13 Pembunuh

13 Pembunuh
Penyerbuan. (bag6)


__ADS_3

Sedikit bergeser ke arah timur, terlihat Ki Ageng Bronto berdiri tegak sambil lintangkan golok pusakanya yang bergagang tulang manusia dengan ukuran wajah hantu. hawa udara di sekitar lelaki berkumis tebal dengan pakaian hitam yang dikenal dengan sebutan 'Pendekar Golok Bayangan Setan' itu terasa menyesakkan jiwa.


Bekas juragan kuda kaya raya di Wonokerto ini terus mengamati sosok lawannya yang terpaut belasan langkah di depan sana. dia bukan lain adalah seorang lelaki tua berjubah putih dengan sepasang tangannya berwarna biru sebatas lengan. jika diamati hamparan tanah berbatu diantara kedua orang itu sudah berlubang pecah dan terbongkar, pertanda mereka berdua sudah sempat beradu jurus kesaktian.


''Jika tidak salah saat ini orang tua yang ada di depanku ini adalah si 'Iblis Tangan Biru'. tokoh silat yang pernah menjadi anggota dari partai 'Gapura Iblis'. kabarnya dulu kau punya pasangan dalam bekerja, sebelum akhirnya dia lenyap tanpa kabar. tahu- tahu sekarang dirimu sudah masuk dalam 'Kelompok 13 Pembunuh'. jika saja partai Gapura Iblis tahu perbuatanmu ini, kau pasti mati..''


''Huhm., itu semua bukanlah urusanmu. lagi pula bagaimana dengan dirimu sendiri. ingat kau cuma pelarian yang kabur dari kelompok 13 Pembunuh. dari pada membicarakan tentang orang lain, apa tidak sebaiknya dirimu mulai berpikir bagaimana caranya untuk dapat mempertahankan selembar nyawa anjingmu.!'' bentak Iblis Tangan Biru seraya mendengus geram.


''Sudah setua ini tapi kau malah semakin tidak punya harga diri. meskipun aku bekas nomor sembilan, Putri Penjerat alias Laba- Laba Kuning, bekas nomor dua belas 'Dewi Malam Beracun' juga si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' dianggap sebagai orang yang telah berkhianat dan jadi buronan tapi setidaknya kami berempat dapat hidup bebas tanpa tunduk dan meminta perlindung pada siapapun. sedangkan kau., lari dari partai Gapura Iblis kini malah menjadi cecunguk dalam 13 Pembunuh. nasibmu sungguh menyedihkan. Haa., ha.!'' ejek Ki Ageng Bronto tertawa bergerak.


Di rendahkan seperti itu seketika membuat nafsu membunuh Iblis Tangan Biru berkobar. dengan meraung buas dia hantamkan kedua telapak tangannya ke depan. segelombang angin panas berbau busuk disertai dua larikan sinar biru menderu dahsyat. ''Bangsat pengkhianat., mewakili yang mulia ketua akan kubuat kau mampus tanpa kuburan.!''


Dalam kemarahannya Iblis Tangan Biru telah keluarkan ilmu kesakitan yang dinamai 'Tapak Iblis Biru Merenggut Nyawa'. siapapun lawan yang terkena pukulan sakti ini tubuhnya akan busuk dan membiru. selama ini sangat jarang orang persilatan yang sanggup selamat dari ilmu pukulan ini, apalagi sekarang daya hancurnya jadi semakin hebat setelah dia meminum 'Darah Keabadian'.


Ki Ageng Bronto terperanjat juga melihat keganasan ilmu kedigdayaan lawannya. tapi dia tidak menjadi panik. bukannya mundur lelaki berbaju hitam berkumis tebal ini malah berkelebat maju menghadang. ditengah jalan mendadak tubuh besarnya mencelat ke atas hampir tiga tombak sambil bersalto dua kali di udara.


Masih berada di udara, secepat kilat golok ditangannya dia kibaskan sekali diatas kepala sebelum di putar seperti perisai pelindung tubuh lantas menikam sekaligus membabat. biarpun sepintas terlihat hanya dalam satu gerakan saja tapi sebenarnya dia sudah lepaskan tujuh buah serangan golok. hawa kesaktian terpancar deras dari tubuhnya.

__ADS_1


Bersamaan tujuh bayangan wajah seangker setan yang disertai gulungan angin panas kemerahan, juga suara jeritan- jeritan hantu penasaran tersembur dari golok Ki Ageng Bronto. seketika itu juga suasana pertarungan antara kedua pesilat tangguh ini menjadi semakin menyeramkan hati. jurus kesaktian 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung' langsung menggebrak lawan.!


'Whuuuss., whuuuss., wheeess.!'


'Whuuutt., slaaassh., shaaatt.!'


'Claaaanngg., Blaaaang., blaaaam.!'


Bentrokan antara dua kekuatan sakti terjadi. gelombang tenaga dalam yang bergulungan menghampar di udara lalu menghempas ke permukaan tanah hingga timbulkan suara berguncang keras. tanah bebatuan karang yang berada di sana terpecah berhamburan ke segala arah.


Beberapa orang anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' juga dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat pertarungan sampai turut tersurut mundur beberapa langkah bahkan terjungkal roboh bergulingan. yang lebih mengerikan ada yang sampai tewas membiru juga terbelah tubuhnya akibat dua jenis tenaga sakti yang semburat tanpa terkendali.


Dalam sekejap saja mereka berdua sudah bertarung lebih dari sepuluh gebrakan. jika di lihat sepintas Iblis Tangan Biru lebih unggul dalam jumlah serangan. sebaliknya Ki Ageng Bronto alias si Pendekar Golok Bayangan Setan lebih sering bertahan dan hanya sesekali saja balas menyerang, padahal gaya ilmu goloknya bukanlah bersifat bertahan melainkan membunuh cepat tanpa ampun. meskipun demikian gempuran lawan masih dapat dibendungnya.


Pertempuran besar- besaran di pulau 'Seribu Bisa' ini semakin mengerikan. tidak terhitung lagi jumlah mayat yang menjadi korbannya. darah yang mengalir dari tubuh para korban semakin menarik perhatian bagi ribuan binatang beracun penghuni pulau itu. mayat para penyerbu banyak yang tinggal onggokan tulang setelah digerogoti hewan beracun ini.


Di lihat dari keadaan itu, agaknya Pasukan Tombak Gergaji Iblis dari pihak Kelompok 13 Pembunuh berada di atas angin. selain jelas punya obat penangkal racun binatang berbisa dan menang jumlah, mereka juga lebih memahami medan pertempuran. apalagi udara yang ada di pulau itu sepertinya juga mengandung racun pelemas tenaga hingga para pesilat yang berilmu rendah banyak yang berjatuhan karena tidak dapat bertahan akibat sesak nafas dan aliran darahnya tersumbat.

__ADS_1


Keadaan semakin runyam saat beberapa anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti dari pihak 'Istana Angsa Emas' juga merasakan kekuatan obat penangkal racun yang mereka minum mulai berkurang. ini dapat di lihat dengan adanya beberapa hewan berbisa yang tadinya menjauhi tubuh mereka kini sudah berani mendekat meskipun tidak sampai menyerang.


Semua itu tidak luput dari perhatian 'Panglima Istana Tengah' yang sedang menghadapi si Gila Tangan Kudis' dari 13 Pembunuh. ''Cepat kalian saling merapat. bertarunglah secara berkelompok. hawa obat penangkal racun di tubuh kalian yang mulai memudar akan menjadi lebih kuat.!'' teriaknya panik. ''Haa., ha., jangan kau urusi mereka, perhatikan saja nyawamu sendiri. atau bisa juga., kau ikut bersamaku. kita bisa bersenang- senang berdua sepuasnya..'' tukas Klowor Gombor tertawa menggila.


Suara gelak tawa yang lebih membahana terdengar dari salah satu sudut pertempuran besar itu. disana terlihat seorang lelaki gemuk tinggi berblangkon kuning dengan baju rompi hitam sedang membantai para penyerbu pulau Seribu Bisa. dengan senjata pipa cangklong emas di tangannya orang berjuluk si 'Sukma Tertawa' itu menghabisi para pesilat baik dari Istana Angsa Emas maupun tokoh persilatan dari aliran lain.


Orang bermuka ramah berkulit putih gempal ini tidak sendirian. dia dibantu seorang nenek ceking agak bungkuk berjubah kelabu yang jari- jarinya memiliki cakar tajam bercahaya hitam pekat. dengan cabikan cakarnya nenek bergelar 'Elmaut Dua Belas Jari' itu sudah menghabisi lebih dua puluh pesilat hanya dalam sepuluh jurus saja.


Jurata dan Sabarewang yang menghadapi amukan keduanya bersama para tokoh silat lainnya cukup kerepotan. beruntung mereka berdua selama ini selalu berusaha untuk meningkatkan ilmu silatnya sehingga untuk sementara waktu masih dapat bertahan. tapi jika tidak segera mendapatkan bantuan, bisa jadi mereka bakal celaka.


Di saat keadaan semakin mencekam dan jiwa diujung tanduk, dari satu arah melesat tujuh buah cahaya keemasan yang menyambar Elmaut Dua Belas Jari. dengan berteriak gusar si nenek menggebut mental tuhuh buah senjata rahasia berbentuk bunga dengan tangkai seruncing paku. ''Keparat., rupanya kau Nyi Sapta Kenanga, si 'Tujuh Bunga Terbang' yang muncul.!''


Dari tepian pantai terlihat ratusan bayangan hitam berkelebatan turun dari sebuah kapal besar berwarna hitam dengan sebuah bendera berlambang bulan sabit perak dan pedang bersilangan. meskipun jarak antara kapal dengan pantai masih terpaut puluhan tombak namun tidak menjadi halangan bagi mereka.


Dengan bekal ilmu meringankan tubuh yang tinggi dan papan- papan kayu sebagai pijakan mereka semua dapat menyeberanginya. dengan senjata pedang pendek melengkung seperti bulan sabit, para anggota persekutuan 'Bulan Perak' itu bergabung dengan pihak Istana Angsa Emas yang sudah mulai terdesak.


*****

__ADS_1


Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin, jika kami ada kesalahan 🙏. Trims.


__ADS_2