
Sementara Puji Seruni si 'Dewi Seruni Putih' masih berniat untuk mengumbar kasih dengan Pranacitra, hampir semua orang disana hanya bisa merutuk kesal dalam hatinya melihat kedua muda- mudi itu seakan tanpa merasa risih ataupun malu terus saja berpelukan di depan mata banyak orang.
Sebenarnya bukan masalah kalau ada kaum muda sedang memadu asmara, namun yang membuat jengkel mereka melakukan semua itu pada saat dan tempat yang sangat tidak tepat. pulau 'Seribu Bisa' ini adalah medan pertarungan antara hidup dan mati kaum persilatan, bukan tempatnya para muda- mudi bercumbu rayu tanpa ada rasa malu.
Kalau saja mereka tidak memandang salah satu pelaku dari tindakan bodoh itu adalah si 'Siulan Kematian' alias 'Pendekar Pincang Tanpa Perasaan' yang punya ilmu kesaktian sangat tinggi dan ditakuti orang persilatan dari berbagai golongan, mungkin mereka sudah lama mencaci maki kedua orang muda keblinger itu.
Namun apa daya., biarpun hampir dua tahun belakangan dia lenyap tidak karuan kabarnya tapi nama besarnya yang menyeramkan tidak pernah pupus dari pikiran orang persilatan. terpaksa mereka cuma bisa mengomel dalam hati dan melotot penuh kegusaran. sialnya., Puji Seruni yang biasanya pendiam sekarang malah bertingkah genit, hingga untuk sesaat mereka berdua jadi tontonan semua orang baik dari pihak 'Istana Angsa Emas' maupun yang bersekutu dengan '13 Pembunuh'.
Yang paling merasa geram tentu saja adalah ketua Kelompok 13 Pembunuh. setelah semua pasukan mayat hidupnya musnah akibat tidak tahan dengan cahaya mentari pagi, dia juga disuguhi pemandangan yang dirasakan merusak matanya. belum sempat dia memberi perintah pada para pengikutnya untuk kembali memulai pertarungan, tongkat besi hitam ditangan Pranacitra terangkat menudingnya.
''Ketua 13 Pembunuh., sebenarnya aku tidak punya silang sengketa dengan kelompokmu juga tidak perduli akan mimpi besarmu untuk menjadi penguasa dunia persilatan. lagi pula., orang yang mungkin lebih pantas dan mempunyai kemampuan untuk menghabisi dirimu sebentar lagi akan datang.!'' gertak si pincang dengan suara serta pandangan yang dingin.
Wajah dibalik topeng tengkorak keperakan itu semakin mengkelam. namun tanpa sadar dia juga merasa bergidik melihat tatapan mata yang seolah mata orang yang sudah mati ini. tapi manusia jahat itu mana bisa ditakuti oleh apapun. dengan mengumbar tawa keras yang menggoncang seluruh pulau, seolah sanggup meruntuhkan bukit- bukit karang, manusia tinggi besar ini balas mendapat.
''Haa., ha., ha., 'Setan Pincang Penyendiri, Iblis Pincang Kesepian' atau siapapun gelaran serammu di luaran sana. kau bilang akan ada orang yang sanggup membunuhku di pulau kekuasaanku ini. dengarkan anjing pincang keparat., tidak ada satupun manusia di dunia ini yang mampu menandingi kekuatanku apalagi sampai membunuh diriku.!''
Namun baru saja sang ketua 13 Pembunuh hendak mengumbar amarahnya, dari satu arah terdengar jeritan ngeri susul- menyusul. kejadian ini tentunya membuat beratus- ratus orang pesilat yang ada disana terperanjat. hampir bersamaan mereka menoleh ke asal suara itu. tapi yang muncul disana malah sesosok bayangan putih yang terlempar ke udara disertai tumpahan darah dan potongan tulang daging berbau hangus.
__ADS_1
Yang tergeletak di tengah kumpulan ratusan orang ini jelas tubuh seorang manusia. hanya saja kini tinggal kepala badan dan sebelah tangan kiri saja. meskipun jubah putih orang tua yang wajahnya hancur pecah serupa daging cacah dibakar gosong sudah koyak bersimbah darah hingga tidak dapat dikenali, tetapi dari tangan kirinya yang berwarna kebiruan jelaslah kalau sosok tua yang sudah jadi mayat ini bukan lain si 'Iblis Tangan Biru.!'
Hampir semua orang disana bergidik ngeri. selain karena keadaan si mayat yang sangat mengerikan juga kebanyakan dari mereka tahu betul kehebatan ilmu pesilat tua yang pernah bergabung dalam partai 'Gapura Iblis' itu, terutamanya para anggota 13 Pembunuh. lantas sekarang, siapakah orang yang mampu membunuhnya.?
Melihat kematian anak buah yang paling suka menjilatnya itu, ketua 13 Pembunuh meraung gusar. kedua tangannya terentang mengepal ke atas udara. suara keras, berat dan parau yang menggaung seram seolah membuat runtuh awan di langit. sinar matahari pagi yang mulai sedikit naik mendadak seperti menyurut hingga suasana menjadi kelam dengan awan putih berubah menjadi hitam.
Gemuruh guntur dan datang kilat bersautan sementara gelombang angin punting beliung menghempas dari tengah lautan. bukan pihak pesilat golongan putih saja yang merasakan kengerian dari amukan alam ini. tapi orang persilatan aliran hitam dan 13 Pembunuh. mereka semuanya tidak pernah mengira sang kekuatan sakti sang ketua sanggup membuat kegemparan sedahsyat itu.
Pulau Seribu Bisa berguncang keras seperti dilanda gempa. puluhan orang terjungkal roboh karena tidak kuat menahan getaran yang timbul entah disebabkan apa. ''Kalian semua tunggu apa lagi., musuh sudah tinggal segelintir saja. bantai mereka semuanya dan dapatkan imbalan besar dari harta pusaka Istana Angsa Emas.!'' gembor ketua 13 Pembunuh.
Terpaksa dengan seluruh sisa tenaga dan jumlah yang kalah jauh, pihak Istana Angsa Emas yang dibantu persekutuan Bulan Perak dan tokoh persilatan aliran putih harus kembali menahan gempuran lawan. yang paling menakutkan tentunya adalah dua puluh empat mayat hidup telanjang yang kebal terhadap pukulan juga senjata sakti.
Sementara itu walaupun sekarang ini anak buahnya mampu mendesak lawan hingga ke titik akhir tapi dalam hatinya sang ketua 13 Pembunuh justru merasakan kegelisahan. ''Kejadian awan gelap disertai guntur kilat. amukan gelombang ombak badai dari tengahi lautan setinggi bukit yang datang bergulung menghempas hancur karang- karang pantai, juga guncangan keras seolah gempa besar melanda pulau ini..''
''Sebenernya apa yang telah terjadi. kenapa bisa timbul kejadian aneh dan menyeramkan seperti tadi. masih untung diriku cepat mengambil keputusan memberi perintah pada mereka untuk secepatnya menghabisi lawan, sehingga manusia- manusia tolol itu semuanya mengira kalau kekuatan saktiku yang telah membuat segala amukan alam ini terjadi.!'' batinnya khawatir sekaligus merasa keheranan.
Orang tinggi besar berjubah kuning dengan sulaman angsa emas ini menyeringai saat melihat amukan dua puluh empat mayat hidupnya yang tidak dapat lagi dihancurkan oleh siapapun. biarpun pasukan mayatnya belum sanggup untuk melibas mereka karena yang tersisa adalah para pesilat aliran putih berilmu tinggi, tapi pada akhirnya mereka juga akan mati kehabisan tenaga.
__ADS_1
''Haa., ha., mampus. mampuslah kalian semuanya dasar kaum aliran putih dungu. terus serang dan hancurkan mereka. imbalan besar dariku sudah menunggumu wahai para pengikutku.!'' gelak tawa dan seruan ketua 13 Pembunuh membuat para bawahannya semakin kesetanan. suara manusia iblis itu seperti mengandung perintah gaib yang membakar jiwa nafsu membunuh.
Mayat bertumpuk dan membusuk. darah yang terus mengalir sebagian telah membeku. setiap telapak kaki melangkah disana akan terasa basah, anyir menyengat dan busuk. bibir Kyai Jabar Seto terus melantunkan untaian doa dan dzikir. tasbih bersinar biru ditangannya berkelebatan menghantam tubuh mayat hidup yang kerasnya melebihi besi.
Jika pada waktu lain ilmu kesaktian juga senjata tasbih birunya mampu membunuh lawan yang mempunyai ilmu kebal sekalipun, namun sekarang tidak ada lagi gunanya. dia sempat melirik ke penjuru lainnya. keadaan semua kawan aliran putih juga tidak berbeda. malahan mungkin lebih parah darinya. meski niat hati ingin membantu tapi sayangnya dia tidak punya daya apapun.
Karena sedikit berpaling dan lepas perhatian, salah satu mayat hidup telanjang perempuan bergerak cepat dari samping kiri. kedua tangan lurus mencabik dan mencengkeram leher Kyai Jabar Seto. meskipun hanya mayat hidup tapi dalam keadaan telanjang bulat di depannya membuat hati orang tua ini merasa sangat risih dan muak hingga dia terlambat untuk menghindar.
Tanpa sadar dia berteriak tertahan saat menghadapi maut yang datang. selarik cahaya hitam tajam berkelebat cepat lalu lenyap didepan mata. sepuluh jari mayat berkuku panjang penuh racun itu berhenti cuma setengah ruas jari dari jakun leher Kyai Jabar Seto. sebagai gantinya satu garis tipis berwarna hitam justru muncul di leher mayat hidup wanita telanjang itu.
Meskipun tidak ada darah yang tertumpah namun kepala si mayat jatuh menggelinding ke tanah. asap hitam menyembur dari potongan lehernya. seiring dengan itu tubuh si mayat yang kebal senjata sakti apapun ini terkapar tumbang sebelum akhirnya terus menyusut kering dan menghilang menjadi gumpalan debu hitam tertiup angin.!
Hanya satu peristiwa mayat hidup yang hancur setelah terpotong lehernya. tapi kejadian ini membuat semuanya terkesima diam utamanya dari pihak 13 Pembunuh. hampir serentak mereka melihat kesana. tepat di belakang mayat hidup tadi berada entah sejak kapan berdiri seorang pemuda berbaju putih dengan selembar ikat kepala dari kulit ular hitam melilit rambut gondrongnya. saat itu si pemuda masih diam menunduk dengan pandangi sebilah pedang pendek berhawa hitam pekat yang baru saja memenggal leher sesosok mayat hidup wanita yang bugil.
.......
Telat update lagi 🙏. silahkan tulis komentar Anda. Terima kasih.
__ADS_1