
Suasana malam terlihat semakin kelam. gemuruh suara guntur dan raungan petir yang menggelegar seolah mampu meruntuhkan langit. teriakan penuh nafsu membunuh berseling dengan jeritan kematian juga dentingan senjata yang beradu membuat segalanya semakin mengerikan.
Walaupun tidak dapat dipastikan berapa jumlah korban yang kehilangan nyawa dalam pertempuran besar di pulau 'Seribu Bisa' itu namun dari tumpukan mayat- mayat yang terkapar mandi darah, bisa di perkirakan sudah mendekati seribu jiwa kaum persilatan yang melayang baik dari kalangan penyerbu maupun pihak '13 Pembunuh' yang menghuni pulau ini.
Dengan tubuh masih diselimuti kibaran api, Roro Wulandari si 'Dewi Malam Beracun' berdiri menatap tajam sosok lawannya yang melayang dua tombak di atas udara dengan tubuh di selubungi tiga gumpalan kabut dan cahaya hitam pekat berbau busuk. kalau diamati dalam gumpalan kabut hitam itu samar terlihat bayangan tiga buah tengkorak.!
'Kipas Tiga Kutukan' di tangan perempuan cabul berjuluk si 'Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma' yang tadinya berwarna putih kini berubah hitam legam. ujung- ujung pisau tajam di tepian kipas juga nampak bertambah panjang dan tajam. suara menggaung seram keluar dari gulungan kabut hitam itu. tanah bebatuan disekitarnya seolah terhisap naik kedalam pusaran tiga gulungan hitam itu sebelum terpecah hancur menjadi gumpalan debu hitam.
''Dewi Malam Beracun., sebenarnya aku tidak mau melakukan ini semua tapi kaulah yang terlalu memaksaku. jadi kutetapkan kalau malam ini adalah saat tibanya kematianmu.!'' teriak Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma penuh hawa dendam membunuh. biarpun hanya beberapa baris kalimat pendek yang terucap dari mulutnya namun terdengar seperti berasal dari tiga orang yang berbeda.
''Kau lihatlah perubahan Kipas Tiga Kutukan milikku ini. kekuatannya akan menjadi berlipat ganda. bukan saja nyawamu yang bakal menjadi tumbalnya tapi senjata 'Kipas Perak' kesayanganmu juga akan kurebut. dirimu mestinya bangga karena menjadi korban pertama dari ilmu 'Tiga Kutukan Penghisap Sukma' ini.!''
''Huhm., dari pertama kali bertemu kau hanya bisa bicara omong kosong saja. lagakmu ini sungguh membosankan hatiku. jika tidak mau menyerang, lebih baik aku duluan yang memulainya.!'' potong Roro mendengus sinis. sambil merentangkan sepasang cakar berapinya wanita cantik yang sombong itu seakan tidak mau kalah gertak.
Dengan terus melipat gandakan tenaga kesaktiannya, kobaran api merah di tubuhnya menjadi semakin membesar bahkan mulai menjalar ke depan dan terus mendesak pengaruh dari tiga gumpalan hawa hitam lawannya. saat dua kekuatan bertemu terjadi ledakan beruntun. meskipun tidak begitu keras tapi tanah bebatuan karang diantara keduanya pecah dan terbongkar hangus.
__ADS_1
''Perempuan sombong., saatnya kau pergi ke neraka.!'' bentak Siluman Cantik Pesolek itu sambil kibaskan kipas hitamnya. bergulung- gulung hawa dan cahaya hitam dengan tiga buah tengkorak melabrak kebawah. suara meraung buas bagaikan jeritan siluman ikut mengiringi serangan ganas itu.
Dewi Malam Beracun yang berada dibawah dan terpaut belasan langkah dari lawan juga tidak tinggal diam. jika tangan kanannya menghantam dengan ilmu pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' maka kipas perak ditangan kiri turut menggebut. lima larik cahaya merah darah berbentuk cakar berkelebat mencabik dan meremas yang dibarengi sambaran gelombang merah panas dari kipas perak yang juga telah diselimuti kobaran api.
Bagi Roro Wulandari serangan beruntun yang telah dia lepaskan belumlah cukup mengingat lawannya telah gunakan ilmu kesaktiannya yang tertinggi. hanya berselisih dua kejapan mata saja, tangan kanannya kembali bergerak menghantam. belasan senjata jarum, pisau dan paku berapi seketika datang menghujani.
Terakhir rambut Dewi Malam Beracun yang panjangnya melebihi pinggul ikut memutar satu lingkaran sebelum mengibas dua kali kemuka. rambut berapi seketika menyambar laksana lecutan cambuk iblis dari neraka. dalam setiap kali menyerang lawan Roro tidak mau kepalang tanggung.
'Whuuuuss., shaaaasst., shaaaass.!'
'Sraaaatt., whuuutt., whuuusss.!'
Ledakan dahsyat yang mengguncang seantero pantai karang terjadi. tanah dan batuan karang tempat keduanya beradu ilmu kesaktian sudah tidak lagi terbentuk. ombak lautan yang datang menggulung terlihat mental terbelah hingga berbalik arah. udara sekitarnya terasa sangat panas membakar tubuh.
Mayat- mayat korban pertarungan besar yang terkapar disekitarnya sama terhisap naik ke dalam pusaran api besar dan hawa hitam pekat sebelum akhirnya termuntah kembali dalam keadaan hancur lebur dan gosong. debu bara api dan hawa hitam pekat yang saling labrak membuat segalanya semburat menutupi pandangan.
__ADS_1
Waktu yang berjalan terasa lebih lambat. meskipun banyak pihak yang penasaran dengan hasil perseteruan dua wanita cantik itu tapi tidak ada seorangpun yang berani mencari tahu, karena sibuk beradu jiwa dengan lawannya masing- masing. di saat semuanya mulai tersibak nampak suatu pemandangan yang mengerikan.
Jika perempuan cabul yang sudah nyaris telanjang dilingkari tiga gumpalan hawa hitam itu masih mampu bertahan meskipun sempat terjatuh kebawah, tidak demikian dengan Roro. seluruh jurus serangan yang telah dia lontarkan bukan saja mampu dibuat runtuh, malahan senjata Kipas Perak yang selama ini menemaninya dalam berpetualang di rimba persilatan juga terkoyak sampai meleleh beberapa bagian.
Dalam hatinya Roro jelas merasa sangat kehilangan senjata hasil tempaan gurunya. biarpun masih dapat dipulihkan dengan bantuan para Empu pembuat senjata pusaka tapi tetap saja memerlukan waktu yang panjang. dengan menggerung buas Roro terpaksa menyimpan kembali senjata kipas perak itu kebalik jubahnya.
''Haa., ha., ha., sayang sekali senjatamu telah kehilangan daya kesaktiannya. padahal aku cukup tertarik untuk menyimpannya sebagai kenangan atas kematianmu. selamat jalan ke neraka wahai Dewi Malam Beracun. bisa kau sampaikan salamku juga pada setan- setan yang menghuninya.!''
Gelak tawa membahana penuh penghinaan terdengar. bersamaan dengan itu Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma kembali kibaskan kipas hitamnya. tiga gelombang hawa hitam besar berbentuk tengkorak menggebrak ganas. ''Mampuslah kau dalam kesombonganmu dasar wanita keparat.!'' bentaknya beringas.
Roro Wulandari terperanjat. kobaran bara api dari ilmu 'Api Iblis Tengkorak Darah' yang menyelimuti tubuhnya terlihat menyurut dan berkurang separuhnya pertanda di dalam bentrokan ilmu kesaktian yang juga di barengi adu ilmu sihir tadi dia telah kalah tenaga. biarpun sekarang sedang terancam maut tapi Roro yang sombong mana mau mengaku kalah.
Perempuan yang konon merupakan salah satu yang tercantik dalam dunia persilatan itu, selain memiliki seribu akal muslihat juga meempunyai rasa kepercayaan diri yang kadang kelewat batas. hingga dalam hati tetap yakin pada akhirnya dialah yang bakal menjadi pemenang pertarungan ini.
Sayangnya antara sebuah keyakinan dan kenyataan terkadang cuma berbeda setipis garis. tubuh wanita berparas jelita bekas pembunuh nomor dua belas itu dalam sekejap saja sudah lenyap di telan oleh tiga gulungan kabut hitam berbentuk tengkorak dari ilmu Tiga Kutukan Penghisap Sukma.!
__ADS_1
-------
Authornya lagi sibuk kerja. cuma dapat Update sedikit🥴 (banget) . maaf yah🙏 Trims.