13 Pembunuh

13 Pembunuh
Mengail Di Air Keruh.


__ADS_3

Kedua orang berjubah hitam dan putih itu sama hentikan langkahnya. dengan cahaya perapian yang masih berkobar, orang dapat melihat sosok keduanya. rupanya mereka adalah sepasang pria wanita setengah baya. yang perempuan berjubah hitam dengan rambut panjang lebat sedikit beruban, tubuhnya langsing dengan sorot mata tajam.


Sebaliknya yang pria berjubah putih kepala botak, bertubuh tinggi kurus dengan mata setengah terpejam seperti orang sedang mengantuk. ditangan kedua orang ini sama membekal sebatang tongkat besi sepanjang satu tombak yang berukiran kepala seekor ular sedang menjulurkan lidahnya terbuat dari perak.


''Ini suatu malam yang luar biasa., karena tanpa disangka diriku bisa bertemu dengan 'Sepasang Ular Nusakambangan' di tempat ini.!'' tegur Respati sedikit menjura.


Kedua orang setengah umur yang di panggil sebagai Sepasang Ular Nusakambangan sekejap saling lirik lalu tertawa bergelak ''Haa., ha., sungguh tidak diduga pula si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' orang nomor tiga belas dari kelompok.13 Pembunuh bisa muncul di sini..''


''Yang lebih mengejutkan rupanya dia yang menjadi pengantar barang ke Wonolerto..'' ujar kedua orang berjubah hitam putih itu bersautan.


Mendengar nama ketiga orang itu saling sebut nama julukan, seketika dari balik kegelapan terdengar seruan kaget, gusar dan kecewa karena ilmu ketiga orang ini jelas bukan sembarangan. terdengar beberapa orang melangkah pergi karena merasa tidak punya harapan untuk bersaing untuk turut memperebutkan peti hitam itu. tiga orang yang saling berhadapan seakan tidak perduli dengan sekelilingnya. perhatin mereka sudah tercurah pada lawannya.


Dalam dunia persilatan nama Sepasang Ular Nusakambangan meskipun terkenal tapi termasuk jarang keluar dari sarangnya di pulau nusakambangan yang berada di seberang selatan tanah jawa. namun demikian kedua orang bersaudara itu tidak pernah ketinggalan berita tentang apapun yang terjadi di luaran karena mereka juga punya banyak anak buah di dunia luar. dengan demikian maka tidaklah heran jika berita munculnya peti cendana hitam yang konon berisi peta rahasia intana Angsa emas juga sampai ke telinga mereka berdua.


''Kalian berdua jauh- jauh datang dari pulau Nusakambangan di seberang lautan tentunya ada sesuatu yang kalian incar bukan., sekarang katakan apa mau kalian sebenarnya.?''

__ADS_1


Kedua orang itu agak tersentak mendengar ucapan pemuda di hadapannya yang tegas dan langsung ke pokok masalahnya. sesaat mereka terdiam dan berpikir. orang berjubah putih yang bernama Ki Weling Putih akhirnya bicara, ''Orang bilang pembunuh nomor tiga belas Ular Sakti Berpedang Iblis adalah pemuda yang tidak suka basa- basi., rupanya kabar itu benar adanya..''


''Kalau begitu kami dua bersaudara juga tidak akan sungkan lagi. yang kami inginkan sama dengan apa yang di incar gerombolan Kapak Jabrik., peti kayu cendana hitam yang berisi peta rahasia Istana Angsa Emas.!'' kali ini yang bicara adalah Nyi Weling Ireng yang juga merupakan kakak dari Ki Weling Putih.


''Ooh jadi kalian semua yang ada di sini sama menginginkan peti kayu cendana hitam. sayang sekali., seperti kata kawanku yang berpedang buntung tadi, di sini tidak ada peti kayu hitam, putih, kuning ataupun hijau.!''


''Omong kosong., kau pasti berdusta. kalau memang kalian tidak memiliki kotak kayu wasiat itu lalu kenapa hendak terus menuju ke Wonokerto.?'' sanggah Nyi Weling Ireng sambil gebrakkan tongkat kepala ularnya ketanah hingga masuk lebih sejengkal ke dalam. tanah itu keras akibat kemarau panjang, tapi bisa ditembus oleh tongkat kepala ular, menandakan tenaga dalam pemiliknya cukup tinggi.


''Lagipula kalau tidak membawa peti itu, lalu barang apa yang ada pada kalian sekarang ini.?''


Sebagai jawabannya Respsti mencabut pedang Iblis Hitam dari balik punggungnya. meskipun cuma sebuah pedang pendek, tapi hawa gelap dan sinar hitam pekat berbau busuk yang keluar dari pedang itu sangat menggidikkan hati.


''Terus terang saja kukatakan., awalnya kami memang membawa sebuah kotak kayu yang berwarna hitam juga seorang bayi laki- laki. mulanya kami tidak tahu kotak itu berisi apa dan bayi siapa..'' terdengar ucapan manja dan merdu dari seorang perempuan yang sedari tadi duduk menghadap perapian. saat menoleh baru terlihat wajah cantiknya yang menggoda kaum lelaki, sekaligus membuat para wanita iri hati. dari balik kegelapan terdengar helaan dan tarikan nafas tertahan seakan mereka terpukau oleh kecantikan wanita itu.


''Tapi sayangnya., dalam perjalanan bayi yang ternyata adalah bayi ajaib keturunan terakhir dari keluarga istana Angsa Emas itu sudah di rebut oleh seorang perempuan jahat yang berjuluk Kuntilanak Hitam Penculik Bayi.!'' ucap wanita cantik yang bukan lain Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun lalu bangkit berdiri dan melangkah anggun sembari menebar senyuman genit manja.

__ADS_1


Entah terpesona dengan gaya Roro atau karena sebab lainnya Ki Weling Putih sampai tergagap saat bertanya, ''La., lalu bagaimana de., dengan peti hi., hitam itu. si., siapa kau se., sebe., sebenarnya nona can., cantik.?''


Kakaknya Nyi Weling Ireng mendengus kesal melihat kelakuan adiknya. padahal di pulau Nusakambangan tempat mereka, banyak perempuan cantik yang menjadi simpanan sang adik.


''Peti itu sudah di curi oleh 'Empat Mayat Hijau' yang bekerja sama dengan beberapa pesilat kelas atas. meskipun kami dapat membunuh para pesilat itu tapi Empat Mayat Hijau justru berhasil lolos dengan membawa peti hitam itu..!'' sahut Respati. baginya ini kesempatan untuk ikut mengail di air keruh.


''Menurut perkiraanku mereka sedang menuju Wonokerto, karena peti itu sudah di pesan oleh seseorang yang ada di sana. terus terang saja kami pernah beberapa kali berusaha untuk membuka peti itu tapi selalu gagal. peti hitam itu terkunci di beberapa bagian. pasti orang yang memesan peti kayu cendana hitam di Wonokerto itu memiliki kuncinya..''


''Katakan siapa orangnya.!'' gertak Nyi Weling Ireng menahan geram melihat tingkah genit Roro yang membuat adiknya blingsatan.


''Aah., sayangnya kami tidak tahu. pimpinan 13 Pembunuh cuma mengatakan kalau orang yang memesan barang dan bayi ajaib itu akan menjemput kami di Wonkerto..'' ujar Roro meneruskan ucapan Respati. mata mereka sekejap saling lirik. pikiran kedua orang ini seakan sudah tersambung oleh benang- benang kelicikan.


''Bagaimana kalau kita buat permainan adu domba dan mengail di air keruh.?''


''Hii., hi., hi., aku suka permainan seperti itu., nanti kita tinggal melihat mereka saling bunuh lalu kita habisi sisanya..''

__ADS_1


''Berikutnya kita bisa mencari peti kayu cendana hitam yang asli dan membongkar segala tipu muslihat yang telah membuat kita semua hampir kehilangan nyawa.!''


Hanya sebuah lirikan mata dan gerakan tubuh yang seakan tidak berarti. tapi bagi kedua orang pembunuh bayaran yang sudah saling mengenal sejak lama itu lebih dari cukup untuk mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran dan hati mereka berdua.


__ADS_2