13 Pembunuh

13 Pembunuh
Dendam buta Nyi Sira (bag1)


__ADS_3

Dalam bentrokan singkat itu Ki Ageng Bronto atau 'Pendekar Golok Bayangan Setan' dapat merasakan kekuatan ilmu pedang nenek tua bermata buta itu. meskipun dia dapat menangkis sabetan pedang Nyi Sira sekaligus menyelamatkan Putri Penjerat, tapi pakaian hitam dan kulit tubuhnya sampai luka tersayat di beberapa tempat karena ketajaman sinar pedang lawannya.


Roro Wulandari dan Respati keluar hampir bersamaan di susul oleh Sabarewang, Jurata, Birunaka dan Satriyana muncul paling akhir. tanpa bersepakat enam orang itu sudah sama bergerak merapat. Roro sempat melirik Putri Penjerat yang terluka punggungnya. meskipun cukup parah tapi dia masih mampu bertahan.


Di lihat dari beberapa utas benang bajanya yang terputus dan masih menggulung di tubuhnya, dapat di duga perempuan ini bermaksud untuk menahan serangan pedang lawan dengan kekuatan senjata benang bajanya. tapi tetap saja dia kalah kuat.


Masih untung gulungan benang baja yang melilit tubuh kecilnya masih mampu untuk mengurangi kekuatan sambaran sinar pedang Nyi Sira, hingga luka di punggungnya tidak sampai menembus terlalu dalam. sayangnya gulungan benang bajanya yang putus sudah tidak dapat di pakai lagi.


Kepala Nyi Sira sang 'Mambang Wanita Buta' mendongak miring ke arah kiri. dengan satu isyarat dia meminta Ki Lembu Singkil si 'Raja Celurit Emas' dan Ki Maruta alias 'Pendekar Belibis Putih' untuk memimpin semua anak buahnya menyerbu.


''Kalian semua para buronan dan pengkhianat kelompok '13 Pembunuh' sudah saatnya untuk serahkan nyawa. tinggal kalian pilih saja., mati mengenaskan di tangan kami dengan sejuta rasa sakit atau bunuh diri sekarang juga.!'' ancam Ki Lembu Singkil sambil cabut celurit emasnya. sementara Ki Maruta sudah lebih dulu menggenggam pedangnya.


Pedang itu tipis dan panjang berkilat sedikit melengkung. namanya pedang 'Sayap Belibis Sakti.' Ki Maruta yang berjuluk 'Pendekar Belibis Putih' sebelumnya adalah seorang pendekar pedang aliran putih yang terkenal. tapi karena tidak kuat dengan godaan harta pusaka 'Istana Angsa Emas, dia sudah mulai berubah haluan.


Roro dan Respati sekilas saling lirik, pikiran dua orang yang masih bersepupu dan sudah saling mengenal sejak jaman masih bocah itu seakan tersambung. kipas perak terbentang, pedang 'Iblis Hitam juga sudah tercabut. tanpa bicara apapun tubuh keduanya serentak berkelebat ke depan. calon korbannya sudah mereka tetapkan.!


Raja Celurit Emas mendengus sinis saat melihat Dewi Malam Beracun memilih dia sebagai lawannya. celurit emasnya terlihat berpendar memancarkan cahaya berkilauan. sementara Pendekar Belibis Putih juga sudah siap menyambut serangan jurus pedang Respati si 'Ular Sakti Berpedang Iblis'. kipas perak menyabet serata dada dengan jurus 'Kipas Bayangan Pengejar Sukma' yang di susul dengan lemparan puluhan jarum beracun terbang. bersamaan pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' di tangan kiri Roro juga sudah siap menghantam.

__ADS_1


Saat Raja Celurit Perak berkelebat menyambut serangan jurus kipas serta jarum terbang Dewi Malam Beracun yang datang dari sebelah kiri, sebuah pukulan sakti berupa cahaya kuning berbentuk kepala ular kobra justru sudah melabraknya dari sisi kanan tubuhnya. inilah ilmu pukulan 'Kobra Kuning Penjebol Karang.!'


Sebaliknya ilmu pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' yang seharusnya menghantam Ki Lembu Singkil, malah menyambar ganas tubuh Ki Maruta yang sedang menghadapi keganasan pedang Iblis Hitam Respati yang memainkan jurus 'Kobra Menyusup Tumpukan Bangkai' dan di susul jurus 'Sembilan Patukan Kobra Mabuk.!


Entah sejak kapan kedua bekas pembunuh bayaran ini bersepakat untuk bertukar sasaran di tengah pertarungan. karuan saja kejadian ini membuat Pendekar Belibis Putih serta Raja Celurit Emas menjadi kelabakan, ngeri dan gusar bukan kepalang.


Gerombolan berbaju hijau dengan topeng tengkorak putih alias 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' juga sudah lebih dulu menyerbu. dengan beringas dan membekal tombak pendek bergerigi, anggota bawahan dari kelompok 13 Pembunuh itu menyerang Ki Ageng Bronto dan semua rekannya.


Bahkan Putri Penjerat atau si 'Laba- Laba Kuning' yang sedang terbaring lemah karena terluka parah dan di rawat oleh Satriyana di bawah sebatang pohon juga tidak luput dari incaran mereka. beruntung gadis berkulit sawo yang cantik manis itu sudah membekal senjata pusaka Busur Emas Srikandi, hingga dia bukan saja mampu menahan, bahkan merobohkan para penyerangnya.


Dari empat orang rekannya, Birunaka yang paling sering datang membantunya. dengan pentungan saktinya dia menggebuk remuk tubuh para anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang berniat mencelakai tuan putrinya itu. sementara Sabarewang, Jurata dan Ki Ageng Bronto juga terus menggebrak lawan dengan senjatanya masing- masing.


''Huhm., setan alas., hawa maut dari senjata ini sepertinya pernah aku kenal. Aah., tidak mungkin. senjata lelaki keparat itu sudah lama lenyap bersama kematian wanita sundal itu. tapi kenapa hawa senjata ini begitu kukenali..'' gumam Nyi Sira setengah menggeram.


Bersamaan telinga nenek buta yang sangat tajam ini mendengar suara bentrokan senjata pusaka berulang kali yang diakhiri dengan ledakan keras beradunya ilmu kesaktian. makian kotor dan sumpah serapah tersembur dari mulut Ki Lembu Singkil dan Ki Maruta.


Rupanya dua jurus serangan Roro Wulandari dan Respati di awal gebrakan hanyalah suatu pancingan belaka. karena sasaran mereka yang sebenarnya justru adalah kebalikannya. Roro yang asalnya menyerang si Raja Celurit Emas di tengah serangan beralih menghantam Ki Maruta dengan cabikan ilmu kesaktian Cakar Tengkorak Darah.

__ADS_1


Demikian juga sebaliknya, Respati yang pada awalnya mengancam si Pendekar Belibis Putih di penghujung serangan jurus pedangnya malah menghantam Ki Lembu Singkil dengan ilmu pukulan sakti Kobra Kuning Penjebol Karang. jelas saja kedua lawannya tidak pernah mengiranya.


Tidak sampai sepuluh jurus tubuh kedua tokoh silat itu sudah di buat terjungkal roboh bergulingan ke tanah. ilmu silat mereka yang tinggi seakan tidak berdaya menghadapi siasat kedua lawannya yang jauh lebih muda. meskipun masih selamat, namun mereka juga mengalami luka luar dan dalam.


Bagi Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun yang banyak tipu muslihat, ilmu silat serta kesaktian tidaklah menentukan dalam suatu pertarungan adu jiwa. meskipun dia percaya tingkat ilmu kesaktiannya dan Respati masih lebih tinggi dari kedua lawannya, tapi wanita cantik itu tidak mau membuang- buang tenaganya cuma untuk beradu ilmu silat yang membutuhkan lebih banyak waktu.


Adapun Respati si Ular Sakti Berpedang Iblis., dia cuma mengikuti apa kemauan Roro, lagi pula wanita cantik yang licik dan sok kuasa itu sudah mengangkat dirinya sendiri menjadi pimpinan di kelompok ini. hubungan di antara mereka yang sudah terjalin sejak masih bocah ingusan, membuat semuanya terasa mudah. hanya cukup sekali pandang tanpa perlu bicara mereka sudah saling tahu apa yang jadi kemauan rekannya.


Korban mulai berjatuhan, mayat bersimbah darah sudah bergelimpangan. meskipun Pasukan Tombak Gergaji Iblis mempunyai bekal ilmu silat lumayan kuat dan menang jumlah, tapi tetap masih kalah jauh di bandingkan dengan Pendekar Golok Bayangan Setan dan kawan- kawannya.


''Aah., rupanya memang pedang buntung itu., aku tidak bakal salah lagi. bertahun- tahun lamanya aku cari tidak juga ketemu, sekarang pedang lelaki jahanam yang telah membuat kedua mataku buta itu justru muncul sendiri..''


''Hek., hee., he., bagus., bagus sekali. akan aku rebut barang yang sudah seharusnya menjadi milikku. siapapun kau serahkan pedang buntung itu padaku berikut nyawamu.!'' bentak Nyi Sira bengis penuh hawa dendam kesumat. pedang dalam tongkat sudah tercabut. cahaya tajam yang sangat menyilaukan menyambar ganas. sasarannya adalah Sabarewang.!


*****


Pengumuman.,

__ADS_1


Asalamualaikum., salam sehat sejahtera selalu.πŸ™, Mohon maaf untuk satu minggu ke depan novel 13 Pembunuh tidak dapat up date karena kesibukan kerja kami yang cukup banyak. silahkan tulis komentar, kritik saran juga likeπŸ‘, vote πŸ‘Œjika anda suka. Terima kasih atas dukungan para reader pembaca dan bantu Share novel 13 Pbh dan PTK.πŸ™πŸ‘


Wasalamualaikum.


__ADS_2