13 Pembunuh

13 Pembunuh
Pertarungan besar di lembah sunyi (bag4)


__ADS_3

Pertempuran masih terus berlangsung, jerit kematian yang dibarengi dengan semburan darah dari luka menganga dan tumbangnya tubuh para korban di kedua belah pihak membuat suasana malam menjadi semakin mencekam hati. dalam waktu sepenanak nasi saja lembah sunyi itu sudah dipenuhi bau anyir darah yang memuakkan.


Meskipun dari jumlahnya 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dari kelompok 13 Pembunuh lebih banyak sekali lipat, tapi bukan masalah mudah untuk menyapu habis 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' dari 'Istana Angsa Emas'. karena dari kemampuan ilmu silat perorangan mereka masih dibawah pasukan istana Angsa Emas. tapi dengan berbekal jumlah pasukan banyak bersenjata tombak ini terus saja berusaha mendesak lawan.


Walaupun pasukan dari istana Angsa Emas masih mampu bertahan melawan jumlah musuh yang lebih banyak, tapi lambat laun mereka pasti akan terdesak dan jatuh dalam kekalahan. semua itu sudah berada dalam perhitungan para pimpinan dari kelompok 13 Pembunuh. karena itulah sampai sekarang si nomor satu tidak berbuat apapun karena dia sangat percaya dengan semua anak buahnya.


Sebaliknya 'Tuan Sesepuh Pelindung Istana' atau yang dulunya dikenal sebagai sang 'Tuan Sesepuh Istana Barat' semakin mengkelam raut wajahnya, karena menyadari kalau pada akhirnya tetap saja pasukannya akan kalah. apalagi saat ini dia sedang terpecah tenaga dan pikirannya karena harus berhadapan langsung dengan sang ketua 13 Pembunuh.


Dari sekian banyak pertarungan sengit antara para pesilat Istana Angsa Emas yang dibantu oleh Roro Wulandari si 'Dewi Malam Beracun' dan kawan- kawannya melawan para pesilat kawakan dari kelompok 13 Pembunuh, yang mungkin agak lebih menegangkan adalah pertarungan antara 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' yang berhadapan dengan si 'Ular Sakti Berpedang Iblis.!'


Kedua pesilat ini seakan bukan cuma beradu ilmu pukulan dan senjata sakti belaka, tapi juga roh siluman yang bersemayam di dalam diri mereka. jika si pemuda memiliki bayangan roh siluman kobra hitam. si buntung tua juga mempunyai roh siluman jerangkong hijau yang mengiringi setiap jurus serangannya.


''Sobat lamaku., Tuan Sesepuh Istana Barat. apakah kita hanya akan saling berdiam diri seperti ini tanpa melakukan apapun, terus terang saja diriku sudah mulai merasa bosan. sebaiknya kau tidak perlu ikut campur urusan kecil seperti itu. jadi biarkan saja orang- orang kita saling bunuh. lagi pula., kita berdua perlu juga mengenang masa lalu..'' tegur sang ketua 13 Pembunuh. suara orang ini terdengar berat menggaung dan sangat menyeramkan seakan berasal dari dunia lain.


Orang tua yang di tegur mencorong tajam kedua matanya. ''Kau dapat mengenali diriku sebagai Tuan Sesepuh Istana Barat dan berani menyebutku sebagai sobat lamamu. itu berarti dirimu memang berasal dari lingkungan dalam Istana Angsa Emas. sekarang katakan terus terang siapa dirimu sebenarnya dan apa tujuanmu.!'' bentak Tuan Sesepuh Istana Barat.

__ADS_1


Ketua 13 Pembunuh mendongak, dari balik topeng tengkoraknya tersembur tawa keras yang menggoncangkan seluruh lembah. tanah bebatuan disekitarnya terangkat lalu pecah meletus berhamburan. si 'Sukma Tertawa' dan 'Iblis Tangan Biru' yang mendampingi orang ini sampai tergetar tubuhnya dan harus kerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya untuk dapat tetap berdiri tegak.


Padahal tingkat ilmu kesaktian kedua tokoh silat ini termasuk sangat tinggi. sementara itu di jurusan lainnya 'Tuan Sesepuh Pelindung Istana' masih tetap berdiri tegak. meskipun dari luar dia terlihat tenang tapi dalam hatinya dia juga terkesiap kaget saat mengetahui kehebatan tenaga kesaktian dari lawannya.


''Haak., haa., ha., Apa yang ada dalam otakmu sekarang ini sobat lama. aku hanya memakai sebuah topeng buruk penutup wajah tapi kau sudah tidak mampu mengira siapa diriku ini. Cck., ck., aku jadi merasa prihatin dengan kelambananmu sekarang ini. kalau Penguasa Istana Angsa Emas yang terdahulu tahu soal ini, kau pasti sudah ditendang keluar dari istananya.!'' gelak ketua 13 Pembunuh lantas berdecak melecehkan lawannya.


''Akan tetapi jika kau memang sudah semakin lamban yah., apa boleh buat, akan aku berikan satu serangan sebagai pembuka pertemuan pertama kita setelah bertahun- tahun tidak berjumpa dan sekaligus petunjuk bagimu untuk mengetahui siapa diriku..'' ujar orang tinggi besar dengan suara dingin dan bengis.


Begitu selesai bicara orang ini rentangkan kedua tangannya ke samping kanan kiri. selapis cahaya kuning emas berpijaran menyelimuti tubuh besar berjubah kuning dengan sulaman seekor angsa emas di tengah dadanya. saat kedua tangan itu terangkat dan menggebut seperti gerakan angsa sedang mengepakkan sayap.


Pucat pias wajah tua keriput Tuan Sesepuh Pelindung Istana. ''Setan keparat., bagaimana kau bisa menguasai ilmu pukulan 'Kepakan Angsa Emas Iblis' itu.?'' jeritnya kaget nyaris tidak percaya. buru- buru dia rentangkan kedua tangannya yang kurus lalu mengepak dan menghantam.


Dua larikan sinar kuning kemasan yang juga menyebarkan gelombang udara panas dan membentuk sepasang sayap angsa raksasa menyambar ke muka. dua kekuatan besarpun bertemu di udara. ''Haa., ha., pukulan sakti 'Kepakan Sayap Angsa Pemusnah Jiwa.!'' seru sang ketua 13 Pembunuh mengenali ilmu kesaktian lawannya sambil tertawa mengejek.


'Whhuuuuusss., whhuuuss.!'

__ADS_1


'Shraaaaatt., blaaaam., blaaaarr.!'


Seluruh lembah seakan dilanda gempa maha dahsyat. ledakan beruntun membuat langit yang gelap seperti hendak runtuh menimpa bumi. tanah bebatuan terangkat naik dan pecah terbongkar. beberapa tokoh silat yang sedang bertarung sengit sempat di sekitarnya sama mencelat jauh terhempas oleh gulungan angin tenaga kesaktian yang sedang beradu.


Iblis Tangan Biru dan Sukma Tertawa sampai harus terseret mundur hingga sepuluh langkah sebelum mampu berdiri setengah terhuyung. di lain penjuru Kyai Jabar Seto malah terpental lebih jauh dan jatuh terduduk. cepat orang ini kerahkan tenaga dalamnya agar bisa kembali bangkit berdiri.


''Sobat lama., ilmu pukulan yang kau andalkan sejak dulu itu sepertinya semakin hebat. tapi asal kau tahu saja., aku juga punya ilmu kesaktian seperti itu, bahkan mungkin., lebih sempurna dibandingkan milikmu..'' geram ketua 13 Pembunuh. tanpa buang waktu kedua tangannya yang berselubung lengan jubah kuning emas terentang. segelombang sinar emas muncul menyelimutinya hingga membentuk sepasang sayap angsa emas.


Jika orang pernah melihatnya, jelas itu adalah ilmu kesaktian yang sama dengan yang baru digunakan Tuan Sesepuh Pelindung Istana. tapi bedanya, baik pancaran tenaga kesaktian maupun ukuran sayap angsa emas yang terbentuk nampak lebih besar dan ganas perbawanya dibandingkan milik Tuan Sesepuh Pelindung Istana.


Walaupun sangat terkejut tapi orang tua itu tidak mampu lagi berpikir lebih jauh karena pukulan lawan sudah keburu datang menderu. sudah terlambat untuk menghindar, tidak ada jalan lain kecuali kerahkan ilmu pukulan yang sama dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.


Kyai Jabar Seto tidak tinggal diam, kalung tasbihnya digenggam erat ditangan kanan. sambil membaca sebaris doa dia lantas menghantam. selarik cahaya biru berbentuk rantai kalung yang semakin dekat sasarannya terlihat semakin besar menyambar. orang ini berniat membantu pimpinannya karena dia tahu kekuatan lawan berada diatasnya.


Melihat apa yang dilakukan Kyai Jabar Seto, Sukma Tertawa dan rekannya si Iblis Tangan Biru juga tidak mau kalah. hampir bersamaan mereka hendak lepaskan aji kesaktian. tapi satu isyarat dari sang ketua menahan mereka. ''Kalian diam dan lihat saja disitu. biarpun mereka bergabung juga tidak ada bedanya. kerena bagiku keduanya hanyalah barang permainan..'' geramnya bersuara dingin.

__ADS_1


Apa yang terjadi kemudian tidaklah berbeda jauh dari ucapan ketua 13 Pembunuh. biarpun tubuh tinggi besarnya sempat bergetar hebat dan ujung jubahnya robek- robek akibat hempasan tenaga ilmu kesaktian yang beradu, tapi manusia ini masih dapat berdiri tegak. sebaliknya Tuan Sesepuh Pelindung Istana berdiri terhuyung dengan ujung bibirnya meneteskan darah. sementara Kyai Jabar Seto jatuh terjengkang dan muntah seteguk darah.


__ADS_2