13 Pembunuh

13 Pembunuh
Sisik Besi Ular Darah.


__ADS_3

Setelah mendengar percakapan keempat orang itu, beberapa pengintai yang masih bersembunyi di balik kegelapan mulai pergi meninggalkan tempatnya. meskipun mereka berlalu secara senyap tapi Roro dan Respsti dapat menduga kalau tujuan mereka adalah Wonokerto. kedua anggota kelompok 13 Pembunuh itu tertawa dalam hati melihat muslihat mereka berdua mulai berhasil.


''Tidak kusangka, betapa bernafsunya semua manusia tolol itu untuk pergi ke Wonokerto..''


''Padahal di sana hanya ada pepesan kosong dan kematian saja yang menunggu. Hii., hi.,''


Dua orang berjubah hitam dan putih sama melirik ke arah kegelapan dan rimbunan semak pepohonan yang ada di belakangnya. sebagian besar orang telah pergi, mungkin tinggal dua atau tiga orang saja yang masih bersembunyi di sana. sesaat kedua kakak beradik yang dalam dunia persilatan di sebut sebagai 'Sepasang Ular Nusakambangan' itu merasa bimbang hatinya.


''Kau bilang 'Empat Mayat Hijau' yang telah mengambil peti kayu cendana hitam yang berisi peta rahasia istana Angsa Emas. juga si 'Kuntilanak Hitam Penculik Bayi' yang telah merebut bayi ajaib itu., benar begitu.?'' tanya Nyi Weling Ireng penuh selidik. jelas dia bukanlah orang yang gampang percaya.


''Peti kayu cendana hitam telah diambil Empat Mayat Hijau itu memang benar. tapi kami tidak tahu apakah peti itu berisi peta rahasia istana Angsa Emas atau bukan, kami sungguh tidak tahu..''.jawan Respati cepat


''Kami berdua tidak pernah melihat langsung isi kotak hitam itu, bahkan kami nyaris saja mati saat berusaha membukanya. karena ada peralatan senjata rahasia di dalam kotak kayu hitam itu..''


''Bayi itu sebenarnya sudah aku angkat sebagai anak., sayangnya Kuntilanak Hitam Penculik Bayi telah merenggutnya dari tanganku. sudah berhari- hari lamanya kami mengejar tapi jejaknya seakan lenyap begitu saja..'' sahut Roro menimpali, suara wanita cantik ini terdengar menggeram seakan menahan rasa marah.

__ADS_1


''Kami juga sudah pernah mendengar apa yang telah dialami oleh bayi ajaib itu., tapi soal Empat Mayat Hijau yang mengambil kotak kayu itu., baru sekarang kudengar dari mulutmu sendiri.!''


''Hee., he., singkatnya aku dan kakakku merasa kalau semua itu sangatlah janggal. karena biarpun belum pernah bertemu dengan mereka, tapi kami tahu kalau ilmu dari Empat Mayat Hijau masih berada di bawahmu. jadi tidak mungkin rasanya kalau mereka sampai bisa mengambil kotak hitam itu dari tanganmu.!''


Sepasang Ular Nusakambangan bersamaan hentakkan tongkat besi berkepala ularnya ke atas tanah hingga bumi sekejab terasa bergetar bagai dilanda gempa singkat.


Kejap berikutnya tubuh mereka yang kurus dan tinggi langsung melesat kedepan sambil babatkan tongkat kepala ularnya. gerakan kedua orang ini bukan saja cepat dan mengejutkan, tapi juga mirip dengan lesatan dua ekor ular berbisa. tongkat ular kepala di tangan mereka menyambar dari bawah ke atas dan seakan berubah menjadi dua ekor ular kembar besar yang memancarkan cahaya dan asap putih keperakan. sekali gebrak kedua orang ini sudah lancarkan jurus 'Siluman Ular Laut Terbang.!'


Respati yang diserang malah maju dua tindak sambil putar pedang Iblis Hitamnya, langkahnya meliuk seperti ular kobra sedang merayap. gerakan ini untuk menghadang laju serangan lawan sekaligus mencegah Roro ikut campur dalam pertarungan.


Dengan menggunakan jurus 'Sembilan Patukan Kobra Mabuk' pemuda ini gerakkan pedangnya menusuk cepat ke depan. terlihat sembilan mata pedang hitam menyambar bertabur di udara.!


'Traaang., traang., craang.!'


Bentrokan senjata pusaka terjadi berulang kali di tengah pertarungan. terakhir Respati menggunakan jurus ini saat menghadapi Ki Nyambek Kuningan alias si Biawak Kuning hampir dua bulan silam. kala itu mereka sedang menuju Jepara untuk mengobati Sabarewang yang terluka parah akibat bertarung dengan Joko Luwing.

__ADS_1


Bayangan sembilan ular hitam ganas yang melesat bertemu dengan dua ular putih perak yang menderu. tiga senjata sakti saling babat dan tikam hingga sepuluh jurus dapat terlewati dengan begitu cepat. hawa hitam dan putih yang saling menggulung membuat udara malam berubah penuh tekanan yang membuat sesak pernafasan.


Roro Wulandari dan Sabarewang menggeser tubuh mereka lebih jauh ke belakang. meski kedua orang itu yakin Respati pasti menang, tapi pertarungan ini bakalan alot juga. Roro sedikit heran karena dalam pandangannya serangan jurus Respati sudah beberapa kali mampu menembus pertahanan kedua lawannya. tapi hebatnya mereka masih juga mampu bertarung sengit seakan tubuhnya tidak terluka.


Tiga sosok tubuh terus bergelut sengit hingga lewat dua puluh jurus. saat ketiganya terpental barulah terlihat sesuatu yang aneh. kulit tubuh Sepasang Ular Nusakambangan itu entah sejak kapan di penuhi sisik- sisik tajam mengkilat berwarna kemerahan tidak ubahnya sisik ular. bahkan kulit wajah mereka juga demikian., sekarang Nyi Weling Ireng dan Ki Weling Putih benar- benar mirip manusia ular.!


''Ilmu 'Sisik Besi Ular Darah.!'' desis Roro mengenali ilmu kesaktian lawannya. konon siapaun yang berhasil mempelajari ilmu ini, kulit tubuhnya akan mampu mengeluarkan perisai besi mirip sisik ular berwarna merah hingga tidak mempan bacokan. bahkan senjata pusaka yang sakti mandraguna sekalipun juga sulit untuk menembusnya.!


''Pantas saja mereka mampu bertahan dari hujan serangan pedang Iblis Hitam Respati., tapi dari mana mereka bisa memiliki ilmu kebal yang sudah lama lenyap dari rimba persilatan itu.?'' batin Roro Wulandari. dalam hatinya wanita ini mulai di landa kecemasan.


''Nyi Dewi., ilmu apa yang di milili oleh kedua orang itu, kenapa kulit tubuh mereka berubah penuh sisik merah seperti seekor ular jejadian., apakah Respati masih mampu menghadapi kedua orang itu. perlukah kita membantunya.?'' tanya Sabarewang tidak kalah khawatir. meskipun tidak sehebat Roro, tapi beberapa kali kusir kuda itu masih dapat melihat pedang Iblis Hitam rekannya yang mampu menikam tubuh lawannya. namun Sepasang Ular Nusakambangan justru tetap bertahan bahkan balas menyerang balik.


''Itu adalah sejenis ilmu kebal yang bernama ajian ilmu 'Sisik Besi Ular Darah.' orang yang memilikinya mampu mengeluarkan sisik- sisik pelindung yang konon lebih keras dari besi. kuperkirakan ilmu ini bahkan setingkat lebih tinggi diatas ilmu kebal yang di miliki si 'Gada Rahwana.!''


Mendengar jawaban Dewi Malam Beracun mambuat Sabarewang bergidik. dia ingat betul kehebatan ilmu kebal Gada Rahwana. jika yang dikatakan Roro memang benar, maka saat ini Respati sedang berada dalam kesulitan besar.

__ADS_1


Tanpa sadar matanya melirik Dewi Malam Beracun, entah kenapa wanita cantik ini malah tersenyum sinis. bukankah barusan saja dia merasa khawatir., lelaki brewok ini baru mengerti keadaan saat melihat Respati sedang merapal sesuatu.


Pedang Iblis Hitam terangkat lurus keatas, gulungan hawa hitam pekat dan panas muncul menyelimuti diri si pemuda. selapis sinar bayangan ular kobra raksasa terbentuk. inilah Roh Kobra Kegelapan.!


__ADS_2