13 Pembunuh

13 Pembunuh
Roh Kobra Kegelapan.


__ADS_3

Di saat Respati sedang bertarung sengit dengan Panglima Istana Kiri, mendadak terdengar suara sambaran angin senjata yang menggaung keras melabrak tubuh Sabarewang. Respati sempat melirik keadaan rekannya yang terdesak hebat. apalagi lawannya si Panglima Istana Kanan dari Istana Angsa Emas juga sudah menggunakan senjata berupa sebuah rantai baja yang digunakan seperti cambuk.


''Whuuk., Whuuk, Blaaarr.,!''


Perapian batu tempat Respati membakar ikan tersapu hancur saat rantai baja yang ujungnya berbandul bola besi berduri itu melabraknya hingga bara apinya semburat keempat penjuru.


Masih untung Sabarewang mampu menghindar meskipun harus bergulingan di atas tanah hingga orang ini masih selamat dari kematian. tapi dia hanya bisa merutuk dalam hati karena lawan seakan tidak memberinya kesempatan untuk berganti nafas. untuk kesekian kalinya sambaran rantai baja lawan sudah kembali datang menghantamnya.!


Rantai baja berbandul bola besi berduri melabrak sedahsyat halilintar menyambar, serangan senjata ini bukan saja mampu menghantam hancur tapi juga membelit remuk tubuh mangsanya.


''Aahk., Keparat.,!'' maki Sabarewang marah. meskipun dia sudah mendapatkan tambahan tenaga sakti setelah meminum darah Satriyana tapi tetap saja orang ini masih kalah tenaga dan ilmu silat dengan Panglima Istana Kanan.


Setelah beberapa kali mampu menghindar dengan berkelit dan berjumpalitan di udara, kali ini Sabarewang terpaksa harus menangkis serangan ganas Panglima Istana Kanan dengan pedang buntungnya..!


'Whuuuk., Whuuk.,!'


'Traaaang., Traaakk., Plaang.,!'


Sabarewang menyumpah serapah. pedang buntungnya kembali patah untuk kedua kalinya. bukan itu saja senjata yang sudah menemaninya sekian lama itu di buat terpental lepas dari genggaman tangannya. sehingga orang ini terpaksa harus menghadapi gempuran rantai baja lawannya hanya dengan bertangan kosong.!


Melihat kawannya terdesak hebat Respati langsung membentak garang, pedang Iblis Hitam di tangannya seakan menjadi berlipat kekuatannya, puluhan bayangan ular kobra hitam yang mengamuk semakin bertambah banyak. gelang- gelang berduri terbang yang di kendalikan oleh Panglima Istana Kiri dibuat bermentalan ke udara.!

__ADS_1


Meskipun hanya beberapa detik saja, tapi itu sudah cukup bagi Respati untuk melesat keluar kepungan gelang maut lawan dan langsung menyerang Panglima Istana Kanan untuk menolong Sabarewang yang sudah sangat kepayahan menghadapi gempuran rantai baja lawannya.


Panglima Istana Kanan terkesiap kaget saat merasakan ada sambaran senjata tajam dari belakang kiri tubuhnya, padahal saat itu dia sudah siap meremukkan kepala Sabarewang dengan hantaman bola besi berduri yang ada dirantai bajanya. terpaksa orang ini memutus serangannya dan mengalihkan sasarannya ke tubuh Respati.


''Setan Alas., mampuslah kau pembokong hina.!'' maki orang berjubah kuning ini murka.


Tanpa membalikkan tubuhnya Panglima Istana Kanan ayunkan rantai bajanya ke belakang. Respati yang sedang berkelebat maju seketika menangkis sambaran senjata itu dengan babatkan pedang Iblis Hitamnya. berlapis cahaya hitam pekat seketika bertaburan di udara pagi.


'Trraaang., traang., trang.,!'


''Whuuk., whuut.,!''


Berkali- kali rantai bajanya di buat mental membuat kemarahan Panglima Istana Kanan memuncak. dengan menggembor keras kembali dia putar rantai bajanya di atas kepala hingga menimbulkan deru angin keras berhawa panas yang makin lama bertambah bergulungan.


Senjata sakti andalan Panglima Istana Kanan itu seketika berubah warna menjadi merah kekuningan berselimut kobaran bara api. inilah ilmu 'Amukan Rantai Bara Neraka.!'


Terperangah juga Respati melihat kehebatan lawannya. tapi orang seperti dia mana ada rasa takut. seakan tidak mau kalah pamor pedang Iblis Hitamnya diacungkan lurus ke atas kepala, matanya terpejam, bibirnya bergetar membaca sebaris mantra. hawa hitam pekat dan busuk semakin berlipat menggumpal lalu membentuk bayangan seekor ular kobra hitam raksasa.!


Dalam seumur hidupnya berpetualang di dunia kependekaran, baru dua kali ini Respati mengeluarkan ilmu 'Roh Kobra Kegelapan.!' salah satu ilmu kesaktian yang ada di dalam kitab pusaka Kobra Iblis.


Sabarewang yang sudah kelelahan jatuh terduduk, meskipun dia berada agak jauh dari kalangan pertarungan namun tetap bisa merasakan tekanan hawa kematian yang menyelimuti tempat itu. sementara Panglima Istana Kiri berdiri terperangah sampai lupa menarik balik gelang- gelangnya yang jatuh bermentalan, dalam hatinya dia membatin sampai di mana sebenarnya tingkat kesaktian ilmu si pemuda yang sempat menjadi lawannya itu.

__ADS_1


Saat dua bentakan keras menggema memecah suasana pagi, gelombang bara api berbentuk rantai menyambar dahsyat yang langsung dihadang oleh bayangan hitam raksasa ular kobra jejadian, dua ilmu kesaktian bertemu, seakan terang melawan gelap saling mendesak dan menggulung.


Beberapa kejab kemudian terdengar ledakan keras, bumi seakan bergoncang. tanah bebatuan semburat kesegala penjuru. hawa hitam masih menyelimuti udara. saat semuanya sirnah terlihatlah pemandangan yang mengerikan.


Tanah dibekas tempat pertarungan itu nampak berlubang besar dan hangus terbakar. Panglima Istana Kanan jatuh terkapar, nafasnya megap- megap. jubah kuningnya hancur hangus, sebagian tubuhnya menghitam, meskipun luka patah tapi kekuatan orang ini luar biasa hingga masih mampu bertahan hidup.


Senjata rantai bajanya terputus tiga bagian, bandul bola besi berdurinya mental entah kemana. rekannya si Panglima Istana kiri langsung memburu kedepan untuk memberi pertolongan.


Di penjuru lain Respati terlihat masih berdiri terhuyung. wajahnya pucat pias. pedang Iblis Hitamnya masih tergenggam erat di tangan kanannya yang gemetaran. hawa hitam sesaat masih menyelimuti tubuh pemuda ini.


Sabarewang seakan melihat ada sesuatu yang menakutkan pada diri kawannya itu. tapi dia tidak dapat memastikan sebabnya. ''Respati., sebenarnya kau ini orang macam apa.?'' batin Sabarewang ngeri. dia tidak sempat berpikir jauh lagi kala melihat si pemuda mendadak muntah darah lalu ambruk ke tanah. dengan sekuat tenaga orang ini berusaha bangkit untuk menolong kawannya.


Tapi baru saja dia berdiri terlihat sesosok bayangan hitam yang menebar aroma harum berkelebat cepat menyambar Respati dan cepat di bawa masuk ke dalam kereta kuda. Panglima Istana Kiri yang mencoba untuk menghalangi malah di serang dengan hujan jarum dan paku terbang beracun. orang ini terpaksa harus berjumpalitan di udara sambil kibaskan jubah kuningnya untuk menggebut mental senjata rahasia itu. meskipun demikian masih ada tiga buah jarum beracun yang berhasil menembus jubahnya di bagian pinggang, lengan dan bahu kanan.


Setelah mencabut jarum- jarum itu Panglima Istana Kiri cepat menotok jalan darah di sekitar lukanya, dia merasa lega karena racun yang ada di senjata rahasia lawannya tergolong lemah sehingga tidak sampai membahayakan nyawanya.


Sabarewang turut menyusul bayangan hitam yang tidak lain Dewi Malam Beracun. tapi orang ini tidak ikut masuk ke dalam kereta kuda, tapi hanya berdiri menghadang di pintu belakang dengan pisau bekas memotong ikan yang tergenggam di tangan kirinya. Panglima Istana Kiri yang hendak menyerbu masuk ke dalam kereta kuda menjadi terhalang.


''Menyingkirlah dari sana kalau kau masih ingin hidup.!'' ancamnya bengis. terlihat puluhan gelang berdurinya sudah kembali melingkar di kedua tangannya.


''He., he., kau boleh menang ilmu dariku. tapi jangan harap dapat mengancamku.!'' tegas Sabarewang sambil memainkan pisau belati di tangan kirinya.

__ADS_1


__ADS_2