13 Pembunuh

13 Pembunuh
Rahasia Istana Angsa Emas. (bag2)


__ADS_3

Suasana seketika menjadi semakin tegang. pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita cantik jelita berjulukan 'Dewi Malam Beracun ini seperti telah menguliti raut wajah mereka. biarpun tiga orang utusan dari 'Istana Angsa Emas' itu berusaha menutupi rasa kagetnya namun Roro Wulandari seolah tidak sudi berhenti mendesak mereka.


''Huhm., kalian orang- orang Istana Angsa Emas tidak perlu lagi berusaha untuk mengalihkan pembicaraan atau berpura- pura bodoh. aku dan semua sahabatku bukanlah sebangsa kerbau dungu yang cuma bisa menurut saja saat diseret kemana- mana. sekarang katakan semuanya dengan jelas dan jujur. atau., kita akhiri segalanya sampai disini saja.!'' ancam Roro mendengus kereng.


Hening sesaat lamanya. bahkan angin pagi menjelang siang yang dingin seakan turut berhenti bertiup. jika masalah menggertak lawan Roro mungkin bisa disebut ahlinya. tidak tanggung- tanggung di tangan kirinya entah sejak kapan sudah terbentang 'Kipas Darah Bulan Mentari'. sementara jari tangan kanannya juga telah siapkan ilmu 'Cakar Tengkorak Darah.!'


Puji Seruni baru pertama kali ini tahu kalau Roro sahabat karibnya mempunyai senjata pusaka seperti itu. biarpun sempat terkesima dia juga tidak mau kalah. sepasang pedang 'Walet Emasnya' juga sudah terlolos dari balik pinggangnya yang ramping. meski dia merasa belum jelas benar dengan duduk masalahnya tapi apapun yang Roro Wulandari lakukan gadis cantik itu selalu siap mendukungnya tanpa banyak tanya.


''Terus terang saja., kami berdua sebenarnya tidak punya kaitan langsung dengan masalah yang terjadi di sini. tetapi jika kalian orang Istana Angsa Emas memilih jalan kekerasan, aku dan istriku juga tidak akan tinggal diam meski harus bentrok dengan sesama pesilat dari golongan putih.!''


Ki Tirtayasa dan Nyi Kunarsih yang sedari awal diam turut pula berdiri. bulu- bulu tebal putih kecoklatan yang menutupi hampir sekujur tubuh mereka seakan berjingkrak kaku dengan lapisan cahaya putih redup menyelimuti tangannya, pertanda kedua orang tua yang tubuh dan wajahnya mirip monyet ini sudah mulai kerahkan tenaga kesaktiannya.


Perubahan keadaan yang terjadi begitu cepat mau tidak mau membuat Ki Sabda Langitan dan kedua panglima Istana Angsa Emas tertegun. walaupun diantara keempat orang lawannya cuma Dewi Malam Beracun saja yang telah mereka ketahui tingkat ketinggian ilmunya tapi 'Raja Ratu Lutung Sakti' dan 'Dewi Seruni Putih' juga bukan pesilat yang dapat dipandang remeh.

__ADS_1


Jika mereka harus bertarung melawan empat orang itu hanya karena enggan menjawab pertanyaan wanita cantik yang terkenal sombong serta punya banyak tipu muslihat ini, walaupun membawa serta belasan anak buahnya tetap saja akan kesulitan bahkan mungkin suatu kekalahan. masalahnya., apa yang mereka ingin ketahui adalah suatu rahasia besar yang tidak bisa sembarang dikatakan pada orang lain.


''Apa hakmu bertanya masalah yang bukan menjadi urusanmu. perempuan sombong yang tidak tahu tata krama sepertimu apakah pantas berbicara soal Istana Angsa Emas.!'' hardik Panglima Istana Kiri yang sejak awal kurang suka dengan sikap sinis Roro. tapi lelaki pucat ini sudah salah beradu mulut karena lawan malah balik mendamprat.


''Justru kaulah yang tidak tahu sopan santun dasar ceking jangkung bermuka pucat sialan. disini sudah jelas yang paling dituakan dalam kelompokmu adalah Ki Sabda Langitan si 'Tangan Penggoncang Langit'. tokoh silat aliran putih yang terkenal tegas membedakan antara putih dan hitam, benar atau salah. aku mungkin bukan perempuan baik- baik tapi diriku selalu menghormati kalangan tua sepertinya..''


''Tapi sayangnya., justru kaulah yang lupa diri hingga berani menyela pembicaraan diantara kami. memangnya kau sudah merasa kalau dirimu lebih tinggi kedudukannya dari pada Ki Sabda Langitan. beliau belum menjawab apa yang kutanyakan tapi kau malah seenaknya mengumbar bacotmu seakan dirimu orang paling penting dalam kelompokmu ini.!''


''Sekarang katakan padaku., siapa orang yang lebih tidak tahu diri diantara kita berdua. aku ataukah kau sendiri.!'' bentak Roro Wulandari bengis. kipas darah di tangannya berkelebat membabat. selarik cahaya merah berbau anyir melabrak meja kayu di depannya hingga terbakar hancur lebur menjadi bubuk. wajah cantik Roro berubah kejam dan beringas. dia sudah berniat mengumbar kemarahannya. tanpa sadar semua orang bergidik seram.


''Huhm., dasar lelaki semuanya sama saja.!'' umpat Puji Seruni dalam hati. ''Itu juga belum cukup. kali ini Roro berniat membuat retak hubungan antara Ki Sabda Langitan dengan anak buahnya dengan mengatakan kalau dia telah bersikap lancang dengan mendahului orang tua itu bicara. biarpun hanya diam tapi kutahu dari sikapnya tokoh silat kawakan ini sudah tersinggung karena merasa tidak dihargai..''


''Hii., Hi., punya sahabat karib seaneh Roro membuatku tidak tahu mesti bersyukur ataukah malah memakinya tujuh turunan..'' batin Puji Seruni tertawa sendiri. sementara Raja Ratu Lutung Sakti juga berpikir lain. ''Wanita licik ini sangat pandai memutar balikkan kata sekaligus mempengaruhi jalan pikiran lawan bicaranya..''

__ADS_1


''Dia sengaja membuat hancur lebur meja kayu didepannya untuk menggertak seolah sudah siap beradu jiwa. tapi aku yakin semua itu hanya tipu muslihatnya karena sejak awal Dewi Malam Beracun tidak bakal sudi keluar tenaga banyak jika dengan permainan otaknya saja dia sudah bisa mengendalikan lawan..'' pikir dua ketua padepokan Lutung Ciremai itu.


''Ingatlah, semua kerja sama ini dimulai karena kepentingan kalian. kami tidak punya banyak waktu. jadi katakan sekarang juga atau semuanya berakhir.!'' desak Roro tajam. ''Bukan kami tidak mau mengatakannya tapi kami tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya..'' tanpa sadar Panglima Istana Tengah bergumam. ''Diam., jangan katakan apapun pada mereka saudariku.!'' bentak Panglima Istana Kiri gusar.


''Sudah cukup. kaulah yang seharusnya diam.!'' Ki Sabda Langitan menghardik bawahannya yang kaget karena tidak menyangka bakal ditegur keras. ''Dewi Malam Beracun., yang dikatakan Panglima Istana Tengah bukannya omong kosong. kita tidak bisa mengatakan soal keberadaan Istana Angsa Emas karena., kami., kami sendiri tidak tahu jelas tempat itu ada dimana..''


Semua orang terdiam cukup lama. orang Istana Angsa Emas bilang kalau mereka sendiri tidak tahu keberadaan tempat itu. apakah semua ini cuma lelucon bodoh.? Roro yang pertama kali terkekeh lantas bergelak keras. ''Haa., ha., ha., kalau hendak melawak sebaiknya cari saja sebuah panggung yang besar. disini bukan tempatnya bicara omong kosong.!'' dampratnya marah.


''Tapi semua itu benar adanya. sejak terjadi pengkhianatan di dalamnya lebih dua puluhan tahun silam tempat itu turut lenyap. bertahun- tahun lamanya kami berusaha untuk terus mencari jalan menuju kesana tapi tidak pernah dapat kami temukan..'' potong Panglima Istana Tengah.


''Karena sebenarnya., Istana Angsa Emas adalah sebuah Istana rahasia yang berada di alam gaib. untuk dapat masuk ke dalam dunia gaib itu diperlukan pemilik 'Darah Keabadian' dan mantra- mantra tertentu yang dapat membuka jalan penghubung menuju kesana.!'' sambung Ki Sabda Langitan turut menerangkan sembari menarik nafas berat.


Roro Wulandari lipat kipasnya. matanya yang bening sekilas menatap keatas gubuk. Puji Seruni juga sarungkan kembali pedang Walet Emas diikuti ketua perguruan silat Lutung Ciremai yang kembali duduk. meskipun keempat orang ini merasa sangsi namun juga paham kalau semua yang telah mereka dengar adalah suatu kebenaran. akhirnya., semua rahasia itupun mulai terkuak.

__ADS_1


*****


Kalau berkenan mohon untuk menuliskan komentar Anda๐Ÿ‘Œ. Terima Kasih ๐Ÿ™.


__ADS_2