
Pisau belati ditangannya baru saja selesai membelah perut ikan yang terakhir, saat Sabarewang bertanya, ''Kira- kira siapa perempuan yang kutemukan itu, aku merasa dia bukan wanita sembarangan.
''Kau benar., lukanya sangat parah. kalau orang lain yang mengalaminya dia pasti sudah mati.' jawab Respati sambil lemparkan ikan terakhir ke dalam kuali tanah berisi racikan bumbu buatan Sabarewang. kusir kereta ini boleh dikatakan orang yang serba bisa termasuk urusan dapur.
''Apa kau yakin Dewi Malam Beracun masih sanggup mengobati orang dengan luka separah itu.?'
Respati cuma angkat bahunya. ''Entahlah., kau tahu sendiri wanita galak itu penuh rahasia, aku sendiri tidak tahu sampai sehebat apa ilmu pengobatannya.,'
''Eeh., sudah cukup lama anak nakal itu pergi mandi, kenapa sampai sekarang belum juga kembali.?'
''Benar., padahal sungai tempat mandi itu tidak jauh letaknya. apakah sudah terjadi sesuatu dengan anak itu,?' Sabarewang mulai khawatir juga.
Sementara itu gadis remaja yang sedang dibicarakan kedua orang itu kini justru sedang enak- enakan mandi di tepian sungai yang jernih mengalir tidak jauh dari guyuran air terjun. ''Hi, hi., Siapa suruh kalian mengejekku tidak bisa memasak., Respati si muka dingin dan Sabarewang si kusir brewok itu pasti sedang kebingungan dan sewot menungguku..''
''Huh., Sekarang kukerjai kalian berdua., nanti aku baru kembali saat semua ikan bakar itu sudah siap disantap. badan sudah segar perutkupun kenyang., hi., hi., hi.,!'' Satriyana tertawa licik. dalam hati dia merasa kalau rencananya ini sangat sempurna.
Sayangnya dia lupa kalau tidak ada sesuatu apapun yang sempurna di dunia ini. dan sepertinya yang bakal membuat rencananya berantakan sudah muncul disana.
Dua orang berjubah kuning terlihat meluncur turun dari atas air terjun yang tingginya hampir sepuluh tombak. jubah kuningnya mengembang untuk menahan laju tubuh kedua orang itu hingga mampu melayang beberapa saat di udara. sungguh suatu pertunjukan ilmu meringankan tubuh yang luar biasa.!
Satriyana tanpa sadar berdiri leletkan lidahnya, dia terpukau hingga lupa kalau sedang mandi dan telanjang bulat. meskipun gadis ini baru berumur empat belas atau lima belas tahunan tapi lekuk tubuh seorang wanita yang molek dan ramping sudah mulai terbentuk pada dirinya.
Kulit tubuhnya yang sawo matang namun bersih dan mulus terlihat segar dibasahi butiran air sungai yang jernih, dibawah sinar mentari pagi tubuh telanjang gadis remaja itu nampak mengkilap dan memukau pandangan.
__ADS_1
Sepasang kaki kedua manusia berjubah kuning sempat menutul batuan sungai yang menonjol sebelum mendarat ringan di tepi sungai itu. kedua orang ini sempat tertegun melihat pemandangan langka ini.
Satriyana yang tersadar dengan keadaan dirinya seketika terpekik, dengan penuh malu dia menenggelamkan diri ke dasar sungai. dari mulutnya tersembur makian dan sumpah serapah kotor.
"Dasar kalian orang mesum., bajingan tukang intip perempuan mandi, kambing bandot tak tahu diri, kucing garong gila, jahanam pemerkosa., pergi kalian dari sini.,!'' umpatnya sambil melemparkan batuan kali dari dasar sungai ke arah dua orang berjubah kuning itu.
Meskipun merasa geram dan malu dimaki seperti itu, tapi kedua orang ini tidak dapat berbuat apapun kecuali balikkan tubuhnya dan cepat menyingkir. tapi baru beberapa langkah saja salah satu diantara keduanya berhenti lalu bertanya sambil putar tubuhnya. ''Gadis muda., apakah sedari tadi kau mandi sendirian saja ?''
''Apa maksud pertanyaanmu., jangan- jangan kau hendak berlaku tidak senonoh padaku karena tahu aku cuma sendirian di sini.!''
''Gadis edan bermulut tajam, jangan suka bicara seenak perutmu. aku bisa kelepasan tangan dan menggamparmu.!'' bentak orang yang bertubuh tinggi agak kurus dan memakai puluhan gelang berduri di kedua tangannya.
Sebenarnya orang yang memang adalah Panglima Istana Kiri ini bukanlah orang yang gampang naik darah, tapi rasa cemas memikirkan rekannya yang hilang membuatnya tidak mampu mengendalikan diri.
''Gadis muda, kami berdua bukanlah bangsa manusia rendah. saat ini kami sedang mencari seorang rekan kami yang hanyut dari sungai di atas air terjun itu.!''
Satriyana tertegun sesaat, ''Kalian berdua ini sebenarnya siapa.?''
''Bukan urusanmu., kau cepat jawab saja pertanyaan kami.!''
''Orang bertanya selalu pakai aturan bukan paksaan, lagipula sejak tadi aku mandi dan mencuci baju di sungai ini tapi tidak kulihat apapun.!'' jawab Satriyana sambil bergerak menepi.
''Aku sudah menjawab pertanyaan kalian berdua, kenapa belum menyingkir dari sini ?''
__ADS_1
''Sungai ini bukan milikmu, kenapa juga kami harus pergi,?'' ujar Panglima Istana Kiri balik bertanya. Satriyana mendengus, ''Sudah kuduga kalian bukan manusia baik- baik, dasar pria mesum bermata keranjang.!''
''Gadis sial., berani benar kau memaki kami.!''
''Kalau bukan hendak berbuat mesum padaku kenapa juga masih menunggu di sana. aku sudah selesai mandi dan hendak berpakaian., memangnya kalian belum puas melihat tubuh bugilku.?'' bentak Satriyana sambil pura- pura hendak berdiri. hingga gundukan buah dadanya yang mulai terbentuk terlihat sebagian.
Karuan saja kedua orang Panglima Istana Angsa Emas ini kelabakan muka mereka merah padam, ''Dasar gadis- gadis jaman sekarang, benar- benar sudah tidak punya rasa malu.!''
''Edan., apa gadis itu berasal dari rumah pelacuran.?'' sambil mengumpat mereka berlalu tinggalkan tempat itu.
Satriyana terkekeh, ''Cuih., baru melihat tubuhku saja kalian sudah blingsatan, coba kalau punya kakak Dewi., wuiih kalian tidak bakalan bisa tidur nyenyak., he., he.!''
''Aduh celaka., kedua orang itu sedang mencari perempuan yang di temukan Sabarewang. aku harus segera kembali kesana..'' dengan terburu- buru Satriyana bergegas mentas dari dalam sungai, membereskan pakaiannya lalu berlari secepat yang dia mampu.
Entah kenapa setiap dalam keadaan panik tenaga gadIs ini seakan bisa meningkat beberapa kali lipat. maka hanya sebentar saja dia sudah sampai kembali di sana.
Melihat Satriyana kembali Sabarewang yang sudah berniat mencari gadis itu menjadi lega, tapi diluarnya dia terlihat marah.
''Apa saja yang telah kau lakukan disana, kenapa begini lama baru kembali.?'' semprotnya gusar.
''Sudah diam., nanti saja marahnya. tadi disungai aku bertemu dengan dua orang jahat..'' potong Satriyana.
''Jangan coba mengalihkan pembicaraan., aku sudah tahu akal licikmu yang sengaja pulang telat agar dapat tinggal makan ikan bakar tanpa perlu ikut repot memasaknya., begitu kan.!'' tuduh Sabarewang kesal.
__ADS_1
''Baik., baik aku mengakui itu. tapi sekarang yang harus kita perhatikan adalah kedua orang jahat berjubah kuning itu sedang mencari orang yang kau temukan di sungai.!'' tutur Satriyana. ''Halah., siapa percaya omonganmu, kau pasti cuma mengada- ada saja.!''
''Tapi sepertinya kali ini kau harus percaya ucapannya.!'' kata Respati yang sedari tadi diam. sepasang matanya yang tajam dapat melihat dua orang berjubah kuning datang dari kejauhan.