
Pulau Seribu Bisa.,
Sebuah meja besar berbentuk bundar yang terbuat dari batu pualam putih dan di kelilingi oleh tiga belas kursi dari bahan yang sama itu sudah di tempati oleh tiga belas orang. satu kursi batu pualam putih di antaranya terlihat lebih besar tinggi dan berbeda letaknya dari dua belas kursi lain yang mengitari meja bundar itu.
Jarak lima enam tombak di sekeliling meja bundar terlihat ratusan bahkan mungkin ribuan binatang berbisa, mulai ular, kelabang, kalajengking, laba- laba hingga kadal, lebah, kupu- kupu, semut besar dan masih banyak lagi. semua hewan itu memiliki racun ganas dalam tubuhnya
Hawa dan kabut tipis yang mengandung racun terlihat samar menggantung di udara. meski begitu anehnya ribuan binatang berbisa yang mematikan itu seolah takut mendekati tempat tiga belas orang yang duduk mengelilingi meja bundar pualam putih itu.
Bahkan saat tiga orang berseragam hijau yang mendatangi dengan memanggul sebuah karung melewatinya, sekumpulan binatang beracun itu cepat bergerak menjauh seakan sengaja memberi jalan pada mereka. setelah menjura hormat tiga orang ini meletakkan buntelan karung panjang di atas tanah yang dari sana terpancar bau busuk mayat.
Seorang lelaki gemuk kekar berkepala gundul dan berkulit kemerahan yang dari tubuhnya tercium aroma minuman keras melirik orang tinggi besar berjubah kuning yang duduk di atas kursi besar dan tinggi. wajah orang ini tidak terlihat karena tertutupi sebuah topeng tengkorak menyeramkan yang terbuat dari perak. dengan satu isyarat dia menganguk.
Si gemuk ini rupanya seorang pemabuk, setelah menenggak minuman keras dari dalam kendi tanah yang tergenggam di kedua tangannya dia melangkah terhuyung. sekali kakinya yang gempal menendang, karung tebal berbau busuk itu robek tersingkap.
Biarpun sudah mendapatkan kabar tentang isi karung itu, kecuali orang tinggi besar berjubah kuning bertopeng tengkorak serta seorang lelaki tua bermuka dingin bengis yang tangannya buntung sebelah kanan, tetap saja beberapa orang lainnya sempat keluarkan seruan tertahan.
Di sana terlihatlah sesosok mayat lelaki yang sudah busuk dan menghitam. meskipun raga orang ini sudah di berikan sejenis bahan pengawet, tapi tetap tidak mampu menahan kebusukannya. dari keadaan mayat dapat di simpulkan kalau kematiannya akibat racun yang sangat ganas.
Walaupun sudah sulit untuk di kenali, tapi dari jubah hijau dan perawakannya si topeng tengkorak berjubah kuning yang bukan lain adalah ketua dari kelompok '13 Pembunuh' itu masih dapat memastikan kalau sosok itu adalah mayat dari salah satu anak buahnya yang bernama Kamajaya atau si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa.!'
__ADS_1
Si pemabuk yang memang 'Setan Arak' itu menggerung buas. tanpa meminta ijin pada pimpinannya dia menendang mayat bekas rekannya sampai mencelat tiga tombak ke muka dan hancur saat tiba di atas tanah. serentak ratusan binatang beracun berebutan memangsa mayat itu hingga dalam sekejap saja tinggal onggokan tulang belulang busuk menghitam.!
''Kamajaya keparat., sungguh tidak kuduga dia berani berkhianat.!'' rutuk si Setan Arak lantas teguk minuman kerasnya hingga habis. pipi dan perutnya yang kemerahan menggembung hingga nyaris dua kali ukuran asalnya. sekali dia menyembur, dari mulutnya keluar cairan arak beracun yang menebar hawa panas dan busuk. jarak semburannya mencapai lebih dari tiga tombak dan menyasar tulang belulang Kamajaya.
Onggokan tulang hitam itu seketika hancur meleleh. ratusan binatang beracun yang masih berebut sisa daging mayat Kamajaya juga turut musnah. itulah ilmu 'Semburan Arak Iblis' yang menjadi andalan si Setan Arak. kabarnya pada tingkatan puncak, ilmu itu.juga mampu menyemburkan arak beracun yang berselimut bara api.!
Hampir semua orang yang ada di sana sama tercekat ngeri melihat kedahsyatan ilmu Setan Arak. kecuali sang ketua dan para anggota 13 Pembunuh yang seangkatan dengannya. sambil mengamuk dia menyambar kendi arak baru yang tersedia di atas meja bundar. anehnya meskipun orang ini sangat gemar minum, tapi hampir tidak pernah kencing.
''Huhm, jahanam busuk., dia sudah bersama dengan kita lebih dari dua puluhan tahun. tapi sungguh di luar dugaan penggila wanita ini berani menikam kita dari belakang. sialan.!'' dengus orang berkulit putih dan bermata sipit gusar. di kedua tangannya tergenggam butiran dadu besi yang memerah dan mengepulkan asap panas, tanda orang ini sedang menahan hawa kemarahannya. siapa lagi dia kalau bukan si 'Penjudi Dari Akhirat.!'
''Wahai Ketua kami., bagaimana pendapatmu tentang masalah ini, jangan katakan kalau kau hanya menganggap sepele semuanya..'' ujar Penjudi Dari Akhirat. semua orang menoleh ke arah orang yang jubah kuningnya bersulam seekor angsa emas. setelah hening sesaat lamanya sang ketua itupun berdiri.
Tubuhnya bergerak tanpa suara mengitari meja bundar melewati punggung- punggung anak buahnya. kalau di perhatikan orang ini tidak sedang berjalan menggunakan kedua kakinya, melainkan tubuhnya melayang ringan sejengkal di atas tanah, bagaikan bayangan hantu sebelum kembali duduk di kursinya. ini adalah suatu pertunjukan ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi.
''Setelah menyampaikan pesannya, anak buahmu itupun mati menyusul semua kawannya yang mampus lebih dulu di ujung pedang Nyi Sira. suatu kejadian yang menarik, karena selama ini nenek buta itu tidak pernah meninggalkan para korbannya dalam keadaan terluka parah. dia hanya mau pergi jika sudah memastikan semua sasarannya mampus. dan anehnya kejadian seperti ini berulang di lain tempat hingga tiga kali.!'' ujar sang ketua. saat dia berbicara suaranya terdengar menggaung seram seakan berasal dari dunia kegelapan.
Semua yang hadir tertegun saling pandang. meskipun di sekeliling meja bundar pualam putih itu banyak anggota baru dalam kelompok 13 Pembunuh, namun mereka juga sudah lama mendengar soal sepak terjang dan kebiasaan Nyi Sira. dalam hatinya mereka mengakui ada sesuatu yang aneh di sini. ''Aa., apa mungkin Nyi Sira yang secara tidak sengaja meninggalkan anggota yang sekarat itu tanpa sepengetahuannya.?'' bertanya si Sukma Tertawa agak tergagap.
''Itu sangat tidak mungkin terjadi. biarpun diriku sudah sangat lama tidak berjumpa dengan Nyi Sira, tapi akupun sependapat dengan yang mulia ketua..'' sahut seorang nenek tua berjubah putih bermuka bengis penuh bekas cabikan luka, kalau di lihat kulit si nenek yang kurus kering ini seperti sengaja di lumuri bubuk dan cairan hitam pekat seperti arang bakar hingga dari tubuhnya seakan terpancar bau daging gosong.
__ADS_1
Dia adalah seorang anggota baru dalam kelompok 13 Pembunuh, dulunya nenek tua ini adalah tokoh silat jahat yang sudah lama berkuasa di sepanjang pesisir tenggara tanah Andalas yang bergelar 'Momok Jelaga Hitam'. kabarnya orang ini sudah mati setelah di keroyok banyak sekali musuhnya. sungguh tidak di duga kalau ternyata dia masih hidup dan kini bergabung dalam 13 Pembunuh.!
''Ooh begitukah., lantas apa alasanmu hIngga kau bisa sependapat denganku.?'' tanya sang ketua. nenek bertubuh hitam legam itu menghormat terlebih dulu baru bicara. ''Aku kenal betul Nyi Sira, karena saat dia kabur dari bekas kekasihnya si 'Iblis Pedang Buntung' dengan membawa luka di kedua matanya, akulah yang menolongnya. asal kalian tahu saja sebenarnya Nyi Sira masih terhitung adikku satu buyut. kami sudah saling kenal sejak masih bocah ingusan..''
''Sejak matanya buta, didalam hatinya cuma ada dendam kesumat dan rasa curiga. pernah aku melihatnya membantai satu perguruan silat yang salah satu muridnya tanpa sengaja meludah di dekatnya. tanpa bicara apapun dia mengobrak- abrik seisi perguruan itu hingga habis tanpa sisa. bahkan seekor ayampun tidak dia biarkan hidup. ada dua orang yang nyawanya tinggal beberapa tarikan nafas, Nyi Sira tanpa ampun langsung memotong leher mereka berdua.!''
''Dari semua kejadian itu aku berani bertaruh, kalau Nyi Sira memang sengaja meninggalkan satu orang bawahan agar dapat menyampaikan pesannya pada kalian. tapi masalahnya., kenapa dia mesti bersusah payah seperti itu. apa yang membuatnya enggan untuk datang kemari dan melaporkan pengkhianatan Kamajaya langsung pada ketua.?'' desis Momok Jelaga Hitam sambil melirik sang ketua. seketika tanpa sadar semua orang menjadi tegang dan curiga.
''Haa., ha., apa yang kau katakan itu cukup masuk akal, tapi aku juga punya pendapat lain. bukan tidak mungkin terjadi jika sebenarnya Nyi Siralah yang punya niat berkhianat dan Kamajaya memergokinya. mereka bertarung dan orang itupun tewas di tangannya. untuk menutupi jejak Nyi Sira sengaja menaburkan racun agar mayat Kamajaya lebih cepat membusuk hingga sulit di kenali..''
''Lantas sekarang dia menebar kecurigaan diantara anggota 13 Pembunuh. baik orang lama maupun baru seperti kita. dengan harapan semuanya dapat saling bunuh lantas dialah yang menikmati sendiri hasilnya. rahasia 'Darah Keabadian' dan harta pusaka 'Istana Angsa Emas.!'' desis seorang pengemis yang memiliki sepasang bola mata hitam. si 'Pengemis Tua Mata Setan.!'
''Pengemis tua busuk., apa maksud ucapanmu barusan. jika kau tidak bisa menjelaskannya padaku, jangan salahkan kalau kehilangan nyawa di pulau Seribu Bisa ini.!'' bentak Momok Jelaga Hitam. orang tua berpakaian gembel itu mendengus geram. sepasang mata hitamnya berkilat menggidikkan. sesaat lagi kedua orang itu hendak bentrok kesaktian, tapi sebuah hembusan angin keras membuat mereka tertahan.
''Sudah cukup keributan ini. sebenarnya sangat mudah bagiku untuk melihat semua yang ada di balik masalah yang kita hadapi sekarang. bisa jadi Kamajaya memang berniat berkhianat, tapi dapat juga Nyi Sira yang telah melakukannya. dalam pikiranku siapapun yang berkhianat diantara mereka berdua itu tidaklah penting. karena diriku berani bertaruh., kalau sebenarnya Nyi Sira juga sudah tewas.!''
Serentak semua orang terperanjat dan menoleh pada sang ketua 13 Pembunuh. bahkan orang tua bertangan buntung alias si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' yang selama ini selalu tidak perduli juga tidak dapat menutupi keheranannya. ''Apa maksudmu wahai ketua.?''
''Huhm., tidak biasanya sampai kau ingin tahu permasalahan. tapi baiklah akan kukatakan biar otak tolol kalian semua mendapatkan pencerahan. aku menduga ada pihak lain yang mengetahui pertikaian antara Kamajaya dan Nyi Sira lalu menggunakannya untuk dapat memecah belah kelompok ini. kalau demikian., maka si perancang rencana itu cukup punya kemampuan dalam soal tipu muslihat..'' desis ketua kelompok 13 Pembunuh berpikir sambil mengusap wajah topeng tengkoraknya.
__ADS_1
*****
Silahkan anda tuliskan komentar, kritik saran, like👍 vote atau favorit👌jika anda suka. Terims kasih.🙏