13 Pembunuh

13 Pembunuh
Bayi titipan


__ADS_3

Suara tangisan bayi menyadarkan keduanya, mungkin dia kaget atau mulai haus, cepat perempuan itu membopongnya. dengan sendok kayu diberinya minum susu kambing yang tersimpan diguci dalam kereta.


''Aku tidak tahu ini rejeki atau bencana, bertahun lamanya orang mencari rahasia jalan menuju Istana Angsa Emas, sudah tidak terhitung korban yang berjatuhan.!'' perempuan cantik itu berhenti sejenak menari nafas.


''Malah ada yang bilang sejak jaman kerajaan Majapahit masih dipimpin Prabu Hayam Wuruk dan mahapatih Gajahmada, rahasia Istana Angsa Emas sudah jadi perbincangan. Bahkan dalam kalangan keraton sendiri para pejabatnya diam-diam berusaha untuk menyelidikinya.''


''Tapi sepertinya usaha mereka tidak pernah berhasil, selalu saja menemui jalan buntu, akhirnya cerita Istana Angsa Emas itu hanya dianggap dongeng belaka.'' ujar Dewi Malam Beracun.


Respati hanya diam, semua yang dikatakan wanita didepannya sama dengan apa yang dia pikirkan, ''Dan barang yang jadi rebutan itu kini ada ditangan kita.'' gumamnya sambil meneruskan membaca tulisan di kain itu.


'Dikotak ini kusimpan anak kunci pembuka pintu Istana Angsa Emas, juga 'Kitab ilmu pedang 'Tujuh Jurus Bintang Pemusnah' yang kudapat dari Istana keramat itu.


'Meskipun aku sudah berusaha untuk merahasiakannya, tapi mata dan telinga dunia tidak bisa ditutupi, saudara yang kupercayai mengkhianatiku.


'Bayi laki-laki itu bukan bayi sembarangan, dia cucu seorang sahabatku yang sudah meninggal, sekaligus satu-satunya keturunan pemilik Istana Angsa Emas yang terakhir, banyak orang persilatan menginginkannya, karena jika meminum darah bayi ini seorang wanita buruk rupa akan menjadi cantik rupawan, lelaki tua bungkuk dan penyakitan akan kembali muda gagah perkasa, dan bagi seorang pesilat, tenaga dalam serta kesaktiannya akan meningkat berlipat ganda.


'Kuharap siapapun yang menerima pesanku dapat merawat bayi ini dan menjaganya dengan baik. Istana Angsa Emas penuh dengan benda pusaka dan barang berharga, tapi bukan hal mudah untuk sampai kesana.'


Tulisan dikain putih hanya berhenti sampai disitu saja, tidak ada nama penulis pesan. yang ada hanya gambar sebuah pedang, bentuknya mirip dengan yang ada dikotak kayu.

__ADS_1


Dewi Malam Beracun dekap bayinya lebih erat, menciumi dengan penuh kasih sayang, dari sudut matanya menetes butiran air. Disaat lain Respati tidak akan percaya wanita yang sudah lama dia kenal ini bisa begitu perhatian dengan seorang bayi yang baru ditemukannya. ''Jangan takut., tidak akan ada yang bisa menyakitimu. aku akan menjaga dan merawatmu,!'' bisiknya lirih.


Susana jadi hening, Respati masukkan ketiga benda itu kedalam kotak kayu, ''Persoalan ini semakin rumit, menurut Sabarewang kotak kayu dan bayi itu harus diantarkan kepada


Ki Ageng Bronto, orang yang katamu adalah Si nomor Sembilan, dari perkumpulan 13 Pembunuh.,yang dikenal sebagai 'Pendekar Golok Bayangan Setan.!''


''Terus terang aku paling jarang bertemu dengannya, juga tidak begitu mengenalnya. bagaimana kau yakin Si Nomor sembilan dan Ki Ageng Bronto adalah orang yang sama.?''


''Aku punya banyak kenalan, suatu ketika ada seorang juragan kaya dari Wonokerto yang memintaku untuk memasang peralatan rahasia dan jebakan maut dirumahnya yang besar, aku menyanggupi karena bayarannya banyak.' Setelah selesai, tanpa sengaja aku sempat melihat pemilik rumah menyimpan sebilah golok besar bergagang tulang manusia, itu bukan lain Golok Bayangan Setan., senjata andalan si nomor sembilan.''


''Hanya itu saja?'' tanya Respati sinis. ''Tentu saja tidak, meski sudah berusaha menutupi, tapi aku yakin telinga kiri orang ini sudah hilang terpotong rata, meskipun paling jarang bertemu dengannya tapi aku yakin kau juga tahu kalau si nomor sembilan ini telinganya cacat sebelah, karena penasaran aku mengujinya dengan serangan jarum beracun dan dia mampu menghindar, tapi dari gerakannya jelas dia sedang terluka dalam.''


''Dan kau percaya begitu saja,?' bagaimana Ki Ageng Bronto bisa memastikan kalau yang membokongnya adalah salah satu dari kita, 13 Pembunuh?'' tanya Respati seakan curiga. ''Huh., Dari dulu kau ini selalu saja curiga dan berprasangka buruk pada orang lain, tidak terkecuali terhadapku, apakah kejadian masa lalu masih tidak dapat kau lupakan.'' gerutu Dewi Malam Beracun geram.


''Justru karena selalu curiga dan waspada terhadap apapun yang membuat diriku bisa bertahan hidup sampai sekarang., dan ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu, sekarang atau masa depan,!'' jawab si pemuda tak mau kalah.


''Kau benar-benar lelaki keras kepala,!'' rutuk perempuan itu.


''Dirimupun sama saja,!'' balas Respati. kedua orang ini akhirnya saling diam, entah hubungan seperti apa sebenarnya yang pernah terjalin diantara mereka berdua.

__ADS_1


Saling berdiam diri juga bukan sesuatu yang baik, akhirnya Respati mengalah, ''Bukannya aku tidak percaya kepadamu, tapi kita tidak bisa percaya begitu saja pada ucapan orang lain.''


''Ooh., Jadi selama ini aku juga cuma jadi orang lain bagimu,?'' tanya perempuan itu dengan tajam membuat si pemuda jadi gelagapan. ''Bu.,bukan begitu., maksudku orang selain dirimu. 'La., lagi pula.,''


''Lagi pula apa?'' sela Dewi Malam Beracun kereng, ''Cepat jawab,!''


''Lagi pula., kau juga tahu betul kalau sejak dulu dirimu bukanlah orang lain bagiku.,'' jawab Respati pelan nyaris tak terdengar, tapi bagi perempuan cantik itu ucapan si pemuda terasa lebih berarti dari apapun. wanita ini menunduk tersipu malu, wajahnya bersemu kemerahan gayanya seakan gadis perawan yang baru mendengar ucapan cinta dari kekasihnya.,


''Hee, he., Kena kau,!'' batin Respati tertawa dalam hati, kadang dia kagum pada dirinya sendiri karena mampu merayu perempuan cantik. ''Jadi kau mau memaafkan aku,?'' yang ditanya masih diam menunduk, ''Mau tidak.,'' ulang Respati sambil telusupkan jarinya diketiak kiri Dewi Malam Beracun, perempuan itu terpekik kegelian, dua tiga kali si pemuda melakukannya, ''Hii, hii, hi., Iihh., geli tahu.!' hentikan itu., baik., baiklah kau menang,!'' ucap perempuan itu.


''Hhm aku sempat menanyakan hal itu pada Ki Ageng Bronto, mulanya dia seperti tidak yakin, tapi akhirnya dia bicara juga, dia bilang orang yang menyerangnya seakan kenal dengan jurus-jurus ilmu goloknya, bahkan juga tahu kalau telinga kirinya yang buntung diakibatkan oleh jurus serangan Ketua perkumpulan 13 Pembunuh.!''


''Aku juga pernah mendengar cerita itu, kabarnya saat itu si nomor sembilan menolak masuk menjadi anggota 13 Pembunuh, menggantikan anggota lama yang menghilang, lalu Ketua mengajaknya bertaruh, kalau dia bisa membuntungi telinga lawannya tak lebih dari tiga jurus saja, hanya menggunakan serangan totokan jari saja. sebaliknya lawan boleh menyerang sampai sepuluh jurus, dan akhirnya orang yang berjuluk 'Pendekar Golok Bayangan Setan' itupun kalah telak.!''


Wanita itu menghela nafas mengakhiri ceritanya, wajah cantiknya sedikit kusut.


Respati sandarkan tubuhnya, dia perlu menenangkan pikiran, perutnya mulai lapar.


Wonokerto masih sangat jauh, Punggingan juga belum kelihatan, entah apa lagi yang menghadang perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2