
Dari enam orang kini sudah berkurang menjadi empat saja anggota yang tersisa dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'. Jurata dan Birunaka masing- masing menghadapi dua orang lawan. anehnya diantara empat orang yang memang sudah mulai runtuh kepercayaan dirinya itu hingga berniat kabur, ada seorang yang malah tetap bertahan sambil berkali- kali menggoreskan sesuatu di atas tanah dengan menggunakan ujung tombaknya.
Sementara itu sepasang mata di balik topeng juga memberikan isyarat agar lawan melihat ke bawah. jelas saja ini agak menarik perhatian Jurata. sambil babatkan goloknya dua kali serata pinggang lalu menendang, dia sanggup membuat kedua orang lawannya terpental mundur. bahkan salah satunya sempat tersayat perutnya.
''Aku masih hidup., beri satu bacokan di punggungku. buat pingsan seorang lainnya..'' cuma itu saja yang tertulis di atas tanah. meskipun tulisan itu sangat buruk dan hampir tidak dapat di baca, tapi Jurata masih bisa mengira- ngira. sementara dia berpikir orang yang membuat tulisan di atas tanah sudah kembali maju. anehnya dia cuma menyerbu seakan tidak perduli dengan pertahanan diri. padahal rekannya malah berseru untuk segera kabur.
Golok besar di tangan Jurata berkelebat seiring putaran lompatan tubuhnya, tahu- tahu dia sudah berada di belakang tubuh lawan lalu goloknya membacok deras. punggung orang berseragam hijau topeng tengkorak putih itu tersambar golok dari bahu kiri sampai turun ke pinggang kanan. darah mengucur bersama dengan tubuhnya yang tersungkur setelah kaki Jurata menendangnya.
Hampir bersamaan pentungan milik Birunaka kembali memakan korban kali ini si pemimpin yang tubuhnya paling tinggi tumbang dengan tulang leher patah setelah tengkuknya di hantam senjata pemuda berbaju biru itu. kepalanya sampai tertekuk kebelakang dengan lidah menjulur. meskipun begitu tombaknya masih sempat juga merobek paha dan lutut kanan Birunaka.
Jika si pemimpin mati seketika, maka seorang lagi terhajar pinggangnya. masih untung dia sempat memutar tombaknya untuk menahan hantaman pentung sakti Birunaka hingga tulangnya tidak sampai remuk meskipun ganti tombaknya yang patah. orang ini cuma bisa melotot biji matanya lalu muntah darah saat dua tendangan menghajar perutnya. biarpun luka di kakinya membuat tendangan Birunaka berkurang kekuatannya, tapi lebih dari cukup untuk membuat lawan terkapar pingsan.
Satu orang lagi sudah kabur lebih dari dua puluh langkah. Jurata mendengus keras, sekali tubuhnya berkelebat dia mampu menyusul anggota terakhir Pasukan Tombak Gergaji Iblis itu hanya dengan dua kali jejakkan kakinya ke tanah sebelum goloknya menyabet leher lawan.
Orang ini rupanya memiliki gerakan yang cepat dan pendengaran tajam. hanya sejengkal saja golok besar yang bentuknya agak melengkung itu menebas lehernya, dia cepat merunduk dan berguling tiga kali. pada akhir gerakan tombak bergerigi di tangannya mendadak balas kirimkan dua tusukan ke arah jantung bersamaan tangan kirinya menghantam perut dengan tenaga dalam penuh. ''Mampus kau keparat.!''
Mau tidak mau Jurata terperanjat juga. tapi orang ini tidak menjadi panik. dari gerakan menebas lehar, goloknya diputar miring lantas membacok ke bawah, bersamaan itu lutut kiri di tekuk lantas menendang. ini adalah gerakan menangkis sekaligus mengadu kekuatan kaki dengan kepalan lawannya. yang hebat semua itu dia lakukan saat tubuhnya masih belum menginjak tanah.
__ADS_1
'Sheeet., bheet., whuut. .!'
'Traaaang., traang., dheeess.!'
''Aaakh., siaal.!'' keluh si baju hijau kesakitan. meskipun ujung tombaknya mampu menusuk dada lawan, tapi cuma sedalam satu ruas jari sementara kepalannya patah tertendang. Jurata mengernyit menahan ngilu di tulang kakinya. tanpa buang waktu goloknya kembali menyambar kedepan. lawan cuma sempat dua menangkis sebelum kepalanya menggelinding ke tanah. darah tersembur bersama tubuhnya yang tumbang ke bumi.
Enam orang berseragam hijau dengan topeng tengkorak putih sudah tergeletak di tanah. empat mati dua lainnya terluka parah. Jurata cepat menghampiri orang yang terbacok punggungnya dan sempat menulis kalimat aneh di atas tanah. setelah membalikkan tubuhnya. dia buka lembaran topeng tengkorak putih yang menutupi wajahnya.
''Aah., ternyata memang dia. tapi., tapi kenapa kawannya bilang orang ini sudah mati.?'' seru Jurata kebingungan melihat sebuah goresan besar bekas luka menghitam di pipi kanan hingga dagu pada wajah orang itu. Birunaka juga merasakan kejanggalan tapi masih dapat berpikir jernih. ''Kita harus cepat mengobati luka orang ini, setelah dia sadar baru akan jelas masalahnya..''
Tidak sampai sepeminum teh orang bercodet di pipi kanan itu mulai tersadar, karena luka di punggungnya meskipun cukup panjang tapi tidak begitu dalam. ''Kal., kalau masih ada kawanku yang masih hidup, cepat kalian totok dia, tapi jangan dibunuh. tid., tidak seorangpun yang boleh meng., mengetahui rahasia ini..'' ucap orang bercodet hitam itu sembari menahan rasa sakit. Jurata salurkan tenaga dalamnya untuk menambah kekuatan orang ini.
Jurata juga merasa setuju dengan Birunaka tapi orang itu menggeleng. ''Kalau sampai cuma diriku yang selamat, tentu membuat para atasan merasa curiga..'' ucapnya sambil mencoba bangun tapi Jurata menahannya. ''Kau berbaring saja, lukamu meskipun tidak parah dan sudah berhenti mengalirkan darah, tapi cukup panjang. ''Aah., harap maafmu karena diriku terlalu keras menyerangmu..''
''Hee., he., tidak perlu kau merasa bersalah. semua ini memang diluar kendali. dengarkan., waktu kita tidak banyak. jadi aku langsung bicara sesingkatnya saja. beberapa hari lalu, sesuai perjanjian dengan tuan penolong aku hendak menyampaikan kabar berita tentang semua yang kuketahui di pulau 'Seribu Bisa'. kebetulan sebagian dari anggota pasukan diperintahkan untuk keluar pulau. sayangnya diriku bukan termasuk dari mereka. jadi terpaksa aku ikut menyusup ke dalam kapal yang hendak membawa pasukan ke luar pulau. sialnya diriku sempat terpergok salah seorang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis..''
Dalam keadaan terjepit timbul satu pikiran di kepalaku. satu anggota yang memergokiku secepatnya aku lumpuhkan. surat rahasia yang hendak kuberikan pada tuan penolong kususupkan ke dalam bajunya. kebetulan aku paham sedikit ilmu menotok jalan darah ke otak yang dapat membuat orang menjadi linglung bahkan gila. selanjutnya aku berseru kalau sudah menangkap seorang mata- mata..''
__ADS_1
''Tentu saja teriakanku mengagetkan semua orang di atas kapal. aku bepura- pura sempat terhajar dengan cara melukai lenganku sendiri. singkatnya orang itu tertangkap dengan barang bukti surat rahasia buatanku. yah., memang sangat disayangkan. tapi keadaanlah yang memaksaku berbuat begitu..'' tutur orang bercodet hitam di wajahnya itu.
''Para atasan memberiku pujian bahkan imbalan yang besar. untuk mengambil hati dan menghilangkan kecurigaan yang mungkin timbul, aku meminta agar sebagian hadiah itu dibagi rata kesemua anggota, khususnya yang ikut meringkus si mata- mata palsu itu. orang ini kabarnya sudah mati. tapi., itu juga pantas untuknya karena aku tahu dulunya orang ini adalah salah satu dari 'Enam Kumbang Sesat' yang suka merampok dan berbuat cabul pada kaum wanita..''
''Meskipun begitu., timbul lagi masalah baru karena surat rahasia itu sudah jatuh ke tangan 13 Pembunuh. mengingat kehebatan ketua yang sangat licik, cerdik dan menakutkan, jika mereka terus menyelidiki lebih dalam bisa jadi hubungan rahasia antara aku dan si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' akan terbongkar juga. dengan nekat aku beranikan diri bicara pada kepala Pasukan Tombak Gergaji Iblis, bahwa sebenarnya diriku sudah lama curiga dengan mata- mata itu dan pernah melihatnya diam- diam menemui seseorang di sebuah gubuk reot yang berada di punggiran Wonokerto..''
Jurata dan Birunaka saling pandang, mereka mulai paham masalahnya. ''Aku tahu sekarang. turut aturan dari tuan penolongmu si Ular Sakti Berpedang Iblis, jika kita mengetuk pintu gubuk diawali tiga kali ketukan panjang dan tiga kali pendek sebanyak dua kali, orang dari dalam gubuk akan membalas dengan ketukan kebalikannya. tiga ketukan pendek lalu tiga panjang. tapi orang itu tidak melakukannya. satu lagi., saat sandi ketukan itu dijalankan orang dalam gubuk tidak boleh membukakan pintu. justru orang dari luarlah yang harus membuka sendiri pintu gubuk..''
''Pasti kau yang mengatakan pada atasanmu telah melihat cara mata- mata itu bertukar berita dengan orang luar. hanya sandi ketukan rahasia itu telah sedikit kau ganti. otakmu cerdik juga sobat., tapi kenapa tidak kau sendiri saja yang langsung menemui kami ke dalam gubuk itu hingga tidak perlu repot begini.?'' tanya Birunaka.
Orang itu menggeleng sambil memakai kembali topeng tengkoraknya. ''Atasan sudah menunjuk orang lain untuk menjalankan penyamaran. aku tidak mau mereka curiga jika diriku tetap ngotot yang melakukan semuanya. untungnya sesuai dengan harapanku, kalian menjadi curiga dengan semua kejadian di gubuk hingga mengikuti mata- mata palsu itu kemari. sekarang akan aku ceritakan semua yang kejadian yang kuketahui di pulau Seribu Bisa..'' orang bercodet itupun mulai mengatakan semua rahasia yang dia ketahui. kedua orang ini berkali- kali terkejut mendengar penuturan si codet hitam.
Waktu sepenanak nasi terlewati, ''Semua yang aku ketahui sudah kusampaikan. kalian semua cepatlah pergi. mungkin sebentar lagi akan ada banyak anggota kami yang datang. bebaskan totokan kawanku, dia sebenarnya cuma seorang tukang judi dan pencuri yang sedang jadi buron kerajaan. kurasa., dia masih layak untuk hidup..'' ucap si codet menunjuk rekannya si pendek gemuk yang pingsan setelah di tendang perutnya oleh Birunaka.
*****
Asalamualaikum., Salam sehat dan sejahtera selalu. mohon maaf jika lambat up date.🙏 silahkan tulis kritik saran, komentar, like👍 vote atau favorit👌jika anda suka. Terima kasih.
__ADS_1
Selamat menyambut bulan suci Ramadahan. semoga membawa Berkah buat kita semua. Amin.🙏 Wasalamualaikum.