
Awalnya sesosok manusia di depan Roro itu mempunyai tubuh tinggi besar sama dengan Ki Ageng Bronto. tapi anehnya saat samarannya terbongkar sosoknya menjadi berubah rada pendek dan gemuk. kepala sebelah atas botak sementara rambut di sisi kiri kanan panjang lurus sebahu. alis merah menjuntai hingga ke pipinya.
Muka orang berjubah merah darah itu agak pucat dan seram. sepasang golok pendek bergerigi yang memancarkan cahaya merah tergenggam erat di kedua tangannya. meski belum pernah bertemu namun 'Dewi Malam Beracun' sudah pernah mendengar tentang orang ini.
''Golok Siluman Kembar Penghisap Darah.!'' desis Roro Wulandari. biarpun di luarnya perempuan ini masih terlihat tenang, tapi sebenarnya dalam hati dia terkejut juga dengan kemunculan orang ini. dari selentingan yang pernah dia dengar, kabarnya salah satu pentolan kelompok 13 Pembunuh yang bernama Kamajaya pernah mengusulkan orang ini untuk menjadi pengganti si nomor sembilan yang lama menghilang.
''Kenapa manusia dajal ini bisa muncul di sini, dimana Ki Ageng Bronto si 'Pendekar Golok Bayangan Setan'., apa yang sudah terjadi dengan dirinya. Aah., jangan- jangan dia.?'' batin Roro bertanya dan curiga.
''Hak., ha., ha., rupanya kau mengenaliku juga Dewi Malam Beracun si nomor dua belas. aku sudah lama mendengar tentang kecantikanmu yang memukau, Aah., rupanya apa yang di katakan orang persilatan memang benar adanya. setelah urusan ini selesai kau akan jadi milikku.!'' ujar orang berjubah merah dengan tatapan mesum.
Roro Wulandari tertawa sinis. dia sudah terlalu sering melihat wajah- wajah tengik dan menjijikkan dari kaum lelaki seperti yang di tunjukkan oleh orang di depannya.
''Di mana si nomor sembilan Ki Ageng Bronto si Pendekar Golok Bayangan Setan berada.?'' tanya Roro sambil edarkan pandangan mata sekejap. dia langsung paham kalau pihak lawan sudah mengepungnya. dia sempat melirik senjata yang ada pada empat mayat pengawal Ki Ageng Bronto gadungan.
''Hhm., mereka membekal tombak pendek, padahal seingatku empat pengawal Ki Ageng Bronto bersenjatakan golok..''
''Tombak pendek adalah senjata anggota bawahan kelompok 13 Pembunuh di pulau 'Seribu Bisa'., rupanya benar mereka sudah hadir di tempat ini..'' batin Dewi Malam Beracun kaget.
''Kau tidak perlu lagi mencari pengkhianat itu. lagi pula apa hebatnya Ki Ageng Bronto., dia hanyalah seorang pecundang. sekarang kedudukan nomor sembilan dalam kelompok 13 Pembunuh sudah kurebut darinya.!'' kata si Golok Siluman Kembar Penghisap Darah seraya mendengus.
__ADS_1
Jika Roro merasa terkesiap kaget, maka dalam otak lelaki bengis berjubah merah itu kembali terbayang saat dia dan Ki Ageng Bronto alis Pendekar Golok Bayangan Setan bertarung di dalam lorong rahasia yang ada di dalam rumah besar itu.
Dalam pertarungan di dalam lorong rahasia di bawah tanah yang agak sempit dan gelap itu, sebenarnya Ki Ageng Bronto sudah berada di atas angin. selain banyak anak buah si 'Golok Siluman Kembar Penghisap darah' yang sudah mati di tangannya, jebakan maut yang ada di dalam lorong rahasia itu juga turut memakan korban.
Sewaktu Ki Ageng Bronto mampu menjebol jurus pertahanan lawannya, saat itulah si jubah merah sedikit menyurut mundur dan tundukkan kepalanya rendah- redah. meskipun heran dan curiga tapi 'Pendekar Golok Bayangan Setan' tetap bacokkan golok saktinya ke batok kepala musuhnya.
Kepala lawan terus menunduk, golok juga terus membacok. saat dua jengkal lagi golok menebas sasaran, mendadak si 'Golok Silauman Kembar Penghisap Darah' angkat kepalanya. seiring dengan itu terlihat kilauan cahaya putih terang yang menyilaukan mata terpancar dari wajah si jubah merah.
Ki Ageng Bronto tercekat kaget, heran sekaligus ngeri. bagaimana tidak, kini wajah serta kepala orang yang bakal dia belah dengan golok pusakanya itu mendadak saja berubah menjadi kepala dan wajah dari Ki Ageng Bronto sendiri.!
Seumur hidupnya belum pernah si Pendekar Golok Bayangan Setan mengalami kejadian seaneh ini. bahkan mendengarkannya saja juga belum pernah. meskipun dia mengakui kalau ada ilmu menyamar atau sihir hebat yang mampu merubah wujud seseorang, namun yang terjadi di depannya sekarang tetap saja menyeramkan.
Tanpa sadar gerakan tubuh dan goloknya berhenti di udara, ini selain di sebabkan Ki Ageng Bronto yang merasa sangat terkejut dan seram, juragan kuda dan kerbau terkaya di kadipaten Wonokerto itu telah teringat akan suatu kabar angin di dunia persilatan.
Mungkinkah semua ini di karenakan wajah dan kepala orang botak berjubah merah ini dapat memantulkan raut muka lawannya seperti sebuah cermin yang memantulkan bayangan orang yang berada di depannya.?
Bagi pertarungan seorang tokoh silat, setiap detik adalah pertaruhan nyawa. sehebat apapun ilmu kesaktian seorang pesilat jika sedikit saja pikirannya bercabang, maka kematian bakal datang mencabut nyawanya.
Demikian juga dengan Ki Ageng Bronto atau Pendekar Golok Bayangan Setan, pikiran bekas orang nomor sembilan di kelompok pembunuh bayaran 13 Pembunuh itu sempat terpecah perhatiannya akibat perubahan wajah dan bentuk kepala lawan yang menjadi sama persis dengannya. biarpun hanya sekejap kehilangan perhatian, tapi akibat yang harus di terimanya sangatlah mengenaskan.!
__ADS_1
Sewaktu tubuh dan golok Ki Ageng Bronto sesaat berhenti di udara, saat itulah golok kembar bergerigi tajam yang bersinar kemerahan yang tergengggam di kedua tangan lawannya berkelebat membabat dan menikam tubuh Ki Ageng Bronto.
Orang tinggi besar berblankon hitam itu meraung gusar menahan rasa kesakitan yang teramat pedih. darah menyembur dari dua mulut luka di dada kiri dan juga iga kanannya. meskipun golok Bayangan Setan miliknya sempat berusaha untuk menangkis serangan itu tapi tetap saja terlambat.
Tubuh Ki Ageng Bronto terpental bergulingan hingga beberapa tombak kebelakang setelah dua tendangan yang di akhiri hantaman tinju lawan menghajar tubuhnya. darah segar membasahi lorong yang terasa semakin gelap karena cahaya obor yang meredup.
Manusia botak berjubah merah tertawa bergelak, luka parah di bahunya akibat pertarungan tidak dia perdulikan, matanya membersitkan cahaya kemerahan seiring dengan kedua golok bergeriginya yang juga semakin menyala semerah bara api setelah menghisap darah Ki Ageng Bronto.!
Dalam rimba persilatan selain banyak sekali ilmu kesaktian tingkat tinggi yang luar biasa hebat. tapi juga ada ilmu kepandaian aneh yang mungkin tidak begitu berbahaya namun pada saat tertentu bisa menjadi sangat menakutkan. salah satunya adalah ilmu 'Wajah Cermin' yang di miliki oleh si 'Golok Siluman Kembar Penghisap Darah'.
Dengan menguasai ilmu itu orang dapat dengan mudah merubah wajahnya dengan muka orang lain hanya dengan menatap wajah lawannya. pendek kata ilmu ini seperti permukaan cermin yang dapat memantulkan bayangan siapapun yang berdiri di depannya.
Kabarnya pada puncak penguasaan ilmu ini, bukan saja wajah dan kepalanya yang dapat berubah wujud, bahkan seluruh tubuh termasuk suara juga dapat di rubah sama persis dengan orang aslinya.
Jika di lihat, sepertinya orang botak berjubah merah darah ini sudah menguasai ilmu Wajah Cermin itu pada tingkatan puncak hingga dia mampu merubah bentuk tubuhnya menyerupai Ki Ageng Bronto yang asli. kalau demikian lalu bagaimana Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun dapat langsung merasa curiga saat pertama kali bertemu dengannya.?
''Wah., wah., tidak kusangka malam ini aku dapat bertemu dengan pengganti si nomor sembilan yang baru. sebenarnya sudah lama kudengar berita kalau kau punya ilmu yang langka dan aneh., ilmu 'Wajah Cermin'. meskipun itu adalah jenis ilmu pemyamaran yang terhebat, tapi sayangnya cuma dapat merubah bentuk wajah dan tubuh saja..'' ujar Roro sambil mainkan kipas peraknya.
Orang di depannya melotot gusar. saat dia hendak melabrak, Roro sudah keburu memotong. ''Aku kenal Ki Ageng Bronto sejak lama, bahkan dia pernah mengucapkan kata cinta kepadaku sambil berlutut memberikan cincin permata dan seikat bunga anggrik bulan., Hik., hi., kupikir- pikir romantis juga juragan kuda itu..''
__ADS_1
''Dengar keparat botak jelek., kau pasti heran bagaimana aku bisa mengtahui kalau dirimu bukanlah Ki Ageng Bronto asli hanya dalam sekali lihat bukan., Hii., hi., hi., wanita pintar secantik diriku mana mungkin dapat tertipu. asal kau tahu saja., aku adalah ratu di antara para penipu ulung..'' damprat Roro Wulandari setengah tertawa mengejek.
''Seperti kataku tadi ilmu Wajah Cermin cuma bisa merubah bentuk muka dan tubuh tapi tidak dapat menghilangkan anggota badan seseorang. Ki Ageng Bronto si Pendekar Golok Bayangan Setan itu punya satu cacat, telinga kirinya sumplung alias putus. meski kau dapat meniru wajahnya tapi tidak bakalan mau memotong telingamu sendiri hanya demi sebuah penyamaran. dasar manusia tolol., pergilah ke neraka.!''