13 Pembunuh

13 Pembunuh
Muslihat si buntung.


__ADS_3

Orang tua bertangan kanan buntung itu terus berkelebat cepat di antara bebatuan karang pantai. meski tujuannya telah tercapai tapi dia mesti kabur sejauh mungkin dari daerah pantai utara pulau 'Seribu Bisa' ini sebelum mahkluk siluman bernama 'Datuk Naga Wisa' menyadari tipuan muslihatnya.


Mahkluk siluman penguasa lautan dan pulau yang menjadi markas 13 Pembunuh itu hanya mau persembahan seorang wanita yang masih suci. sebagai gantinya mereka dia ijinkan untuk tinggal disini. ribuan binatang serta tanaman beracun penghuni pulau ini juga tidak akan berani mengusik karena selain tunduk pada sang siluman, mereka juga di berikan ramuan penangkal binatang beracun itu.


Perempuan yang jadi persembahan kali ini bukan seorang suci. dulunya dia malah seorang pelacur kelas kakap di luaran sana. dengan menggunakan Darah Keabadian, si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' dapat menutupi cacat kesucian itu meski hanya untuk sementara waktu saja. tapi baginya itu sudah cukup karena dia hanya ingin mahkluk siluman itu mengamuk pada saatnya tiba.


Orang tua buntung bermuka bengis ini cepat hentikan larinya karena melihat dari depan telah muncul belasan orang. ''Hehm., mau apa orang hitam jelek berjuluk si 'Datuk Cebol Naga Guling' itu dan para bawahannya datang kemari. apakah ketua 13 Pembunuh yang memberinya perintah untuk mencariku.?'' batinnya waspada.


.......


Pertarungan besar- besaran antara 'Kelompok 13 Pembunuh' yang di dukung oleh para pesilat golongan Hitam melawan pihak 'Istana Angsa Emas' dan kaum persilatan aliran putih yang terjadi di pulau 'Seribu Bisa' masih terus berlanjut, meskipun jumlah orang yang terlibat hanya tersisa kurang dari separuhnya jika dibandingkan dengan saat awal terjadi.


Saat itu yang paling menarik perhatian para pesilat adalah pertarungan sengit antara tuan muda pemalas dari 'Kota Hantu Pagi' dengan si pincang Pranacitra alias 'Pendekar Tanpa Kawan'. biarpun kedua orang yang pernah di masukkan dalam jajaran sepuluh pesilat muda pendatang baru terkuat lebih lima tahun lalu itu sepakat untuk menentukan kalah dan menang dalam tiga gebrakan jurus saja, tapi setiap jurus yang mereka pakai seolah mampu menggoncangkan seluruh pulau.


Tepat saat semua orang berada di puncak ketegangan, untuk kesekian kalinya terjadi ledakan yang lebih keras di bandingkan sebelumnya. biarpun semuanya telah menjauh dari kalangan pertarungan namun tetap saja ada beberapa orang yang terluka bahkan roboh tersambar hawa kesaktian mereka berdua yang nyasar setelah saling bentrok.


Debu pasir bercampur kerikil tajam hasil pecahan batu karang yang pecah semburat terasa panas bagai bara. beberapa orang yang tidak sempat menghindar sama berteriak kesakitan saat tubuh mereka tersambar pecahan batu dan disapu debu pasir panaspanas hingga melepuh juga luka berdarah. untuk sesaat tidak terlihat apapun kecuali debu kerikil tajam sepanas arang bara yang membumbung tinggi menutupi udara.


Bersamaan dengan itu dari kejauhan muncul si 'Momok Jelaga Hitam' dan belasan anak buahnya dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'. di tangan beberapa orang berseragam hijau itu terlihat membawa peti kayu yang tentunya menyimpan guci- guci kecil berisi 'Darah Keabadian'. dalam sekejap mereka sudah menghadap sang ketua 13 Pembunuh.

__ADS_1


''Aku sudah kambali ketua, semua peti berisi Darah Keabadian telah kami ambil. apakah sekarang juga kita bagikan pada semua tokoh silat yang sudah memilih mengabdikan diri padamu.?'' tanya Momok Jelaga Hitam sambil lebih dulu menjura hormat, sementara anak buahnya serentak membuka enam buah peti kayu yang ditiap kotaknya tersimpan lebih dari seratus guci porselin putih kecil berisi Darah Keabadian.


Jika di jumlahkan secara keseluruhan ada hampir tujuh ratusan guci. tapi ada sedikit keanehan di mata ketua 13 Pembunuh saat melihat isi peti itu. "Kenapa di salah satu peti ada yang jumlahnya tidak sama.?" selidiknya curiga. Momok Jelaga Hitam melirik peti kayu yang di bawa salah satu anak buahnya.


"Ehm., hampir aku lupa melaporkan padamu. dalam perjalanan kembali kemari kami sempat bertemu dengan 'Datuk Cebol Naga Guling' yang turut katanya sedang bertugas mencari keberadaan kawan kita si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh'. harap maafmu karena tanpa meminta ijinmu lebih dulu, aku sudah berikan beberapa guci berisi Darah Keabadian ini kepadanya dan juga para bawahannya.."


''Itu tidak masalah. sekarang juga bagikan semuanya pada mereka. tapi pastikan kalau kalian semua anggota Kelompok 13 Pembunuh serta Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang harus mendapatkan bagian lebih dulu.!'' perintah orang tinggi besar bertopeng tengkorak dengan jubah kuning itu dengan suara berat.


Seketika semua anak buahnya terutama dari Pasukan Tombak Gergaji Iblis merasa girang. karena dengan meminum Darah Keabadian kekuatan otot tubuh dan tenaga dalam mereka jelas akan mengalami peningkatan. padahal selama ini mereka sebagai bawahan tingkat rendahan hanya bisa membayangkan saja tanpa ada yang berani untuk berharap bisa meminumnya.


Namun kini pimpinan tertinggi mereka sudah bermurah hati mau membaginya. tentu saja selain rasa terima kasih mereka juga ingin secepatnya dapat turut berebut jasa dengan menghabisi pihak penyerbu pulau Seribu Bisa. setelah menghormat dan mengucapkan terima kasih pada ketuanya, gerombolan berbaju hijau itu sedikit membuka topeng tengkorak putih yang menutupi wajahnya lalu meneguk habis seluruh isi guci. hanya perlu waktu lima tarikan nafas saja bagi mereka untuk dapat merasakan peningkatan tenaga dalam.


Jika ada kaum persilatan aliran putih yang mencoba menghalangi atau merebut guci, maka ketiga orang kuat itu akan langsung membunuh mereka. para pesilat jahat yang mendapatkan Darah Keabadian seketika bersorak gembira. saat meminumnya, pasti ada anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang menggantikan mereka untuk bertarung dengan lawan yang jelas semakin terjepit.


Tanpa adanya Darah Keabadian saja keadaan kaum persilatan golongan putih itu sudah kepayahan apalagi sekarang ini. biarpun mereka bukanlah pengecut yang takut pada kematian tapi yang paling mereka sesalkan adalah dua orang pesilat muda tangguh telah terhasut bujukan pimpinan lawan dan sudah saling bunuh di depan mereka.


Debu panas akibat beradunya ilmu kesaktian yang dilontarkan oleh kedua orang pemuda itu baru separuh hilang tapi sang tuan muda pemalas, majikan Kota Hantu Pagi sudah berseru menghardik. ''Sudah dua gebrakan jurus sakti kita kerahkan tapi belum dapat menentukan siapa yang lebih hebat di antara kita berdua.!''


''Sepertinya., kita memang harus menyudahi semua perselisihan ini pada gebrakan jurus yang ketiga. kuharap saja kau tidak ragu untuk mengeluarkan ilmu kesaktianmu yang terkuat agar kau tidak sampai menyesal belakangan. karena diriku juga tidak akan main- main.!'' ancam si pincang dingin.

__ADS_1


Selesai bicara tongkat besi hitam kepala tengkoraknya di tancapkan ke tanah. mulanya dari kedua tangan yang terkepal erat keluar lapisan kabut putih sangat dingin yang dengan cepat menyebar ke sekitarnya. udara seputaran belasan langkah menjadi begitu dingin menusuk tulang.


Meskipun sudah menjauh dari sana tapi hawa teramat dingin masih dirasakan oleh para tokoh silat hingga mereka mesti kerahkan tenaga dalam untuk dapat menahannya selanjutnya dari ujung jari hingga pangkal lengan si pincang bernama Pranacitra ini berubah memutih dan berkilauan hingga menyerupai balok es.!


''Pukulan sakti 'Nisan Kuburan Membeku.!'' seru beberapa tokoh silat yang kebetulan mengenali ilmu kesaktian itu dengan wajah berubah hebat. bahkan ketua 13 Pembunuh serta anak buahnya juga sangat terperanjat karena tidak menyangka si pincang bakal langsung mengeluarkan ilmu kedigdayaan yang sangat ditakuti orang persilatan ini.


''Rupanya si pincang sialan memang berniat menghabisi si pemalas tolol itu. Haa., ha., baguslah. ini suatu pertunjukan yang jarang terjadi. dengan demikian paling tidak satu di antara mereka pasti mampus. aku jadi ingin lihat apa yang akan diperbuat oleh majikan Kota Hantu Pagi keparat itu..'' gumam ketua 13 Pembunuh tertawa dari balik topengnya.


Di lain penjuru tuan muda pemalas juga berubah air mukanya. dia jelas tidak berani menganggap remeh sedikitpun karena tahu kehebatan ilmu kesaktian andalan si 'Setan Kuburan' yang merupakan salah satu dari lima orang guru si pincang. meskipun begitu dia tidak menjadi panik apalagi takut. tanpa bicara apapun dia juga mulai kerahkan ilmu kesaktiannya.


Bedanya jika si pincang terkepal tangannya maka si pemalas justru terbuka lebar lantas terangkat merentang ke depan tubuh. dalam sekejap saja kedua telapak tangannya hingga ke siku seakan diselubungi ratusan kilatan- kilatan cahaya petir disertai letusan beruntun. jika diperhatikan puluhan cahaya petir yang menyilaukan mata itu seolah menyerupai jaring.


Saking hebatnya sambaran- sambaran lidah petir yang mencuat dari tangan majikan Kota Hantu Pagi ini, sampai membuat tanah sekitarnya mengering dan kepulkan asap panas. ''Setan alas., dari mana si pemalas bodoh itu sampai bisa mendapatkan ilmu kesaktian 'Jaring Petir Malapetaka' yang sudah sangat lama lenyap dari rimba persilatan.!''


Tanpa sadar ketua 13 Pembunuh berteriak gusar karena dulu dia sempat ingin mencari dan mempelajari jenis ilmu ini tapi tidak pernah kesampaian karena kurangnya sumber berita. ''Huhm., tapi kurasa tidak masalah. yang penting mereka semua bisa mampus secepat mungkin.!'' dengusnya keji.


...........


Silahkan tuliskan komentar Anda. like👍, vote, share👌, juga kritik sarannya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2