
Dengan tatapan matanya yang dingin tajam namun kosong, 'Putri Penjerat' alias si 'Laba- Laba Kuning' turus memandangi lawannya. meskipun si 'Penjudi Dari Akhirat' bukanlah pesilat kawakan sembarangan tapi dipelototi seperti itu membuatnya gemetaran juga. apalagi dia baru saja dilukai cukup parah oleh cambukan benang- benang baja perak lawan.
Roro sendiri merasakan adanya keanehan dalam diri rekannya karena saat dia mencoba menegur Putri Penjerat malah cuma menoleh kaku seolah kebingungan, ''Kau ini siapakah.?'' sebuah pertanyaan malah keluar dari bibir wanita itu. ''Jangan coba berlagak gila Putri Penjerat. dasar sialan., ini bukan saatnya bermain- main Laba- Laba Kuning. aku Roro kawan lamamu si nomor dua belas 'Dewi Malam Beracun.!'' damprat Roro kesal bercampur keheranan.
''Putri Penjerat., Laba- Laba Kuning., siapa nama yang kau sebutkan itu, diriku inikah yang kau sebut Putri Penjerat. lalu Roro si Dewi Malam Beracun nomor dua belas kaukah orangnya., apa kita ini saling kenal. sepertinya kita memang pernah saling mengenal. tapi., kenapa aku tidak dapat mengingatnya.?'' gumam bekas si pembunuh nomor empat itu dengan pandangan kosong.
Roro Wulandari seketika tertegun. meskipun hanya sebuah gumaman lirih tapi cukup jelas terdengar ditelinganya. ''Aa., apa yang terjadi denganmu nomor empat. kenapa kau berubah menjadi manusia linglung seperti ini.?'' tanya Roro tidak habis pikir. meskipun secara kasat mata tubuh Putri Penjerat sama sekali tidak mengalami apapun, namun ingatan dan jiwanya seperti kosong.
''Nomor empat., siapa itu nomor empat. akukah yang kau maksudkan.?'' perempuan buntung tangan berbaju kuning itu kembali menggumam. ''Nomor empat, si Putri Penjerat dan Laba- Laba Kuning., aa, aku tidak ingat siapa mereka itu, juga tidak tahu apapun..''
''Hanya saja., aku tahu yang mesti kulakukan. membunuh orang bermata sipit yang berada didepanku itu.!'' bibirnya berkata kaku tapi gerakan tubuhnya justru melesat bagaikan kilat menyambar. tiga helai benang bajanya bergerak menyabet dan membelit laksana tiga ekor naga petir yang disertai kilatan cahaya kuning menyilaukan mata.
Roro Wulandari tahu betul kalau ilmu yang dipakai oleh kawannya untuk menyerang Penjudi Dari Akhirat adalah jurus 'Jaring Kilat Elmaut Kuning'. tetapi entah bagaimana kekuatan dari jurus ini dapat meningkat berkali lipat lebih mematikan, bahkan salah satu dari pentolan 13 Pembunuh sampai terluka parah.
__ADS_1
''Sebenarnya apa yang terjadi dengan si Putri Penjerat. kenapa dia bisa menjadi sekuat ini, sementara., sikapnya turut berubah menjadi sangat aneh. bahkan., tidak lagi kurasakan ada hawa kehidupan didalam dirinya..'' batinnya ngeri bercampur kekhawatiran.
Dalam keadaan terdesak Penjudi Dari Akhirat menggembor buas. sambil mencelat mundur sampai lima tindak untuk mengambil jarak, dengan kerahkan hampir seluruh tenaga kesaktiannya dia menghantam balik lawan dengan ilmu 'Tiga Kobaran Dadu Iblis Meletus' hanya bedanya daya pemusnah jurus kesaktian itu beberapa tingkat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Dua ilmu kesaktian beradu kekuatan. tiga ledakan api besar berseling kilatan cahaya petir kuning memecah udara malam. dua sosok tubuh terpelanting berlawanan arah. jika Penjudi Dari Akhirat masih sanggup berdiri terhuyung meski dengan pakaian dan kulit tubuh tercabik- cabik senjata benang- benang baja, tidak demikian dengan Putri Penjerat.
Dewi Malam Beracun menjerit ngeri sekaligus murka melihat tubuh sahabatnya terkapar dengan kedua kaki hancur dan terpotong. tangannya yang tinggal sebelah meskipun masih menggenggam erat senjata benang baja peraknya namun jelas terlihat remuk hingga terlihat pecahan tulangnya. wajah cantik wanita itu terkelupas dengan hampir sekujur tubuh mandi darah oleh ledakan.
''Haa., haa., Uugh., ughk., mes., meskipun kawanmu mam., mampu melukaiku tapi dia juga mampus ditanganku. sekarang sudah tiba giliranmu menyusulnya keneraka. matilah kau nomor dua belas.!'' bentak Penjudi Dari Akhirat terbatuk sambil siapkan pukulan saktinya. ''Jahanam mata sipit., kaulah yang bakal mati. kembalikan nyawa temanku.!'' teriak Roro menangis kalap.
Segala yang terjadi pada si Laba- Laba Kuning membuat semua rekannya dilanda kesedihan dan dendam. anehnya raut wajah Ki Ageng Bronto alias 'Pendekar Golok Bayangan Setan' lebih terlihat cemas dan ngeri dibandingkan perasaan berduka karena kehilangan salah seorang rekan karibnya.
''Dasar sialan., si nomor empat benar- benar memakai ilmu terlarang itu. apakah pada akhirnya nanti aku mesti menjalankan semua pesannya.?'' batin Ki Ageng Bronto sambil terus memutar golok Bayangan setannya berusaha mendesak Klowor Gombor atau si 'Gila Tangan Kudis' yang menjadi lawannya.
__ADS_1
''Ki Ageng Bronto., pikiranmu tidak usah ngelantur kemana- mana. jangan perdulikan lagi nyawa orang lain, karena nyawamu sendiri bakalan segera tamat ditanganku. Hek , he., modar kowe Bronto.!'' bentak Klowor Gombor tergelak bengis. saat tangan menghantam bisul kudisnya menyemburkan darah dan nanah busuk beracun ganas.
Menghadapi ilmu jahat 'Seribu Bisul Busuk Darah Setan', Ki Ageng Bronto tentu tidak mau bertindak gegabah. jurus golok andalan 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung' kembali dia gunakan untuk melibas lawannya. disaat Roro dan kawan- kawannya mengamuk untuk menuntut balas, saat itulah terjadi sesuatu hal yang hebat, menyeramkan namun diluar nalar.
Sosok tubuh Putri Penjerat yang sudah jelas hancur gosong dan terpotong di beberapa bagian tubuhnya terlihat bergetaran diselimuti asap putih tebal. bau harum kemenyan yang menyengat disertai hembusan angin sedingin es turut mengiringinya. potongan daging tulang yang berserakan terlihat melayang lalu kembali menyatu pada raga Putri Penjerat. hanya dalam sepuluh kejapan mata saja tubuh yang tadinya hancur binasa kini kembali utuh seakan dia tidak pernah mengalami suatu apapun.!
Tubuh itu masih tetap terbujur berselimut asap putih berbau kemenyan dan melayang sejengkal diatas tanah, lantas secara aneh berdiri kaku. matanya yang perlahan terbuka tidak memancarkan cahaya kehidupan. mata dingin kosong dari sesosok mayat hidup. Roro dan semua orang yang melihatnya merasakan suasana yang teramat menggidikkan hati.
Bahkan beberapa orang pesilat tanpa sadar ada yang menghentikan pertarungannya. karena biar bagaimanapun juga peristiwa bangkitnya raga hancur si Putri Penjerat menjadi sosok tubuh utuh dan hidup kembali adalah kejadian yang terlalu luar biasa untuk mereka lewatkan.
''Puu., putri Penjerat., apa yang terjadi dengan dirimu. kau., kau masih manusia aat., atau., kah sudah menjadi set., setan. bag., bagai., maa., mana mungkin tubuhmu bisa kem., kembali menyatu utuh dan kau hidup lagi.?'' gumam Roro tersurut merinding. bahkan si Penjudi Dari Akhirat sampai jatuh terduduk dan menggigil ketakutan.
Jika semua orang merasa kaget, seram dan hampir tidak percaya dengan kejadian yang mereka lihat didepan matanya, tidak demikian dengan ketua 13 Pembunuh. ''Haa., haa., ha., bagus, bagus sekali. ternyata dia memang memiliki ilmu itu. malam ini bukan saja 'Darah Keabadian' bakal kudapatkan tetapi juga ilmu langka yang sudah teramat lama kuidamkan juga akan aku kuasai. ilmu kesaktianku akan menjadi sempurna. tidak ada lagi yang mampu menandingi diriku di atas langit dan dimuka bumi.!'' gembor ketua kelompok 13 Pembunuh tertawa tergelak.
__ADS_1
*****
Mohon maaf🙏., selalu lambat up date karena authornya banyak pekerjaan. Terima kasih.