13 Pembunuh

13 Pembunuh
Gadis Persembahan


__ADS_3

Ombak di lautan sedang mengganas, badai yang menderu disertai guntur menggelegar membuat suasana malam semakin mencekam. hari itu malam jum'at kliwon yang dalam keyakinan sebagian orang adalah malam dimana banyak muncul mahluk dari alam gaib.


Dua sosok tubuh manusia terlihat berdiri tegak di atas dua buah tonjolan batu karang di tepian sebuah pulau terpencil yang berada jauh di tengah laut selatan. meskipun hempasan ombak lautan berkali- kali menerjang dan gulungan badai menyapu ganas, tapi tidak sedikitpun mampu menggoyahkan tubuh kedua orang itu. ini membuktikan kalau kedua manusia itu mempunyai ilmu kesaktian yang sangat tinggi.


Di sekitar tempat kedua orang ini berada terlihat ratusan binatang beracun sedang berkeliaran, mulai dari ular, kalajengking, kelabang dan masih banyak lagi jenisnya. tapi anehnya tidak satupun yang berani mendekati kedua orang yang berdiri diatas batu karang itu.


Kalau di perhatikan sebenarnya ada tiga orang yang ada di sana, tapi sosok wanita muda berselimut kain merah yang berada di atas panggulan bahu seseorang berlengan buntung itu terlihat terkulai lemas karena tertotok jalan darahnya.


Seorang tinggi besar berjubah kuning keemasan dan memakai sebuah topeng perak berbentuk tengkorak menyeramkan terlihat berdiri tegak. kalau di lihat lebih dekat kaki orang ini tidak benar- benar berpijak diatas batu karang runcing yang ada di bawahnya, melainkan berada sejengkal di atas ujung batu karang itu. dengan kata lain tubuh orang ini melayang. sungguh ilmu meringankan tubuh yang luar biasa.!


"Waktunya akan segera tiba, apa sudah kau pastikan wanita ini masih perawan.?" tanya si jubah kuning bertopeng tengkorak yang memang pimpinan dari kelompok 13 Pembunuh. yang ditanya cuma mengangguk.


"Apa Kamajaya yang mendapatkan gadis ini.?" manusia berlengan buntung alias 'Si Lengan Tunggal Pengejar Roh.' kembali mengangguk, sepertinya orang ini tidak pernah bersuara ataupun bicara.


''Hak.,ha., kalau dia yang mencari pastinya tidak bakal salah, orang ini memang ahlinya perempuan, raja dari segala raja pencinta wanita. Aku juga sudah memintanya untuk mencari orang yang pantas menggantikan si nomor enam Gada Rahwana dan orang kelima yang sudah mampus.!"


Si jubah kuning yang misterius itu sekejab melirik orang buntung di sampingnya, "Aku tahu kau ingin bertanya sesuatu padaku., katakan saja sekarang.!"

__ADS_1


Orang berlengan kanan buntung ini balas melirik tajam pimpinannya sebelum bicara "Kenapa kau korbankan Gada Rahwana, jika dirimu tahu bakal sulit mencari gantinya.?" akhirnya si lengan buntung membuka mulut. saat bicara suaranya terdengar dingin seram tanpa rasa hormat seakan dia tidak perduli sedang berbicara dengan pimpinan kelompoknya.


"Hhem., Sesungguhnya aku juga merasa sayang, tapi makin lama orang ini semakin susah diatur. sebulan sebelum kita menjalankan rencana ini aku mendapat laporan kalau dia berani menghalangi pembunuh nomor empat saat dia kuperintah menghabisi seorang pangeran dari keraton Sumenep di pulau madura, hanya karena tidak terima tugas itu kuberikan pada orang lain..''


''Akibatnya rencana pembunuhan yang di percayakan kepada kelompok kita oleh paman dari pangeran sumenep itu gagal, dan kitapun harus mengganti semua biaya yang telah di bayarkan kepada kita dua kali lipat sesuai dengan perjanjian yang sudah kita sepakati.."


"Meskipun uang bukan masalah, tapi nama besar kelompok 13 Pembunuh bisa hancur akibat kebodohannya.!"


Sang pemimpin mengeram seakan menahan kemarahan. "Karena itu aku memerintah seseorang untuk memberitahu Gada Rahwana tentang munculnya peta rahasia dan bayi ajaib itu., kau tahu mahluk buruk rupa, dungu dan bau itu selalu berangan mempunyai wajah tampan dan digandrungi perempuan. darah bayi itu dianggap bisa mewujudkan semua mimpinya.."


"Akan tetapi meskipun diriku berniat untuk memperalatnya, tapi sungguh diluar dugaan dia mati terlalu cepat di tangan si pembunuh nomor tiga belas Ular Sakti Berpedang Iblis., padahal aku ingin agar Gada Rahwana bisa membuat kegemparan. tapi kurasa ada baiknya juga satu orang bodoh lenyap. toh sekarang ini kegegeran besar juga sudah melanda seantero dunia persilatan seperti yang aku inginkan., Hak, ha. ha.,"


Bersamaan dengan tawa terkekeh si lengan buntung dari tengah lautan yang bergelora muncul satu pusaran air yang makin lama semakin membesar. guntur geledek bersautan, sementara badai topan semakin mengganas seakan hendak membalik samudara.!


Di tengah lubang pusaran air itu dari dalam laut muncullah sesosok mahluk besar dan panjang menyerupai manusia namun berkepala seekor naga. dari hidung dan mulut mahluk menyeramkan ini keluar suara mendengus dan asap kemerahan. melihat kemunculan mahluk itu kedua orang yang berada di atas batu karang serentak menjura hormat.


"Salam Hormatku 'Datuk Naga Wisa'., sesuai perjanjian yang telah kita sepakati, hari ini kembali aku persembahkan seorang gadis yang masih suci untukmu. harap yang mulia Datuk Naga Wisa berkenan menerimanya.." ucap si jubah kuning lalu memberikan isyarat kepada si lengan buntung. tanpa merubah kedudukannya yang masih membungkuk orang ini goyangkan bahunya.

__ADS_1


Seketika tubuh wanita berselimut kain merah meluncur kedepan. mahluk siluman bernama Datuk Naga Wisa ini membuka mulutnya yang berwarna merah dan penuh dengan gigi tajam keluar suara meraung keras di sertai pusaran angin yang juga berwarna kemerahan.


Pusaran angin itu membesar membentuk sebuah lubang, tubuh gadis berselimut kain merah tersedot lubang pusaran lalu masuk ke dalam mulut mahluk siluman itu. setelah sekali terbang berputar sambil mengeluarkan suara menggembor buas, Datuk Naga Wisa kembali melesat ke dalam pusaran air. sesaat kemudian pusaran air itupun lenyap, badai guntur juga turut mereda.


"Persembahan kita sudah di terima Datuk Naga Wisa., setidaknya untuk sebulan ke depan kita masih bisa memakai pulau ini sebagai tempat rahasia kita. tanpa perlu risau binatang- binatang beracun penghuni pulsu ini menyerang kita.." ujar sang pemimpin sambil mendahului berkelebat lenyap di susul si lengan buntung.


Malam semakin larut, angin dingin yang berhembus semakin menambah kesunyian di hati. tiga orang duduk mengelilingi meja bundar batu pualam, di atas meja itu tergeletak pingsan seorang lelaki setengah umur berbaju tambalan bernoda darah. tubuh orang ini terluka parah.


"Dengan ilmu pukulan 'Ajian Watu Item' yang di milikinya seharusnya dia tidak sampai terluka separah ini., apa kau tahu apa yang telah terjadi padanya.?'' bertanya Kamajaya atau Pendekar Romantis Pencabut Nyawa pada orang berbadan gemuk pendek dan berkepala plontos alias si Setan Arak.


''Saat aku bertemu dengan gembel ini dia sedang bertarung dengan seorang wanita tua yang juga berpakaian sama dengannya. kalau saja aku datang terlambat pengemis jelek ini pasti sudah mampus.!'' jawab Setan Arak sambil meneguk minuman kerasnya dari dalam kendi.


''Kau tahu siapa adanya wanita pengemis tua yang kau bilang tadi.?''


''Apa perduliku., yang penting tugasku sudah kulaksanakan. lain kali kau suruh orang lain saja untuk mencari anggota baru atau bisa juga kau turun tangan sendiri., ingat meskipun di pulau ini kita punya selusin wanita cantik yang siap melayani, tapi tetap saja lebih menarik gadis- gadis yang ada di luar sana Hek., he., he.!" jawab si Setan Arak tertawa bergelak lalu melangkah sempoyongan meninggalkan tempat itu.


"Malam ini dia pasti berpesta minuman keras kegemarannya sambil bermain sepuasnya dengan wanita- wanita yang ada di goa rahasia.." gumam orang bermata sipit atau si Penjudi Dari Akhirat.

__ADS_1


"Para wanita itu pasti mengomel karena tidak tahan dengan aroma tubuh si kepala gundul pemabukan itu yang bau arak menyengat.!" jawab Kamajaya.


"Kau berani bertaruh denganku, berapa wanita yang bakal digaulinya malam ini.?" tantang Penjudi Dari Akhirat sambil memutar dadu besi ditangannya. kedua orang ini saling pandang lalu tertawa bergelak.


__ADS_2