
Mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi dan semua ingatan yang ada di kepalanya, 'Dewi Malam Beracun' tidak terlalu kesulitan saat harus bergerak secara senyap dan cepat di malam gelap seperti itu. sebagai orang yang pernah menghuni pulau 'Seribu Bisa' selama beberapa tahun pastilah dia cukup mengenal keadaan tempat itu.
Sebelum berangkat melakukan penyerbuan, Roro Wulandari juga mengatakan semua yang dia ketahui tentang pulau ini pada rekan- rekannya. karenanya tidak mengherankan jika Puji Seruni dapat langsung memilih tempat pertarungan untuk menghadapi 'Pendekar Pedang Lali Jiwo'. sahabat karibnya itu dapat menggunakan keadaan lingkungan di pulau untuk keuntungannya.
Di pulau yang penuh binatang dan tumbuhan beracun itu ada banyak sekali goa rahasia, baik yang ada secara alami maupun juga hasil dari buatan tangan manusia. lebih dari separuh goa itu digunakan sebagai tempat tinggal para anggota Kelompok 13 Pembunuh dan 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' sedang sisanya menjadi ruang tahanan, ruangan rahasia atau tempat penyimpanan barang.
Roro seketika hentikan gerakan tubuhnya dan cepat merapatkan dirinya ke dinding sebuah goa. telinganya yang tajam dapat mendengar hembusan angin dari kibasan ujung pakaian dari beberapa orang pendatang. walaupun jaraknya masih cukup jauh tapi jelas mereka berilmu sangat tinggi. terbukti hanya dalam beberapa kejap saja sudah sampai di sana.
Aliran darah Roro seketika berdesir lebih cepat. dia tidak berani bergerak sedikitpun bahkan bernafas juga tertahan. jarak belasan langkah dari tempat dia mendekam, telah muncul tiga orang manusia. wanita secantik bidadari ini tidak mengenal pemuda berjubah merah yang ada disana tapi dua orang lainnya bukan lain adalah si Lengan Tunggal Pengejar Roh' dan ketua 13 Pembunuh.!
Hanya sebentar saja ketiga orang itu berada disana. sekali bergerak mereka sudah lenyap dari tempatnya berdiri. karena penasaran Dewi Malam Beracun sempat berpikir untuk mengikuti mereka namun langsung dia urungkan. selain terlalu berbahaya dia juga harus menemukan Respati dan Satriyana sekaligus memastikan keselamatan mereka.
---------
Dengan di dampingi oleh dua orang anak buahnya si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' dan seorang pemuda yang berjuluk 'Pendekar Sadis Bermata Api' sang ketua dari 'Kelompok 13 Pembunuh' berjalan tenang memasuki lorong panjang dari salah satu goa rahasia yang berada di dalam pulau 'Seribu Bisa'.
Orang tinggi besar berjubah kuning dengan sulaman seekor angsa emas itu juga tetap memakai penutup wajah berbentuk tengkorak yang terbuat dari besi berwarna keperakan. manusia ini seolah tidak khawatir dengan penyerbuan besar- besaran orang persilatan terhadap pulau kekuasaannya. baginya segala yang terjadi diluar sana hanyalah sebuah permainan belaka.
Beberapa penjaga berseragam hijau dengan topeng tengkorak putih yang berada di sepanjang lorong itu sama membungkuk hormat saat bertemu dengan ketiga orang pimpinannya. setelah melewati beberapa belokan dan pintu sampailah mereka bertiga didepan sebuah ruangan berpintu besi.
__ADS_1
Dari celah pintu ruangan yang tertutup ini keluar kepulan asap kabut berhawa dingin. sebuah tangan besar yang berhias bekas luka bakar terulur ke pintu besi. sebelum membuka pintu besi itu dia lebih dulu membaca sebaris mantra. hanya dengan gerakan seperti menyentak dan memutar, pintu besi itupun terbuka tanpa menyentuh daun pintu. kepulan asap yang sangat dingin seketika menyeruak ke luar ruangan.
Jika empat orang anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' bertugas jaga didepan pintu ruangan rahasia sama mundur jauh dan menggigil kedinginan, tiga orang pimpinannya hanya mendengus pelan. dengan kekuatan tenaga sakti yang mereka miliki membuat tubuh ketiganya jauh lebih kuat. kabut dingin yang merasuk tulang seperti itu jelas tidak ada pengaruhnya bagi mereka.
Sekali lengan jubah kuningnya mengibas, kabut putih yang sangat dingin itu tersapu musnah. si Lengan Tunggal Pengejar Roh tidak cuma diam. jemari tangan kirinya yang berbentuk pisau- pisau hijau melengkung ikut menjentik beberapa kali. larikan cahaya kehijauan menyambar ke empat penjuru ruangan. empat buah obor kecil yang tertancap di sana seketika menyala hingga ruangan itu dapat terlihat isinya.
Jika sang ketua 13 Pembunuh yang di masa lalu dikenali sebagai 'Tuan Sesepuh Istana Utara' dan si Lengan Tunggal Pengejar Roh hanya bersikap tenang, tidak demikian dengan pemuda bermata merah disamping mereka. orang yang kabarnya menjadi peringkat teratas dari sepuluh pesilat muda saat ini terperanjat juga melihat semua yang ada di depannya.
Di tengah ruangan yang sebagian masih terselimuti kabut dingin itu terlihat dua puluh empat mayat sedang terbaring diatas ranjang batu pualam dalam keadaan telanjang bulat. darah lelaki berjuluk Pendekar Sadis Bermata Api itu sempat berdesir kencang melihat ada juga beberapa mayat wanita cantik terbaring di atas ranjang batu. biarpun hanya berupa mayat namun seolah mereka masih hidup dan sedang tertidur pulas.
Berbeda dengan kakek tua Lengan Tunggal Pengejar Roh. walaupun baru pertama kali memasuki ruangan ini tapi dari sang ketua dia sudah pernah mendengar tentang adanya tempat rahasia ini hingga tidak nampak kaget. namun begitu dalam hatinya juga tetap merasa terkesima karena mengenali ada beberapa mayat di sana yang semasa hidupnya merupakan orang ternama dalam rimba persilatan.
Orang tinggi besar itu hanya terkekeh seram. dis sudah terbiasa dengan sikap orang tua bertangan kanan buntung itu. dia lalu melirik pemuda di samping kanannya, ''Sekarang kau katakan padaku., bagaimana keadaan yang terjadi di luaran sana.?'' tanpa lebih dulu menjura hormat si pemuda berjubah merah dengan garis loreng hitam itu menjawab, ''Dari laporan anak buahku, para penyerbu itu sudah banyak yang tewas keracunan setelah tergigit binatang berbisa penghuni pulau..''
''Yang agak mengejutkan adalah orang- orang 'Istana Angsa Emas' rupanya membekal obat penangkal racun. tapi sepertinya tidak dapat bertahan lama. lebih diluar perhitungan lagi adalah kemunculan persekutuan 'Bulan Perak' karena mereka juga membekal penangkal racun yang agaknya punya kadar lebih tinggi dibandingkan milik orang Istana Angsa Emas. terbukti., sampai saat ini tidak ada satupun anggota mereka yang mampus terkena racun seperti yang lainnya..''
Terdengar suara geraman berat dari balik topeng besi. meskipun cuma sesaat tapi itu menandakan ketua 13 Pembunuh ini sedang dilanda kemarahan. saat dia hendak bicara dari luar lorong goa terdengar suara ledakan keras yang getarannya sampai terasa ke dalam ruang rahasia itu. sesaat ketua 13 Pembunuh saling pandang dengan si lengan buntung.
''Kalau tidak salah asal suara ledakan ini dari goa rahasia bekas tempat tinggal si bedebah tua 'Maling Nyawa'. kau pimpin beberapa anak buah untuk mencari tahu apa yang telah terjadi lalu cepat beritahukan padaku.!'' pemuda bermata semerah kobaran api itu mengangguk dan berkelebat keluar dari ruangan. si tua lengan buntung menggeram. ''Kenapa kau menerima pemuda kurang ajar seperti dia sebagai anak buahmu. sikap sombongnya membuatku muak.!''
__ADS_1
''Haa., ha., perlu apa kau mengurusinya. makin tua dirimu malah gampang tersinggung. selain dia punya kemampuan hebat, justru sikapnya yang tinggi hati itulah daya tariknya. kelakuan anak muda ini membuatku teringat pada si 'Naga Urat Hijau' yang telah mati itu. menurutmu., jika ledakan itu benar berasal dari tempat si pencuri edan, apa menurutmu orangnya sudah mampus.?''
''Huhm., aku hanya tahu biar sekuat apapun manusia jika dia terkena ledakan sekeras itu dan tertimbun dibawah reruntuhan goa batu, orang ini pasti mati.!'' jawab Lengan Tunggal Pengejar Roh mendengus sinis.tidak berapa lama kemudian si Pendekar Sadis Bermata Api sudah kembali bersama belasan orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis.
''Salam hormat yang mulia ketua dan para pimpinan 13 Pembunuh. atas perintahmu kami menyelidiki asal ledakan keras yang baru saja terjadi. sumber ledakan kami pastikan berasal dari dalam goa rahasia yang kabarnya pernah menjadi kediaman si Maling Nyawa. lorong rahasia yang baru ditemukan berada di balik dinding goa bagian ujung telah runtuh..''
''Kuatnya ledakan bahkan sampai turut menghancurkan bagian dalam goa dekat dengan ruangan tidur. kami mesti lebih dulu membongkar reruntuhan agar dapat masuk ke dalam sana..'' jawab salah satu anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis sambil membungkuk hormat diikuti semua rekannya.
Sedangkan pemuda angkuh berjubah merah dengan motif garis- garis hitam malah cuma berdiri diam sambil bertolak pinggang. sikapnya yang jumawa ini hampir membuat si Lengan Tunggal Pengejar Roh keterlepasan tangan untuk menggampar anggota baru 13 Pembunuh yang dia anggap kurang ajar ini.
''Apakah tidak dapat kau lihat adanya mayat dalam ruangan goa itu.?'' bertanya orang tua itu pada anak buahnya. ''Kami tidak dapat masuk lebih jauh karena reruntuhan batu terlalu rapat dan besar. perlu waktu lama jika harus membongkarnya hingga tembus ke pantai. tapi masih sempat terlihat ada sedikit ceceran darah juga serpihan daging diantara reruntuhan batu. lagi pula., dengan ledakan sebesar itu hamba rasa sangat tidak mungkin bagi manusia untuk bisa bertahan hidup..''
''Aaihs., sungguh menyedihkan mendengar salah satu bekas anak buah andalanku di masa silam, kini justru tewas mengenaskan dalam goa tempat tinggalnya sendiri. meski demikian, kenapa hatiku malah merasa ingin tertawa. dasar maling tua tolol., sekarang kau terima akibatnya karena berani mengkhianati diriku.!''
''Kurasa sekarang sudah tiba saatnya untuk memberikan pertunjukan bagi semua orang- orang dungu yang bermimpi mendapatkan harta pusaka Istana Angsa Emas. Haa., ha.!'' gelak tawa ketua 13 Pembunuh terdengar keras menggetarkan ruangan itu. berikutnya dari balik topeng besi terdengar suara orang membaca sebaris mantra aneh. udara sekitar berubah semakin dingin. saat dua tangannya mengibas ke depan, dua puluh empat mayat telanjang bersamaan terbuka matanya.!
"""""""
Silahkan menuliskan komentar Anda, Terima kasih👏✌🙏👌👍.
__ADS_1