
Hanya berselisih waktu dua kejab mata saja, dari satu jurusan muncul dua sosok bayangan kuning yang melesat dengan kecepatan bagaikan halilintar menyambar.
Ditengah jalan dua bayangan kuning keemasan itu berpencar kedua arah, satu berkelebat mengejar tubuh Panglima Istana Tengah yang hanyut terbawa arus sungai, satu lagi langsung melabrak Lima Hantu Ungu Berkepang Maut yang saat itu tengah sibuk merawat luka dalam tiga orang anggotanya.
Entah siapa gerangan manusia berjubah kuning ini yang begitu tidak kenal ampun, belum lagi sosoknya terlihat jelas, sepuluh buah benda bersinar kuning menyilaukan sudah mendahului menyambar, akibatnya dua diantara tiga orang Hantu Ungu yang sedang sibuk merawat luka dalamnya tidak mampu menghindar, kepala masing- masing pecah dihajar senjata gelang emas bergerigi tajam, keduanya mati tanpa sempat tahu siapa lawannya. satu orang lagi masih sempat menghindar sambil bergulingan, tapi bahunya tetap terkoyak gelang begerigi terbang yang datang menyambar.
"Bangs*t., Setan alas.,!'' Maki tiga Hantu Ungu yang masih selamat sambil kalang kabut menyelamatkan diri dari serangan gelang- gelang bergerigi terbang yang seolah mengejar kemanapun mereka menghindar.
Si pemimpin Lima Hantu Ungu Berkepang Maut bahkan sampai bersalto beberapa kali sambil kibaskan kepang rambutnya yang panjang. tak tanggung- tanggung orang ini sudah mendahului kerahkan ilmu Cambukan Api Hantu Ungu untuk menghantam balik serangan gelang lawannya.
"Dua Belas Gelang Kematian.! 'Mampuslah kalian semuanya.,!'' Bentak orang berjubah kuning yang baru saja tiba. kedua tangannya yang agak kurus dan pucat diputar keatas udara lalu menghantam. selusin gelang berduri tajam dan mengeluarkan cahaya kobaran api kekuningan melesat kemuka. suara berdesing nyaring yang memekakkan telinga mengiringi jurus Dua Belas Gelang Kematian itu.!
Tiga orang anggota Hantu Ungu yang masih tersisa terus berusaha menghindar, hebatnya dua belas gelang berapi kuning ini bukan saja dapat bergerak memburu mangsanya sendiri, tapi juga seakan mampu membagi sasarannya hingga masing- masing Hantu Ungu harus menghadapi empat buah gelang kematian yang berputar bagai cakra iblis dan menyambar laksana setan geledek.
"Aaaarkh.,!'' Terdengar jeritan parau pertanda gelang kematian sudah menelan korbannya. Hantu Ungu yang sebelumnya sempat tersambar gelang kematian dibahunya terkapar mandi darah, dada kanan dan bawah perutnya jebol dihantam dua gelang kematian, kobaran api kuning masih sempat menjilat bagian tubuhnya yang terluka.
Dilihat dari kepang rambut panjangnya yang terputus, dapat dipastikan kalau orang ini sempat berniat mencambuk jatuh gelang- gelang lawannya. tapi malangnya kekuatan rambut api ungunya masih kalah jauh.
Kejadian ini semakin membuat dua Hantu Ungu yang masih hidup ciut nyalinya, jurus Cambukan Hantu Api Ungu yang selama ini mereka banggakan seakan tidak berguna, bahkan senjata rambut berkepang keduanya kini nyaris tinggal separo setelah berkali- kali dibabat gelang terbang si jubah kuning.
__ADS_1
Padahal sebenarnya kepangan rambut panjang mereka berlima dikenal tahan bacokan senjata tidak ubahnya untaian kawat baja. sekujur tubuh mereka basah kuyup oleh keringat, niat untuk kabur langsung terlintas.
Si jubah kuning mendadak bersuit nyaring sambil lambaikan kedua tangannya, secara aneh gelang- gelang kuning terbang termasuk juga yang masih terbenam di mayat ketiga Hantu Ungu melesat masuk dan kembali melingkar di pergelangan tangannya yang panjang dan kokoh.
Setelah lebih dua puluh jurus dibawah ancaman maut baru kali ini kedua Hantu Ungu yang tersisa bisa beganti nafas. dengan tersengal- sengal mereka menoleh, kini terlihatlah sosok si jubah kuning.
Seorang pria empat puluh tahunan, bertubuh tinggi agak kurus dan berkulit pucat. meski berwajah sedikit lonjong tapi cukup tampan. sayangnya air mukanya nampak kejam serta dingin tanpa perasaan.
Si jubah kuning ini memakai selusin gelang bergerigi tajam terbuat dari emas di pergelangannya, hanya sayangnya warna keemasan itu sudah berubah menjadi kusam menghitam karena seringnya memakan korban, beberapa juga masih terlihat meneteskan darah segar.
"Katakan kematian seperti apa yang kalian inginkan.,?'' tanya Si jubah kuning. saat bicara dia seakan malaikat maut yang datang hendak mencabut nyawa. suaranya dingin dan sadis. tanpa sadar kedua Hantu Ungu menyurut mundur. "Siapa dirimu sebenarnya, ada silang sengketa apa dengan kami Lima Hantu Ungu Berkepang Maut.?'' bertanya si pemimpin. suaranya bergetar menahan rasa ngeri, sementara rekannya mulai mencari kesempatan untuk kabur.
"Aku Panglima Istana Kiri dari Istana Angsa Emas. tidak perlu menunggu sengketa untuk melenyapkan kalian berlima.!" jawabannya tegas dan lugas. kedua Hantu Ungu melengak. mereka sempat saling lirik sebelum hantamkan kedua kepalan tangan kedepan. dua gulungan angin pukulan sakti melabrak tubuh Panglima Istana Kiri.
Dua ilmu kesaktian yang bentrok di udara membuat sekitar tempat itu bergoncang, bebatuan dan pasir ditepian sungai sempat semburat menutupi pandangan. saat semuanya hilang, kedua sosok Hantu Ungu sudah menjauh lebih dua puluh langkah, sekejab lagi mereka akan berhasil kabur.
Kembali terdengar suara gemerincing beradunya gelang emas, kali ini si Panglima Istana Tengah hanya melemparkan sebuah gelang emasnya ke bawah menembus tanah, dari bawah tanah gelang itu menggelinding cepat bagai roda siluman. inilah ilmu 'Gelang Roda Sakti Pembajak Bumi.!'
Merasa berhasil kabur Hantu Ungu yang berjanggut paling panjang terkekeh, tapi tawanya lenyap berganti lolongan kesakitan saat telapak kaki kirinya ditembus gelang berduri tajam lawannya yang entah bagaimana dapat muncul dari bawah tanah. gelang maut itu terus berputar cepat menghajar kakinya tembus sampai paha hingga menjebol usus bawah perutnya. orang ini terjungkal melolong- lolong setinggi langit, kematiannya terasa sangat menyakitkan.
__ADS_1
Tinggal si pemimpin yang sudah pecah nyalinya, tanpa pedulikan rekannya lagi dia terus menggenjot tubuhnya kabur secepat yang dia mampu. anehnya Panglima Istana Tengah juga tidak bergerak mengejarnya.
'Whouuuk., Whouuk.,!'
'Bheet., Bhreet.,!'
'Aakh., Jahanaam.,!'' Maki si pemimpin Hantu Ungu saat dari depan mendadak muncul sebuah rantai emas besar menyambar tubuhnya, untuk menghindar sudah tidak mungkin karena dia sedang berlari cepat, sedangkan rantai itu sudah datang melabrak.
Akhirnya Hantu Ungu terakhir ini nekat menghantam rantai emas itu dengan tangan kiri. meskipun mungkin bakal cedera parah tapi setidaknya kepala dia selamat.
Seperti yang sudah diperkirakan, tangan kiri hingga bahunya hancur dihantam rantai emas lawan yang belum sempat ketahuan wujudnya.
Dengan keluarkan jeritan tertahan si Hantu Ungu jejakkan kakinya lalu mencelat tinggi ke udara, dari atas sana kedua kakinya menendang deras bagai tombak, cahaya keunguan turut mengiringi serangan jurus 'Tendangan Hantu Ungu' ini.!
Lawannya yang ada di bawah tertawa keras, rantai emas besar dan panjang kembali menyambar, sekelebat sinar kuning emas bertemu dengan bayangan cahaya ungu. mungkin tiga atau empat kali terjadi benturan ilmu kesaktian, sebelum akhirnya rantai emas itu mampu membelit hancur pinggang mangsanya.
Tubuh Hantu Ungu terakhir ini sempat terhempas beberapa kali di udara sebelum jatuh ke bumi dalam keadaan pinggang terputus.!
Orang tinggi besar dan brewokan yang juga berjubah kuning ini mendengus sambil menarik balik rantai emasnya, saat diperiksa beberapa mata rantai senjata ini terlihat bengkok melesak, beberapa juga hampir patah. ini membuktikan kalau ilmu dari pemimpin Lima Hantu Ungu Berkepang Maut memang sangat tinggi.
__ADS_1
''Panglima Istana Kanan., Bagaimana dengan tubuh Panglima Istana Tengah yang hanyut di sungai, apakah sudah berhasil kau temukan.?'' berseru si Panglima Istana Kiri, belum lagi gema suaranya hilang sosoknya sudah tiba di depan si tinggi besar.
.