
Waktu hampir melewati tengah malam dan hujan gerimis mulai turun ke bumi saat sebuah nyala cahaya api dari sebuah obor terlihat terang di mulut sebuah goa batu. jika saja tidak ada yang menyalakan obor itu, pastilah orang lain tidak akan mungkin untuk melihat kalau ada sebuah goa berada di sana.
Walaupun hanya beberapa kejapan mata saja cahaya api obor itu terlihat sebelum kembali padam, tapi sudah cukup menjadi petunjuk bagi puluhan orang berbaju ringkas warna hitam yang berkelebatan cepat diantara pepohonan lebat dalam hutan itu. di lihat dari gerakannya yang secepat kelelawar terbang menandakan kalau ilmu meringankan tubuh mereka rata- rata cukup tinggi.
Angin malam yang berhembus dingin samar- samar membawa aroma wewangian. kalau sumber keharuman itu berasal dari tubuh para pendatang berpakaian hitam itu, dapat di duga kalau mereka adalah kaum wanita. entah ada berapa banyak orang berpakaian ringkas warna hitam yang bermunculan dari berbagai penjuru tapi semuanya bergerak ke arah goa yang sama lalu lenyap di kegelapan.
Goa itu selain berada pada tempat yang agak rendah dan terlindung di balik pepohan lebat juga memiliki lubang masuk yang cukup sempit. bagian depannya masih ada empat tonjolan batu sebesar kerbau membuat goa ini hampir tidak terlihat mata orang meski dia berada di dekatnya saat tengah hari bolong sekalipun.
Lorong goa itu cuma selebar serentangan tangan orang dewasa dengan tinggi lebih satu tombak. cukup panjang dan hampir lurus tanpa kelokan. meskipun dapat dilalui oleh dua orang secara bersamaan tapi para wanita berbaju dan bercadar kain hitam itu sama memilih berurutan masuk merapat dinding sebelah kanan.
Orang yang berjalan paling depan membawa sebuah obor bambu penerang jalan. sambil berjalan mulutnya terus menghitung setiap langkah kakinya ''Empat puluh sembilan., lima puluh., lima puluh satu..'' tepat pada hitungan ke lima puluh tiga, langkah kakinya mendadak berpindah ke jalan sebelah kiri.
''Ingatlah., terus ikuti langkah kakiku jika kalian tidak ingin mati terajam senjata rahasia yang tersembunyi dalam goa ini.!'' serunya memberi peringatan sambil terus berjalan. kali ini langkahnya terlihat lebih cepat. semua orang di belakangnya tidak ada yang berani bertindak gegabah karena tahu betul betapa mematikan perangkap maut yang di pasang ketua mereka didalam goa itu.
Setelah lewat seratus langkah lorong goa itu terpecah menjadi empat buah. sang penunjuk jalan langsung memilih lorong goa nomor dua dari kiri diikuti yang lain. ternyata di ujung lorong goa rahasia itu terdapat sebuah ruangan sangat besar yang luasnya hampir tiga puluh tombak keliling. di sana juga sudah menunggu puluhan orang perempuan yang sama memakai baju dan cadar hitam dengan sulaman bulan sabit perak.
__ADS_1
Ruangan goa itu diterangi oleh sembilan buah obor batu. delapan di sekeliling sedang obor paling besar menancap di lantai agak ke dinding goa yang dibuat rata hingga dapat menerangi sebuah ukiran besar di atas dinding berbentuk lingkaran dengan bulan sabit dan pedang pendek melengkung berwarna keperakan. dari sini dapat diketahui kalau goa ini adalah salah satu markas rahasia dari persekutuan 'Bulan Perak.!'
Lantai goa di bawah lambang persekutuan yang terukir di atas dinding itu sejengkal lebih tinggi. disana terdapat sebuah meja kayu panjang. tiga orang perempuan sedang duduk bersila dibelakang meja itu sambil pejamkan mata. ''Lapor wakil ketua., dari dua ratus orang anggota kita yang terpilih sudah lebih dari separuh hadir kemari. sisanya akan segera menyusul. mungkin karena jarak tempat mereka yang berjauhan..''
Orang yang bersila di tengah membuka mata lalu berdiri diikuti oleh dua orang wanita di sampingnya. sekali matanya menyapu semua bawahannya sebelum mulai bicara dengan suara lantang. ''Aku., Nyi Sapta Kenanga yang menjabat wakil ketua persekutuan Bulan Perak mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua..''
''Aku akan bicara langsung saja. kita semua mempunyai hutang budi bahkan nyawa pada ketua persekutuan 'Dewi Malam Beracun'. kali ini dia membutuhkan tenaga kita untuk bisa membantunya menghancurkan 'Kelompok 13 Pembunuh' yang bercokol di pulau 'Seribu Bisa'. meskipun begitu., tidak ada suatu paksaan apapun bagi kalian untuk ikut kesana. siapapun yang merasa ragu atau takut mati boleh mengundurkan diri..''
''Asalkan kalian tahu saja., tempat itu sangat berbahaya karena dipenuhi dengan binatang juga tumbuhan beracun. tentu saja yang paling berbahaya adalah para anggota 13 Pembunuh yang jelas punya ilmu kesaktian sangat tinggi. tidak ketinggalan 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' mereka. terus terang saja., kemungkinan kita semua untuk bisa keluar dari sana dengan selamat sangatlah kecil..''
''Saudara- saudara sepersekutuan, perkenalkan namaku Sartika, anggota dari wilayah barat. diriku adalah seorang janda korban pemerkosaan dari anak saudagar kaya yang sekaligus kepala kampung Citerung tempat tinggalku. akibat peristiwa itu diriku diusir oleh penduduk desaku karena kepala kampung keparat itu berkata kalau akulah yang merayu anaknya..''
''Dalam keadaan putus asa dan terhina aku berniat bunuh diri terjun ke sungai. untunglah Nyi Sapta Kenanga muncul menyelamatkanku dan mengajak bergabung dalam persekutuan Bulan Perak. meskipun kejadian ini sudah berlalu hampir dua tahun tapi semuanya masih membekas dalam ingatanku. apalagi saat terjadi peristiwa jahanam itu, ada orang yang menculik bayi lelakiku yang baru berumur beberapa bulan..''
''Mendiang suamiku adalah seorang prajurit kerajaan yang tewas dalam peperangan. dulu pernah kudengar kalau dia masih keturunan dari anggota keluarga kaum persilatan dan bangsawan kerajaan yang sangat ternama dimasa lalu namun aku tidak tahu jelas mengenainya. pepatah bilang., jika hutang harta bisa dibayar maka hutang budi di bawa mati. selama hidup aku tidak mau berhutang apapun. hanya persekutuan Bulan Perak tempat kita dapat berlindung dan saling menjaga..''
__ADS_1
''Jika dalam penyerbuan ke pulau Seribu Bisa diriku menemui ajal, harap para saudara sepersekutuan dapat membantu menemukan anakku dan merawatnya sepenuh hati..'' tutur perempuan bernama Sartika itu dengan mata sembab. beberapa rekannya turut maju untuk menghiburnya dan berjanji membantu menemukan buah hatinya yang hilang.
Setelah itu banyak anggota yang juga maju menitipkan pesan pada rekan- rekannya. suasana berubah menjadi aneh namun penuh kesedihan. mirip para pejuang yang hendak menyampaikan wasiat terakhir pada sanak keluarganya sebelum pergi ke medan perang.
Nyi Sapta Kenanga hanya membiarkan semua itu terjadi karena dia sendiri juga tidak yakin bakal keluar dengan selamat dari pulau mengerikan itu. saat itulah dari luar goa terdengar beberapa kali bunyi suara serigala hutan bernada tertentu. Nyi Sapta Kenanga menyeringai. ''Akhirnya mereka datang juga..'' desisnya lega.
Orang yang berdiri di sebelah kanannya berkelebat cepat keluar goa sambil meraih obor. tidak berapa lama kemudian dia sudah kembali bersama dengan lima orang anggota persekutuan Bulan Perak yang nampak membawa beberapa peti kayu jati kecil.
Peti- peti itu kemudian mereka letakkan di depan Nyi Sapta Kenanga. ''Lapor wakil ketua., peti berisi obat penangkal racun hasil racikan Nyi Rumilah si 'Tabib Mata Hati' sudah siap. sebagian anggota kita pergi menemui ketua sambil membawa peti obat untuk dibagikan pada yang lainnya.!'' terang salah satu dari mereka.
''Bagus., bagus sekali. saudara- saudara sepersekutuan. pasti diantara kalian banyak yang khawatir tentang ancaman binatang dan tumbuhan beracun yang ada di pulau Seribu Bisa. untunglah ketua kita sang Dewi Malam Beracun punya kecerdikan yang luar biasa..''
''Dengan bantuan dari kawan dekatnya yang merupakan seorang tabib hebat, kita bisa mendapatkan obat penangkal racun. dengan demikian masih ada harapan bagi kita untuk bisa menang dalam pertempuran besar nanti dan kembali dengan selamat.!'' seru Nyi Sapta Kenanga yang di sambut kegembiraan semua anggota Bulan Perak.
*****
__ADS_1
Silahkan menuliskan komentar Anda🙏. Terima kasih.