
Selain lima orang yang sepertinya menjadi pimpinan, yang paling menonjol diantara para anggota 'Persekutuan Bulan Perak' itu adalah seorang perempuan berpakaian hitam yang datang paling awal. dia bukan lain Nyi Sapta Kenanga, wakil persekutuan Bulan Perak dan di juluki sebagai 'Tujuh Bunga Terbang.!'
Dulu semasa wanita setengah baya ini masih melanglang buana di dunia kependekaran, dia sangat terkenal dengan ilmu penyamaran dan kemampuan ringan tubuhnya hingga sulit untuk di kenali musuh. selain itu wanita ini juga ahli dalam melepaskan senjata rahasia dalam pertarungan baik dalam jarak dekat maupun jauh.
Senjata utamanya adalah sebentuk bunga kenanga berwarna kuning emas terbuat dari besi dengan duri- duri halus dan tajam pada tangkainya yang seruncing paku, serta mengandungi racun cukup ganas. setiap kali menyerang dia hampir selalu lepaskan tujuh buah bunga kenanga kecil yang dinamai senjata 'Kenanga Kuning Sakti' untuk mengincar tujuh bagian anggota tubuh lawannya yang paling mematikan.
Bagi si nenek ceking berjuluk 'Elmaut Dua Belas Jari' yang kebetulan sudah pernah berhadapan dengan Nyi Sapta Kenanga beberapa tahun silam, tentu paham betul kehebatan ilmu lawannya. saat dia berhasil mengemplang mental senjata rahasia lawan, kedua belas cakarnya juga turut tergetar meskipun tidak sampai terluka karena dari ujung cakar hingga sikunya punya kekebalan sekeras besi baja.
''Hek., he., walaupun cukup mengagetkan saat mendapati dirimu menjadi anggota Bulan Perak, namun itu malah kebetulan karena aku bisa menghabisimu sekalian menghancurkan perkumpulanmu.!'' gertak si nenek berjubah kelabu itu. sambil tertawa mengekeh kedua cakarnya bergerak membabat bersilangan kir- kanan lantas mencengkeram seiring dengan tubuh cekingnya yang berkelebat maju.
''Dua Belas Cabikan Cakar Penghancur.!'' teriak Nyi Sapta Kenanga mengenali ilmu kesaktian yang dilontarkan lawannya. dua belas jalur sinar hitam berbentuk cakar menyambar ganas membelah udara malam. dengan andalkan ilmu meringankan tubuhnya wakil ketua persekutuan Bulan Perak ini melompat ke atas untuk menghindari pukulan lawan. dia tidak berani beradu kekuatan secara langsung karena tahu kehebatannya.
Saat dua belas sinar hitam berbentuk cakar mengibas tajam, selain disertai sambaran angin panas juga kepulan asap beracun. hebatnya diujung serangan terdengar suara dua belas kali ledakan yang memecah udara. Nyi Sapta Kenanga tahu betul kalau tubuhnya sampai tersambar cakar hitam itu, dia bukan saja akan tercabik namun juga meletus hangus dan pecah remuk tulang dagingnya.!
Kabarnya untuk dapat menguasai ilmu jahat Itu, si Elmaut Dua Belas Jari sampai nekat merendam dua belas jarinya ke dalam racun ganas bercampur bubuk bahan peledak yang dapat dia picu dengan menggunakan aliran tenaga dalamnya. maka tidak mengherankan jika tubuh sasaran yang terkena bukan cuma tercabik namun juga bisa terpecah hangus.
__ADS_1
Dibandingkan beradu tenaga sakti, Nyi Sapta Kenanga lebih memilih menyerang lawan secara bergantian dari jarak jauh dan dekat dengan ilmu lemparan senjata rahasia bernama 'Tujuh Bunga Terbang Menitik Sukma' yang di sisipi jurus 'Kenanga Mekar Tujuh Kelopak' untuk pertarungan jarak dekat.
Seperti namanya jurus Kenanga Mekar Tujuh Kelopak merupakan jurus pukulan tangan kosong yang mengandalkan telapak tangan. setiap serangannya sangat cepat setajam bagai mata golok. satu pukulan telapak tangan dapat berubah menjadi bayangan tujuh buah telapak tangan bersinar kuning keemasan yang mengincar atas batok kepala, wajah, dada, perut, bahu kiri- kanan dan juga belakang punggung lawannya.
Semua keadaan itu membuat Elmaut Dua Belas Jari menjadi gusar. meskipun dia juga punya ilmu meringankan tubuh yang tinggi tapi masih kalah jika dibandingkan dengan kecepatan gerak lawannya. tubuh ceking nenek bungkuk ini terkepung bayangan telapak tangan kuning emas dari depan belakang serta atas kepalanya hingga hampir saja termakan jurus telapak lawan.
''Bangsat kurang ajar., mampuslah kau Nyi Sapta Kenanga.!'' bentak si nenek mengamuk. saat dia lepas dari kepungan tujuh telapak lawannya dan hendak balas menggempur, Nyi Sapta Kenanga justru sudah mencelat jauh kebelakang sembari menghamburkan tujuh buah senjata rahasia 'Kenanga Kuning Sakti' dari jarak jauh dengan tetap memakai ilmu 'Tujuh Bunga Terbang Menitik Sukma'.
Tapi kali ini lawan bukannya mau repot untuk menggebut mental senjata bunga- bunga kenanga si Tujuh Bunga Terbang, melainkan melesat maju dengan lontarkan ilmu Dua Belas Cabikan Cakar Penghancur. gerakannya tidak berhenti disitu saja karena sambil memutar tubuh dia juga lepaskan tiga buah tendangan yang membawa deru angin hitam dan mengincar bagian bawah perut dan iga.
Debur ombak keras yang menghempas pantai karang seolah tidak mampu membuat dua sosok tubuh wanita cantik itu bergeming dari tempat mereka berdiri. jubah gaun hitam dan jingga tipis longgar yang di kenakan kedua orang wanita ini selain sangat mencolok juga seolah saling bertentangan antara satu dengan lainnya.
Angin lautan yang berhembus cukup kencang menerpa dua raut wajah cantik jelita. jubah longgar serta rambut hitam keduanya yang lebat panjang sepinggul ikut pula bergoyang. aroma semerbak harum dari kedua tubuh indah perempuan ini turut terbawa oleh tiupan angin malam. jika ada orang yang melihat mungkin mereka mengira sedang bertemu dengan dua orang dewi samudera.
Sudah lebih waktu sepeminum teh mereka berdua sama berdiri di atas dua buah ujung batu karang yang tajam dan licin sambil terus memandangi gelombang samudera di lautan lepas tanpa sedikitpun goyah. ini pertanda kedua wanita jelita itu mempunyai tingkatan ilmu kesaktian yang sangat tinggi.
__ADS_1
Perempuan jelita berjubah jingga tipis nyaris tembus pandang itu untuk ketiga kalinya menatap cermin bundar dengan tangkai pegangan serta bingkainya yang terbuat dari emas. dia tersenyum manis seakan sedang mengagumi kecantikan wajahnya sendiri. anehnya bibirnya justru berucap sedih. ''Aihs., kenapa kaum wanita cantik seperti kita selalu saja mendapatkan kesengsaraan dan duka nestapa.?''
''Hhem., kaum lelaki hanya menilai wanita dari keindahan tubuh, kecantikan wajah tutur kata manja, serta senyum dan kelingan mata yang menggoda. setelah mereka bosan, tubuh kita hanya dipandang sebagai sampah busuk lantas dibuang begitu saja. lelaki bajingan seperti ini mesti dihabisi agar tidak lagi membuat kaum wanita menderita.." desahnya melirik wanita secantik bidadari yang berdiri diam sambil merentang kipas keperakan.
"Jika dilihat dari sosok serta gayamu, kau inikah yang disebut sebagai 'Dewi Malam Beracun' bekas anggota nomor dua belas dari 'Kelompok 13 Pembunuh.?'' yang ditanya cuma tersenyum sinis. ''Kalau kulihat dari lagakmu yang menyebalkan, kau ini pastilah orang yang menggantikan diriku dalam 13 Pembunuh. seorang perempuan malang yang kerjanya cuma mencari lelaki untuk digauli sebagai pelampiasan dendamnya sebelum dibunuh..''
''Si 'Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma'. begitulah orang persilatan menjuluki dirimu. Hik., Hi., benar- benar wanita tolol yang kurang kerjaan. bersusah payah merebut lelaki orang lantas dicumbu dan dibunuh. memangnya., dengan begitu keperawananmu yang hilang bisa kembali pulih juga masa lalumu yang sangat kelam dapat terhapus dari ingatanmu.?''
''Dengarkan pesolek sialan. dapat dimaklumi bagi seorang wanita untuk balas dendam pada lelaki yang pernah menyakiti, menghina apalagi mencampakkannya di kumbangan sampah. tapi jika itu semua membuat jiwa dirasuki nafsu iblis hingga terus menerus berbuat keji pada orang yang tidak bersalah, lantas apa bedanya antara kau dengan lelaki dan semua orang yang pernah menganiaya dirimu di masa lalu.!''
''Chuih., Meskipun aku sepakat denganmu jika para lelaki durjana yang seringkali menindas kaun perempuan lemah untuk dilenyapkan dari dunia ini, tapi diriku tidak setuju jika semua pria kau anggap sama. jadi jangan pernah coba membuat alasan konyol yang menggelikan hanya untuk menutupi kebejatan hatimu..'' damprat wanita berjubah gaun hitam yang bukan lain Roro Wulandari itu sembari meludah.
''Satu hal lagi., biarpun wajah dan tubuhmu cukup memikat bagi para lelaki tapi aku tidak suka jika disejajarkan denganmu. kau tahu kenapa, itu karena diriku si Dewi Malam Beracun jelas jauh lebih cantik jelita, menarik hati, pintar dan berkelas di bandingkan wanita sundal yang dungu sepertimu. Haa., ha.!''
*****
__ADS_1
Silahkan tuliskan komentar Anda yah👌. Trims🙏.