
''Hik.,hi., Dewi Malam Beracun yang kabarnya berilmu tinggi dan banyak akal muslihat ternyata cuma seorang perempuan lemah.,!''
''Asal kau tahu saja, selama ini tidak satu orangpun yang mampu lolos dari serangan ilmu 'Kabut Seribu Kupu- Kupu Darah,!' yang kami miliki, demikian juga kau, Hik., hi, hi.!''
Terdengar Sepasang Kupu- Kupu Darah tertawa mengejek dari balik kabut merah darah yang menggumpal pekat. meskipun dapat didengar tapi tidak gampang untuk menentukan arah asal suara.
Sementara itu Dewi Malam Beracun terlihat sibuk melindungi dirinya dari serangan kupu- kupu darah yang datang tiada henti, luka goresan sayap kupu- kupu darah di lengan dan kakinya membuat gerakan wanita cantik ini terlihat kurang leluasa, bahkan nyaris saja serangan binatang jejadian itu berhasil melukai bahunya, untung dia masih cepat berkelit sambil babatkan kipas peraknya hingga kupu- kupu itu rontok dan musnah. anehnya semakin lama terdesak wanita ini makin lebar senyumannya, seakan dia tidak merasa nyawanya sedang terancam, ataukah dia sedang merencanakan sesuatu,?
''Bunuh., bunuh, buu.,nuh.!'' kembali terdengar bentakan Sepasang Kupu- Kupu Darah dari balik kabut, tapi kali ini suara mereka seakan rada tersengal juga disertai batuk.
Dewi Malam Beracun tertawa lepas. ''Haa., ha., ha., Aku keracunan kalianpun sama juga.! 'Bedanya racun ditubuhku pasti bisa kumusnahkan, tapi sanggupkah kalian berdua melakukan hal yang sama.?''
''Ku., kurang ajar., 'Wanita keparat.! 'Aa., apa yang telah kau lakukan pada ka., kami berdua.?'' rutuk Wiji Ranti tersengal- sengal, sementara rekannya Kunti Pariyah terbatuk menggigil.
Bukannya menjawab, Dewi Malam Beracun malah mencelat ke udara sambil kebutkan kipas dan lengan jubahnya, berpuluh jarum perak beracun disertai gelombang pusaran angin kecang berbau wangi menyengat menyambar.
Jurus 'Hujan Angin Jarum Perak' langsung menghempas buyar kabut darah yang entah kenapa malah semakin menipis, kupu- kupu darah pun semakin sedikit jumlahnya.
Disana terdengar jeritan tertahan Kunti Pariyah, berikut makian marah Wiji Ranti, rupanya mereka telah terkena sambaran angin dan senjata rahasia Dewi Malam Beracun.!
__ADS_1
Di saat turun kembali wanita ini kibaskan kipasnya tiga kali keudara lalu menghempas, gelombang angin sekeras baja melabrak kedepan, menyapu buyar kabut merah darah yang masih tersisa, Sepasang Kupu- Kupu Darah dibuat terpental sampai tiga tombak jauhnya oleh jurus 'Kipas Penggulung Awan' yang dilepaskan wanita berjubah hitam itu.
Kedua perempuan berbaju merah itu berusaha bangun, wajah mereka yang menor berpupur dan bergincu tebal terlihat pucat, beberapa kali mereka berusaha berbicara, tapi setiap kali membuka mulut, yang keluar cuma batuk dan dahak kental bercampur darah kehitaman. Sepasang Kupu- Kupu Darah sadar mereka telah keracunan, tapi sejak kapan dan bagaimana cara wanita di depan mereka ini melakukannya.?
Dewi Malam Beracun seakan paham.apa yang sedang dipikirkan lawannya, dengan tetap sungingkan senyuman sombong wanita itu berkata, ''Ada banyak cara orang untuk melepaskan racun., mencampurnya melalui makanan dan minuman, ada yang mengoleskannya pada senjata, menyentuh lawannya secara langsung, bisa juga dengan memakai perantara binatang, orang atau benda lain..''
''Tapi., aku memilih yang paling gampang dilakukan namun susah dihadapi oleh lawan. 'Menebar racun melalui udara.!''
Wiji Ranti meludah., ''Omong kosong.,!''
''Terserah kalau kalian tidak percaya, 'Tapi., coba kau pikir kenapa sejak awal aku berjalan memutar dan memilih berdiri di sebelah kanan kalian.?'' pancing wanita itu.
''Mem., memang., nya kenapa.,?'' tanpa sadar Kunti Pariyah bertanya lalu muntah darah dan jatuh terduduk.
''Racun itu ganas tapi bekerja sangat lambat, namun sebaliknya racun akan mengganas dengan cepat jika orang itu mengerahkan banyak tenaga dan pikirannya., sama seperti yang kalian alami sekarang ini.!''
''Kau., kau benar- benar wanita licik.!'' rutuk Kunti Pariyah geram, sementara rekannya juga terjatuh lemas. ''Wah., terima kasih atas pujianmu.,!'' ujar wanita itu sinis.
''Kuakui., cukup sulit menghadapi kepungan 'Kabut Seribu Kupu- Kupu Darah'., untuk memastikan kalian berdua ada dimana, aku harus menunggu racunku bekerja, saat tenaga kalian mulai terkuras racun, kabut darahpun memudar, dan aku bisa balas menyerang.!'' jelas Dewi Malam Beracun.
__ADS_1
''Kalian tahu kenapa sejak awal tidak dapat mengalahkanku.?''
Pertanyaan itu kemudian dijawabnya sendiri. ''Pertama aku jelas lebih cantik, kedua aku lebih cerdik juga licik, Hik., hi.hi, 'Dan ketiga., 'Eehmm., mungkin karena wanita secantik diriku itu berumur panjang.! 'Haa, ha, ha.,!''
Kedua perempuan itu menyumpah dalam hati, dengan nekat dan menahan rasa kesakitan akibat keracunan mereka bangkit menerjang ke depan,!
Wiji Ranti babatkan pedangnya ditangan kanan lalu menusuk, dua lapis cahaya pedang berbentuk kupu- kupu berkabut merah darah menyambar, ini adalah jurus pedang 'Sepasang Kupu- Kupu Berebut Bunga Darah,!' sementara Kunti Pariyah memilih berkelebat hendak masuk kedalam kereta kuda, dia mengincar bayi yang ada didalamnya.
''Kau cari mati sendiri.!'' seru Dewi Malam Beracun, sambil putar kipas peraknya menangkis sekaligus membabat balik jurus Wiji Ranti, cahaya perak menyilaukan berbau harum menyambar ganas. sementara dia seakan malah tidak perduli dengan yang di lakukan Kunti Pariyah.
'Whuut., wuut., Beet., beet.!'
'Traang., trang, trang.,!'
Benturan senjata terdengar berulang kali, serangan pedang kupu- kupu darah nyaris menembus bahu kanan Dewi Malam Beracun, sebaliknya kipas peraknya mampu menyayat pergelangan tangan kanan sampai merobek dada Wiji Ranti.! pedang kupu- kupunya terlepas, tubuh perempuan itu terjungkal saat dua tendangan lawan berturut- turut menghajar iga dan perutnya.!
Anehnya jeritan menyayat justru terdengar dari mulut Kunti Pariyah, saat tinggal beberapa langkah dari kereta kuda, tiba- tiba melesat puluhan batang jarum dan paku dari lubang- lubang yang entah bagaimana bisa muncul di dinding kereta kuda, salah satu dari Sepasang Kupu- Kupu Darah ini pun tumbang tergelimpang ke tanah, dengan sekujur tubuh menghitam dirajam puluhan jarum dan paku beracun.!' bersamaan itu lubang- lubang rahasia didinding kereta itupun tertutup kembali.
Kunti Pariyah masih mendelik dan mengerang, seakan dia tidak percaya bakal mati dengan cara seperti ini. Wiji Ranti berkekojotan, dari mulutnya tersembur darah kehitaman, matanya melotot penuh dendam dan kengerian. angin yang menghempas debu dijalanan itu seakan mengiringi akhir riwayat dari Sepasang Kupu- kupu Darah.
__ADS_1
Dewi Malam Beracun cuma mendengus, seakan semua itu tidak ada hubungan apapun dengannya.
Baru saja wanita itu hendak melangkah, dari arah belakang tubuhnya melesat ratusan batang rumput yang terbang bagaikan anak panah tajam, Dewi Malam Beracun berbalik kibaskan lengan jubah dan kipasnya, tapi Respati sudah terlebih dulu berkelebat, sambil memutar pedang Iblis hitamnya, menangkis serangan rumput terbang itu.!