13 Pembunuh

13 Pembunuh
Orang Paling Kejam


__ADS_3

Malam semakin larut., angin dingin yang berhembus, mayat-mayat terkapar, darah yang mengalir dan bau anyir busuk yang menyengat membuat suasana malam semakin mencekam. pertarungan sengit sudah berakhir, tapi dendam dan nafsu dihati manusia akan selalu ada.


Nyai Bawang alias Nenek Bawang Beracun Belatung Darah tutup keranjang rotannya, dia melangkah tertatih menghampiri mayat


Ki Mijun atau Jagal Golok Buntung yang kini tinggal seonggok tulang daging busuk yang dipenuhi belatung menjijikkan. 'Meskipun bekerja dalam satu Perkumpulan yang sama., tapi diantara kami 13 Pembunuh juga tetap terjadi persaingan, saling mengharap yang lain mati terbunuh. Dulu ketua kami sangat mempercayai orang ini, hingga timbul rasa iri anggota lainnya, beberapa diantara kami pernah membuat perhitungan dengannya, tapi orang ini selalu saja lolos dari kematian, malah dia yang membantai saingannya,!' gumam Nyai bawang sembari menghela nafas.


Nenek tua ini berpaling, dilihatnya Santang Wirat mengerang kesakitan sambil pegangi paha kanannya yang terluka, meski hanya luka goresan kecil tapi mampu membuat separuh pahanya bengkak membiru.!'


'Nyai.,Nyai Bawang., to.,tolong aku, pahaku sakit sekali, aku tidak bisa menggerakkan kaki kananku.,!' rengek Santang Wirat. Nyai Bawang cuma melihat saja, 'Golok buntung itu mengandung racun ganas, kalau tidak segera diobati, paling lambat besok pagi pahamu akan membusuk, kalau sudah membusuk kakimu harus dipotong, karena jika terus dibiarkan racun itu akan menyebar dan pada akhirnya kau pasti mati,!'


'Tidak., aku tidak mau mati,!' Nyai Bawang kau harus menolongku, kumohon tolonglah aku Nyai.,'


'Kalau aku menolongmu, apa imbalan yang bisa kudapatkan?' tanya Nyai Bawang. 'Aaahk.,aku.,aku bisa memberimu sejumlah uang., uang yang banyak,!' jawab Santang Wirat sambil menjerit kesakitan. 'Hik.,hi., 'Kau pikir diriku nenek miskin,? Dengar bocah sombong, kau tahu kenapa pamanmu yang sudah mati itu begitu tunduk dan hormat padaku,? itu karena selama ini akulah yang selalu melindunginya dan melenyapkan para saingan dagangnya, asal kau tahu saja, hampir separuh modal dan kekayaannya juga berasal dariku, jadi jangan berani pamer harta padaku,!' geram Nyai Bawang.


'Hah.?' aku sungguh tidak tahu masalah itu, Kal.,kalau begitu kumohon kau ampuni ketololanku Nyai Bawang., aku bersumpah sanggup melakukan apapun untukmu asalkan kau bisa selamatkan nyawaku.,!' ratap Santang Wirat dengan suara lemas,


Nyai Bawang tersenyum licik 'Apapun juga sanggup kaulakukan.?' Hik.,hi., Kalau aku ingin kau menjadi orang yang paling kejam didunia, apakah kau juga bersedia?' Pemuda itu cuma bisa mengangguk lemah.,

__ADS_1


'Kalau begitu aku memintamu untuk mencongkel biji mata kirimu, lalu telanlah,!'


Wajah Santang Wirat semakin pucat, bibirnya gemetar menahan rasa sakit dan takut., 'Nyai Bawang., tolonglah aku., aku.,aku tidak bisa Nyai, tidak dapatkah kau berikan syarat lain?'


Nenek tua bungkuk berkerudung putih itu cuma meludah, lalu melangkah pergi meninggalkan Santang Wirat yang ketakutan sambil memanggil Nyai Bawang yang terus berlalu meninggalkan tempat itu.,


Saat tubuh Nyai Bawang hampir lenyap di kegelapan, terdengar teriakan parau penuh rasa sakit dari mulut Santang Wirat.!


'Aaaarhk.,!' Nyai Bawang kembali.,!' aku.,aku su.,sudah melakukannya.,aahk.' tolong.!' Mungkin saking sakitnya pemuda itupun tergelimpang pingsan diatas tanah.


'Hek.,hek.,he., Bagus.!' seru Nyai Bawang sambil tubuhnya berkelebat kembali. 'Kau sanggup melakukan yang kumau, sekarang akan kusembuhkan lukamu, semuanya ini memang terasa sangat menyakitkan bagimu, tapi setimpal dengan apa yang bakal kau dapatkan,!'


Dengan rakus puluhan ulat belatung besar itu menggerogoti mulut luka, perlahan bengkak biru dipaha Santang Wirat memudar sampai akhirnya hilang tak berbekas, kini hanya tinggal satu saja ulat belatung yang masih hidup dan berubah warna menjadi kebiruan, ukurannya juga jauh lebih besar, hampir sama dengan jari telunjuk orang dewasa.


'Hik.,hi., 'akhirnya ada juga yang bertahan hidup. 'Bocah sumbing yang sombong., kau bernasib baik, bukan saja nyawamu selamat tapi juga bakal mendapat ilmu kesaktian baru yang hebat,!' Seru Nyai Bawang sambil menotok urut pelipis mata kiri pemuda itu, dari jarinya keluar cahaya putih yang masuk kedalam rongga mata kiri Santang Wirat, seketika darah yang masih mengalir dari rongga mata kirinya berhenti, rasa sakit yang dirasakan ikut lenyap. anehnya dari mata kanannya yang terpejam terlihat berdenyut dan mengeluarkan cahaya dan asap tipis.


Dengan mengeluh pelan pemuda yang kini picak mata kirinya itu bangkit, saat mata kanannya yang tinggal satu terbuka, Santang Wirat merasakan satu perubahan, tanpa sadar dia berseru tertahan, 'Apa yang kau rasakan Santang Wirat?' tanya Nyai Bawang.

__ADS_1


'Aah., aku merasakan pandangan mataku jauh lebih tajam, bahkan aku bisa melihat sampai jauh sekali menembus kegelapan,!' jawab sipemuda keheranan.


'Hek,.he.,itu karena kau sudah kuwarisi ilmu 'Mata Hantu Malam.' dan hanya orang picak atau buta sebelah mata saja yang bisa menguasainya., ada satu lagi senjata maut yang akan kuberikan padamu.'


Nyai Bawang buka kepalan tangannya, diatas telapak tangannya ada seekor ulat belatung besar berwarna kebiruan, Santang Wirat bergidik ngeri tapi juga penasaran.


'Kau lihat ini., 'Belatung Maut Biru.!' seru Nyai Bawang sambil kibaskan tangannya, belatung biru itupun melesat cepat ke depan, sasarannya adalah mayat juragan Sarpa.!, 'Whuuss.,seet.!' belatung biru langsung menembus kedalam mayat Ki Sarpa, kejab berikutnya mayat itu tampak menggembung biru lalu hancur menjadi cairan amis busuk.!' bersamaan ulat belatung biru itupun kembali ke tangan Nyai Bawang.


'Kau tahu apa syaratnya agar bisa menjadi Orang Paling Kejam,?' tanya Nyai Bawang tiba-tiba. Santang Wirat yang masih ternganga melihat kedahsyatan ilmu Belatung Maut Biru tidak dapat menjawab.


'Kalau ingin menjadi orang yang paling kejam bukan harus menyiksa, membunuh, atau berbuat jahat pada orang lain., Melainkan dia terlebih dahulu harus mampu berbuat kejam pada dirinya sendiri.,!' ujar Nyai Bawang dengan suara bengis dan pandangan mata tajam penuh nafsu jahat.


'Buka telapak tanganmu,!' perintah Nyai Bawang, pemuda itu ragu sejenak sebelum akhirnya menurutinya, Belatung biru itu lalu diletakkan ditelapak tangan Santang Wirat, mulut Nyai Bawang meniup mengeluarkan segulung asap putih, tangan Santang Wirat terasa sakit seperti dimasuki sesuatu tapi dia terus bertahan, akhirnya rasa sakit dan asap putih yang menyelimuti telapak tangannya lenyap berganti rasa dingin.


'Sekarang senjata ilmu Belatung Maut Biru sudah tersimpan didalam telapak tangan kananmu, kalau kau ingin menggunakannya tinggal kau tiup lalu lemparkan sambil kerahkan tenaga dalammu,!' jelas nenek tua bungkuk itu, Santang Wirat cepat jatuhkan dirI berlutut, 'Junjunganku Nyai Bawang.,


Hari ini harap engkau menerimaku sebagai murid sekaligus pengikutmu, aku Santang Wirat bersumpah akan selalu patuh dan setia padamu,!'

__ADS_1


Nyai Bawang mendongak dari mulut peotnya menyembur tawa keras yang memecah keheningan malam, 'Sumpah setia hanyalah basa-basi belaka, tapi tak apalah kau boleh ikut aku. 'Hmm., tadi Ki Mijun bilang kalau sudah ada yang menggantikanku dalam Kelompok 13 Pembunuh., aku jadi penasaran orang seperti apa dia, Hik.,hi.,hi.,!'


__ADS_2