuat keduanya harus cepat menghindar.


Nyai Bawang kebutkan lengan kirinya meraup kembali puluhan ulat belatung darahnya yang semburat mental, sekali lagi dia menggebut ke muka, kembali puluhan belatung darah itu melesat tapi kali ini disertai asap dan cahaya merah membara yang menggidikkan hati.


''Respati awas., ilmu 'Belatung Asap Neraka.!'' seru Roro mengenali ilmu kesaktian yang di lepaskan lawannya. dari gurunya dia sempat di beritahu kalau ilmu Belatung Asap Naraka milik Nyai Bawang sangatlah berbahaya karena siapapun yang tertembus belatung itu darah di dalam tubuhnya akan mendidih. dan orang itu akan mati dengan tubuh seakan matang direbus.!


Santang Wirat juga tidak tinggal diam, tangan kanannya yang terkepal ditiup lalu menghantam. seberkas bayangan cahaya biru sebesar jari telunjuk berhawa panas menyambar ke arah Respati. inilah ilmu Belatung Maut Biru.!


Meskipun diancam bahaya tapi Respati tidak mau gegabah, dia tidak tahu apakah belatung biru Santang Wirat punya sifat sama dengan belatung darah Nyai Bawang yang dapat memancarkan semburan cairan beracun bila di tebas putus. karenanya dia lebih memilih meloncat menghindar sambil hantamkan ilmu pukulan sakti yang dinamai 'Kobra Kuning Penjebol Karang.!'


Dengan tangan terkepal si pemuda langsung menghantam cahaya belatung biru yang datang menyambar. segumpal sinar kuning berbentuk kepala ular kobra melesat memapaki pukulan maut Santang Wirat.


'Whuuusss., Whuuss.!'


'Blaaar.!'

__ADS_1


Dua pukulan sakti bertemu, cahaya belatung maut biru terpental keatas udara, tapi cepat kembali datang mengancam. Respati rada kaget juga, ilmu Kobra Kuning Penjebol Karang yang mampu menghancur luluhkan bongkahan batu padas sampai tidak mampu memusnahkan binatang jejadian itu, pertanda ilmu lawan tidak dapat dianggap remeh.


__ADS_2