
Seperti yang sudah pernah diceritakan sebelumnya, dalam Istana Angsa Emas ada tiga orang panglima utama yang masing- masing mempunyai kehebatan tersendiri. salah satu dari tiga orang panglima utama itu adalah wanita bercadar kuning ini yang mempunyai gelar Panglima Istana Tengah.
Wanita bercadar dan berjubah kuning ini hanya diam tanpa membalas omongan kelima orang itu, meskipun hatinya merasa panas tapi dia mencoba untuk menahan diri.
''Turut mauku sekarang juga kuhabisi saja kelima orang pembuat masalah ini, tapi waktuku terbatas karena mesti menemui Tuan Sesepuh Agung Pelindung Istana. sebaiknya aku segera menyingkir.,'' batin Panglima Istana Tengah sambil balikkan tubuhnya hendak berlalu pergi.
''Kami belum sempat membuka cadarmu tapi kenapa kau malah berlalu.,?''
"Atau jangan- jangan kau memang bersungut dan bertaring hingga marasa malu kalau kulihat., Hek., he.,!'' ejek kelima orang itu lalu tertawa mengekeh.
Kali ini wanita itu tidak lagi dapat menahan kamarahannya, tubuhnya yang sedikit kecil langsing melesat cepat menyeberangi sungai yang lebarnya lebih dari enam tombak.
Panglima Istana Tengah rupanya memiliki ilmu meringankan tubuh yang luar biasa, jarak selebar itu dapat dilaluinya hanya dalam sekali lompatan saja.
Gerakannya sepintas terlihat biasa saja, tapi ditengah jalan kedua telapak tangannya direntangkan lalu menghantam bersilangan, selapis cahaya kuning kemilau disertai hembusan angin panas menyambar kedepan.!
'Whuuss., wuus.,!'
'Blaaar.,!'
Ledakan keras disertai hancurnya bebatuan ditepian sungai terjadi saat pukulan sakti itu datang menyapu, sampai aliran sungaipun sempat terbelah dan muncrat keempat penjuru.
''Keparat., Perempuan gila,!'' rutuk Lima Hantu Ungu Berkepang Maut sambil semburat menghindar. mereka tidak menyangka kalau perempuan berjubah kuning itu mampu menyerang mereka selagi tubuhnya masih berada diatas udara, karena tidaklah gampang membagi tenaga kesaktian untuk melayang menyeberangi sungai sekaligus menyerang lawan.
Ini menandakan kalau wanita bercadar kain sutra kuning itu mempunyai tingkat ilmu kedigjayaan yang sangat tinggi.
Meskipun mampu selamat dari serangan lawan tapi tetap saja sebagian ujung jubah ungu mereka sempat robek terbakar dimakan angin pukulan yang dilepaskan Panglima Istana Tengah.
Baru saja Kelima orang berjubah ungu ini menjejakkan kakinya kebumi, serangan lawan sudah datang mengancam. cahaya kuning berkilauan diseratai sambaran angin panas kembali melabrak dua orang yang berdiri sejajar di sebelah kanan. karuan saja keduanya terperanjat, untuk menghindar tidak keburu, terpaksa mereka berdua menyambut gempuran lawannya.!
Dua pasang kepalan tangan mereka dihantamkan kedepan, serangkum pusaran angin keras menghadang, dua aji kesaktian bertemu.!
__ADS_1
'Whuuuss., Wuuss.,!'
'Blaaam.,!'
Wanita bercadar kuning berdiri tegak, kedua tangannya direntangkan laksana sayap seekor angsa seakan bersiap melepaskan ilmu kesaktian. desiran angin panas dan cahaya kekuningan terasa menyelimuti tempat itu.
Sebaliknya dua orang lawannya jatuh terpelanting dada mereka terasa sesak, dari ujung bibirnya meneteskan darah. susah payah mereka bangkit dan bergerak mundur. tiga kawannya terperanjat mereka sungguh tidak mengira kalau ilmu lawan begitu tinggi. setelah saling lirik kelima orang ini bergerak mengepung.
''Perempuan bercadar kuning., aku tahu kalau kau ini orang dari Istana Angsa Emas yang belakangan muncul kembali kedunia ramai, 'Sungguh kebetulan kami sedang mencari keberadaan kalian..'' berkata Hantu Ungu yang kelihatannya paling tua, agaknya dialah pimpinan dari Lima Hantu Ungu Berkepang Maut.
''Sebelum kau mati ditangan kami berlima, ada baiknya kau beritahukan jalan rahasia menuju Istanamu, siapa tahu kami bisa berbaik hati memberikan kesenangan padamu., Hek., he., hee.,!'' sambung orang yang berdiri paling kiri. dia tertawa mesum sambil mengelus jangut panjangnya yang dikepang. dibandingkan yang lain tampang dan tingkah orang ini paling memuakkan.
Wanita bercadar kuning tertawa nyaring, "Hik., hii., Orang yang bakalan mampus kadang suka bicara ngelantur, mungkin sudah saatnya bagiku si Panglima Istana Tengah untuk melenyapkan kalian berlima.!''
''Kurang ajar., memangnya kau tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini.?'' damprat orang yang janggutnya paling panjang dan sedari tadi berdiam diri.
"Orang bilang Lima Hantu Ungu Berkepang Maut adalah momok baru rimba persilatan, tapi bagiku kalian tidak lebih dari gentong sampah belaka.,!'' jawab Panglima Istana Tengah menghina.
Meskipun tidak menyangka kalau wanita bercadar kuning mampu mengenali mereka, tapi penghinaannya membuat Lima Hantu Ungu Berkepang Maut naik pitam, serentak mereka menggebrak lawan dari lima penjuru.!
'Whuuut., Whuuk., Dess.,!'
'Dheees., Braaak.,!
Gerakannya sepintas lembut tak bertenaga, tapi sesungguhnya punya daya hancur luar yang biasa.!
Lima Hantu Ungu Berkepang Maut meraung gusar, bukan saja dalam gebrakan pertama mereka sudah terjungkal, tapi juga mesti menahan rasa sakit di tangan dan dadanya yang melepuh. bahkan akibat pukulan lawan jubah ungu kelimanya sampai robek besar.
"Kita ganti jurus., 'Sepuluh Tendangan Maut Hantu Ungu,!'' seru si pemimpin sambil mendahului melenting tinggi ke udara di ikuti keempat rekannya, dari atas sana sepasang kaki mereka menyapu kebawah seakan sepuluh tombak langit yang merajam bumi. gelombang angin keras disertai sambaran sinar ungu panas turut melabrak dahsyat.
Tergetar juga hati Panglima Istana Tengah melihat serangan lawannya, dia harus mengakui kalau Lima Hantu Ungu Berkepang Maut memang bukan nama kosong, tapi wanita bercadar kuning ini tidak menjadi panik, sepasang lengannya kembali membuat gerakan seperti angsa mengepak sayap, tubuh langsingnya melesat keatas bersamaan tangannya menghantam, selapis cahaya kemilau kuning memancar, dua kekuatan tenaga sakti bertemu diudara,!
__ADS_1
'Whouus., whuus.,
'Blaaamm., Blaar.,!
'Aaaarhk.,!
Dentuman keras yang diiringi jeritan kesakitan terdengar, enam sosok tubuh bermentalan diudara bagai layangan putus. saat tiba diatas tanah tidak satupun dari mereka berenam yang sanggup berdiri tegak.
Panglima Istana Tengah harus menopang tubuhnya dengan kedua tangannya yang sudah gemetaran jika tidak ingin roboh, cadar sutra kuning yang menutupi wajahnya basah oleh darah, dalam beradu ilmu kesaktian diudara tadi, dia berhasil menghajar tiga lawannya, dua tendangan berhasil ditangkis namun dua lagi mampu melabrak perut dan kedua lengannya hingga terasa remuk nafasnya megap- megap. sinar matanya mulai meredup. untuk ketiga kalinya dia terbatuk darah.
Dijurusan lain Lima Hantu Ungu Berkepang Maut juga tidak berbeda jauh, malahan tiga orang lainnya sampai terkapar diatas tanah, beberapa bekas luka bakar, memar dan melepuh terlihat disekujur tubuh ketiga orang ini. dibantu dua orang lainnya mereka berusaha bangkit berdiri. setelah sempat terbatuk darah ketiganya mampu berdiri, meskipun kakinya goyah dan gemetaran menahan sakit.
''Wanita sialan., kau akan mampus dengan tubuh tercerai berai.!'' damprat sang pimpinan Lima Hantu Ungu sambil memutar kepang rambut panjangnya yang terlihat semakin bertambah panjang.
Empat orang kawannya juga berbuat hal yang sama, memutar kepang rambut kepalanya hingga semakin panjang menyentuh tanah.
Bersamaan kelima orang ini kibaskan kepalanya ke depan, kepangan rambut panjang mereka turut menyambar bagaikan cambukan iblis.!
Panglima Istana Tengah kertakkan giginya, dengan gulingkan tubuhnya dia berhasil menghindari cambukan rambut berkepang lawannya,
'Whuuut., whuut., Sheet.!'
'Chtaaar., chtaar., Blaaar.!'
Hujan cambuk rambut berkepang itu terjadi berulang kali, wanita bercadar hanya bisa melompat dan bergulingan menghindari serangan itu. dalam hati dia mengumpat andai saja tenaganya pulih dia pasti mampu menghantam putus cambukan kepang rambut lawannya.
"Sekarang terimalah kematianmu. kawan- kawan, kita habisi dia dengan jurus 'Cambukan Hantu Api Ungu.!''
Bersamaan dengan seruan pemimpinnya, Lima Hantu Ungu Berkepang Maut kembalI memutar kepalanya. kepang rambutnya yang bagaikan cambuk iblis neraka mendadak diselimuti kobaran api berwarna keunguan.
Maka saat sekali lagi kepala mereka mengibas, cambuk berapi ungu juga turut menyambar.!
__ADS_1
Panglima Istana Tengah yang sudah kehabisan tenaga hanya mampu menghindar dua kali, api keunguan menyambar semak belukar hingga terbakar. kala tiga buah cambuk rambut berapi kembali menyambar, wanita ini hanya mampu menghindari satu serangan saja. dua lainnya telak menghajar tubuhnya hingga jubah kuningnya habis dilalap api.
Wanita ini keluarkan jeritan menyayat hati, tubuhnya yang nyaris telanjang terbakar kobaran api ungu itu sampai terlempar ke dalam sungai. tubuh wanita itu sempat timbul tenggelam dan akhirnya lenyap terbawa arus.