13 Pembunuh

13 Pembunuh
Empat pembunuh bertemu.


__ADS_3

Beberapa malam sebelumnya, di tempat yang berbeda., sesosok bayangan kuning terlihat berlarian cepat di antara lebatnya pepohonan hutan. dari gerakannya yang cepat dan ringan laksana terbang dapat di pastikan ilmu meringankan tubuh orang ini sangat tinggi.


Mendadak sosok bayangan kuning ini berhenti berlari lalu jatuh terduduk. dari balik cadar kuning yang menutupi sebagian wajahnya terlihat noda darah. dengan masih menahan rasa sakit sosok berbaju kuning yang rupanya adalah seorang perempuan ini kembali bangkit berdiri.


''Chuih. keparat sialan., mereka masih saja terus mengejarku. agaknya para cecunguk itu memang sengaja di perintahkan untuk menghabisiku..'' geram perempuan bercadar kuning yang di lehernya terlilit selendang rajutan dan gulungan benang besi berwarna kekuningan.


Seekor laba- laba kuning sebesar dua kali telapak tangan dan bermata merah terlihat mendekam di pundak kirinya. wanita cantik bertubuh agak kecil ini semakin gelisah saat mendengar suara banyak orang bergerak cepat menuju ke arahnya.


''Bangsat tua nomor tujuh 'Datuk Tinggi Mayat Besi'., juga semua cecunguk rendahan dari kelompok 13 Pembunuh yang kini mengejarku. akan kubuat kalian semuanya menyesal karena telah berani melukai dan menghalangi jalanku..'' batin wanita itu gusar. setelah berpikir sebentar akhirnya wanita cantik bercadar kuning yang bukan lain adalah si pembunuh nomor empat yang di kenal sebagai si 'Laba- Laba Kuning' sang 'Putri Penjerat' itu mengambil keputusan.


Laba- laba beracun raksasa di pundak kirinya di belai beberapa kali dengan penuh rasa sayang. kepalanya menoleh sambil mulutnya mengumamkan sesuatu seperti sedang berbicara atau mengucap mantra, lalu mendesis dan meniup perlahan.


Sehembusan asap tipis kekuningan keluar dari bibirnya menembus lewat selembaran cadar tipisnya. saat asap kuning itu mengenai tubuh binatang ini, laba- laba yang berada di pundaknya bergetar. mata merah binatang itu terlihat lebih angker menyala.


Sekali melompat laba- laba kuning itu sudah turun ke bawah lalu membuat beberapa kali gerakan berputar mundur membentuk lingkaran jaring besar. binatang itu tidak hanya membuat satu jaring saja tapi dalam waktu singkat sudah tercipta beberapa jaring di sekitar tempat itu.


Karena gelap jaring- jaring itu tidak gampang terlihat oleh mata. melihat laba- laba kuning peliharaannya yang sudah bertahun- tahun menemaninya berbuat demikian, wanita itu menghela nafas sedih sebelum akhirnya berkelebat lenyap di balik kegelapan malam.


Tidak lama kemudian dari kejauhan muncul belasan sosok tubuh berseragam hijau yang bergerak cepat menerobos kegelapan. yang menjadi pemimpinnya adalah seorang lelaki bertubuh besar dan tinggi jangkung. berjubah hitam dan memakai topi tinggi berwarna merah. tampang orang setengah umur ini cukup gagah namun terlihat bengis. sesampainya di tempat itu orang ini hentikan larinya di ikuti belasan orang di belakangnya. dengan bertolak pinggang orang tinggi jangkung itu edarkan pandangannya.


jika ada orang persilatan yang melihat, tentu mereka akan langsung mengenalinya sebagai si 'Datuk Tinggi Mayat Besi' orang nomor tujuh dalam kelompok pembunuh bayaran 13 Pembunuh.!


Dari keadaannya dia bersama puluhan anak buahnya yang berseragam hijau, bercaping dan memakai topeng tengkorak putih itu sedang mengejar seseorang.


''Ayoh cepat kejar wanita sialan itu., siapapun yang mendapatkannya akan diberikan imbalan uang jasa yang besar.!'' seru 'Datuk Tinggi Mayat Besi' dari kejauhan. serentak seluruh anak buahnya berebutan maju lebih dulu.


Beberapa kejap kemudian terdengar seruan kaget dan ngeri dari mulut anak buahnya. saat melewati pedataran rumput di hutan itu, entah kenapa tubuh mereka bertumbangan dan kesulitan untuk bangkit. di saat belum jelas dengan apa yang terjadi, sudah terdengar jeritan- jeritan parau dari orang- orang berseragam hijau itu.


''Setan alas., Putri Penjerat keparat.!'' rutuk Datuk Tinggi Mayat Besi melihat banyak anak buahnya bergelimpangan tergulung jaring- jaring aneh yang bertebaran di atas tanah berumput. yang membuat ngeri mereka bukan saja tidak dapat melepaskan diri dari jeratan jaring yang tidak ubahnya gulungan benang baja tajam hingga mampu merobek kulit mereka, tapi juga serangan gigitan laba- laba besar berwarna kuning beracun yang dengan ganas memangsa tubuh mereka.!

__ADS_1


''Jahanam sial., cepat kalian menyingkir dari tempat ini, ambil jalan memutar menjauh.!'' perintah Datuk Tinggi Mayat Besi murka. dia sendiri cepat lepaskan dua buah senjata rahasia 'Pahat Mayat Membatu' ke arah laba- laba besar yang sedang menghisap darah anak buahnya sekaligus menebarkan racunnya hingga mereka mati dengan tubuh pucat menguning.


'Sheeet., sreet..!'


'Whooos., shraas.!'


Dua senjata pahat terbang dari batu dilepaskan oleh Datuk Tinggi Mayat Besi. tokoh silat dari tanah minang di pulau besar Andalas itu terperangah saat melihat laba- laba itu dapat melompat lincah menghindari pahat terbangnya. satu lagi malah terbuntal mental di gulung oleh benang- benang jaring sekuat besi yang tersembur dari mulut binatang itu.


Saat menghindar serangan dalam beberapa kali lompatan binatang berkaki delapan itu masih sempat menghisap darah anggota bawahan kelompok 13 Pembunuh yang terjerat jaringnya hingga mati lemas.


Sekali lagi mulut binatang itu menyembur, gulungan benang yang tajam dan punya daya lekat hebat itu melesat ke muka Datuk Tinggi Mayat Besi. orang tinggi jangkung ini mendengus gusar kebutkan lengan jubah hitamnya. serangkum angin menderu keras menyapu semburan jaring benang sekaligus melabrak tubuh laba- laba besar itu hingga terpental.


Rupanya binatang itu sudah mulai kelelahan karena telah banyak mengeluarkan tenaganya untuk membuat belasan jaring maut atau bisa juga dia sudah kekenyangan menghisap darah. terlihat perutnya semakin membesar hingga gerakannya menjadi lebih lamban. maka saat pembunuh nomor tujuh itu kembali lepaskan senjata pahat mautnya, laba- laba itupun terpental dengan keluarkan suara letusan kecil, lalu mati dengan tubuh kaku membatu setelah perut besarnya tertembus senjata 'Pahat Mayat Membatu'.


Tanpa perdulikan anak buahnya yang masih terjerat dan tersayat- sayat jaring yang setajam benang besi, pembunuh nomor tujuh dari kelompok 13 Pembunuh itu cepat berkelebat pergi mengejar si pemilik laba- laba besar beracun itu.


Dua jalur benang serat baja berwarna perak melesat dan membelit cabang di atas pohon. dengan ilmu gerakan meringankan tubuhnya yang tinggi. wanita bertubuh ramping dan sedikit pendek itu bergerak cepat menaiki benang bajanya. sekejap saja dia sudah hilang di balik rimbunan pohon.


'Datuk Tinggi Mayat Besi' tiba di sana hanya berselisih tiga kejapan mata saja. mata orang tinggi jangkung itu jelalatan bertolak pinggang. ''Putri Penjerat., aku tahu kau ada di sekitar tempat ini dan mendengarkanku.!''


''Keluar saja kau wanita sialan., siapa tahu aku bisa membantumu untuk meminta ampunan dari tuan Kamajaya karena dirimu telah berani melarikan diri dari tugasmu..''


''Sebenarnya apa masalahnya menghabisi si nomor lima, Ki Manggal 'Pengemis Watu Item' itu. dia cuma pesakitan yang tinggal menunggu mampus karena lukanya terlalu parah..'' teriak Datuk Tinggi Mayat Besi sambil memandang sekelilingnya.


''Huhm., jika aku membantumu meminta ampun, diriku berani menjamin kau pasti mendapat ampunan dari atasan. asalkan dirimu bersedia menemaniku seumur hidup, atau paling tidak beberapa malam ini, Haa., ha.!'' ujar si tinggi jangkung terkekeh licik.


si Laba- Laba Kuning yang berada di atas cabang pohon gemeletuk menahan amarah mendengar ucapan menjijikkan dari si nomor tujuh itu. hampir saja dia tidak dapat menahan diri hingga nyaris terjatuh. masih untung wanita ini dapat bertahan.


''Perempuan setan., kau pikir aku tidak tahu kau berada di mana, bau binatang berkaki delapan di tubuhmu masih dapat tercium olehku., turunlah keparat.!'' bentak Datuk Tinggi Mayat Besi sambil hamburkan lima buah pasak terbangnya ke atas.

__ADS_1


Di atas sana terdengar jeritan tertahan di ikuti terjatuhnya sesosok tubuh. untungnya orang ini cukup sigap hingga tubuhnya sempat dua kali berayun mengunakan benang tali baja di tangannya sebelum mendarat di tanah dengan sedikit terhuyung.


''Putri Penjerat yang manis., kenapa kau lari dariku, jika kita dapat tetap bersama tentunya semua masalah dapat di atasi dengan mudah. kemarilah manis , akan aku sembuhkan luka dalammu dengan pelukan mesraku. Hee., he..'' ucap Datuk Tinggi Mayat Besi terkekeh mesum sambil maju perlahan.


''Datuk Tinggi., apa kau tidak sadar kalau kita semua cuma di jadikan alat dan bidak catur saja di kelompok 13 Pembunuh., Ki Manggal sudah menjadi contohnya. dan bisa jadi., suatu ketika kita juga akan mengalaminya.!'' ujar Putri Penjerat sambil memaksakan diri untuk mencabut sebilah pahat batu yang menancap di pergelangan tangan kirinya.


Meskipun dia berilmu tinggi dan sempat menotok beberapa jalan darahnya, tapi rasa kaku dan mati rasa sudah merasuki tangan kirinya hingga terasa mengeras seperti batu. rasa kaku itu perlahan mulai menjalar naik ke atas lengan kirinya. pucat pias wajah sang Putri Penjerat.!


Dengan tangan kanannya dia hamburkan selusin benang serat baja yang konon sanggup memotong tonggak batu besar. tapi di karenakan tenaganya yang sudah melemah, serangan jurus yang mestinya sangat berbahaya itu dapat di mentahkan lawannya dengan mudah. namun masih ada dua utas benang tajam yang merobek kerah jubah hitam serta menggores pelipis kanan Datuk Tinggi.


''Perempuan sialan., kau benar minta mati lebih cepat., matilah sekarang.!'' damprat Datuk Tinggi Mayat Besi bengis. dengan beringas dia lepaskan sepuluh pahat mautnya di tambah sebuah pukulan sakti berhawa panas. Putri Penjerat gertakkan giginya selendang jaring di lehernya di putar sebat untuk menggebut mental serangan 'Pahat Mayat Membatu' sementara dengan gerakan yang di namai 'Laba- Laba Kuning Merayapi Awan' tubuhnya mencelat terbang dan sesaat mengambang di udara.


Sebenarnya dengan jurus ini dia sanggup lolos dari dua serangan lawannya. tapi kekuatan tenaganya sudah terkuras. hingga dengan cepat tubuh kecilnya terjatuh lagi ke tanah. perempuan itu hanya bisa pasrah saat Datuk Tinggi Mayat Besi menghampirinya. rasa sakit dan kaku sudah semakin menjalari bagian atas lengannya. tenaga dalamnya tersedot untuk menahan racun pahat lawan.


''Hehm., sebelum kau mati kaku, akan aku nikmati dulu tubuh kecilmu ini..'' desis Datuk Tinggi menyeringai keji. tapi belum sempat tangannya menyentuh tubuh mangsanya. terdengar desingan halus belasan jarum terbang yang diikuti sambaran lima larik cahaya merah berbau anyir darah.


''Bangsat pengecut dari mana yang berani menyerangku.!'' umpat Datuk Tinggi marah sekaligus panik. terpaksa dia batalkan niatnya dan langsung berbalik menghindar secepat yang dia mampu sambil balas hantamkan pukulan sakti bertenaga dalam tinggi.


'Whuuss., Wheess.!'


'Chraaass., Blaaam.!'


''Aaakh., keparat.!'' maki orang bertubuh tinggi jangkung itu. empat buah jarum dapat menembus jubah hitamnya yang tebal. masih untung dia punya dasar ilmu kebal hingga jarum itu cuma menembus kulit luar saja. tapi lima larik pukulan sakti bersinar semerah darah itu sempat merobek bahu kirinya hingga gosong.!


Bersamaan dengan Putri Penjerat, orang ini menoleh ke satu arah. di sana terlihat sesosok tubuh perempuan tinggi semampai yang memakai jubah gaun hitam. wajahnya yang cantik jelita seakan bercahaya di timpa sinar rembulan. rambutnya yang hitam lebat dan panjang sepinggul di hiasi tusuk kundai berbentuk bulan sabit emas. caranya berjalan sangat anggun dan membawa daya tarik aneh bagi lawan jenis.


Di samping kiri si cantik ini juga nampak seorang pemuda gagah berbaju putih. berparas tampan namun dingin terkesan tidak perduli apapun. sebuah ikat kepala kulit ular hitam melilit kening dan rambutnya yang gondrong.


''Keparat., ka., kalian., bag., bagai., mana., kalian bisa., ada di., di., sini..!'' geram Datuk Tinggi Mayat Besi menyumpah serapah. dengan hadirnya nomor dua belas dan tiga belas di tempat ini, bukan saja urusan menjadi bertambah sulit. bahkan nyawanyapun juga terancam.

__ADS_1


__ADS_2