
Melihat keganasan amukan golok patah Jurata bukan saja mengagetkan para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' saja bahkan beberapa tokoh silat kawakan yang sedang sibuk bertarung hidup mati-.matian dengan lawan masing- masing juga rada terperanjat. kepercayaan diri orang itu seakan bukan saja meningkat berkali lipat, aliran tenaga saktinya juga jauh lebih kuat.
Dengan bentakan garang Jurata terus maluruk ke tengah kalangan pertempuran. golok buntungnya berkelebatan mencari korban. dengan kehadirannya 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' dari istana Angsa Emas yang mulai terdesak dan kalah jumlah bisa mendapatkan kembali semangat bertarungnya.
Tetapi orang yang paling tercengang melihat kejadian itu adalah Roro sendiri. wanita cantik berjuluk 'Dewi Malam Beracun' itu baru saja merawat Sabarewang yang terluka cukup parah. dua orang anggota pasukan lawan mesti terjungkal roboh dibabat senjata kipas peraknya saat mereka berusaha mencuri kesempatan untuk membunuh Sabarewang.
''Chuih., kenapa masih saja ada yang nekat mencuri kesempatan untuk membunuh teman- temanku yang sedang terluka. mereka ini tolol atau bagaimana.?'' gerutu Roro marah. dilain saat dia juga tidak menyangka kalau kata wejangan yang dia sampaikan pada Jurata tentang jiwa petarung dan arti senjata pembunuh dapat membuat orang ini bangkit kepercayaan dirinya.
Soal obat yang dia bilang sebagai ramuan peningkat tenaga dalam itu., Roro Wulandari cuma bicara ngawur. karena sebenarnya itu hanyalah obat sakit pinggang dan pegal linu saja. tidak disangka Jurata malah percaya kalau tenaganya meningkat setelah meminum obat itu. hingga dengan penuh percaya diri dan bengisnya dia mencincang lawannya seperti rajangan sayur.
''Aah., jika saja Jurata sampai tahu kalau obat yang ditelannya itu bukan yang seperti dia kira, bisa jadi diriku yang akan jadi sasaran rajaman pelampiasan golok buntungnya. Hiihh., serem. lebih baik dia tidak tahu untuk selamanya..'' gumam Roro bergidik sambil membalut luka Sabarewang dengan selembar kain. tanpa sadar wanita itu mengamati wajah bawahannya. ''Eehm., meski rada brewokan dan sangar, tapi kalau kulihat lebih lama wajah kakang Sabarewang gagah juga. Hii., hi., sangat jantan.!'' gumamnya terkikik.
Hampir bersamaan dari satu penjuru arah terdengar benturan keras yang dibarengi terpisahnya dua sosok tubuh. Roro tanpa terasa berpaling kesana. meskipun agak jauh terpisah tapi dia masih dapat melihat Respati yang berdiri terhuyung. pedang Iblis Hitam di tangannya menahan beban tubuhnya hingga tidak sampai jatuh berlutut.
Gulungan hawa kobra hitam yang tadinya pekat menyelimuti dirinya meskipun masih nampak angker tapi terlihat agak memudar. dari sela bibirnya meneteskan darah. kelihatannya pemuda ini mengalami luka dalam akibat pertarungan dengan si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh.!'
Di jurusan berbeda terlihat seorang tua bertangan buntung sebelah, bermuka dingin seram berdiri dengan lengan kiri terjuntai lemas. ujung jemarinya yang ditancapi pisau- pisau tajam melengkung bercahaya angker kehijauan nampak bengkok bahkan satu diantaranya patah.
__ADS_1
Hawa menyeramkan berupa bayangan kabut siluman tengkorak hijau yang menyelimuti diri orang tua berjuluk 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' ini masih pekat, pertanda kekuatan orang tua ini sungguh menakutkan. tapi biarpun mampu melukai Respati, tapi senjata pusaka si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' juga berhasil membabat putus cakar maut lawannya.
''Kuakui kau cukup hebat anak muda., karena selama ini tidak ada seorangpun yang sanggup membabat putus 'Cakar Pisau Setan Hijau' milikku. jika saja kau masih tergabung dalam kelompok 13 Pembunuh, mungkin suatu ketika nanti dirimu bisa menjadi andalan ketua. sayang sekali kau berkhianat sehingga harus mati di lembah ini.!''
Respati merasa bergidik mendengar orang tua itu bicara. entah kenapa dia merasa adanya kesamaan antara cara memandang si Lengan Tunggal Pengejar Roh dengan si pincang kenalannya. mata mereka berdua sama dingin tanpa perasaan seperti mata sesosok mayat.!
''Terima kasih atas pujianmu, aku merasa bangga karena kutahu kau sangat jarang menyanjung orang lain. tapi kalau soal mati., kukira tidak semudah yang kau katakan karena aku bukanlah orang yang gampang untuk dibunuh. malah sebaliknya orang yang hendak membunuhku biasanya malah mati diujung pedang Iblis Hitamku.!'' geram Respati dingin.
''Haak., ha., menarik sekali. ingin aku melihat sejauh mana dirimu mampu bertahan hidup dan membuktikan ucapanmu.!'' si Lengan Tungga Pengejar Roh tertawa bergelak. sembari bicara tangannya yang tinggal sebelah kiri disentakkan kesamping. terdengar suara berkerotokan diikuti cahaya kabut hijau yang memancar dari dada menuju jemari pisaunya. Respati terperanjat saat melihat senjata cakar pisau yang telah bengkok dan patah diujung jari orang tua itu kembali utuh seperti semula.!
''Hek., he., berapa kalipun kau membabat putus jari pisauku, tetap tidak akan ada gunanya. sudah takdirmu untuk mati ditanganku malam ini., mampuslah kau Ular Sakti Berpedang iblis.!'' bentak Lengan Tunggal Pengejar Roh. tubuh kurusnya berkelebat bagai kilat sambil lepaskan sambaran cakarnya.
Respati kertakkan giginya. pedang Iblis Hitam terangkat keatas kepalanya. sambil merapal mantra seluruh tenaga dalamnya tersalur keluar. terbentuklah bayangan seekor ular kobra hitam raksasa yang muncul menyelimuti tubuhnya. seiring dengan sabetan pedangnya cahaya dan kabut hitam panas berbau busuk yang menyerupai ular kobra hitam turut melesat kedepan. ilmu 'Roh Kobra Kegelapan.!'
'Whuuuooss., whuuuooss.!'
'Shraaaat., slhaaaaass.!'
__ADS_1
'Blaaaaamm., blaaaaamm., blaaarrr.!'
''Aaaaakh.!''
''Uugh., huugh.!''
Berberapa kali terjadi ledakan keras yang berseling jeritan tertahan dari dua sosok tubuh yang terpental berlawanan arah. darah tersembur dari mulut kedua orang itu. meski demikian ajian 'Roh Kobra Kegelapan' terus beradu kesaktian dengan ilmu 'Cabikan Seribu Roh Jerangkong Gentayangan' diudara hingga terlihat ular kobra hitam raksasa yang saling libas dengan puluhan jerangkong berpisau hijau di jemarinya.
Setelah sekejap memulihkan diri, kedua orang tua muda itupun kembali saling labrak. dari kecepatannya dalam memulihkan diri, terlihat tenaga dalam orang tua berlengan buntung itu sedikit lebih tinggi dibandingkan Respati. namun pemuda ini setingkat lebih unggul dalam kecepatan geraknya. seperti kata orang., gerakan seekor ular itu sangat gesit, licin dan sulit diduga.
Jika pedang Iblis Hitam ditangan kanannya menyerang dengan Roh Kobra Kegelapan, maka tangan kanan Respati tidak menganggur, berturut- turut dia lontarkan ilmu pukulan 'Kobra Penggerogot Mayat' dan Kobra Kuning Penjebol Karang' untuk menambah daya hancur serangannya. tapi meskipun sempat kewalahan dan terdesak hebat, si Lengan Tunggal Pengejar Roh masih dapat bertahan bahkan balik membalas dengan kekuatan ilmu yang tidak kalah mematikan.
Akibatnya semua orang yang berada disekitar tenpat pertarungan mereka sama menjauh hingga lebih sepuluh tombak. beberapa orang yang terlambat menghindar seketika tewas tercabik- cabik dengan bagian tubuh busuk meleleh kehijauan. sebagian lagi bahkan meregang nyawa dengan raga hangus menghitam.!
Lembah sunyi yang jadi tempat pertarungan besar- besaran itu sudah hampir tidak terbentuk lagi. tanah bebatuan berumput lenyap terbongkar. semak pepohonan hancur dan hangus dilalap api. tapi justru ditengah lembah yang bergelimpangan ratusan mayat, masih berdiri tegak saling berhadapan dua orang yang sama memakai jubah kuning dengan sulaman seekor angsa emas.
*****
__ADS_1
Mohon maaf kalau ceritanya jadi agak aneh.🙏😅 dan selalu lambat up date.