13 Pembunuh

13 Pembunuh
Ledakan dendam 13 Pembunuh


__ADS_3

Klowor Gombor alias si Gila Tangan Kudis ternganga, mungkin orang ini kurang waras tapi bukan manusia bodoh, meskipun dia sudah pernah mendengar kemampuan empat orang ada disekeliling si jubah kuning bertopeng tengkorak ini, tapi Klowor Gombor juga tidak mengira kalau sampai sehebat itu, hingga diapun tidak sempat melihat kapan tangan kedua orang ini bergerak untuk menghabisi lawannya.


Si Topeng Tengkorak kibaskan tangannya, serangkum angin keras menderu kencang menyapu dua sosok tubuh yang terkapar diatas meja batu pualam, tiga buah potongan kepala juga turut tersapu lalu jatuh tepat didepan si Gila Tangan Kudis. kini meja pualam putih itu kembali bersih, bahkan setitik noda darahpun juga tidak terlihat.


''Kau tahu kenapa kedua orang ini hendak membunuhku.?'' tanya si Topeng Tengkorak pada Klowor Gombor yang masih ternganga, pertanyaan itu kemudian dijawabnya sendiri. ''Sejak awal masuk kelompok 13 Pembunuh enam tahun silam untuk menggantikan orang ke lima yang tewas, aku sudah mengetahui kalau Malaikat Kembar Bermuka Cacat ini memang sengaja disusupkan seseorang untuk melenyapkan kelompok 13 Pembunuh yang kupimpin..!''


Rupanya si Topeng Perak berjubah kuning itu bukan lain adalah ketua dari kelompok 13 Pembunuh yang misterius.!


''Aku sengaja membiarkan mereka masuk karena ingin memakai tenaganya, 'Hhm., tidak gampang mencari orang yang layak berada dalam kelompok ini., sayang mereka sudah tidak bisa kuperalat lagi.,'' ujarnya seakan kecewa berat.


''Lalu siapa yang telah berani menyusupkan kedua cecunguk ini ke dalam kelompok kita,?'' tanya si Gila Tangan Kudis penasaran. sebagai jawabannya orang berlengan tunggal gerakkan tangan kirinya yang ditancapi pisau- pisau tajam melengkung ke depan, sekelebat cahaya hijau tajam menyambar kedua mayat Malaikat Kembar Bermuka Cacat, baju hitam mereka hancur terkoyak sampai nyaris telanjang. hingga terlihatlah rajahan seekor kelelawar hitam sedang mencengkeram sebilah pedang di dada mereka, itulah tanda anggota dari Serikat Kalong Hitam.!


Kedua mayat itu masih utuh beberapa saat lamanya, sampai akhirnya hancur terkoyak dengan darah seisi tubuh terbongkar.!


Klowor Gombor tersurut gemetaran., walaupun sudah terbiasa membunuh tapi kejadian didepan matanya itu membuat dia merasa ngeri, dalam satu jurus si lengan buntung mampu membuat empat gerakan hebat sekaligus., mulai membabat, mencengkeram, mencabik, sekaligus menghantam hancur sasarannya.!

__ADS_1


''Kau sudah tahu jawabannya.?'' bertanya si Topeng Tengkorak, Klowor Gombor hanya mengangguk kaku. ''Sekarang ambil ketiga kepala itu lalu kirimkan pada orang yang memesannya.,!'' tegas si Topeng Tengkorak. Klowor Gombor yang punya julukan si Gila Tangan Kudis menjura, sekali sambar ketiga kepala buntung itu sudah berpindah ketangannya, sekejab kemudian tubuh orangnya turut menghilang dari tempat itu.


Lelaki plontos bermuka kemerahan yang sedari tadi asyik sendiri meneguk araknya bangkit berdiri, sambil berjalan terhuyung macam orang mabuk dia menghampiri dua mayat yang sudah hancur, dengan kakinya orang bergelar si Setan Arak ini menginjak putus kepala kakak beradik kembar itu lalu ditendang kearah kerumunan binatang berbisa yang mengelilingi tempat itu.


Bagai dapat durian runtuh ratusan kelabang, berbagai jenis ular, kalajengking, laba- laba dan binatang berbisa lainnya berebut memakan batok kepala Malaikat Kembar Bermuka Cacat itu sampai habis tinggal tulang tengkorak.


Orang ini memasukkan sesuatu kedalam kendi araknya, dari lubang kendi mengepul asap tipis berwarna hitam, bau busuk menyengat tercium dari sana, minuman ini kemudian dituangkan keatas sisa onggokan mayat itu, terdengar suara mendesis keras disertai kepulan asap hitam pekat berbau menyengat, saat semuanya sirnah onggokan mayat hancur itu cuma tinggal tulang belulang kehitaman.!


''Hoii., Aku kehabisan arak., cepat kalian berikan minuman terbaik kemari, 'Bersihkan juga sisa tulang menjengkelkan ini.!'' teriak si Setan Arak. tidak berapa lama kemudian muncul beberapa orang berbaju hijau dan memakai topeng tengkorak putih, seorang diantaranya cepat memasukkan sisa tulang belulang itu kedalam karung, dua orang lagi memberikan sepuluh kendi berisi minuman keras kepada si Setan Arak, meskipun kendi arak belum dibuka tapi aroma harum menyengat sudah terasa. setelah mengerjakan semuanya, ketiga orang berbaju hijau inipun berlalu pergi, ratusan binatang berbisa kembali menyingkir seakan memberikan jalan pada mereka.


Semua orang menoleh tegang, si Topeng Tengkorak bergetar hebat tubuhnya seakan menahan hawa kemarahan yang meluap. ''Bagaimanapun caranya kita tidak boleh kalah cepat., 'Darah Keabadian' itu sudah ditakdirkan menjadi milik kita. 'Jadi., habisi siapapun yang mencoba merebutnya.!'' geramnya dengan tangan terkepal.


Keempat orang lainnya mengangguk, ''Lalu bagaimana dengan si nomor dua belas dan tiga belas., 'Aku khawatir mereka tidak dapat bertahan hingga ke tempat pembantaian yang telah kita siapkan.!'' ucap si mata sipit. ''Aku tidak perduli dengan pemuda itu., tapi wanita cantik yang ada bersamanya jangan sampai lecet sedikitpun, Aku suka sekali gayanya saat merayu lelaki., Haa., ha.!'' ujar si pengukir boneka lalu tertawa.


''Meskipun kedua anak itu telah melakukan beberapa perbuatan yang diluar perhitungan, tapi semuanya masih dalam kendaliku.,'' ''Wanita itu sudah tidak mungkin punya anak, maka perlu dipancing rasa keibuan dihatinya dengan menghadirkan seorang bayi yang menarik hatinya., 'Selama bayi itu ada bersamanya semua orang pasti akan tertarik untuk merebutnya..''

__ADS_1


''Si pemuda nomor tiga belas itu diluarnya saja dingin tanpa perasaan, tapi sebenarnya hatinya lembek., 'Aku tahu diantara mereka pernah ada hubungan istimewa yang berakhir mengenaskan, maka sengaja kupertemukan keduanya dalam rencana ini, sebagai pancingan untuknya kuberikan sebuah kitab ilmu pedang Tujuh Bintang Pemusnah didalam kotak kayu itu.!''


''Jadi maksudmu kita tinggal menggiring mereka semua keladang pembantaian, tempat dimana para penguasa dan pendekar- pendekar dungu itu bakal terkubur.,?'' gumam si tampan menyeringai sambil terus mengukir boneka kayu.


Si Topeng Tengkorak bangkit dari duduknya di ikuti yang lain. kepalanya mendongak, tanpa terasa hari sudah mulai beranjak senja. ''Selama puluhan bahkan ratusan tahun lamanya kelompok 13 Pembunuh hanya dijadikan alat para penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya., mereka tidak pernah perduli darah dan nyawa kita yang menjadi tumbalnya.,! 'Para penguasa jahanam itu menganggap nyawa anggota 13 Pembunuh tidak lebih dari nyawa seekor anjing yang dapat dikorbankan kapan saja.!'' rutuk si Topeng Tengkorak sambil kepalkan kedua tangannya.


''Tapi mereka lupa., 'Jika terdesak seekor anjing yang paling setiapun juga bisa menggigit kaki tuannya sendiri., mencabik tubuh, meminum darah, dan memakan jantungnya.!'' desis si tampan pengukir kayu.


''Sekarang sudah waktunya bagi kita untuk membalik keadaan., 'Gantian mereka yang harus merangkak dan menjilat di bawah kaki 13 Pembunuh.!'' geram si Setan Arak sambil teguk kendi araknya sampai habis lalu dibanting ketanah.


Si mata sipit mengembor murka., si lengan buntung mendengus penuh dendam.


''Wahai para penguasa yang ada diseluruh penjuru negeri., juga seluruh datuk rimba persilatan yang menginginkan harta pusaka Istana Angsa Emas., 'Hari pembalasan untuk kalian semua telah tiba., Haak., haa., haa.,!'' teriak si Topeng Tengkorak sambil tertawa bergelak diikuti keempat rekannya.


Sementara langit senja yang tadinya cerah mendadak diselimuti gulungan awan hitam tebal, seakan memberi pertanda buruk bakal terjadinya gelombang kematian dan banjir darah.

__ADS_1


__ADS_2