
Meskipun kedua matanya buta akibat sebuah sabetan pedang lebih tiga puluh tahun silam, tapi Nyi Sira tahu betul dengan keberadaan pedang buntung yang tergenggam di tangan Sabarewang. nenek buta berjubah hitam itu bergetaran tubuhnya menahan amukan dendam kesumat yang sudah terpendam lama dalam jiwanya.
Goresan melintang bekas dari ujung mata kiri hingga sudut mata kanan yang melewati tulang hidungnya sudah ada sejak lama, tapi sekarang rasa sakitnya seakan terasa kembali. si 'Mambang Wanita Buta' masih ingat betul kejadian puluhan tahun lalu karena pedang buntung itulah yang telah membutakan kedua matanya.
Dulu pedang itu di miliki oleh seorang lelaki yang pernah menjadi kekasihnya. dia juga seorang tokoh silat jago pedang seperti dirinya. dalam dunia persilatan nama 'Iblis Pedang Buntung' bisa di sejajarkan dengan Jarot Winongko bekas rekan lama Nyi Sira dalam kelompok 13 Pembunuh yang di juluki sebagai si 'Pedang Geledek'.
Suatu ketika dia dan Iblis Pedang Buntung tanpa sengaja menemukan selembar petunjuk jurus ilmu pedang tingkat tinggi yang aneh, hingga terjadi sedikit keributan di antara mereka berdua. hampir bersamaan pula muncul seorang pendekar wanita bernama Nyi Sumbar Geni atau 'Dewi Pedang Api' yang terkenal ****** dan berparas cantik.
Karena tergoda bujuk rayuan Nyi Sumbar Geni, Iblis Pedang Buntung tega mengkhianati Nyi Sira hingga berniat membunuhnya. meskipun dapat lolos dari maut, tapi kedua matanya menjadi buta akibat sabetan pedang buntung bekas kekasihnya itu yang di bantu oleh Nyi Sumbar Geni.
Rupanya wanita genit yang juga ahli pedang itu punya kegemaran mengumpulkan pedang- pedang pusaka itu sudah cukup lama mengincar senjata si Iblis Pedang Buntung. kabarnya dia mempunya sebuah tempat penyimpanan pedang pusaka yang di namai 'Pesanggrahan Selaksa Pedang.!
Seandainya saja saat itu tidak muncul ketua dari kelompok 13 Pembunuh yang lama, dapat di pastikan Nyi Sira bakal mati saat itu juga. setelah mengalami kejadian pahit itu, Nyi Sira menjadi perempuan pendendam dan gampang sekali curiga pada orang lain. bahkan dengan sesama anggota kelompok 13 Pembunuh.
Dengan berlatih keras Nyi Sira bukan saja dapat meningkatkan kehebatan ilmu silat dan kesaktiannya, tapi juga mampu menciptakan serangkaian jurus pedang baru yang luar biasa dengan mengandalkan indera pendengaran, penciuman dan perasanya yang sangat tajam sebagai bekal untuk membalas dendam.
Sayangnya saat dia muncul kembali di dunia ramai, kedua musuh besarnya itu seolah lenyap tak karuan rimbanya, hingga membuat Nyi Sira mengamuk. sebagai pelampiasan dia menantang dan membunuh banyak pendekar pedang ternama, hingga nama Nyi Sira, sang 'Mambang Wanita Buta' jadi mencuat dan di takuti dalam rimba persilatan.
__ADS_1
Kini setelah puluhan tahun berlalu, pedang buntung itu muncul kemabali di depannya. biarpun kedua matanya telah buta, namun bentuk dan hawa kesaktian dari pedang itu tidak akan pernah terlepas dari ingatannya. sebatang pedang buntung bersarung hitam yang lebar dan berat, bersinar semerah bara.
''Bertahun- tahun lamanya kucari tidak ketemu, sekarang malah muncul sendiri di depanku. bagus., bagus sekali. tapi sebelum kuambil kembali pedang itu berikut nyawamu, lebih dulu aku ingin bertanya dari mana kau bisa mendapatkan senjata milik si keparat Iblis Pedang Buntung itu.?''
''Sekarang ini dia dan si perempuan ****** Nyi Sumbar Geni berada di mana. cepat kau jawab pertanyaanku.!'' gertak Nyi Sira dengan raut muka beringas. sekali berkelebat tubuhnya mendadak sudah berdiri setengah terbungkuk hanya tiga langkah saja di depan Sabarewang yang terperanjat kaget sekaligus kebingungan, hingga tanpa sadar orang ini mundur dua tindak ke belakang.
''Aa., apa maksud ucapanmu nenek tua, aku tidak mengenal siapa itu Iblis Pedang Buntung dan Nyi Sumbar Geni yang kau sebutkan itu. soal darimana kudapatkan pedang pusaka buntung ini, kurasa itu bukan urusanmu.!'' Sabarewang agak tergagap balik menggertak. bagaimanapun juga gerakan tubuh Nyi Sira yang cepat bagai hantu terbang cukup mengejutkannya.
Di jurusan lain Respati seketika teringat pada saat dia dan gurunya si 'Maling Nyawa' datang menyatroni Pesanggrahan Selaksa Pedang tempat tinggal tokoh silat perempuan yang bernama Nyi Sumbar Geni atau Dewi Pedang Api berada. jika di lihat dari keadaannya bisa di pastikan kalau pemilik sebelumnya dari pedang buntung yang dia curi malam itu adalah si Iblis Pedang Buntung.
Walaupun belum jelas tapi dia bisa rasakan ada hubungan persaingan asmara yang berujung dendam di antara ketiga orang ini. ''Nyi Sira., pedang buntung itu akulah yang telah mencurinya dari dalam Pesanggrahan Selaksa Pedang. Nyi Sumbar Geni atau Dewi Pedang Api sang pemilik tempat itu sudah mati terbakar di dalam tempat tinggalnya..''
Orang yang paling dekat dengan Nyi Sira tentunya adalah Sabarewang, kusir kuda itu nyaris saja terpotong kepalanya oleh sambaran sinar pedang nenek buta itu. untung dia sudah mempersiapkan diri hingga masih dapat lolos dari maut. biarpun demikian kulit lehernya sempat juga tergores mengeluarkan darah dan segenggam ujung rambutnya turut terbabat putus.
''Sialan., nenek buta keparat. jangan kau pikir aku takut menghadapimu. kalau kau inginkan pedang buntung ini, akan segera kuberikan padamu.!'' bentak Sabarewang meraung kalap. tanpa perduli sedang berhadapan dengan salah satu pentolan 13 Pembunuh, orang tinggi besar brewokan itu langsung mencabut pedangnya sambil lancarkan jurus 'Lima Sambaran Petir Maut.!'
Selama masih menjadi anggota pengawalan barang Garuda Merah, orang ini sangat mengandalkan jurus pedang ini. apalagi dia sudah mendapatkan Darah Keabadian dari tubuh Satriyana hingga dua kali, ditambah pula membekal pedang pusaka buntung membuat jurus serangannya menjadi berkali lipat lebih mematikan dari sebelumnya.
__ADS_1
Lima larik cahaya merah bagaikan kilatan lidah petir menyambar tubuh Nyi Sira seiring tikaman pedang Sabarewang. wanita buta itu cukup terkersiap merasakan ancaman jurus pedang lawan. sungguh tidak di duga kalau orang di depannya punya ilmu pedang yang sehebat ini.
'Whuuut., whuuut., shaaast.!'
'Traaaang., traaaang., craang.!'
Meskipun terkejut tapi sebagai ahli pedang kawakan Nyi Sira tidak kehilangan ketenangan. dengan mendengus dia melompat mundur sambil memutar tongkat dan pedangnya di depan dada. cahaya merah darah bercampur putih keperakan berkelebatan membendung serangan jurus pedang Savarewang hingga bunga api tercipta akibat bentrokan jurus pedang itu.
Di akhir gerakan jurusnya Nyi Sira balik menyerang. pedangnya yang panjang tipis dan sempit bergerak menikam ke tengah dahi Sabarewang. selarik sinar perak yang sangat menyilaukan pandangan sesaat membuat pandangan mata semua orang menjadi panas dan kabur. suara jeritan tinggi melengking terdengar mengiringinya.
Selama menjadi pembunuh bayaran nenek buta yang kejam ini sangat membanggakan jurus 'Jeritan Pedang Membutakan Dunia' itu. siapapun yang menghadapi jurus ini kedua matanya akan buta untuk sesaat lamanya. bahkan bagi yang berilmu lebih rendah telunganya juga bakal menjadi tuli, hingga mereka seolah berada dalam kegelapan. di saat mereka tersadar, pedang si nenek sudah menembus tenggorokan atau memenggal kepalanya.
Darah mengucur dari lubang tubuh yang tertembus pedang. Sabarewang tumbang kembali ke tanah berumput yang merah oleh percikan darahnya. pedang buntung masih tergenggam. tulang bahu kanannya yang cacat akibat di remas oleh Gada Rahwana hampir setengah tahun lalu terlihat berlubang hangus. kulit leher sebelah kanannya juga turut terkelupas menghitam.
Masih untung Sabarewang sempat berusaha membendung serangan jurus pedang lawan yang balik datang mengancam, hingga kepala lelaki ini tetap berada di tempatnya. pedang buntungnya menangkis sehingga jurus pedang lawan bergeser menikam bahunya.
Biarpun terluka cukup parah begitu orang ini tatap berusaha bangkit berdiri. bahkan Respati, Roro Wulandari dan Ki Ageng Bronto yang berniat menyerbu Nyi Sira di dampratnya dengan garang. ''Tidak seorangpun yang boleh mencampuri urusanku. ini adalah pertarungan antara diriku dan Nyi Sira. apapun hasilnya aku sendiri yang menanggung. jadi., kuharap kalian semua mengerti.!''
__ADS_1
''Tapi kau bukan tandingan nenek buta itu, aku pimpinan di sini. kau harus ikuti perintahku.!'' bentak Roro khawatir sambil bergerak memapah rekannya yang masih berdiri terhuyung. ''Kalau begitu terpaksa aku harus melanggar aturanmu Nyi Dewi. lagi pula., aku.juga belum tentu kalah. jadi kuharap kau menyingkir dan lihat saja nanti hasilnya..'' potong Sabarewang tegas sambil menepis tangan Roro Wulandari.
Dewi Malam Beracun terperanjat juga, saat dia hendak bicara lagi sebuah tangan sudah mencegahnya. ''Biarkan saja dia melakukan apa yang dia yakini. percayalah padanya. apa kau sudah lupa saat Sabarewang berhadapan dengan Ki Suket Gajah, alias si 'Sabit Perak Pencabut Nyawa.?'' bisik Respati sembari menyeret Roro mundur. meskipun ragu dan khawatir wanita cantik itu menurut juga.