
Biarpun sudah pernah mendengar jika wanita jelita bekas anggota nomor dua belas dalam 'Kelompok 13 Pembunuh' ini mempunyai sifat sombong dan seringkali memandang rendah pada orang lain, tapi sungguh tidak di nyana kalau dia sampai begitu berani terang- terangan mengejeknya.
Meskipun merasa gusar dan mendidih amarah dalam hatinya namun si 'Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma' masih berusaha untuk tidak terpengaruh omongan lawan. karena bagaimanapun juga selain sombong, perempuan yang berdiri hanya dua tombak di sampingnya ini sudah terkenal dengan segala akal tipu muslihatnya.
''Hii., Hi., sang 'Dewi Malam Beracun' benar- benar sama seperti yang diberitakan orang persilatan selama ini. sombong, licik serta suka memandang tinggi diri sendiri. apa kau tidak merasa khawatir kalau suatu ketika nanti dirimu bakalan mampus akibat dari kesombonganmu sendiri.!''
''Lagi pula kau sendiri bagaimana., jangan di pikir aku tidak pernah mengetahui latar belakangmu yang pernah menjadi pemuas nafsu birahi dari lelaki bernama Kamajaya si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa'. bekas salah satu pentolan lama di 13 Pembunuh.!'' wanita cantik berjubah jingga itu balik mendamprat sambil sungingkan senyuman mencibir.
Dalam hatinya perempuan jahat yang gemar memburu kaum lelaki tampan untuk dijadikan pelampiasan nafsu dan kebenciannya ini yakin kalau semua yang dia katakan itu akan membuat Dewi Malam Beracun berkobar hawa amarahnya hingga menyerang dia secara membabi buta.
Tetapi diluar dugaan bukan saja tidak terlihat murka, Roro malah terkekeh riang seakan tanpa ada beban apapun dalam jiwanya. bahkan dengan entengnya dia berucap bangga. ''Hii., hi., kalau kau tidak mengatakan mungkin aku sudah melupakan betapa hebat dan perkasanya tuan Kamajaya dalam memuaskan kaum wanita..''
''Aiihhs., sayang sekali orangnya sudah mati. karena sekali saja pernah merasakannya, seumur hidup dirimu tidak bakalan dapat melupakan sentuhan lembutnya yang mampu membuat perempuan manapun ketagihan. tapi andaikan masih hidup., dia juga tidak akan tertarik pada perempuan bodoh dari kalangan rendah yang cuma bisa berdandan menor hanya untuk menutupi kejelekan bentuk tubuh dan wajahnya.!''
''Kurang ajar., mulut busukmu memang harus di cincang sejak awal. jangan kau pikir diriku segan berhadapan denganmu. kesalahan besarmu karena berani kembali ke pulau 'Seribu Bisa' ini akan di tebus dengan selembar nyawamu. matilah kau perempuan setan keparat.!'' maki 'Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma' yang sudah tidak mampu lagi menahan kegeraman hatinya.
Perempuan cantik berdandan menor itu sama sekali tidak pernah mengira kalau mulut besar wanita licik dan sombong ini ternyata jauh lebih menyebalkan dari pada yang pernah dia dengar. ''Kudengar kipas perakmu sudah banyak memakan korban. aku juga punya senjata sejenis itu. kau boleh rasakan kehebatannya sebelum mati di tanganku.!''
Mulutnya berbicara tubuh langsingnya juga turut bergerak menyerbu. jika tangan kirinya menggengam cermin yang berbingkai emas dan tajam pinggirnya, di tangan kanan sudah membekal sebuah kipas besi berwarna putih dengan bagian tepinya berupa pisau- pisau tajam. di tengah kipas besi putih itu terdapat lukisan tiga buah tengkorak menyeramkan berwarna hitam.
__ADS_1
Cermin bundar keemasan bergerak kirimkan dua buah sabetan dari bahu kanan ke perut bawah sebelah kiri. sementara kipas besi putih juga mengibas dua kali ke depan. kilatan cahaya kuning emas bercampur dengan gulungan cahaya putih berseling tiga garis hitam pekat menyambar tubuh Roro Wulandari.
Di ujung serangannya perempuan kejam itu masih menambahinya dengan dua buah tendangan berputar yang mengincar kepala serta pinggang lawan. gulungan angin keras dan tajam bagaikan pisau pemotong daging dari tiga jenis serangan jurus itu menyambar hampir bersamaan. hawa panas juga turut menghampar di udara malam.
''Haa., ha., akhirnya kau sendiri yang malah tidak tahan dan terpancing amarah. percuma saja jika mau main hasut denganku, karena dirimu tidak akan bisa menang. Chuih., pantas saja kau ditinggalkan calon suamimu di masa lalu. rupanya dirimu bukan cuma jelek dan bodoh tapi juga gila.!'' maki Roro meludah dan tertawa bergelak.
Sementara mulut berbisanya mengolok lawan tubuhnya juga turut berkelebatan menghindar dan menangkis serangan yang datang. kipas peraknya mengibas, membabat juga balas menotok kepala serta empat bagian tubuh lawannya yang paling rawan. bau wangi yang menyengat hidung dibarengi gelombang sambaran angin turut mengiringinya. gerakan ini adalah tindakan menangkis, membendung sekaligus balik menggempur lawannya.
Tempat pertarungan mereka berdua berada di atas tonjolan- tonjolan batu karang pantai yang biarpun tidak tinggi tapi cukup tajam dan licin ujungnya. bukan masalah gampang untuk dapat beradu kekuatan jurus di tempat seperti itu bahkan bagi orang berilmu silat tinggi sekalipun. namun bagi kedua wanita ini sepertinya tidak menjadi masalah berat.
'Whuuuutt., wheeeesss., shraaat.!'
'Wheeeett., traaaang., craaaang.!'
Kelebatan bayangan hitam dan jingga, cahaya putih juga perak seolah saling libas. di iringi deru angin keras serta dentingan suara bentrokan senjata membuat pertarungan itu semakin sengit. cuma dalam waktu beberapa kejapan mata saja kedua perempuan ini telah beradu jurus lebih dari sepuluh gebrakan. ujung jubah gaun hitam dan jingga mereka terlihat robek- robek tersambar angin jurus yang saling beradu.
Walaupun di luarnya Roro Wulandari terlihat tenang sambil terus sunggingkan senyuman sombongnya untuk membuat hati lawannya semakin panas, namun lain pula yang terbersit dalam otak wanita ini. ''Dari mana perempuan sundal keparat dan edan ini mendapatkan senjata 'Kipas Tiga Kutukan' itu. dulu aku pernah mencari- cari kipas pusaka ini tapi gagal menemukan jejaknya..''
Saat berpikir Roro tetap tidak kehilangan perhatiannya hingga tiga larikan cahaya hitam dari kipas lawan yang kembali menyerangnya dapat dia hindari dengan melontarkan tubuh langsingnya ke udara. batu karang tempatnya berpijak seketika meledak hancur menjadi serpihan batuan kecil dihantam kesaktian dari Kipas Tiga Kutukan yang berada di tangan 'Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma'.
__ADS_1
Dari atas sana Roro membuat tiga kali salto putaran tubuh. dibawah cahaya sinar bulan yang separuh tertutup awan mendung gerakannya terlihat indah dan memukau pandangan mata. tangan kiri menghantam disusul kibasan kipasnya. selusin jarum perak melesat datang menghunjam disertai deru angin kencang yang menebar hawa panas. inilah jurus 'Angin Hujan Jarum Perak.!'
Sebelum tubuh langsingnya turun ke bawah, dia juga sempat kembali hantamkan jemari tangan kirinya yang mencuat kuku- kuku tajam melengkung berwarna merah bara api. ilmu pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' juga tidak mau ketinggalan memburu mangsanya. seperti biasanya dalam bertarung wanita secantik bidadari itu tidak mau kepalang tanggung.
Mau tidak mau yang menjadi lawannya jadi terperanjat juga menghadapi serangan ganas itu. meskipun demikian dia tetap berkelebat maju menghadang sambil kibaskan kipas serta cermin bulatnya. tiga larik cahaya hitam disusul sinar kuning emas berbentuk bundar yang menyilaukan mata menyambar di udara.
Belasan jarum- jarum perak runtuh patah bermentalan, bahkan sebagian meleleh hancur hanya jarak dua jangkauan tangan saja dari tubuh sasarannya. tapi biarpun demikian ilmu Cakar Tengkorak Darah yang bentrok dengan tiga larik cahaya hitam pekat masih mampu menembusnya. hanya sayang akibat benturan kesaktian itu kekuatan ilmu pukulan andalan Roro ini menjadi berkurang. hanya dengan satu lagi kibasan Kipas Tiga Kutukan, ajian itu dapat dimusnahkan.
Bagi si wanita genit berjubah jingga ini adalah sebuah kesempatan untuk secepatnya membunuh lawannya. tenaga dalam penuh tersalur di cermin kiri yang terangkat lurus di atas kepala. sepasang matanya berkilatan membersitkan cahaya tajam yang aneh. dari cermin bulat itu keluar asap putih. udara sekitar terasa lebih dingin. ''Tatap mataku sekarang.!'' hardik Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma dengan suara dingin.
Tanpa sadar Roro yang baru jejakkan kedua kakinya ke bumi melirik mata perempuan genit yang jadi lawannya. terasa adanya hawa aneh merasuki pikirannya. meskipun cuma sekejapan mata saja tapi sempat membuat dia bingung dan ragu hendak berbuat apa. entah kenapa dia merasa agak susah untuk mengalihkan pandangannya pada kedua mata lawan yang kini berubah keperakan.
Murid dari si 'Nenek Tabib Selaksa Racun' itu merasakan adanya bahaya yang mengancam dirinya. sebagai orang yang pernah belajar dasar ilmu sihir dari gurunya Roro cukup tahu ciri ataupun gejala awal saat terkena serangan ilmu sihir. dengan kerahkan tenaga kesaktiannya dia berusaha bertahan dan berontak dari kekuatan yang menyerang mata batinnya.
Kejadian ini membuat Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma terkejut karena selama ini hampir tidak pernah ada orang yang sanggup lolos dari jeratan ilmu gaibnya. tetapi dia tidak menjadi panik karena semua ini cuma kulit luarnya belaka. inti ilmu sihir milikinya justru berada pada cermin emas bundar yang teracung di atas kepalanya.
Mohon tuliskan komentar Anda👍, Terima kasih🙏.
__ADS_1