13 Pembunuh

13 Pembunuh
Geger di Kembangsoka (bag4).


__ADS_3

Meskipun dalam hatinya merasa terkejut melihat kehadiran Pasukan Tombak Gergaji Iblis, namun diluarnya Puji Seruni terlihat tenang. meskipun jumlah mereka lebih dua puluhan orang tapi baginya tetap tidak masuk hitungan. hanya saja dia mulai agak cemas kalau kedatangan gerombolan bawahan dari 'Kelompok 13 Pembunuh' itu juga bertujuan mengincar barang yang sama dengannya.


Saat matanya melirik kesamping kiri terlihat sepasang suami-istri ketua perguruan silat 'Lutung Ciremai' si 'Raja dan Ratu Lutung Sakti' juga sudah bangkit dari tempatnya duduk. sambil teguk kendi minumannya mereka berdua memelototi ketiga orang tua yang berada paling depan.


''Biarpun kita berdua sudah sangat lama tidak kelayapan diluaran tapi jika dilihat dari penampilan jelek gerombolan manusia tolol berseragam hijau yang berdiri dibelakang mereka bertiga, sepertinya ketiga orang tua ini sudah menjadi para begundalnya ketua 13 Pembunuh.!'' tunjuk Ki Tirtayasa menuding.


''Kau benar suamiku., dari kabar terakhir yang kita dengar hampir sebulan lalu, kelompok 13 Pembunuh sudah kehilangan banyak anggota akibat pertarungan besar dengan orang 'Istana Angsa Emas'. hanya sayangnya tidak seorangpun yang tahu betul siapa pihak yang jadi pemenangnya..'' gumam Nyi Kunarsih sembari mengusap wajahnya yang berbulu.


Disebut sebagai gerombolan begundal tolol membuat salah satu di antara ketiga orang tua itu naik darah. ''Kurang ajar., jaga mulut busukmu itu Ki Tirtayasa. apa kalian pikir aku dan kedua sobatku ini gentar dengan nama 'Raja dan Ratu Lutung Sakti' dari gunung Ciremai.?'' damprat seorang perempuan tua bertubuh sangat kurus berbaju merah lengan pendek.


Saat dia marah muka seramnya yang tirus cekung terlihat kemerahan dan berasap tipis dibagian ubun- ubun kepalanya, demikian juga lengan dan kedua kakinya yang tinggal kulit pembungkus tulang. seolah ada bara api dalam tulang nenek ini. orang persilatan jika melihat pertanda ini kebanyakan akan segera tahu dengan siapa dia berhadapan. nenek tua inilah dipanggil sebagai 'Nyi Balung Geni' atau 'Nenek Tulang Api.!'


''Untuk apa kau ribut dengan dua tua bangka bermuka monyet yang sebentar lagi akan mampus itu Nyi Balung Geni., buang- buang waktu saja.!'' sungut orang tua bertubuh tinggi kurus yang juga memakai baju merah namun berlengan panjang dan gombrong. separuh wajah orang ini tidak terlihat karena ditutupi sebuah caping besi berwarna merah agak kehitaman.


Jika ada angin bertiup samar dapat tercium bau anyir yang terbawa dari caping besi lebar kemerahan itu, karena sebenarnya warna caping ini berasal dari darah ratusan korban lelaki tua itu. dalam rimba persilatan kakek jahat bersenjatakan caping besi merah darah itu dikenal dengan julukan 'Hantu Caping Getih'. alias si Caping Berdarah.!

__ADS_1


''Kalian jangan menganggap remeh kedua kunyuk tua itu. bagaimanapun juga mereka pernah membuat gempar dunia persilatan puluhan tahun lalu. terbukti dalam sekali kibasan tangan mampu menghancurkan serbuan senjata rahasia 'Caping- Caping Terbang Pemburu Darah' yang kau lepaskan..'' potong orang tua yang ketiga menyindir.


Kalau kedua rekannya bertubuh tinggi kurus, tidak demikian dengan manusia yang satu ini. tubuhnya sangat pendek mirip orang cebol dengan jubah putih kebesaran menyentuh tanah hingga telapak kakinya tidak terlihat. wajah orang ini tembem agak pucat dengan kedua mata sipit dan berbibir tebal.


Kedua tangannya yang tertutupi lengan jubah putihnya nampak menggenggam sebuah gagang pedang hitam besar dan lebar yang panjangnya sama dengan tubuh si pendek itu. biarpun merasa kesal dengan sindiran orang cebol itu namun Hantu Caping Getih tidak berani sembarangan balas membentak.


Karena memang dialah yang telah menyerang Raja Ratu Lutung Sakti dengan senjata rahasia yang selama ini sangat diandalkannya berupa puluhan besi- besi bundar setengah kerucut menyerupai caping kecil sebesar telapak tangan dan berwarna merah darah.


Selain itu dia juga tahu betul kalau orang tua pendek ini adalah salah satu jago pedang yang paling tersohor di wilayah timur dan selatan, yang pada dua belas tahun lalu pernah menantang lima orang ketua perguruan silat ilmu pedang yang paling terkenal pada waktu itu.


Karena itulah si cebol yang tidak diketahui nama dan asal- usulnya itu digelari 'Pendekar Pedang Lali Jiwo' atau si Pedang Pelupa Jiwa. konon orang tua cebol ini sudah lenyap dari dunia ramai belasan tahun silam. ada yang bilang dia sudah mati, ada pula yang mengatakan kalau dia sedang bosan hidup kelayapan karena tidak lagi menemui tandingan.


Namun tidak ada seorangpun yang tahu kalau sebenarnya manusia gemuk pendek ini mendadak menghilang ditengah ketenaran namanya karena dia telah kalah berduel ilmu pedang dengan salah satu anggota 13 Pembunuh angkatan lama, Jarot Winongko alias si 'Pedang Geledek'.


''Istriku., diantara ketiga orang tua itu kurasa yang paling merepotkan adalah si gemuk pendek Pendekar Pedang Lali Jiwo. kudengar orang ini kembali muncul beberapa bulan belakangan setelah sekian lama lenyap tidak ketahuan rimbanya. ataukah kemunculan mereka bertiga ada hubungannya dengan barang yang kita cari.?'' bisik si Raja Lutung pada istrinya.

__ADS_1


''Aku juga mengira demikian. tapi apa yang perlu kita takutkan dengan mereka semua. justru yang aku pikirkan adalah gadis cantik penguasa Lembah Seruni itu bakal memilih berada dipihak yang mana, mengingat dia juga mengincar barang yang sama..'' Ratu Lutung balik berbisik.


''Hik., hii., sungguh tidak dinyana di kampung terpencil dan sepi bernama Kembangsoka ini kami bisa bertemu dengan Raja Ratu Lutung Sakti, para ketua sekaligus pendiri perguruan silat Lutung Ciremai. tapi kenapa kalian berdua sampai jauh turun gunung kemari, bukannya menikmat hari tua bersama murid- muridmu.?'' tegur Nyi Balung Geni sembari memberi isyarat Pasukan Tombak Gergaji Iblis untuk bergerak mengepung.


''Mengingat sesama kaum tua dan pernah membuat nama besar dimasa lalu, diriku berbaik hati untuk memperingatkan kalian agar menyingkir dari tempat ini. apapun urusan yang menjadi tujuan kalian sebaiknya diurungkan saja..'' sambung orang tua cebol setengah mengancam.


Jika kedua kawannya sedang berurusan dengan suami istri tua bermuka monyet itu, tidak demikian dengan Hantu Caping Getih. sepasang mata mesum yang terhalang caping besi berdarah itu terus memandang tidak berkesip sosok Puji Seruni yang sedari tadi diam tanpa bicara. sebagai seorang tua bangka hidung belang tentunya dia tidak akan mau melepaskan wanita secantik bidadari yang berada dihadapannya.


Sebaliknya meskipun diluarnya terlihat acuh dan tidak perduli, namun dalam hatinya Puji Seruni merasa geram juga muak dengan tingkah lelaki tua mesum itu. diam- diam kedua tangannya sudah meraba dua gagang pedang Walet Emasnya dibalik pinggang. calon mangsanya sudah dia tetapkan.


''Siapa dirimu gadis cantik dan dari mana kau berasal. apakah kau punya hubungan dengan kedua orang tua muka monyet itu, jika benar demikian., kusarankan engkau menyingkir dulu. karena sayang jika tubuh indah serta wajah ayumu sampai tergores senjata..'' ujar Hantu Caping Getih berjalan mendekat sambil menyeringai mesum.


Tapi bukannya sambutan yang didapat malah kelebatan dua bilah mata pedang emas yang bergerak mengunting secepat sayap burung walet terbang. jarak diantara keduanya masih terpaut belasan langkah. hebatnya dalam satu gebrakan pedang gadis berjuluk Dewi Seruni Putih itu sekaligus menebas tubuh tiga orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis hingga terjungkal roboh bersimbah darah.


Tanpa merubah gerakan jurus sepasang pedangnya yang membabat dan menikam, tubuhnya terus meluruk disertai putaran dua pedang. cahaya kuning keemasan yang tajam menyilaukan mata tahu- tahu sudah berada sejengkal di depan leher Hantu Caping Getih.!

__ADS_1


''Gadis sundal keparat.!'' maki orang tua itu gusar bercampur ngeri. dengan secepatnya dia tundukkan kepala sambil mencelat mundur. suara benturan keras disertai pijaran bunga api terdengar saat caping besi berdarah itu hampir separuh terbelah oleh pedang pusaka Walet Emas ditangan Puji Seruni.


__ADS_2