
Dalam mengerahkan ilmu kesaktian 'Api Iblis Tengkorak Darah' Roro Wulandari si 'Dewi Malam Beracun' yang belum pulih betul dari luka dalam dan kelelahan akibat pertarungan sebelumnya melawan 'Bidadari Berpayung Emas' serta 'Naga Urat Hijau' mesti kerahkan seluruh tenaga dalamnya yang juga dilambari ilmu sihir.
Maka tidak mengherankan jika kekuatan yang dihasilkan sangatlah mengerikan. sambaran gelombang api merah berbau anyir darah yang membentuk cakar tengkorak beradu kekuatan dengan berpuluh mata pedang kuning emas yang seolah membentuk sayap seekor burung angsa emas.
Meskipun demikian ilmu kesaktian yang jadi salah satu andalan Dewi Malam Beracun selama ini masih belum sanggup untuk mengatasi jurus pukulan sakti 'Sayap- Sayap Pedang Angsa Neraka' yang dilepaskan oleh ketua kelompok 13 Pembunuh alias sang 'Tuan Sesepuh Istana Utara'.
Setelah tiga kali terjadi bentrokan ilmu kesaktian diantara keduanya yang membawa hempasan angin tenaga luar biasa panas dan kehancuran disekitarnya, Roro Wulandari tidak sanggup lagi bertahan. pada akhirnya tubuh wanita ini terpental hingga lebih lima tombak ke belakang. bahkan belum lagi tubuhnya mencapai permukaan tanah, pukulan sakti lawan sudah kembali melabraknya.
Roro yang terhempas tanpa daya bagaikan daun kering diterpa angin sesaat masih sadar akan datangnya ancaman maut. tapi apa lagi yang dapat dia lakukan, seluruh kekuatannya lenyap seiring dengan kesadarannya yang turut menghilang. teriakan kepanikan penuh dendam dan kesedihan keluar dari mulut para sahabatnya.
Respati meraung murka tapi tidak mampu berbuat apapun. lawannya si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' tidak memberikan sedikitpun kesempatan baginya untuk menyalamatkan sepupu jauhnya itu. begitu pula Ki Ageng Bronto, Satriyana, Birunaka juga Jurata yang berada agak jauh dari tempat pertarungan Roro.
Bahkan para anggota Istana Angsa Emas juga turut gusar karena ketidak berdayaan mereka menolong Dewi Malam Beracun. kehilangan pimpinan sang 'Tuan Sesepuh Istana Barat' telah membuat semangat bertarung mereka melemah, apalagi kini wanita cantik yang tidak langsung menjadi otak dari persekutuan mereka juga sedang terancam kematian.
Jeritan parau terdengar merobek udara malam saat tubuh wanita itu hancur terajam pukulan sakti 'Sayap- Sayap Pedang Angsa Neraka'. lengannya yang tinggal sebelah sekarang bukan saja buntung tapi juga terpotong tiga bagian. badannya yang penuh lubang terpisah dari kepala juga kedua kakinya. darah dan tulang daging tersembur berserakan diatas tanah berumput.
__ADS_1
Sungguh suatu pemandangan yang terlalu mengerikan untuk diceritakan. semua orang terperangah seakan tidak pernah mengira semuanya akan terjadi diluar dugaan. Roro yang awalnya berniat menyelamatkan si Putri Penjerat alias 'Laba- Laba Kuning' disaat akhir justru tertolong oleh si pembunuh nomor empat yang tiba- tiba saja menjadikan dirinya sebagai tameng hidup bagi wanita itu.!
Masih dalam keadaan terperangah ngeri semua orang kembali dibuat makin merinding. potongan tubuh dan kepala Laba- Laba Kuning yang berserakan hancur tidak terbentuk perlahan bergerak ke satu arah yang sama. kabut putih tebal menyelimuti sekitarnya. saat semua sirnah sosok tubuh wanita bertangan kiri buntung dengan pakaian kuning penuh darah itu sudah kembali utuh. namun berbeda dengan sebelumnya, Putri Penjerat tidak lagi terbangun dan tetap diam terbaring kaku diatas tanah.
''Haa., ha., ilmu 'Mecah Rogo Mecah Sukmo' memang luar biasa dan harus aku kuasai. sekarang juga akan kususupi raga pembunuh nomor empat itu untuk bisa mendapatkan ilmunya..'' gelak ketua kelompok 13 Pembunuh itu. setelah merapal mantra dan rangkapkan kedua tangannya bersedekap didepan dada, dari atas ubun- ubun kepalanya keluar asap hitam yang samar membentuk bayangan tubuh manusia tinggi besar yang menyerupai 'Tuan Sesepuh Istana Utara' itu.
Kejap berikutnya sosok bayangan kabut hitam yang kemungkinan adalah sebagian roh dari ketua 13 Pembunuh itu melesat cepat kearah raga si Putri Penjerat. setelah sekali melayang berputaran mengelilinginya, bayangan hitam itupun mulai menyusup masuk melalui bagian kepala sasarannya.
Tapi anehnya setiap kali kabut roh itu baru separuh masuk kedalam raga Putri Penjerat seakan ada sesuatu yang menghalanginya hingga dia terdesak kembali keluar. bahkan pada terakhir kalinya bayangan roh ketua 13 Pembunuh itu sampai mengeluarkan suara meraung seakan menahan rasa kesakitan dan kemarahan.
Dalam pikiran I Gede Kalacandra keadaan ini adalah suatu kesempatan yang sangat bagus untuk dapat membunuh pimpinan dari pihak lawan. karena ibarat kata raga tanpa sukma sama saja dengan sesosok mayat yang tidak mampu bergerak ataupun berpikir.
Setelah berturut- turut melepaskan tendangan disusul tiga pukulan yang memancarkan angin keras serta embun sangat dingin untuk mendesak mundur Momok Jelaga Hitam, dia meluruk ke arah ketua 13 Pembunuh sambil lontarkan pukulan sakti 'Telapak Salju Gunung Agung' dengan kekuatan tenaga dalam penuh.!
''Pengkhianat jahanam., ganti nyawa pimpinan kami.!'' bentak I Gede Kalacandra kalap. gelombang angin sekeras dinding karang disertai ribuan titik- titik embun sangat dingin menghempas tubuh tinggi besar yang masih berdiri tegak sekaku patung. dalam benak semua orang, ketua 13 Pembunuh itu paling tidak akan terluka parah bahkan menemui ajalnya.
__ADS_1
Sekejap lagi tenaga penghancur dari pukulan sakti 'Dewa Serba Putih' menghantam tubuh sasarannya, mendadak sepasang tangan orang berjubah kuning itu bergerak mengibas bersamaan dengan tubuhnya yang turut berputar. dua cahaya kuning menyilaukan yang membentuk sayap angsa raksasa menyambar. jurus 'Kepakan Sayap Emas Pemusnah Jiwa.!'
'Whuuuut., whuuuuss., wheeeess.!'
'Slaaaash., blaaaar., blaaaaaamm.!'
Hawa panas yang seolah membakar jagat dan dingin membekukan bumi beradu diudara. Dewa Serba Putih menggeram jatuh sebelum muntah segumpal darah. beberapa orang pasukan dari kedua belah pihak yang berada tidak jauh dari sana turut terhempas dan tewas seketika.
I Gede Kalacandra tidak pernah mengira jika raga ketua 13 Pembunuh yang sudah jelas ditinggalkan rohnya masih mampu bergerak bahkan membalas serangannya. meskipun orang bertopeng tengkorak itu juga sempat terhuyung tubuhnya, namun dia tidak sampai terluka dalam.
Belum sempat memulihkan diri akibat beradu kekuatan yang mengakibatkan tokoh silat dari pulau Bali itu kehilangan lebih dari separuh kekuatannya. ketua 13 Pembunuh yang sudah kembali bersatu dengan rohnya kembali mengancam. ''Haa., ha., keparat tolol., jangan kau pikir dapat membunuhku dengan mudah. karena dengan ajian 'Mecah Sukmo' bukan saja rohku dapat menyusup ketubuh orang lain, tapi juga dapat aku bagi menjadi dua.!''
''Meskipun ditengah jalan diriku menemui penghalang gaib sialan yang membuatku gagal untuk mendapatkan ilmu 'Mecah Rogo' secara utuh dari tubuh si Putri Penjerat' tapi seiring berjalannya waktu, aku pasti sanggup untuk menguasainya dengan sempurna..'' ujar ketua kelompok 13 Pembunuh sambil tertawa mengejek.
''Sebaiknya sekarang kau pasrah serahkan nyawamu sebagai tumbal ilmu Mecah Rogo Mecah Sukmo, karena tidak ada lagi yang akan bisa menyelamatkanmu dari kematian.!'' hardik ketua 13 Pembunuh alias sang 'Tuan Sesepuh Istana Utara'. kedua tangannya melambai dan menggebut. beratus cahaya kuning emas berbentuk bulu burung menyambar bagaikan hujan. ajian 'Selaksa Bulu Angsa Menebar Prahara' langsung menggebrak.!
__ADS_1
I Gede Kalacandra yang tidak mampu lagi berbuat banyak hanya bisa menguras habis sisa tenaga saktinya untuk beradu pukulan. jelas itu tindakan yang sia- sia. serangannya buyar tersapu kesaktian lawan. saat hendak terpejam menerima ajalnya, selarik cahaya kabut hitam panjang berbentuk tangan menyambar lewat seakan menarik tubuhnya kesamping, hingga pukulan sakti ketua 13 Pembunuh menghajar sebongkah batu besar dan tanah sekitarnya hingga hancur dan berlubang besar.