
Bersamaan dengan pecahnya pertarungan antara Roro Wulandari sang 'Dewi Malam Beracun' dengan Nyai Bawang alias 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah', di penjuru lainnya Putri Penjerat atau si 'Laba- Laba Kuning' juga harus kembali berjibaku melawan dua puluhan orang anak buah kelompok 13 Pembunuh.
Berbeda dengan Roro yang belum pernah menggunakan anggota yang di sebut sebagai 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dalam petualangannya, si Laba- Laba Kuning justru pernah beberapa kali memakai pasukan itu dalam pekerjaaannya. terakhir lima bulan lalu dia memerintahkan pasukan bawahannya untuk membantai satu perguruan silat yang berani melindungi seorang pembesar istana yang menjadi sasaran pembunuhan dari kelompok 13 Pembunuh.
Meskipun Putri Penjerat berilmu silat tinggi namun bagaimanapun juga tangannya yang buntung sebelah membuatnya agak kurang leluasa untuk memainkan senjata gulungan benang bajanya. permainan jurusnya yang aneh dan mematikan jadi rada berkurang kehebatannya.
Jika sebelumnya lawan terpecah dan terdesak karena harus menghadapi dia dan Roro, kini justru sebaliknya Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang kembali terbangkit semangat bertarungnya karena hanya perlu menghabisi satu lawan saja.
Serangan jurus 'Kipas Bayangan Pengejar Sukma' yang di lepaskan Roro menyambar cepat menembusi derasnya hujan badai. berlusin paku dan jarum beracun terbang turut menyusul hendak merajam tubuh renta Nyai Bawang.
Nenek tua itu mendengus penuh ejekan. dengan mengumbar tawa mengekeh seram macam kuntilanak dia membuat suatu gerakan memutar dan menggebut beberapa kali. tangan kanannya yang sudah menggenggam puluhan bawang merah busuk meremas sekaligus mengibas bersamaan mulutnya meniup keras. segulung asap putih membungkus telapak tangannya. dari gumpalan asap itu melesat keluar berpuluh- puluh belatung busuk semerah darah.!
Jika di ceritakan, semua gerakan jurus yang di lakukan Nyai Bawang terkesan sangat lambat, padahal dalam kejadian sebenarnya semua itu berlangsung begitu cepat hanya butuh waktu beberapa kejapan mata saja.
Belatung merah darah yang menebar racun jahat dan hawa panas melabrak jurus kipas Roro berikut belasan senjata rahasia jarum paku terbangnya.
'Whuuuss., whusss.!'
'Wheeet., sheeet., sheet.!'
Jarum dan paku beracun terbang milik Roro sebagian rontok di hantam belatung darah Nyai Bawang hingga terdengar beberapa kali letusan kecil. tapi sebagian lagi masih mampu lolos dan terus mengancam nenek tua itu.
Sebaliknya ada juga belasan belatung darah yang mampu lepas dari hujan senjata rahasia Dewi Malam Beracun. akibatnya Roro mesti berjumpalitan sambil kibaskan kipas peraknya untuk menghalau belatung beracun itu dengan jurus 'Kipas Penggulung Awan.!'
Nyai Bawang menggerung marah. seekor belatung besar telah dia siapkan di tangan. mulut peotnya meniup semburkan asap kemerahan. belatung itupun membesar hampir tiga kali lipat. cahaya merah darah berselimut asap panas memancar dari tubuh belatung besar itu. kejap berikutnya Nyai Bawang hantamkan tangannya.
Belatung besar berwarna merah darah yang menebar hawa panas berbau menyengat menyambar ke muka. asap kemerahan terlihat menyelimuti binatang menjijikkan itu. Nyai Bawang tertawa bergelak, ''Hek., he., modar kowe bocah kemayu.!''
''Ajian 'Belatung Asap Neraka.!'' seru Roro kaget mengenali ilmu kesaktian lawan yang bukan saja mampu memusnahkan jurus Kipas Bayangan Pengejar Sukma, tapi juga sanggup menembus gelombang angin sekeras dinding baja dari ilmu 'Kipas Penggulung Awan.!'
Meskipun terkesiap namun murid 'Nenek Tabib Selaksa Racun' ini tidak menjadi panik. kipas di tangan kanannya kembali mengibas tiga kali ke atas lalu menghempas ke depan. jurus Kipas Penggulung Awan kembali dia lepaskan dengan tenaga dalam dua kali lipat untuk menahan laju sambaran ilmu Belatung Asap Neraka. sementara tangan kirinya yang menekuk membentuk cengkeraman berkuku tajam merah menyala. pukulan 'Cakar Tengkorak Darah.!'
'Whuuus., whuuss., sheeet.!'
__ADS_1
'Blaassh., blaaam.!'
Dua ilmu kesaktian bertemu. belatung merah darah sebesar jempol kaki orang dewasa itu masih terus bertahan di udara dan berusaha mendesak maju, sebelum akhirnya terpecah akibat di sambar pukulan Cakar Tengkorak Darah. tapi darah belatung yang di penuhi racun ganas tersembur ke segala arah hingga mengenai seorang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang bediri di dekat sana.
Orang ini berteriak parau sambil tubuhnya bergulingan ke tanah becek. berikutnya tubuhnya menggembung bengkak lalu meletus seperti balon pecah. orang inipun mati dengan tubuh membusuk dan di tumbuhi ulat belatung.!
Roro Wulandari bergidik juga melihat semua itu. terkena percikan darahnya saja sudah mampu membuat lawan mati secara mengerikan, bisa dia bayangkan kalau sampai terkena langsung. selagi Roro berpikir, serangan Nyai Bawang sudah melesat tiba di depan matanya sambil hantamkan tiga buah pukulan tangan kosong di akhiri dengan tendangan dan hantaman keranjang bawang belatung yang menebar hawa busuk dan cahaya merah redup.
'Whuuut., whuuut.!'
'Plaaak., sraat, dhees.!'
''Mampus kau bocah wadon keparat.!'' umpat Nyai Bawang bengis.
''Kaulah yang bakal mati nenek tua licik.!'' Roro balas memaki sambil kipasnya bergerak membabat dan menotok untuk menangkis serangan lawan sekalian balik menyerang. baku pukul beradu jurus silat tingkat tinggi dalam jarak dekat berlangsung sangat cepat hingga terlewat belasan jurus. tubuh kedua orang ini seakan sudah berubah menjadi dua gulungan bayangan hitam putih yang saling libas dengan ganasnya.
Sementara dua orang perempuan yang sama pernah menjadi anggota nomor dua belas dalam.kelompok pembunuh bayaran terkuat 13 Pembunuh itu masih terlibat pertarungan adu jiwa yang semakin sengit, Putri Penjerat juga harus bersusah payah untuk menjebol kepungan Pasukan Tombak Gergaji Iblis.
Dengan gertakkan giginya Putri Penjerat menggerung buas, sepasang matanya menyorot cahaya kekuningan tajam yang menusuk. lima utas benang baja yang lemas diputar lalu bergerak kedepan menyambar seperti cambuk. lima kilatan cahaya kuning tajam saling menyilang membentuk jala merobek udara. dalam kemarahannya Putri Penjerat telah lepaskan salah satu ilmunya yang terkuat 'Jaring Kilat Elmaut Kuning.!'
Tanpa ampun lagi dua orang pengurung yang tersambar terjungkal roboh mandi darah dengan beberapa bagian tubuhnya terpotong- potong. beberapa orang lainya meskipun masih bernyawa tapi mengalami luka parah tersayat- sayat.
Hampir bersamaan di penjuru lain terdengar dua jeritan tertahan yang di susul dengan terpentalnya dua sosok tubuh. jubah putih Nyai Bawang si 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah' terlihat robek terkoyak berhias bercak darah. muka seram nenek jahat itu terlihat bertambah bengis. dilain jurusan Roro Wulandari sang Dewi Malam Beracun berdiri sempoyongan lalu jatuh bersimpuh muntah darah. wajahnya yang cantik terlihat pucat menahan rasa sakit.
Hujan badai mulai berhenti tapi kegelapan masih menyelimuti bumi. meskipun Roro mampu babatkan kipas peraknya ke tubuh Nyai Bawang tapi orang tua itu juga berhasil menghantam Roro dengan pukulan 'Belatung Asap Neraka'. beruntung Roro sempat menahannya dengan ilmu 'Cakar Tengkorak Darah' hingga meskipun terluka dalam cukup parah tapi nyawanya masih selamat.
Wanita cantik itu mendongak ke langit. di sana rembulan muncul di balik awan hitam. sebuah seringai sadis tersungging di bibir indahnya. ''Bukankah malam ini tepat malam bulan purnama., baguslah.!'' gumamnya seraya bangkit berdiri.
''Hik., hik., hi., memangnya kenapa kalau ini malam purnama, memangnya kau bisa lolos dari belatung darahku jika bulan purnama muncul.?''
"Dengar perempuan sund*l yang sombong., sekalipun gurumu datang sendiri kemari, dia juga tidak bakal mampu mengalahkan aku. cepat berikan kitab petunjuk 'Seribu Senjata Rahasia Sakti' padaku sekarang, kematianmu akan kubuat lebih mudah.!'' gertak Nyai Bawang penuh hawa serakah.
''Huhm., begitukah menurutmu.? dengarkan aku tua bangka anjing. mendiang guruku si 'Nenek Tabib Selaksa Racun' mungkin tidak dapat menandingimu. tapi aku pasti mampu melakukannya..''
__ADS_1
''Hek., he., rupanya kau bukan saja wanita tolol dan sombong, tapi juga pembual besar. lihat saja., kau akan kubuat mampus dalam bualanmu yang menggelikan.!'' maki Nyai Bawang sengit sambil tangannya menebarkan ratusan bawang merah busuk ke atas tanah. mulut peotnya komat- kamit merapal mantra dengan mata terpejam. dari atas kepala dan telapak tangannya muncul kabut asap berwarna kebiruan yang menebar hawa panas.!
Saat kedua mata cekungnya yang licik dan culas terbuka Nyai Bawang angkat kedua tangannya ke atas, asap biru panas menebar seakan membasuh butiran bawang busuk yang tersebar di tanah becek. hebatnya bekas air hujan di sana seketika tersapu sirnah. butiran bawang busuk terkelupas. dari dalamnya keluar ratusan ulat belatung berwarna biru.
Roro Wulandari terkesiap bukan kepalang. meskipun belum pernah melihatnya, tapi dari gurunya dia pernah mendengar jika Nyai Bawang memiliki sejenis ilmu kesaktian yang di padukan dengan sihir dan racun bernama 'Letusan Seribu Belatung Biru Kematian.!' terakhir menurut sang guru ilmu jahat ini belum sanggup dia kuasai. tapi sekarang sepertinya Nyai Bawang sudah mampu menggunakannya.
''Sebenarnya ilmu ini aku persiapkan untuk membantai orang- orang istana Angsa Emas. tapi karena kau adalah murid tua bangka keparat itu, maka kuberikan kehormatan sebagai orang pertama yang merasakan keganasan ilmu 'Letusan Seribu Belatung Biru Kematian' ini.!''
Roro Wulandari mundur beberapa tindak, bagaimanapun juga pemandangan beratus belatung biru berbau busuk yang semakin membesar itu cukup menjijikan baginya. Nyai Bawang tergelak mengejek. ''Kenapa mundur., kau takut mati juga rupanya..''
Dewi Malam Beracun mendongak ke atas, disana langit terlihat lebih terang. awan hitam lenyap berganti rembulan bulat penuh juga bertaburan bintang. ''Kau tahu kenapa aku disebut sebagai Dewi Malam Beracun.?''
Nyai Bawang meludah tidak perduli. pertanyaan itu kemudian Roro jawab sendiri.
''Arti dari Dewi Malam adalah Rembulan. Beracun karena diriku memang mempelajari ilmu racun sepertimu. namun di balik semua itu ada suatu rahasia yang tidak pernah di ketahui siapapun juga selain guru dan saudara seperguruanku. asal kau tahu saja kekuatanku akan menuncak saat bulan purnama tiba.!''
''Chuih., mengocehlah sesukamu wanita sundal. jangankan kau, gurumu sendiri juga tidak bakal sanggup menghadapi ilmu kesaktian dan sihirku.!'' gertak Nyai Bawang sambil kebutkan kedua tangannya. hampir serentak beratus belatung biru sebesar ibu jari turut melayang ke atas. suara meraung seram menambah suasana menggidikkan.
''Setan alas., kau pikir cuma dirimu saja yang menguasai ilmu sihir kesaktian. meskipun kuakui ilmuku belum sehebat dirimu, tapi bekal yang di berikan mendiang guru padaku ini kuyakin bakal membuat dirimu menyesal sampai ke liang kubur.!'' bentak Roro tidak kalah sengitnya.
Diakhir ucapannya Roro Wulandari kembali mendongak sambil rentangkan tangannya ke atas. bibirnya meracau merapal sesuatu. matanya menatap nyalang rembulan purnama yang bersinar terang. cahaya bulan seperti menyorot dan terhisap ke tubuh wanita itu. tubuh wanita cantik itu bergetar, mulutnya menggeram dan meraung seakan menahan rasa kesakitan dan amarah.
Nyai Bawang tersurut mundur melihatnya, wajah culasnya berubah hebat. ''Ini., ini tidak mungkin. dia., tua bangka itu., kau., kau tidak mungkin memilikinya. aku., aku tidak percaya., bangsat sialan., jahanam.!''
Roro menggeram buas, sekarang dia berdiri membungkuk dengan kedua tangan menapak diatas tanah. raut wajah cantiknya lenyap berganti wajah dipenuhi bulu hitam dan mata semerah darah. mulut dan hidungnya seperti memanjang. saat dia menyeringai terlihat gigi dan taring tajam mencuat. lidah yang menjulur keluar meneteskan air liur merah berbau anyir.
Kedua tangan dan kakinya terlihat lebih kokoh dengan cakar tajam berwarna merah berselubung kobaran api. sekujur tubuh perempuan itu sudah berubah wujud menjadi seekor serigala hitam yang haus darah.!
*****
Pengumuman.,
Asalamualaikum., mohon maaf novel silat 13 Pembunuh tidak dapat up date untuk waktu 1- 2 minggu ke depan, karena selain kesibukan kerja juga (adik) yang punya novel ini hpnya rusak😓., jadi tidak dapat mengirimkan tulisannya lewat chat ke kami. (nunggu beli hp baru 😁😅 dia kerja di tempat jauh/tki) tapi untungnya novel yg satunya Pendekar Tanpa Kawan masih sempat terkirim satu chapter. (mungkin besok PTK bisa up date)🤔 Terima kasih. Wasalamualaikum.
__ADS_1