
Tujuh pembunuh kawakan itu masih duduk mengitari meja bundar batu pualam putih, perkataan terakhir sang ketua kelompok 13 Pembunuh sungguh membuat mereka tercengang. bahkan orang yang bertangan buntung alias si Lengan Tunggal Pengejar Roh juga turut tersentak kaget. meskipun merasa penasaran dan sangsi tapi mereka semua enngan bertanya lebih jauh.
Perlahan orang tinggi besar berjubah kuning keemasan bangkit berdiri. dari balik topeng tengkoraknya. terdengar suara menggeram marah.
''Aku tahu kalian merasa kurang percaya dengan apa yang aku katakan., di masa lalu saat kita semua masih berkumpul bersama, baik pembunuh nomor delapan si Pedang Geledek, nomor sembilan Jagal Golok Buntung juga Maling Nyawa nomor tiga belas adalah bawahanku yang terhitung paling patuh. sanggup membunuh siapapun yang telah kita tetapkan sebagai sasaran tanpa pernah bertanya apapun..''
''Selama lebih dari sepuluh tahun mereka bertiga tidak pernah gagal menjalankan tugasnya sebagai seorang anggota dalam kelompok 13 Pembunuh ini, terutama nomor sembilan Ki Mijun si Jagal Golok Buntung. sayang orangnya juga sudah mati., bukankah begitu Nyai Bawang.?'' tegur si topeng tengkorak dingin. entah sejak kapan dia sudah berada di belakang punggung si nenek tua hingga Nyai Bawang merasa tercekat ngeri.
''Aa., aku., aku hanya secara tidak sengaja menjumpainya berdiam di sebuah desa yang bernama Kembangsoka. awalnya ada seorang anak buahku yang mengatakan sebuah berita yang menarik perhatianku..''
''Menarik., berita menarik apa yang kau maksudkan Nyai.?'' bertanya sang ketua.
Dengan singkat Nyai Bawang alias si Nenek Bawang Beracun Belatung Darah mulai menuturkan hampir semua yang dia alami di desa Kembangsoka. hingga terakhir sempat bertarung dengan bekas rekannya, Ki Mijun si Jagal Golok Buntung.
''Yang aku merasa sangsi adalah apakah kotak kayu cendana hitam yang pernah di lihat Ki Sarpa anak buahku itu adalah kotak yang sama dengan barang yang kita cari selama ini. karena selama ini Ki Sarpa cuma mengira kalau kotak kayu hitam itu hanya berisi barang berharga sejenis perhiasan belaka..''
''Aku juga tidak akan pernah tahu kalau saja dia tidak bercerita tentang kakak sepupu perempuan jauhnya yang menikah dengan seorang lelaki muda gagah tampan dan kaya raya. sebenarnya aku tidak tertarik dengan itu, tapi anak buahku itu punya sifat serakah. dia ingin menguasai semua harta saudara ipar jauhnya itu..''
''Lalu apa hubungan semua ini dengan barang pusaka yang sedang kita incar Nyai Bawang.?'' potong Kamajaya. hampir semua rekannya turut memandang si nenek penuh pertanyaan.
''Justru disinilah awal rasa penasaranku muncul. Sarpa mengadu padaku kalau dia selalu gagal untuk menghabisi iparnya itu secara diam- diam. semua pembunuh bayaran yang dia kirimkan malah terbunuh..''
''Kukatakan padanya mungkin ilmu para pembunuh upahanmu yang terlalu rendah. tapi Sarpa menyangkalnya dan berkata kalau yang telah menghabisi begundalnya itu bukan lain adalah mertua dari sang ipar yang mempunyai ilmu silat pedang yang sangat tinggi., dia bilang kecepatan ilmu pedangnya melebihi sambaran kilat. saat korban tertikam tubuhnya terlihat hangus seakan tersambar halilintar..''
''Mendengar jawabannya aku rada tertarik juga., apalagi saat kudengar mertua dari iparnya yang juga sekaligus sebagai kepala desa Kembangsoka itu biasa di panggil sebagai Ki Winong.!''
__ADS_1
Nyai Bawang hentikan ceritanya sejenak sambil menuang secangkir arak. perlahan sambil minum matanya melirik semua rekannya yang terlihat seakan teringat pada seseorang. ''Hik., hik., tidak banyak orang bernama Ki Winong di dunia ini dan hanya ada satu Winong yang punya ilmu pedang setinggi gunung menjulang., kalian semua tentu sudah terbayang pada seseorang bukan.?''
''Apa., apakah yang kau maksudkan adalah Jarot Winongko, bekas kawan lama kita pembunuh nomor delapan atau si Pedang Geledek.?'' tanya Nyi Sira dengan bibir bergetar. dimasa lalu dia pernah nekat menjajal ilmu pedang rekannya itu. hasilnya Nyi Sira kalah dalam waktu kurang dari tiga puluh jurus. meskipun kejadian itu sudah sangat lama, tapi dendam kekalahan masih tetap membekas di ingatannya.!
''Hhmm., kalau bukan dia siapa lagi, yang membuatku merasa terusik adalah kita tahu betul Jarot Winongko belum pernah punya bini, bahkan kurasa perempuan simpanan juga dia tidak punya. jika begitu., lantas dari mana Ki Jarot bisa punya seorang anak perempuan yang menjadi sepupu jauh Sarpa anak buahku, bahkan sudah memiliki seorang cucu perempuan.?''
Setan Arak teguk habis kendi araknya lalu menyela sinis ''Ada yang aneh dari ceritamu Nyai Bawang, kalau memang anak buahmu yang bernama Sarpa itu punya sepupu, tentunya dia kenal dengan ayah dari saudara sepupu perempuannya..''
''Huh., apa kau pikir aku tidak pernah untuk bertanya seperti itu. Sarpa bilang dia dan keluarga sepupunya sudah terpisah sejak kecil, karenanya dia tidak ingat dengan orang tua dari saudara sepupunya itu.!'' damprat Nyai Bawang kesal. ''Lagipula hubungan pertalian keluarga mereka juga sudah jauh..''
''Lanjutkan Nyai Bawang.!'' perintah si topeng tengkorak dengan suara berat menggeram.
Nyai Bawang menganguk ''Yang membuatku makin tertarik Sarpa juga bicara kalau dia pernah melihat Ki Winong menyimpan sebuah kotak kayu cendana hitam, yang menurutnya berisikan emas atau barang pusaka..''
''Bersamaan di luaran mulai terdengar kabar tentang munculnya peta rahasia istana Angsa Emas yang katanya tersimpan dalam sebuah kotak hitam dan bayi ajaib., tapi tidak satupun orang yang tahu keduanya ada di mana. maka akupun berpikir apakah kotak kayu milik Jarot Winongko itulah yang di maksudkan, tapi dimana bayi ajaibnya berada.?''
''Untuk memastikannya aku pasti harus membunuh Ki Jarot Winongko. tapi., itu jelas bukan perkara mudah, akhirnya akupun turun tangan sendiri. kugunakan satu gerombolan perampok yang menjadi pengikutku untuk memancing keributan. di tengah kekacauan kuracuni orang yang menjadi menantu Ki Jarot. agar tidak menjadi kecurigaan kusuruh orangku untuk melukai tubuhnya dengan beberapa bacokan.!''
''Kalian tahu aku harus menunggu hampir setahun lamanya untuk menghabisi Jarot Winongko si Pedang Geledek dengan meracuninya sedikit demi sedikit melalui makanan yang di kirim Sarpa. tapi akhirnya usahaku berhasil juga. Ki Jarot sempat merasa curiga tapi sudah terlambat hek., hek.!''
''Meskipun begitu tetap saja tidak kutemukan peti kayu hitam yang dikatakan oleh Sarpa, biarpun sudah kami cari ke semua tempat..''
''Dalam setahun itu., berita mengenai peti hitam berisi peta rahasia dan bayi ajaib yang sudah hilang bagai di hembus angin tiba- tiba saja mencuat kembali. bahkan kini tersiar berita kalau peti kayu hitam dan bayi ajaib itu berada di dalam sebuah kereta kuda yang kabarnya sedang menuju ke Wonokerto..''
''Karuan saja aku menjadi sangsi, saat kami mengejar cucu perempuan KI Jarot yang kabur itulah tanpa sengaja aku bertemu dengan Mijun si Jagal Golok Buntung, bekas nomor sembilan. kami bertarung dan dia mati di tanganku..''
__ADS_1
''Nah., coba kalian pikir bagaimana bisa si nomor delapan dan sembilan dapat berada di tempat yang sama dalam waktu belasan tahun tanpa kita semua pernah tahu. apa yang sebenarnya sedang mereka berdua lakukan di desa terpencil yang bernama Kembangsoka itu.?'' Nyai Bawang balik bertanya sekaligus tangannya mencomot segenggam tumisan kalajengking beracun dan melahapnya. si nenek jahat ini menutup acara makannya dengan meneguk minuman keras milik si Setan Arak yang juga beracun.!
Empat orang duduk mengelilingi sebuah perapian kecil yang dibuat tidak jauh dari sebuah kereta kuda. di atas arang perapian itu terdapat beberapa buah jagung, ubi jalar dan lima bungkus ketan daun pisang yang berisi cacahan daging.
Seorang gadis cantik berkulit agak sawo lima belas tahunan terlihat kelaparan, berkali- kali dia mencoba mengambil makanan yang dibakar di sana. tapi sebuah tangan kekar berbulu selalu menepisnya.
''Sudah kubilang ini belum matang., lagi pula Nyi Dewi juga belum mencicipinya. sopanlah sedikit.!'' hardik Sabarewang mendelik. gadis yang bernama Satriyana itu cuma bisa menggerutu ''Tapi sampai kapan aku harus menunggu, perutku sudah sangat lapar..''
''Kalau kau memang sudah tidak tahan lapar, kenapa tidak makan bekal makanan kering di dalam kereta kuda saja.?'' tanya Roro sambil membalik- balik jagung di perapian.
''Huh., makanan kering itu membosankan, aku mau yang baru. ehh., sepertinya jagung bakar ini sudah matang. aku ambil dulu yah..'' sahut Satriyana mengambil sebuah jagung bakar yang dianggapnya sudah matang dan langsung dimakannya. karuan saja mulutnya kepanasan.
Tapi anak ini memang terkenal paling doyan makan di bandingkan ketiga rekannya, hanya sebentar saja sebatang jagung bakar sudah kudes dilahapnya. ''Uuh., sedap sekali rasanya, bumbu pedas manis racikan kakang Sabarewang sungguh tiada bandingnya. aku ambil satu lagi yah..''
Tanpa menunggu jawaban ketiga rekannya Satriyana kembali mencomot sebatang jagung bakar, tapi dia merasakan ada yang aneh. sepertinya tiga sahabatnya seakan sama sekali tidak perduli dengannya. tanpa sadar dia melirik ketiganya.
Sabarewang terlihat mengambil sikap waspada dengan tangan kiri sudah meraba gagang pedang buntungnya. Respati dan Roro masih duduk tenang seperti dirinya, tapi jelas aura membunuh sudah terpancar keluar dari tubuh mereka. bahkan di kedua tangan Dewi Malam Beracun telah menggenggam belasan paku dan pisau terbang yang siap mencari korban.
Satriyana diam- diam memandang sekeliling. dia terkejut saat merasakan ada puluhan orang sudah mengintai mereka dari balik kegelapan. gadis remaja ini mengeluh, malam ini sepertinya akan menjadi malam yang melelahkan untuk keempat orang pengembara persilatan itu.
*****
Asalamualaikum., Salam sejahtera selalu.🙏, dalam kesempatan ini kami author novel silat 13 Pembunuh mengucapkan banyak Terima Kasih kepada para Reader pembaca, karena atas Dukungan 👍, Coment., Kritik dan Sarannya novel ini (tanpa pernah kami sangka) bisa tembus 200 K.,👏👏.!!, bagi kami itu sudah luar biasa. sekali lagi Terima Kasih, Maturswun, Tank you.👏🙏.
Tentunya sangat banyak kekurangan di novel ini, kami tetap berusaha untuk memperbaiki.
__ADS_1
Wasalamuaalaikum.,