13 Pembunuh

13 Pembunuh
Provokator.


__ADS_3

Langit malam yang gelap bertabur bintang seakan hendak terbelah dan runtuh ke bumi, saat suara raungan murka sang 'Naga Urat Hijau' yang keras menggelegar terdengar. dua buah ilmu pukulan sakti yang paling hebat sudah terlontar. belasan cahaya hijau mirip lidah petir menyambar dari kedua kepalan tangannya yang kekar berotot.


Di lain pihak, Dewi Malam Beracun mau tidak mau terperanjat juga saat tahu lawannya menggunakan dua buah ilmu kesaktian agar secepatnya dapat menghabisi dirinya. dalam seumur hidupnya belum pernah ada orang yang berani menghinanya seperti ini. bagi Naga Urat Hijau, dia lebih memilih mati dari pada dihina serendah itu.


Maka bisa dibayangkan betapa menakutkan kekuatan dari kedua ilmu pukulan itu. tapi meskipun tahu kalau dirinya berada dalam ancaman kematian, Roro tidak sedikitpun merasa gentar. bahkan sambil lepaskan ilmu pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' hingga dua kali berturut- turut disusul dengan jurus 'Kipas Bayangan Pengejar Sukma' mulut wanita licik dan sombong itu juga tidak mau diam.


''Huhm., dari sikapmu yang langsung naik darah ini saja malah semakin membuktikan kalau semua omonganku benar. apa kau pikir dengan berusaha membunuhku kau dapat menutupi hatimu yang lembek. dasar payah., hei., naga pecundang, kalau takut patah hati dengan wanita, kenapa juga berani jatuh cinta pada kaum perempuan.?''


Seolah belum puas Roro terus saja berkoar, ''Aku rasa., kau lebih baik bercinta saja dengan para monyet, anjing atau kambing betina. jika kalian sudah saling cocok., biarpun tanpa mahar mas kawin yang mahal kau tetap bisa mengawini ketiganya sekaligus. kujamin mereka tidak akan mampu menolak dirimu. Haa., ha.!''


Jika di dunia ini ada wanita yang paling tahu cara menghasut, menghina, merendahkan dan sekaligus mengadu domba orang lain, maka Roro Wulandari si 'Dewi Malam Beracun' bisa dijadikan sebagai contoh paling baik. sekali mulutnya menyemburkan ucapan licik, orang yang paling sabar, beriman tebal dan sangat rendah hati sekalipun juga tidak bakalan mampu bertahan dan mengamuk. mungkin dalam bahasa jaman sekarang., perempuan cantik ini bisa digolongkan sebagai seorang provokator ulung.


Jangankan Naga Urat Hijau, para tokoh silat dan semua pasukan dari keduabelah pihak yang kebetulan mendengar ucapan Roro sama terperangah dan panas hatinya. mereka sungguh tidak percaya ada seorang wanita anggun secantik bidadari yang telihat lemah lembut tapi mempunyai mulut culas berbisa dan setajam pisau belati.


''Perempuan bangsat., matilah kau.!'' kutuk Naga Urat Hijau kalap. dua pukulan sakti 'Naga Hijau Melebur Gunung' dan Cabikan Naga Hujau Pemusnah Dunia' dengan mudahnya melibas hancur ilmu 'Cakar Tengkorak Darah' yang dilepaskan Roro. bahkan jurus 'Kipas Bayangan Pengejar Sukma' juga tersapu lenyap. dentuman keras beradunya kekuatan empat ajian sakti terdengar berulang kali.

__ADS_1


Dewi Malam Beracun mesti mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya untuk mencelat mundur sambil ganti lepaskan jurus 'Kipas Penggulung Awan'. meskipun tahu dua jurus saktinya telah dimusnahkan lawan, tapi akibatnya kekuatan ilmu pukulan Naga Urat Hijau juga berkurang kekuatannya.


Gelombang angin keras bergulungan disertai semburan hawa panas menghempas kedepan, hingga membuat gerakan Naga Urat Hijau yang meluruk maju menjadi tertahan dan bergetaran menahan hempasan angin panas sekeras badai topan itu. bersamaan itu tubuh Roro mencelat ke udara. tangan serta kipas peraknya mengibas.


Naga Urat Hijau menggerung sekeras guntur saat merasakan ada beberapa batang jarum keperakan menembusi tubuhnya. rupanya jurus Kipas Penggulung Awan hanyalah pembuka saja, karena serangan dari ataslah yang menjadi intinya. jurus 'Angin Hujan Jarum Perak.!'


Masih beruntung tenaga dalam pemuda ini sangat tinggi hingga puluhan jarum itu tidak sampai terlalu dalam menembus dagingnya. bahkan hanya dengan satu kali hentakan saja, senjata rahasia Dewi Malam Beracun itu sudah berjatuhan rontok dari tubuhnya.


''Kau benar- benar wanita sundal. kembalikan nyawa kekasihku.!'' bentak Naga Urat Hijau sambil lepaskan kembali ilmu kesaktiannya, dengan sekejap dia telah membuat lebih dari sepuluh gerakan mencabik, mencengkeram dan meninju yang semuanya mengeluarkan kilatan cahaya petir kehijauan.


''Kekasihmu kau bilang.? Chuih., rupanya kau bukan saja lelaki pengecut tapi juga seorang pembual yang goblok. kalau mau berkhayal janganlah terlalu muluk. jadi., cepatlah bangun dari mimpimu dan cuci muka. Hik., hi., jangankan menjadi kekasihmu, untuk mengucapkan kata cinta pada 'Bidadari Berpayung Emas' saja kuyakin kau belum pernah. karena., khawatir dia tolak. Hik., hi.!''


Bibir tajam Roro masih ingin mengumbar caci maki, tapi yang keluar dari mulutnya adalah jeritan marah bercampur kengerian. entah sejak kapan kedua tangan Naga Urat Hijau sudah berada didepan tubuhnya. kipas perak berkelebatan menangkis seiring kakinya yang membuat garak langkah pertahanan.


Meskipun tenaganya sudah mulai terkuras karena harus bertarung dengan dua lawan berat berturut- turut. tapi nyali wanita ini tidak pernah menciut. kipas perak membendung serangan, jurus Cakar Tengkorak Darah kembali balas mengancam. sasarannya dada dan leher lawan.

__ADS_1


'Wheeeess., whuuut., wheeet.!'


'Sraaaatt., braaaak., plaaangg.!'


Roro Wulandari mengeluh tertahan. tubuhnya terpental tiga tombak, ada cairan darah yang termuntah dari mulutnya. wanita ini berdiri terhuyung lalu jatuh bersimpuh. wajahnya pucat pias. meskipun dia punya siasat tapi kadang juga bisa gagal. meskipun demikian wanita ini tidak menyerah, hanya dalam waktu sedetik saja otaknya sudah bekerja.


''Mampuslah kau wanita jahanam., wahai kekasihku Bidadari Berpayung Emas, terimalah persembahan darah musuh besarmu.!'' geram Naga Urat Hijau sambil berkekebat kedepan. pukulan 'Naga Hijau Melebur Gunung' sudah siap dilontarkan untuk menamatkan nyawa Dewi Malam Beracun.


Sepasang mata bening dibalik helaian rambut hitam panjang menatap sayu. bibir merah bernoda darah keluarkan suara mendesah. dalam ancaman kematian Roro justru berbuat sesuatu yang sungguh di luar nalar dengan melepas jubah gaun hitamnya yang sudah robek terkoyak. kini dia hanya memakai pakaian dalam sehelai kutang hitam dengan talinya sengaja dibiarkan terjatuh kebawah lengan hingga sebagian buah dadanya yang putih montok terlihat menantang.


Naga Urat Hijau tertegun. jarak diantara keduanya hanya terpaut dua tiga langkah saja. mata pemuda tinggi gagah itu melotot. tanpa sadar pukulannya tertahan. sepasang mata dan bibir wanita cantik jelita didepannya itu seakan berbicara, ''Kau suka padaku bukan, jadi., kenapa mesti menangisi wanita lain yang sudah mati, kalau ada lebih baik sedang menunggu didepanmu..''


Hanya beberapa kejapan mata saja semua itupun terjadi. saat mulut Roro meniup lembut, dua buah jarum merah darah melesat kemuka berputar cepat lalu memecah kedua arah sasaran. Naga Urat Hijau melolong setinggi langit. saat dua jarum merah itu menembus mata kiri dan bagian selakangannya. inilah 'Jarum Liur Naga'. senjata rahasia terhebat Roro yang pernah menghabisi Kamajaya, salah satu pentolan 13 Pembunuh.!


Hebatnya meskipun terluka parah dan menjadi cacat, orang ini masih mampu menyerang balik. pukulan saktinya yang sempat tertahan akibat terbuai godaan Dewi Malam Beracun yang memakai ilmu sihir 'Pelet Pengasih Pemikat Jiwa' untuk menyerang kelemahan di hati Naga Urat Hijau itu terlontar ke depan.!

__ADS_1


Tapi semua itu hanyalah sia- sia. Roro tertawa mengekeh. meskipun perempuan ahli siasat bermulut culas berbisa itu tidak bergerak, namun selarik cahaya merah hitam dari sebuah pedang buntung sudah berkelebat memotong pukulan lawan sekaligus menikam dada. hampir bersamaan dua kali gebukan pentungan kayu sudah menghajar remuk tulang punggung dan leher pemuda itu.


__ADS_2